<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376</id><updated>2012-02-16T06:53:48.538-08:00</updated><category term='tips stimulasi membaca untuk bayi'/><category term='23 Juli 2009'/><category term='A NEW BABY BOY..'/><category term='Ibu...'/><category term='komentar para sahabatku'/><category term='Apresiasi utk MK'/><category term='ya akhowati...'/><category term='Selamat Hari Ibu...'/><category term='Kisah penggugah jiwa'/><category term='Kisah penggugah jiwa 2'/><category term='agama'/><category term='usulan dan pemikiran untuk anak kader'/><category term='Aku menyayangimu'/><category term='Uhibbukum fillah'/><category term='menyusuri persahabatan yang indah'/><category term='dakwah di jepang'/><category term='Fungsionalis Jilid 2'/><category term='memaknai hari anak nasional'/><category term='muhasabah'/><category term='bahan instropeksi untuk para orang tua'/><title type='text'>rumah kain kasa bunda</title><subtitle type='html'>umur manusia bertambah, usia makin berkurang. Dalam pengembaraan hidup ini, sungguh banyak hal yang terjadi yang perlu menjadi bahan renungan dan pembelajaran. Semoga dengan blog sederhana ini aku dan sahabat2ku semua dapat belajar tentang banyak hal dari kehidupan. Silahkan dicopas jika ada artikel yang menarik, asal tetap dengan mencantumkan sumber aslinya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>118</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-1163341991033231857</id><published>2012-01-19T15:58:00.000-08:00</published><updated>2012-01-19T16:06:52.633-08:00</updated><title type='text'>Bawang Merah Sebagai Penangkal Flu</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-MN5qnISI3fQ/TxivV3oKjdI/AAAAAAAAALU/9TL0PId9Ip0/s1600/bawang%2Bmerah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 168px; height: 127px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-MN5qnISI3fQ/TxivV3oKjdI/AAAAAAAAALU/9TL0PId9Ip0/s200/bawang%2Bmerah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699498118681890258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bawang Merah Sebagai Penangkal Flu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1919 ketika flu membunuh 40 juta orang, ada seorang dokter yang mengunjungi banyak petani untuk melihat apakah ia dapat membantu mereka memerangi flu. Banyak petani dan keluarga mereka telah tertular dan banyak yang meninggal. Dokter ini mengunjungi satu keluarga petani, dan yang mengejutkannya, ternyata semua orang sangat sehat. Ketika dokter bertanya apa yang dilakukan petani yang membuatnya berbeda, sang istri menjawab bahwa ia telah menaruh bawang merah yang telah dikupas dalam sebuah piring pada setiap kamar di rumah itu, (mungkin hanya dua kamar waktu itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter itu tidak percaya dan bertanya apakah ia dapat memiliki salah satu dari bawang merah itu untuk melihatnya di bawah mikroskop. Istri petani itu memberinya satu dan ketika dia melakukan hal ini, ia menemukan virus flu di bawang merah itu. Bawang merah ini jelas menyerap bakteri, oleh karena itu, menjaga keluarga ini tetap sehat. Saya mendengar cerita ini dari penata rambut saya di AZ. Dia mengatakan bahwa beberapa tahun lalu banyak dari karyawan yang datang bekerja dengan sakit flu dan begitu juga banyak dari pelanggannya. Tahun berikutnya ia meletakkan beberapa mangkuk bawang merah di sekitar tokonya. Yang mengejutkan, tak satu pun stafnya sakit. Ternyata berhasil .. (Bukan, dia tidak dalam bisnis bawang merah.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral dari cerita ini,&lt;br /&gt;belilah beberapa bawang merah dan tempatkan dalam mangkuk di sekitar rumah Anda. Jika Anda bekerja di dalam kantor, tempatkan satu atau dua di kantor atau di bawah meja Anda atau bahkan di atas suatu tempat. Cobalah dan lihat apa yang terjadi. Kami melakukannya tahun lalu dan kami tidak pernah terserang flu. Hal ini membantu Anda dan&lt;br /&gt;orang-orang yang Anda cintai dari sakit,dan semua menjadi lebih baik. Jika Anda terkena flu, itu hanya mungkin menjadi satu kasus yang ringan ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui manfaat bawang merah pada zaman yang berbeda, kita kilas balik ke tahun 1500-an. Saat itu, meletakkan bawang merah mentah di seputar rumah dipercaya menangkal wabah bubonic (pembengkakan kelenjar limfa yang disebabkan oleh kuman dan dapat menyebabkan kematian). Nampaknya, peletakan bawang merah ini didasarkan pada kepercayaan lama bahwa bawang merah mampu membersihkan udara yang tercemar oleh kuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah buku terbitan tahun 1891 'Duret's Practical Household Cookery' disebutkan bahwa ketika seorang pasien terkena demam akibat terjangkit infeksi, maka letakkanlah bawang merah kupas dalam sebuah piring pada kamar pasien tersebut. Maka, tak satupun orang akan dapat tertular penyakit itu asalkan rajin mengganti bawang merah kupas itu setiap hari. Kupaslah bawang merah tepat pada saat akan diletakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tidak ada ruginya untuk mencoba peletakan bawang merah kupas sebagai penangkal flu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/alternative-medicine/2241634-perangi-flu-dengan-bawang-merah/#ixzz1jx4YNrRu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan:&lt;br /&gt;ketika aku mengirimkannya ke seorang teman di Oregon yang secara teratur memberikan kontribusi materi masalah kesehatan kepada saya. Dia menjawab dengan pengalaman yang paling menarik tentang bawang merah :&lt;br /&gt;Weldon, terima kasih untuk mengingatkan. Aku tidak tahu tentang kisah petani itu ... tapi, aku tahu bahwa saya terkena pneumonia dan tidak perlu untuk mengatakan aku sangat sakit ... aku menemukan sebuah artikel yang mengatakan untuk memotong kedua ujung sebuah bawang merah, lalu letakkan salah satu ujungnya pada sebuah garpu dan&lt;br /&gt;kemudian tempatkan ujung garpu pada sebuah stoples kosong ... letakkan stoples itu di sebelah pasien yang sakit pada waktu malam hari. Dikatakan bahwa bawang merah akan menjadi hitam di pagi hari karena kuman2 ... tentu saja hal itu terjadi persis seperti itu ... bawang merah itu berantakan dan aku mulai merasa lebih baik. Hal lain yang saya baca di artikel itu bahwa bawang merah dan bawang putih yang ditempatkan di sekitar ruangan menyelamatkan banyak orang dari wabah hitam tahun yang lalu. Bawang merah dan bawang putih mempunyai kekuatan antibakteri, peralatan antiseptik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SISA BAWANG MERAH ITU BERACUN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawang merah adalah sebuah magnet besar untuk bakteri, terutama bawang mentah. Anda seharusnya jangan pernah berencana untuk menyimpan sebagian dari irisan bawang merah. Hal ini tidak aman bahkan jika Anda memasukkannya ke dalam tas zip-lock dan memasukkannya ke dalam kulkas Anda. Bawang merah sudah cukup terkontaminasi hanya dengan dipotong dan dibiarkan terbuka untuk sebentar saja, sehingga hal itu dapat membahayakan Anda (dan perlu lebih waspada lagi terhadap bawang merah yang Anda masukkan ke dalam hotdog Anda di taman bisbol!) Jika Anda mengambil sisa bawang merah dan memasak seperti orang gila, anda mungkin akan baik-baik saja, tetapi jika Anda memotong sisa bawang merah dan menaruh pada sandwich Anda, Anda sedang mencari masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik bawang merah dan kentang basah dalam salad kentang, akan menarik dan menumbuhkan bakteri bahkan lebih cepat daripada mayones komersial yang akan mulai rusak. Selain itu, anjing tidak boleh makan bawang merah. Perut anjing tidak dapat mengolah bawang merah. Harap d iin gat, adalah berbahaya untuk mengiris bawang merah dan mencoba menggunakannya untuk memasak pada hari berikutnya, bawang merah menjadi sangat beracun bahkan untuk satu malam dan menciptakan bakteri beracun yang bisa menyebabkan infeksi lambung yang buruk dikarenakan kelebihan sekresi empedu dan bahkan keracunan makanan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-1163341991033231857?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/1163341991033231857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=1163341991033231857' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1163341991033231857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1163341991033231857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2012/01/bawang-merah-sebagai-penangkal-flu.html' title='Bawang Merah Sebagai Penangkal Flu'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-MN5qnISI3fQ/TxivV3oKjdI/AAAAAAAAALU/9TL0PId9Ip0/s72-c/bawang%2Bmerah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-3077011863137423069</id><published>2012-01-09T22:51:00.000-08:00</published><updated>2012-01-09T22:54:27.679-08:00</updated><title type='text'>Antara Penyandang Cacat, Anak Putus Sekolah, dan PSK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9iYc4HtJ19c/TwvgZ95rnWI/AAAAAAAAALI/GT27H-wk6wY/s1600/cacat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 129px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9iYc4HtJ19c/TwvgZ95rnWI/AAAAAAAAALI/GT27H-wk6wY/s200/cacat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5695892890457972066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dulu, jaman aku sekolah, seringkali banyak penyandang tuna daksa yang keliling menawarkan hasil karya mereka ke rumah-rumah. Macam-macam barang yang dibawa; keset dari perca, sapu ijuk, hiasan dari perak bakar, asbak kayu, dll. Aku ingat, Bapak punya kebijakan, selalu membeli salah satu barang yang ditawarkan. meski kami tidak membutuhkan benda itu. Semata menghargai hasi karya mereka, sekaligus membantu keuangan panti asuhan penyandang cacat tempat mereka  bernaung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, setelah aku menikah dan tinggal di kota besar, tak tampak lagi penyandang cacat yang keliling berjualan seperti itu. Yang jamak ya pengamen atau pengemis. Kemana mereka? Apakah hasil karya mereka langsung tersalurkan ke distributor yang mengurusi penjualannya sehingga kehidupan mereka lebih terjamin?Atau justru sebaliknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun lalu, saat aku dan teman-teman masih aktif membina anak-anak panti asuhan dinas sosial Tunas Bangsa yang menampung anak-anak putus sekolah tapi berpotensi dari berbagai pelosok nusantara, saya mengamati sebuah fenomena. Dari berbagai jenis keahlian yang ditawarkan, anak-anak perempuannya cenderung memilih keahlian sebagai kapster salon, sedang laki-lakinya memilih keahlian perbengkelan. Beberapa alumninya kadang masih kontak, dengan sms padaku atau suamiku yang membuat kami miris,, “Pak, saya gak betah kerja di tempat yang lama, majikannya bla bla bla. Ada info lowongan yang butuh montir gak Pak?”&lt;br /&gt;Duh, sedihnya... tapi tak bisa membantu lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi saat aku bersama teman-teman muslimah berkesempatan membina ruhani paraPSK yang ditampung di panti asuhan Karya Wanita Mulya Jaya,  sedih memandang gadis-gadis belia usia SD sudah terbiasa dan dipaksa menjajakan dirinya. Entah oleh lingkungan, keluarganya atau pihak lain. Mereka masih polos-polos, dengan dandanan menor, bergaya cuek dan tampak tidak peduli dengan apapun yang kami sampaikan. Entahlah, mungkin merasa dipaksa dibina di panti  tersebut (karena yang ditampung di situ adalah hasil razia). Berbeda dengan para PSK yang sudah berumur, kadang seusai acara, mereka mendekati kami. Dengan terisak mengatakan, sebenarnya ingin berhenti dari pekerjaan haram itu, tapi merasa tak punya bekal yang memadai. Kami yang cuma datang sepekan sekali untuk sekedar memberikan siraman ruhani, hanya bisa menghibur sambil miris. Mungkin, dia seusia bibi atau tanteku, tapi masih harus berkubang dalam dosa hingga entah kapan. Lalu kami mampu berbuat apa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kalian, semua yang berkelebat-kelebat dalam bayangku saat ini, mereka para penyandang cacat itu, anak-anak putus sekolah, juga PSK yang tua maupun muda. Kudoakan semoga ada jalan keluar terbaik untuk kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Kalau sudah begini rasanya jadi pengin cepat-cepat pensiun saja deh, memenuhi panggilan hati untuk berkegiatan sebagai pekerja sosial.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-3077011863137423069?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/3077011863137423069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=3077011863137423069' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3077011863137423069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3077011863137423069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2012/01/antara-penyandang-cacat-anak-putus.html' title='Antara Penyandang Cacat, Anak Putus Sekolah, dan PSK'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9iYc4HtJ19c/TwvgZ95rnWI/AAAAAAAAALI/GT27H-wk6wY/s72-c/cacat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-1872181084154730980</id><published>2011-06-06T20:56:00.000-07:00</published><updated>2011-06-06T20:57:09.642-07:00</updated><title type='text'>Cara Mudah Mengurangi Berat Badan dengan Script Hypnoslimming</title><content type='html'>Cara Mudah Mengurangi Berat Badan dengan Script Hypnoslimming by Eliyati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masukkan diri Anda ke kondisi rilek..&lt;br /&gt;Dengan bernafas perlahan…&lt;br /&gt;Sambil menyadari keluar masuknya nafas..&lt;br /&gt;Karena anda sekarang telah merasa tenang dan rileks, anda dapat berhasil mencapai apapun keinginan anda, termasuk keinginan untuk mengurangi berat badan ….!&lt;br /&gt;Anda bayangkan bahwa anda telah kehilangan berat badan yang tidak lagi anda inginkan dan anda telah menjaga hilangnya berat badan tersebut ….&lt;br /&gt;Anda bayangkan dan rasakan dan pikirkan bahwa anda telah menjadi lebih langsing, lebih langsing, lebih kurus, lebih kurus, otot-otot menjadi kencang, bentuk badan ideal sepenuhnya ….&lt;br /&gt;Keinginan anda yang tanpa disadari sekarang akan beraksi dalam gambaran ini dan terwujud dan aktualisasikanlah gambaran ini ….&lt;br /&gt;Dan anda akan mengurangi berat badan anda, berat badan turun dan anda dapat menjaga berat badan anda yang ideal … Anda ubah pola makan negatif menjadi pola yang baik sekarang ….&lt;br /&gt;Anda lakukan hal ini dengan mudah dan tanpa dipaksakan ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang anda bayangkan untuk sementara sebuah meja, sebuah meja di hadapan anda, dan anda mengisi meja ini dengan makanan yang berbahaya bagi anda, makanan yang berbahaya untuk tubuh dan emosi anda. Anda bayangkan makan makanan berikut ini : permen, cemilan dan makanan yang sudah kadaluarsa ….&lt;br /&gt;Letakkan di atas meja ….&lt;br /&gt;Makanan ini berbahaya bagi anda …&lt;br /&gt;Mereka seperti racun dalam tubuh anda. Makanan-makanan ini menyebabkan berat badan yang tidak anda inginkan bertambah ….&lt;br /&gt;Bila anda memilih untuk makan makanan seperti ini, anda makan sedikit, dalam jumlah yang kecil akan memberikan kepuasan maksimum bagi anda. Anda tidak mampu makan potongan-potongan lainnya ….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang anda buang makanan ini dari atas meja, jauhkan dari anda, tubuh anda menolak makanan-makanan ini …. Pikiran dan emosi anda menolak makanan ini ….&lt;br /&gt;Anda bersihkan meja ….&lt;br /&gt;Dan mulai sekarang di atas meja yang kosong itu, letakkan makanan yang anda senangi. Makanan-makanan yang menyehatkan, makanan yang mengandung sedikit kalori, seperti (Shake herbalife_________ [Masukkan nama makanan yang memiliki kalori rendah yang paling anda senangi] …..&lt;br /&gt;Ada buah-buahan yang anda senangi : dingin, bersih dan renyah ….&lt;br /&gt;Mereka berupa sayur-sayuran yang anda sukai. Anda melihat makanan yang baik dan menyehatkan dan bayangkanlah anda sedang memakan makanan tersebut. Dan anda makan dengan perlahan-lahan, makan sedikit demi sedikit ….&lt;br /&gt;Apakah anda berubah atau tidak, anda secara penuh menyadari makanan yang anda makan, dan anda makan dalam jumlah kecil dan kemudian berhenti, dan hal ini terasa baik bagi anda, lebih baik ….&lt;br /&gt;Anda makan dalam jumlah yang cukup dan sesuai kebutuhan, dan anda benar-benar puas dan anda sekarang benar-benar merasa puas ….&lt;br /&gt;Anda puas dengan meminum shake, nutrisi dari herbalife dan tidak memiliki selera untuk makan camilan di waktu senggang …&lt;br /&gt;Anda benar-benar merasa bangga akan diri anda. Anda telah mencerminkan semua hal positif dalam hidup anda, cita-cita dan keberhasilan yang telah dicapai, dan anda tahu bahwa anda akan terus berhasil, mencapai segala cita-cita yang anda miliki, dan menciptakan kehidupan yang sehat dan positif untuk diri anda sendiri …. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sekarang bayangkan melihat diri anda sendiri dengan perut yang rata , pinggul dan paha yang kencang dan indah, kaki yang kuat dan indah ….&lt;br /&gt;Anda kelihatannya luar biasa dan merasa sangat bahagia …&lt;br /&gt;Anda merasa rileks dan damai, dan makanan menjadi semakin kurang penting, dan anda menjadi terbiasa dengan makan secara lebih perlahan-lahan …&lt;br /&gt;Kebiasaan ngemil menjadi tidak penting bagi anda, tanpa memperhatikan dimana anda berada, di rumah atau di tempat kerja ….&lt;br /&gt;Anda dapat makan dalam jumlah kecil makanan di rumah makan, dan anda akan makan lebih lambat, Anda mungkin meninggalkan sebagian makanan anda di atas piring, dan hal itu bagus …&lt;br /&gt;Tanpa memperhatikan tingkat stress, anda merasa lebih damai dan rileks, dan makanan menjadi kurang penting bagi anda ….&lt;br /&gt;Anda merasa bangga terhadap diri anda ….&lt;br /&gt;Penghargaan yang luar biasa ….&lt;br /&gt;Dan sekarang kapanpun anda berpikir untuk makan, anda memilih makanan yang menyehatkan dan baik. Dan anda makan secukupnya …..&lt;br /&gt;Dan ketika anda telah makan secukupnya, anda berhenti makan, anda berhenti makan … Anda berhenti makan … Anda bahkan mungkin menyisakan makanan anda di atas piring, dan hal itu adalah hal yang baik ….&lt;br /&gt;Anda cukup menghentikan makan anda dan lanjutkan untuk rileks ….&lt;br /&gt;Dan biarkan rasa percaya diri timbul sekarang dan rasa damai sekarang terus mengalir dalam diri anda ….&lt;br /&gt;Anda merasa lebih termotivasi sekarang dibandingkan sebelumnya untuk menciptakan kehidupan yang paling sehat dan positif, untuk merubah kebiasaan makan yang lama ke pola makan yang baik, untuk mengurangi jumlah berat badan yang tidak lagi anda inginkan atau perlukan, dan untuk memelihara kondisi badan yang ideal ….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sekarang memiliki cara-cara baru berhubungan dengan kebiasan lama (Masukkan semua pernyataan tertulis anda dari kolom opsi yang baru) ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasan-kebiasaan baru ini akan membuat penurunan berat badan secara permanen dimungkinkan terjadi …&lt;br /&gt;Anda merasa kagum dan anda dapat memulai merasakan energi kehidupan yang menyehatkan yang mengalir dalam tubuh dan pikiran anda ….&lt;br /&gt;Dan pemikiran anda menjadi positif, percaya diri ….&lt;br /&gt;Anda merefleksikan semua aspek positif dalam hidup anda, kepandaian anda dan kreativitas anda ….&lt;br /&gt;Dan anda melihat diri anda sendiri sebagai orang yang menarik, Dan anda membiarkan perasaan positif ini untuk tumbuh semakin kuat pada anda setiap hari, setiap malam ….&lt;br /&gt;Dan sekarang anda teruskan kondisi rileks ini ….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Pernyataan tertulis yang dimaksud adalah daftar pemicu kebiasaan lama dan respon baru yang diinginkan. Misal : Jika saya berada di tempat pesta, maka saya sudah merasa cukup untuk makan 1 piring kecil saja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-1872181084154730980?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/1872181084154730980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=1872181084154730980' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1872181084154730980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1872181084154730980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2011/06/cara-mudah-mengurangi-berat-badan.html' title='Cara Mudah Mengurangi Berat Badan dengan Script Hypnoslimming'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-8615095676198607461</id><published>2011-04-25T20:41:00.000-07:00</published><updated>2011-04-25T20:46:31.275-07:00</updated><title type='text'>ARSIPKU</title><content type='html'>Hmm, gak terasa sudah 19 naskah yang nyangkut sana sini, eh di eramuslim &amp; islamedia ding  (gak ngitung yang nyangkut di FB ah, malu). Ada yang mau jadi pengepul naskah? He....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangga dinikmati. Atau kalau mau dikritisi, boleh juga :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-melarung-duka-melerai-lara-melepas-kepergianmu.htm  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Melarung Duka, Melerai Lara, Melepas Kepergianmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-saat-harus-belajar-menekuri-sabar.htm  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saat Harus Belajar Menekuri Sabar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-rindu-berkawan-air-mata-bersemat-doa.htm &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rindu Berkawan Air Mata, Bersemat Doa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-untuk-apa-menikah.htm &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Untuk Apa Menikah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-di-atas-pusaramu.htm &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Di Atas Pusaramu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-terpatah-menekuni-ukhuwah.htm &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Terpatah Menekuni Ukhuwah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-istri-istri-sholehah.htm &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Istri-istri sholehah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-harga-sebuah-kejujuran.htm &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Harga sebuah kejujuran &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-katarsis-jiwa-yang-mungkin-tak-biasa.htm &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Katarsis Jiwa Yang (mungkin) Tak Biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-rijaalul-fajri-sudahkah-menjadi-bagian-dari-diri.htm &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rijaalul Fajri, Sudahkah Menjadi Bagian Dari Diri?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-alam-pun-meng-amin-kan-doa.htm&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Alam Pun Meng-amin-kan Doa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-kami-rindu-kalian-anak-cucuku.htm&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kami Rindu Kalian, Anak Cucuku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-menjemput-rizki-mu-dengan-skenarionya-yang-sempurna.htm&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menjemput Rizki-Mu dengan SkenarioNya yang Sempurna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-merajut-ikatan-yang-kokoh-siapkah.htm&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Merajut Ikatan Yang Kokoh, Siapkah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-aku-ingin-jafi-orang-biasa-yang-sederhana.htm&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aku Ingin Jadi Orang Biasa Yang Sederhana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-bagai-unta-yang-tak-ditambatkan.htm&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bagai Unta yang Tak Ditambatkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. http://www.islamedia.web.id/2011/03/aku-mencintaimu-mertuaku.html&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aku Mencintaimu, Mertuaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. http://www.islamedia.web.id/2011/04/kajian-pekanan-hadirnya-hadirmu-hadirku.html&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hadirnya, Hadirmu, Hadirku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;19. http://www.islamedia.web.id/2011/04/anak-kader-juga-ingin-bekerja-untuk.html&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anak Kader Juga Bekerja Untuk Indonesia&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-8615095676198607461?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/8615095676198607461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=8615095676198607461' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8615095676198607461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8615095676198607461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2011/04/arsipku.html' title='ARSIPKU'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-8669132370685393992</id><published>2011-02-21T01:39:00.000-08:00</published><updated>2011-02-21T01:45:53.541-08:00</updated><title type='text'>SAAT SEL TUBUH MENJADI SAKSI</title><content type='html'>Ini berita yang dimuat di detik.com tahun 2008, yang masih saya simpan dengan rapi karena sangat menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sonny Graham, setelah menderita penyakit jantung kronis mendapatkan donor transplantasi jantung dari Terry Cottle, pria 33 tahun yang tewas bunuh diri dengan menembak kepalanya. Operasi ini berjalan sukses, 12 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama, Graham menghubungi pihak badan donor organ, ia ingin mengucapkan terima kasih pada pihak keluarga donor. Dia lalu mendapatkan alamat keluarga Cottle. Graham menulis surat untuk janda Cottl, Cheryl (39). Tak berapa lama kemudian mereka saling jatuh cinta dan menikah pada tahun 2004. Mereka tinggal di Georgia, AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam artikel di koran tahun 2006, Graham bercerita bahwa ia meraska kedekatan instan yang tak biasa saat bertemu Cheryl.&lt;br /&gt;”Saya seperti telah mengenalnya bertahun-tahun. Saya tak bisa memalingkan pandangan saya darinya. Saya terus menatapnya,” tutur Graham, 69 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang, kehidupan Cheryl kembalil mengalami tragedi. Graham yang telah menjadi suaminya, melakukan hal yang persis sama dilakukan mendiang suaminya dulu, Cottle. Graham tewas bunuh diri! Dengan pistol, dia menembak kepalanya sendiri, persis sama yang dilakukan Cottle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian Graham sangat membingungkan teman-temannya.Mereka tidak melihat tanda2 depresi pada Graham sebelum kematiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para ilmuwan, ada lebih 70 kasus yang dilaporkan dari pasien tranplantasi yang meniru sebagian kepribadian pendonor organ.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So what?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh sel tubuh kita ibarat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hard disk &lt;/span&gt;yang merekam dengan baik semua ucapan, pikiran, perbuatan kita. Memori ini sudah tergores di sana, dan siap dipanggil kapan saja. Meskipun terdelete, mudah saja bagi ahli komputer untuk melacak bekas-bekas data yang sudah terlanjur masuk dalam hard disk, dengan bahasa simbol tertentu (yang saya sebagai orang awam programming tentu tak paham).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sel tubuh kita itu mampu merekam jejak apapun yang mampu kita lakukan, maka, sangat logis saat membayangkan anggota tubuh kita akan mudah saja, tidak keliru satu titik pun saat menjadi saksi tentang segala perbuatan yang pernah kita lakukan, nanti di hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, memang keburukan, selalu meninggalkan bekas yang tak hilang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seperti riwayat yang terkenal tentang seorang sholeh dengan anaknya. Si anak yang bengal, membuat sang ayah bersedih hati. Setiap satu kemaksiatan yang dilakukan anaknya dia tancapkan paku di tembok rumahnya. Dia terus berdoa dan berupaya agar suatu saat anaknya bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan, Allah membukakan pintu hati si anak. Dia mulai menginsyafi kesalahannya. Pelan-pelan dia mencoba memperbaiki diri dengan kebaikan, Sang ayah yang bahagia melihat perubahan perilaku anaknya, bertahap mencabuti paku di tembok. Setiap satu perbuatan baik dilakukan anaknya, dicabutlah 1 paku dari tembok. Begitu seterusnya, hingga paku-paku di tembok tercabuti semua, karena si anak banyak melakukan perbuatan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, meski paku telah tercabut semua, si anak tetap saja bersedih. Sang ayah yang heran  kenapa anaknya tetap saja bersedih, bertanya,”Bukankah seluruh paku telah tecabut semua anakku? Bukankah kebaikan yang kau tabung telah menghapus keburukan-keburukanmu dulu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si anak menjawab masgul, ”Betul ayah. Memang paku-paku keburukan itu telah tercabut semua. Namun lihatlah ayah, tembok bekas tempat tertancapnya paku2-paku tadi, kini menjadi berlubang-lubang, tidak mungkin bisa indah dan halus lagi seperti semula. Bekas kelakuan burukku, tak kan pernah terhapus, ayaaaahh.. ”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kita tak menyadari hal ini? Bahwa keburukan tetap berbekas, sungguh pun usaha untuk menutupinya dengan kebaikan akan terus coba diupayakan? Apalagi jika tanpa ditutup dengan kebaikan, Astaghfuirukah...., akan seperti apa persaksian untuk kita di hari pengadilan nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat aku dengan syair lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata - Chrisye:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;    Akan datang hari&lt;br /&gt;    Mulut dikunci&lt;br /&gt;    Kata tak ada lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Akan tiba masa&lt;br /&gt;    Tak ada suara&lt;br /&gt;    Dari mulut kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Berkata tangan kita&lt;br /&gt;    Tentang apa yang dilakukannya&lt;br /&gt;    Berkata kaki kita&lt;br /&gt;    Kemana saja dia melangkahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tidak tahu kita&lt;br /&gt;    Bila harinya&lt;br /&gt;    Tanggung jawab tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rabbana&lt;br /&gt;    Tangan kami&lt;br /&gt;    Kaki kami&lt;br /&gt;    Mulut kami&lt;br /&gt;    Mata hati kami&lt;br /&gt;    Luruskanlah&lt;br /&gt;    Kukuhkanlah&lt;br /&gt;    dijalan cahaya&lt;br /&gt;    Sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mohon karunia&lt;br /&gt;    Kepada kami&lt;br /&gt;    Hamba-Mu yang hina &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai, terbayang betapa malunya saat borok-borok diri dibuka satu-persatu di depan umat manusia sejagad. Tak cukup tangan dan kaki yang menjadi saksi dari kenistaan diri, tapi juga rambut, perut jemari, telinga,kuku.. .. semua anggota tubuh, hingga sel-sel yang bermilyar2 itu. Mereka dengan gemuruh akan berkata, bersumpah tentang apa yang telah mereka lakukan. Dan mulut pun terkunci tak mampu menyangkalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Robbana dzolamnaa anfusana, wainlam taghfirlanaa&lt;br /&gt;watarhamnaa lanakuu nanna minal khoosiriin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Pamulang, 21 Pebruari 2011&lt;br /&gt;saat diri sangat resah teringat dosa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-8669132370685393992?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/8669132370685393992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=8669132370685393992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8669132370685393992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8669132370685393992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2011/02/saat-sel-tubuh-menjadi-saksi.html' title='SAAT SEL TUBUH MENJADI SAKSI'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-1109781056909620249</id><published>2011-01-19T20:18:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T20:19:00.848-08:00</updated><title type='text'>PERSEPSI SEORANG ANAK</title><content type='html'>Dari milis tetangga, sharing seorang teman..semoga bermanfaat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak sulung kami yang bernama Dika, duduk di kelas 4 di SD itu. Waktu itu saya memang harus berurusan dengan wali kelas dan kepala sekolah. Pasalnya menurut observasi wali kelas dan kepala sekolah, Dika yang duduk di kelas unggulan, tempat penggemblengan anak-anak berprestasi itu, waktu itu justru tercatat sebagai anak yang bermasalah. Saat saya tanyakan apa masalah Dika, guru dan kepala sekolah justru menanyakan apa yang terjadi di rumah sehingga anak tersebut selalu murung dan menghabiskan sebagian besar waktu belajar di kelas hanya untuk melamun. Prestasinya kian lama kian merosot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lemah lembut saya tanyakan kepada Dika: "Apa yang kamu inginkan ?"&lt;br /&gt;Dika hanya menggeleng. "Kamu ingin ibu bersikap seperti apa ?" Tanya saya.&lt;br /&gt;"Biasa-biasa saja" jawab Dika singkat.&lt;br /&gt;Beberapa kali saya berdiskusi dengan wali kelas dan kepala sekolah untuk mencari pemecahannya, namun sudah sekian lama tak ada kemajuan.&lt;br /&gt;Akhirnya kamipun sepakat untuk meminta bantuan seorang psikolog.&lt;br /&gt;Suatu pagi, atas seijin kepala sekolah, Dika meninggalkan sekolah untuk menjalani test IQ. Tanpa persiapan apapun, Dika menyelesaikan soal demi soal dalam hitungan menit. Beberapa saat kemudian, Psikolog yang tampil bersahaja namun penuh keramahan itu segera memberitahukan hasil testnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka kecerdasan rata-rata anak saya mencapai 147 (Sangat Cerdas) dimana skor untuk aspek-aspek kemampuan pemahaman ruang, abstraksi, bahasa, ilmu pasti, penalaran, ketelitian dan kecepatan berkisar pada angka 140 - 160.&lt;br /&gt;Namun ada satu kejanggalan, yaitu skor untuk kemampuan verbalnya tidak lebih dari 115 (Rata-Rata Cerdas).&lt;br /&gt;Perbedaan yang mencolok pada 2 tingkat kecerdasan yang berbeda itulah yang menurut psikolog, perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut. Oleh sebab itu psikolog itu dengan santun menyarankan saya untuk mengantar Dika kembali ke tempat itu seminggu lagi. Menurutnya Dika perlu menjalani test kepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore, saya menyempatkan diri mengantar Dika kembali mengikuti serangkaian test kepribadian. Melalui interview dan test tertulis yang dilakukan, setidaknya Psikolog itu telah menarik benang merah yang menurutnya menjadi salah satu atau beberapa faktor penghambat kemampuan verbal Dika. Setidaknya saya bisa membaca jeritan hati kecil Dika.&lt;br /&gt;Jawaban yang jujur dari hati Dika yang paling dalam itu membuat saya berkaca diri, melihat wajah seorang ibu yang masih jauh dari ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Psikolog itu menuliskan pertanyaan "Aku ingin ibuku :...."&lt;br /&gt;Dika pun menjawab : "membiarkan aku bermain sesuka hatiku, sebentar saja"&lt;br /&gt;Dengan beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa selama ini saya kurang memberi kesempatan kepada Dika untuk bermain bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya berpikir bahwa banyak ragam permainan-permainan edukatif sehingga saya merasa perlu menjadwalkan kapan waktunya menggambar, kapan waktunya bermain puzzle, kapan waktunya bermain basket, kapan waktunya membaca buku cerita, kapan waktunya main game di komputer dan sebagainya.&lt;br /&gt;Waktu itu saya berpikir bahwa demi kebaikan dan demi masa depannya, Dika perlu menikmati permainan-permainan secara merata di sela-sela waktu luangnya yang memang tinggal sedikit karena sebagian besar telah dihabiskan untuk sekolah dan mengikuti berbagai kursus di luar sekolah.&lt;br /&gt;Saya selalu pusing memikirkan jadwal kegiatan Dika yang begitu rumit.&lt;br /&gt;Tetapi ternyata permintaan Dika hanya sederhana : diberi kebebasan bermain sesuka hatinya, menikmati masa kanak-kanaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Psikolog menyodorkan kertas bertuliskan "Aku ingin Ayahku ....."&lt;br /&gt;Dika pun menjawab dengan kalimat yang berantakan namun kira-kira artinya :&lt;br /&gt;"Aku ingin ayahku melakukan apa saja seperti dia menuntutku melakukan sesuatu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui beberapa pertanyaan pendalaman, terungkap bahwa Dika tidak mau diajari atau disuruh, apalagi diperintah untuk melakukan ini dan itu. Ia hanya ingin melihat ayahnya melakukan apa saja setiap hari, seperti apa yang diperintahkan kepada Dika. Dika ingin ayahnya bangun pagi-pagi kemudian membereskan tempat tidurnya sendiri, makan dan minum tanpa harus dilayani orang lain, menonton TV secukupnya, merapikan sendiri koran yang habis dibacanya dan tidur tepat waktu.&lt;br /&gt;Sederhana memang, tetapi hal-hal seperti itu justru sulit dilakukan oleh kebanyakan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Psikolog mengajukan pertanyaan "Aku ingin ibuku tidak ...."&lt;br /&gt;Maka Dika menjawab "Menganggapku seperti dirinya" Dalam banyak hal saya merasa bahwa pengalaman hidup saya yang suka bekerja keras, disiplin, hemat, gigih untuk mencapai sesuatu yang saya inginkan itu merupakan sikap yang paling baik dan bijaksana. Hampir-hampir saya ingin menjadikan Dika persis seperti diri saya. Saya dan banyak orang tua lainnya seringkali ingin menjadikan anak sebagai foto copy diri kita atau bahkan beranggapan bahwa anak adalah orang dewasa dalam bentuk sachet kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Psikolog memberikan pertanyaan "Aku ingin ayahku tidak : .."&lt;br /&gt;Dika pun menjawab "Tidak menyalahkan aku di depan orang lain. Tidak mengatakan bahwa kesalahan-kesalahan kecil yang aku buat adalah dosa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disadari, orang tua sering menuntut anak untuk selalu bersikap dan bertindak benar, hingga hampir-hampir tak memberi tempat kepadanya untuk berbuat kesalahan. Bila orang tua menganggap bahwa setiap kesalahan adalah dosa yang harus diganjar dengan hukuman, maka anakpun akan memilih untuk berbohong dan tidak mau mengakui kesalahan yang telah dibuatnya dengan jujur. Kesulitan baru akan muncul karena orang tua tidak tahu kesalahan apa yang telah dibuat anak, sehingga tidak tahu tindakan apa yang harus kami lakukan untuk mencegah atau menghentikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi sadar bahwa ada kalanya anak-anak perlu diberi kesempatan untuk berbuat salah, kemudian iapun bisa belajar dari kesalahannya. Konsekuensi dari sikap dan tindakannya yang salah adakalanya bisa menjadi pelajaran berharga supaya di waktu-waktu mendatang tidak membuat kesalahan yang serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Psikolog itu menuliskan "Aku ingin ibuku berbicara tentang ....."&lt;br /&gt;Dika pun menjawab "Berbicara tentang hal-hal yang penting saja". Saya cukup kaget karena waktu itu saya justru menggunakan kesempatan yang sangat sempit, sekembalinya dari kantor untuk membahas hal-hal yang menurut saya penting, seperti menanyakan pelajaran dan PR yang diberikan gurunya. Namun ternyata hal-hal yang menurut saya penting, bukanlah sesuatu yang penting untuk anak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jawaban Dika yang polos dan jujur itu saya diingatkan bahwa kecerdasan tidak lebih penting dari pada hikmat dan pengenalan akan Tuhan. Pengajaran tentang kasih tidak kalah pentingnya dengan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas pertanyaan "Aku ingin ayahku berbicara tentang ......",&lt;br /&gt;Dika pun menuliskan "Aku ingin ayahku berbicara tentang kesalahan-kesalahan nya.&lt;br /&gt;Aku ingin ayahku tidak selalu merasa benar, paling hebat dan tidak pernah berbuat salah. Aku ingin ayahku mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepadaku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dalam banyak hal, orang tua berbuat benar tetapi sebagai manusia, tapi perlu diingat bahwa orang tua juga tak luput dari kesalahan.&lt;br /&gt;Keinginan Dika sebenarnya sederhana, yaitu ingin orang tuanya sportif, mau mengakui kesalahnya dan kalau perlu meminta maaf atas kesalahannya, seperti apa yang diajarkan orang tua kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Psikolog menyodorkan tulisan "Aku ingin ibuku setiap hari ....."&lt;br /&gt;Dika berpikir sejenak, kemudian mencoretkan penanya dengan lancar "Aku ingin ibuku mencium dan memelukku erat-erat seperti ia mencium dan memeluk adikku".&lt;br /&gt;Memang adakalanya saya berpikir bahwa Dika yang hampir setinggi saya sudah tidak pantas lagi dipeluk-peluk, apalagi dicium-cium.&lt;br /&gt;Ternyata saya salah, pelukan hangat dan ciuman sayang seorang ibu tetap dibutuhkan supaya hari-harinya terasa lebih indah. Waktu itu saya tidak menyadari bahwa perlakukan orang tua yang tidak sama kepada anak-anaknya seringkali oleh anak-anak diterjemahkan sebagai tindakan yang tidak adil atau pilih kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secarik kertas yang berisi pertanyaan "Aku ingin ayahku setiap hari ...."&lt;br /&gt;Dika menuliskan sebuah kata tepat di atas titik-titik dengan satu kata "tersenyum".&lt;br /&gt;Sederhana memang, tetapi seringkali seorang ayah merasa perlu menahan senyumannya demi mempertahankan wibawanya. Padahal kenyataannya senyuman tulus seorang ayah sedikitpun tidak akan melunturkan wibawanya, tetapi justru bisa menambah simpati dan energi bagi anak-anak dalam melakukan segala sesuatu seperti yang ia lihat dari ayahnya setiap hari..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Psikolog memberikan kertas yang bertuliskan "Aku ingin ibuku memanggilku. ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dika pun menuliskan "Aku ingin ibuku memanggilku dengan nama yang bagus" Saya tersentak sekali! Memang sebelum ia lahir kami telah memilih nama yang paling bagus dan penuh arti, yaitu Judika Ekaristi Kurniawan. Namun sayang, tanpa sadar, saya selalu memanggilnya dengan sebutan Nang. Nang dalam Bahasa Jawa diambil dari kata "Lanang" yang berarti laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Psikolog menyodorkan tulisan yang berbunyi "Aku ingin ayahku memanggilku ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dika hanya menuliskan 2 kata saja, yaitu "Nama Asli".&lt;br /&gt;Selama ini suami saya memang memanggil Dika dengan sebutan "Paijo" karena sehari-hari Dika berbicara dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Sunda dengan logat Jawa medok. "Persis Paijo, tukang sayur keliling" kata suami saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To Respect Child Rights is an Obligation, not a Choice" sebuah seruan yang mengingatkan bahwa "Menghormati Hak Anak adalah Kewajiban, bukan Pilihan". ternyata ada banyak Pesan Yang Tak Terucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya semua ayah mengasihi anak-anaknya, maka tidak ada satupun anak yang kecewa atau marah kepada ayahnya. Anak-anak memang harus diajarkan untuk menghormati ayah dan ibunya, tetapi para orang tua tidak boleh membangkitkan amarah di dalam hati anak-anaknya. Para orang tua harus mendidik anaknya di dalam ajaran dan nasehat yang baik..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-1109781056909620249?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/1109781056909620249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=1109781056909620249' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1109781056909620249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1109781056909620249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2011/01/persepsi-seorang-anak.html' title='PERSEPSI SEORANG ANAK'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-5141036153890675414</id><published>2011-01-10T22:41:00.000-08:00</published><updated>2011-01-10T23:50:07.279-08:00</updated><title type='text'>BILAKAH SAAT ITU TIBA?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TSwJosRol8I/AAAAAAAAAKw/ZC1ogPPfWJI/s1600/fahrin%2Bibu%2Bmekarsari.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 166px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TSwJosRol8I/AAAAAAAAAKw/ZC1ogPPfWJI/s200/fahrin%2Bibu%2Bmekarsari.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560830234580260802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Bu, bawa permen gak?&lt;br /&gt;Bu, kerja gak? Yaaah kok kerja terus sih?&lt;br /&gt;Bu, minta kopinya. Gakpapa ya Fahrin jadi mbah...&lt;br /&gt;Bu boleh makan es ini gak? Yaah kok gak boleh?&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan lagi kan kudengar&lt;br /&gt;ucapan dan pertanyaanmu yang lucu?&lt;br /&gt;gelak tawamu yang lepas tanpa beban?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan lagi dapat kubelai&lt;br /&gt;rambutmu yang hitam bergelombang?&lt;br /&gt;pipimu yang tembem merah merona?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan lagi dapat kuraih tanganmu&lt;br /&gt;saat kau mulai ’gemas’ dan ingin memukul adek?&lt;br /&gt;saat kau asyik bermain air di got depan rumah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan lagi kurasakan geli yang sangat&lt;br /&gt;saat menemanimu menjelang tidur&lt;br /&gt;dan tanganmu menggelitik lenganku&lt;br /&gt;di antara kantukmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan lagi kan kusambut telapak tangan mungilmu         &lt;br /&gt;lalu mencium lembut kedua pipimu&lt;br /&gt;saat kau berpamit salam                 &lt;br /&gt;berangkat menuntut ilmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan lagi kan beradu cepat&lt;br /&gt;dengan kau yang sigap&lt;br /&gt;saat adek hampitr tertindih tubuhmu?&lt;br /&gt;saat gunting itu hampir melukai tanganmu?&lt;br /&gt;saat larimu yang kencang hampir masuk selokan?             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan lagi dapat tergelak geli&lt;br /&gt;mendengar senandungmu yang asal&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”rasa ini sungguh tak jawaaa”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan lagi kan takjub terharu&lt;br /&gt;mendengar suara merdu&lt;br /&gt;dari mulut mungilmu&lt;br /&gt;menyanyikan muhammad nabiku&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Siapa yang cinta pada nabinya&lt;br /&gt;Pasti bahagia dalam hidupnyaaa”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan lagi ?&lt;br /&gt;dan entah kapan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~pondok cabe, 11111&lt;br /&gt;Tiba2 teringat dirimu dan tak kuasa menahan tumpahnya airmata&lt;br /&gt;saat terdengar lagu tidurlah tidur katon&lt;br /&gt;3,5 tahun bersamamu, kini tinggal kenangan :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-5141036153890675414?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/5141036153890675414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=5141036153890675414' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5141036153890675414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5141036153890675414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2011/01/bilakah-saat-itu-tiba.html' title='BILAKAH SAAT ITU TIBA?'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TSwJosRol8I/AAAAAAAAAKw/ZC1ogPPfWJI/s72-c/fahrin%2Bibu%2Bmekarsari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-7903026168893483386</id><published>2010-12-29T00:22:00.000-08:00</published><updated>2010-12-29T00:27:33.498-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muhasabah'/><title type='text'>PEREMPUAN TAK BERNAMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TRrwfh1beBI/AAAAAAAAAKg/fxm-kSE36Qc/s1600/siluet%2Bibu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TRrwfh1beBI/AAAAAAAAAKg/fxm-kSE36Qc/s200/siluet%2Bibu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556017514764007442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang senja, seorang perempuan renta, tak bernama, gontai berjalan menuju gubugnya. Anak cucunya entah telah pergi kemana. Suaminya juga telah tiada. Dia senandungkan tembang Megatruh, tembang penjemput kematian. Teringat dia akan dosa2nya yang kelam di masa lalu, yang membuatnya berkata lirih, dalam kesendirian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dimana harus kucari air suciMu?&lt;br /&gt;untukku berwudhu&lt;br /&gt;mengobati luka dan nanah&lt;br /&gt;yang mendera tubuhku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana kan kucari telaga kautsarMu?&lt;br /&gt;untuk membasuh wajahku&lt;br /&gt;yang penuh bopeng&lt;br /&gt;dan hati yang berkarat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana kan kudapatkan naunganMu?&lt;br /&gt;untukku sejenak terlelap&lt;br /&gt;sedang dimana-mana kulihat hanya padang tandus&lt;br /&gt;penuh duri kaktus&lt;br /&gt;yang menusuk tulangku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah....&lt;br /&gt;Rabbi, ampuni aku&lt;br /&gt;dengan badan yang penuh kurap ini&lt;br /&gt;ijinkan aku dapat menghadapMu&lt;br /&gt;dengan senyum terakhirku.....&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya, penduduk gempar, karena menemukan si perempuan tua itu, telah terbujur kaku, di gubugnya.&lt;br /&gt;Sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-7903026168893483386?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/7903026168893483386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=7903026168893483386' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7903026168893483386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7903026168893483386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/12/perempuan-tak-bernama.html' title='PEREMPUAN TAK BERNAMA'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TRrwfh1beBI/AAAAAAAAAKg/fxm-kSE36Qc/s72-c/siluet%2Bibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-7956643057734970012</id><published>2010-12-22T00:04:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T00:11:33.605-08:00</updated><title type='text'>MENGENANG INDAHNYA BERSAMA IBU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TRGyhfN9WsI/AAAAAAAAAKM/UWIrgiVlCE4/s1600/ibu%2Bfaridah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TRGyhfN9WsI/AAAAAAAAAKM/UWIrgiVlCE4/s200/ibu%2Bfaridah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553416103910005442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Awal Ramadhan, saat banyak orang berkesempatan ziarah ke makam orang tua, tiba-tiba saja membuatku teringat ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu&lt;br /&gt;Beliau memang sosok yang pendiam.&lt;br /&gt;Tak banyak bicara, tak terlalu suka bercanda.&lt;br /&gt;Tapi dalam diamnya&lt;br /&gt;kurasakan kasih sayang yang berlimpah,&lt;br /&gt;kutimba berbagai ilmu yang bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan ibu berkelebat-kelebat&lt;br /&gt;dalam berbagai fragmen kejadian,&lt;br /&gt;sejak aku kecil hingga dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat balita, Ibu berlari-larian mengejarku setelah mandi, karena aku jarang mau disisir dan dibedaki. Ibu juga mengajariku kebersihan telinga sampai aku menangis menjerit-jerit, tak tahan telingaku dibersihkan dengan tangannya. Ibu kadang memaksa aku duduk di di pangkuannya karena ingin mencari kutu di rambutku, sementara aku ingin segera lari bermain saja waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kelas 1 SD aku sakit, ibu menggendongku hanya untuk sekedar ke kamar mandi. Ibu juga sibuk membuatkan bubur sesuai permintaanku , meskipun setelah bubur itu jadi tega-teganya lidahku yang pahit ini tidak mau menikmati.&lt;br /&gt;Ibu juga akan mencariku yang bermain kemana-mana jika waktu sholat aku belum pulang juga, semata-mata supaya aku rajin sholat 5 waktu. Ibu juga sabar membangunkanku untuk sholat subuh dan mengajakku sholat berjamaah di masjid dekat rumah. Aku ingat, waktu itu akulah jamaah subuh tercilik di masjid itu. Aku juga pernah ngambeg pada ibu saat aku tampak terlalu nyenyak tidur, hingga aku tak dibangunkan untuk sholat subuh di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kelas 5 SD, aku bingung dengan soal akar pangkat, Ibu dengan lihai menjelaskan cara yang jitu, yang tak mungkin kulupa. Ibu juga mengajariku berbelanja kebutuhan dapur saat SD ada tugas masak-memasak, satu hal yang benar-benar susah masuk di otakku, mungkin sampai saat ini :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku tak berselera dengan hidangan di rumah, dengan segera ibu membuatkan lauk kesukaanku, semata agar aku lahap makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat SMA aku sibuk belajar, Ibu kadang membuka pintu kamarku, sehingga spontan aku bertanya, ”Ada apa, Bu?”. Tapi ibu sering menjawab, ”Tidak apa-apa, ya sudah belajar saja”. Baru lama kemudian kusadari, sebenarya ibu ingin meminta bantuanku untuk membeli sesuatu, tapi melihatku sedang belajar, beliau tidak tega.&lt;br /&gt;Sebaliknya, kadang-kadang saat aku belajar, Ibu masuk ke kamarku sambil membawa sepiring buah mangga, atau kue kesukaanku. Ibu bilang takut aku tak kebagian, karena tak keluar2 dari kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku kelas 3 SMA dan sibuk belajar kelompok dengan teman-teman, Ibu lah yang meminta supaya rumah kami jadi 'base camp' karena beberapa teman kelompokku laki-laki. Ibu selalu menyiapkan berbagai camilan bagi kami untuk belajar, yang kadang sampai jam 23 malam. Aku tahu, Ibu khawatir dengan anak gadisnya. Namun beliau memilih cara yang bijak, tidak melarang aku berteman dengan mereka tetapi membawa mereka semua ke rumah supaya kami mudah diawasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat gadis aku bingung memilih baju, ibu dengan sabar menemaniku keluar masuk toko mencari model &amp; warna baju yang pas untukku. Ibu juga mencarikan model anting-anting yang cocok, saat Ibu melihatku masih saja mengenakan anting-anting jaman balita padahal sudah mau diwisuda :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku kuliah di jakarta dan berkesempatan mudik, Ibu selalu memanjakanku dengan semua masakan kegemaranku. Ibu juga menyiapkan berbagai makanan awetan: abon peda, kering kentang, untuk bekal di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku akhirnya diwisuda sarjana dan Alhamdulillah mendapat penghargaan terbaik, ibu memelukku dengan berurai air mata. Padahal tadinya hampir saja aku berencana tak akan hadir pada prosesi wisuda itu, yang menurutku (waktu itu) hanya penghambur-hamburan dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku akan menikah, Ibu dengan legawa menerima ide-ideku tentang prosesi pernikahanku yang 'tak biasanya'. Ibu, bersama Bapak, justru dengan sukarela menjadi juru bicara saat banyak orang bertanya dan terheran-heran dengan rencana prosesi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku menghadapi menit-menit menegangkan melahirkan anak pertama, ibulah yang setia menemani dan memberikan semangat padaku. Ibu juga yang mengajariku merawat bayi baru lahir, hingga aku merasa siap untuk merawatnya sendiri. Ibu juga ikut berjaga saat malam-malam bayi mungilku rewel, meski Ibu sudah lelah seharian dan usia beliau juga cukup sepuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Ramadhan seperti ini, Ibu sudah menyiapkan berbagai menu istimewa agar makan sahur kami berselera: abon peda, kering kentang &amp; melinjo garing, babat iso, atau ati rempela. Ibu juga menyiapkan kue2 kering khusus untuk anak cucunya, di sela-sela sibuknya menerima pesanan kue dari langganan. Ya, di kota kecil kelahiranku, Ibu cukup terkenal dengan bisnis kulinernya. Satu hal yang tak kuwarisi :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ibu, sungguh aku rindu padamu&lt;br /&gt;Kenangan bersamamu begitu banyak, tak mungkin kusebut satu-persatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa aku berdoa dalam tangis setiap hari, saat kau kudengar sakit parah waktu beribadah haji. Alhamdulillah Allah masih ijinkan aku bertemu denganmu di tanah air, meskipun kondisimu setelah itu tidak lagi benar-benar sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepulanganku yang begitu singkat waktu itu, hanya 1 hari&lt;br /&gt;di sela- sela persiapan mengisi sebuah seminar regional untuk guru2 di kota kelahiran&lt;br /&gt;sungguh tak kusangka adalah pertemuan terakhir denganmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Senin itu, saat aku sedang bertugas mengisi taping untuk siaran radio di studio kantor, tiba-tiba saja kudengar berita dari telepon: Ibu meninggal !&lt;br /&gt;Innalillahi wa inna ilaihi roojiuun....lemas persendianku, tercekat kerongkonganku, dan setengah berlari aku menuju ruangan kerjaku. Dibantu teman-teman berkemas, dan mereka pula yang mengantarku pulang ke rumah. Meski sedih, aku berusaha tak mengeluarkan air mata. Aku harus kuat, aku harus kuat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal 2 hari sebelumnya aku sudah berencana mudik untuk menengok ibu yang sedang dirawat di RS. Tetapi, kakak di sana mengatakan kondisi ibu membaik sehingga kuputuskan mudik sepekan lagi saja. Kebetulan juga karena ada kakak lain yang sudah mudik, jadi biar bergiliran. Ternyata, Allah berkehendak lain :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku Ibu, tak banyak yang bisa kubaktikan padamu&lt;br /&gt;Maafkan aku, jarang menengokmu di saat sakitmu, apalagi di saat sehatmu&lt;br /&gt;Aku hanya bisa panjatkan doa untukmu:&lt;br /&gt;Robbigh firlii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa robbayaani shoghiirooo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayup sayup kuingat syair nasyid Suara Persaudaraan, yang lalu mengharu biru hatiku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ibarat sinar mentari&lt;br /&gt;begitulah kasih ibu&lt;br /&gt;sepanjang jalan tak akan terbalas&lt;br /&gt;teruntai begitu indahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di usia yang telah senja&lt;br /&gt;Kau berkenan memanggilnya&lt;br /&gt;aku rela dalam ridhoMu&lt;br /&gt;tawakkalku padaMu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihilah dia di sana&lt;br /&gt;di dalam kesendiriannya&lt;br /&gt;lapangkanlah alam kuburnya&lt;br /&gt;terangilah dengan cahyaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai Rabbi ampunkan dia&lt;br /&gt;sejahterakan dengan nikmatMu&lt;br /&gt;yang tak pudar ditelan masa&lt;br /&gt;ijinkanlah aku meminta...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-7956643057734970012?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/7956643057734970012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=7956643057734970012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7956643057734970012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7956643057734970012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/12/mengenang-indahnya-bersama-ibu.html' title='MENGENANG INDAHNYA BERSAMA IBU'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TRGyhfN9WsI/AAAAAAAAAKM/UWIrgiVlCE4/s72-c/ibu%2Bfaridah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-6117090785846953027</id><published>2010-12-14T16:01:00.000-08:00</published><updated>2010-12-14T16:59:09.584-08:00</updated><title type='text'>AIR MATA INI, UNTUK SIAPA?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQgR1hebchI/AAAAAAAAAJ8/xbbpVid3IbU/s1600/P1020524.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQgR1hebchI/AAAAAAAAAJ8/xbbpVid3IbU/s200/P1020524.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550706151950873106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ku bertanya pada diri&lt;br /&gt;Saat buah hati yang dicinta&lt;br /&gt;berpulang padaNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mataku yg tumpah itu&lt;br /&gt;Untuk siapa sebenarnya?&lt;br /&gt;Untuk dia yang pulang?&lt;br /&gt;Atau untuk diriku yang ditinggalkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masgul kujawab jujur:&lt;br /&gt;untuk diriku&lt;br /&gt;   rasa rinduku&lt;br /&gt;   kehilanganku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dan begitulah kurasa.&lt;br /&gt;Orang 2 menangis saat ada yang meninggal,&lt;br /&gt;bukan menangisi si mayit,&lt;br /&gt;tapi menangisi dirinya sendiri, sambil bertanya:&lt;br /&gt;Siapa lagi yang akan menemaniku?&lt;br /&gt;Bagaimana kalau aku rindu denganmu?&lt;br /&gt;Siapa yang akan mengajakku tertawa lagi?&lt;br /&gt;Dst, dst)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, saat bidadari mungilku itu&lt;br /&gt;kini berpulang&lt;br /&gt;dengan tidur panjang yang sangat nyaman&lt;br /&gt;dalam belaian dan dekapNya&lt;br /&gt;Pantaskah masih ada air mata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, pantas&lt;br /&gt;Air mata untuk menangisi diri (lagi)&lt;br /&gt;tentang nasib diri yang belum pasti&lt;br /&gt;akan seperti apa nanti&lt;br /&gt;saat maut menghampiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai bidadari kecilku.&lt;br /&gt;dari jauh tempatmu di situ&lt;br /&gt;Doakan bunda ya naaak&lt;br /&gt;agar dapat berpulang dengan nyaman&lt;br /&gt;seperti pulangmu&lt;br /&gt;dan memelukmu penuh rindu&lt;br /&gt;suatu hari nanti….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;-------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok cabe, 11.11.10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-6117090785846953027?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/6117090785846953027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=6117090785846953027' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/6117090785846953027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/6117090785846953027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/12/air-mata-ini-untuk-siapa.html' title='AIR MATA INI, UNTUK SIAPA?'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQgR1hebchI/AAAAAAAAAJ8/xbbpVid3IbU/s72-c/P1020524.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-5787133246326517261</id><published>2010-12-14T15:35:00.000-08:00</published><updated>2010-12-14T16:00:01.941-08:00</updated><title type='text'>UCAPAN SIMPATI YANGG MENYENTUH KALBU</title><content type='html'>Betapa jiwa menjadi lebih terbuka, saat tausiyah2 indah terkirim bersama seuntai doa, dari seorang ustadz, yang sudah kuanggap mas-ku:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Wahai jiwa yang berduka,&lt;br /&gt;yang berjalan menunduk&lt;br /&gt;dan nafas beratnya bertanya,&lt;br /&gt;mengapakah goresan tinta takdir ini&lt;br /&gt;tak berlaku ramah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kesedihanmu&lt;br /&gt;tengah menyiapkan rongga besar di hatimu,&lt;br /&gt;sebagai penampung kebesaran jiwamu&lt;br /&gt;nanti...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, jika hati sedang merindu padanya, rindu seorang bunda, saat aku bertanya masgul, sehari setelah kepulangannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Duhai malaikat kecilku, sedang apa kau disana, naak? Ini waktu biasanya kau minta mandi pagi ...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kiriman seorang sahabat maya ini kini menjadi pelipur laraku:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;kemari anakku,&lt;br /&gt;kita berbincang tentang langit malam&lt;br /&gt;disana..nun di balik pekat cakarawala...&lt;br /&gt;do'a-do'a setiap kita tertambatkan&lt;br /&gt;merapat bersama tasbih bintang-bintang&lt;br /&gt;milikmu, adakah disana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentu anakku&lt;br /&gt;engkau mesti menjaga-Nya&lt;br /&gt;hingga Ia yang Maha penyayang&lt;br /&gt;berkenan melindungimu&lt;br /&gt;bukankah Ia memberi jika engkau meminta?&lt;br /&gt;maka berdo'a lah,sematkan ia di sana&lt;br /&gt;di sisi takbir mahluk-mahluk langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada yang bisa kuwariskan anakku sayang&lt;br /&gt;hanya bisa aku kabarkan&lt;br /&gt;sabda suci dari sang Nabi&lt;br /&gt;tentang keagungan Tuhan nya&lt;br /&gt;Rabb kita....&lt;br /&gt;Tuhanku juga Tuhanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan Nya disana nak,&lt;br /&gt;Bersemayam di atas Arsy yang maha suci&lt;br /&gt;dan demi umurku!&lt;br /&gt;Ia sedekat ini&lt;br /&gt;serapat buluh-buluh nadi&lt;br /&gt;maka masihkah engkau merasa sepi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya ini anakku&lt;br /&gt;ini saja yang aku punya.... &lt;br /&gt;*hiawata*&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Lia juga mengutip puisi lain, yang tak kalah indahnya, untuk menghiburku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermimpilah yang indah, anakku&lt;br /&gt;saat kucium keningmu dengan mata basah&lt;br /&gt;disini ada ayah dan ibu yang selalu mengirim doa untukmu nak&lt;br /&gt;Airmata kami insya Allah&lt;br /&gt;akan menjelma seumpama titian pelangi&lt;br /&gt;membawamu kesana, ke haribaanNya&lt;br /&gt;yang kekal&lt;br /&gt;bersama doa-doa yang kami lantunkan&lt;br /&gt;setiap saat, setiap kali,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermimpilah yang indah, anakku&lt;br /&gt;Kamu tak akan sendiri&lt;br /&gt;Kami selalu hadir untukmu, disampingmu&lt;br /&gt;menyenandungkan tembang-tembang syahdu&lt;br /&gt;Kami selalu ada bagimu&lt;br /&gt;bersama lirih dzikir dan takbir penuh tawadhu’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermimpilah yang indah,anakku&lt;br /&gt;dalam lelap tidur panjang, kasih ayah ibu menemanimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿-------&amp;&amp;&amp;-------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Pondok cabe, 9 nov 2010&lt;br /&gt;**jzkallahu khoir mas icham, mbak lia....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-5787133246326517261?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/5787133246326517261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=5787133246326517261' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5787133246326517261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5787133246326517261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/12/ucapan-simpati-yangg-menyentuh-kalbu.html' title='UCAPAN SIMPATI YANGG MENYENTUH KALBU'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-3771256048404592689</id><published>2010-12-11T16:07:00.000-08:00</published><updated>2010-12-11T16:14:13.697-08:00</updated><title type='text'>SAAT HARUS BELAJAR MENEKURI SABAR</title><content type='html'>Duhai Rabbi, aku masih saja meneteskan air mata, saat pagi tadi mengepak ulang baju-bajumu yang rencananya untuk kukirimkan ke para pengungsi Merapi. Apalagi melihat baju muslim hijaumu, baju yang baru kau pakai sekali itu, untuk pulang dari Jogja ke Jakarta, ahad siang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai Rabbi, aku masih sangat jauh dari ketegaran bunda Khansa, yang menyerahkan seluruh anak lelakinya ke medan jihad, dan justru begitu bergembira saat mengetahui mereka semua syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, aku tahu. Roda kehidupan harus terus berjalan. Seperti kalimat yang kutulis sendiri beberapa hari lalu, kutulis dengan jemari kaku karena hatiku sesungguhnya belum sepenuhnya mampu. Kalimat yang kutulis karena aku perlu memotivasi diri sendiri untuk bisa seperti itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;Allah meminjamiku 4 cahaya. Kini dimintanya kembali 1 cahaya yg sedang bersinar terang. Maka tugasku adalah menjaga 3 cahaya yg masih ada agar tak redup, terus berpijar, sampai suatu saat nanti diambil pemiliknya.&lt;br /&gt;*ajarkan aku untuk IKHLAS...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Atau seperti nasehat seorang kakak kelas, yang sudah kuanggap seperti mas-ku sendiri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;ujian dan takdir adalah bagian kehidupan, yang memang tidak selalu ringan untuk dilalui.. tapi kamu adalah mining, ndhuk.. juga istri Kang Zubaidy .. adi kelas yg sudah kukenal lebih dari sepuluh tahunan... "tegak"lah.. dan "berjalan"lah menapaki "dunia"mu..(DS)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai, masih bolehkah aku menangis? Terngiang aku nasehat dari Bunda Saidah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Bunda sholihat....jazakilLahu khairan jika nasihat untuk diri sendiri itu mengetuk ruang kita...rasa itu...Dia Maha Tahu...Ruang waktu 'hampa' itu memang akan ada di sudut hati yang memang tak tampak. Kalau manusia bisa berandai...aku ingin... menguncinya pada sebuah kotak baja..dan kotak itu bertuliskan khalis..RasululLah SAW bahkan perlu waktu 2 tahun lamanya mengenang seluruh kemuliaan Khadijah ra...bukan untuk menggugatNya dan Dia Sang Maha Segala menghibur beliau dengan tinta emas yang terukir indah pd tamadun kemuliaan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda, jika sudah berdamai dengan rasa itu...percayalah cinta padaNya terasa amat sungguh. Peluk sayang, doaku selalu untukmu &amp; gemintang kecilmu yg masih mengkilat &amp; perlu jemari bundanya...&lt;br /&gt;(SS)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, kini aku menyadari betapa semua ini sudah Allah atur dengan begitu indahnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ajal sudah terukir di lauhul mahfudz sana, sungguh maha besar Allah yang mengilhamkanku untuk bersamamu 2 hari penuh menjelang pergimu, bahkan hingga detik2 terakhirmu. Menemanimu berjalan-jalan di Jogja hingga pulang kembali ke Jakarta. Karena skedulku waktu itu sebenarnya ada tugas kantor ke Medan sejak Jumat 29 Oktober hingga Senin 1 November. Andai aku tetap berangkat ke Medan, tentu akan menjadi penyesalan panjang dalam hidupku karena tak bisa menemani buah hatiku pada saat2 terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ajal sudah ditetapkan untukmu tanpa bisa ditangguhkan atau dimajukan, Sungguh Allah Maha besar yang telah membuat skenario agar kau berkesempatan berkumpul bersama kami anggota keluarganya, sebelum saat perpisahan itu tiba, karena pembelian tiket pesawat PP Jogja-Jakarta itu sudah diatur setengah tahun lalu. Siapa yang menuntun kami memesan tanggal 30-31 Oktober, bertepatan dengan hari perpisahan ini, kalau tidak Dia yang Maha segala? Siapa menyangka itu akan menjadi perjalanan rihlah terakhirmu bersama kami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ajal sudah menjadi garis takdir setiap insan, Sungguh Alalh  Maha kreatif yang sudah mengatur, karena malam itu sebelum keberangkatan terlintas gagasan dari ayahmu, untuk meninggalkanmu di rumah saja karena kasihan, tampak kurang enak badan. Maka, kekuatan apa selain dariNya, yang menggerakkan akhirnya dirimu tetap ikut bersama kami, ayah ibu dan kakak2nya, ke Jogja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ajal tak mengenal usia, sungguh Maha sayang Allah yang mentaqdirkan, saat kau yang hanya sakit mual dan masuk angin biasa, tiba-tiba sesak nafas karena paru-parumu terkena zat asing (diduga dari muntah, yang masuk kembali). Tanpa sakit yang terlalu lama, hanya 1,5 jam saja, kau pergi meninggalkan kami. Bahkan di menit-menit terakhir, kau yang tetap tampak kuat masih memanggil-manggil kami, dan tak lama kemudian, kami yang menalqilkanmu, di antara sedu sedanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saat kurunut ke belakang, kini aku mengerti, bahwa semuanya sudah digariskan. Bahwa tanda2 perpisahan itu sebenarnya telah kau tunjukkan sejak kau berada di Jogja, satu hari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau mendadak mudah sekali kaget, hanya dengan gerakan kecil yang menyentuh tubuh mungilmu. Saat tidur, juga terjaga,. Hal yang jarang sekali terjadi, karena kau biasanya tidak seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandanganmu yang kadang meanatap kosong ke depan, tanpa senyum, tanpa kata…tak seceria biasanya. Bahkan di tengah malam ahad itu, saat semua terlelap. Ternyata kau terjaga, tapi hanya menatap kosong dalam diam (seperti yang diceritakan bulik ayu). Apa yang kau lihat sebenarnya nak? Seorang bidadari kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat perjalanan pulang dari bandara, dan aku ingin melepaskan jaket tebalmu karena AC mobil dimatikan, kau mencegahku, “Jangan bu, dingin” . Aku agak heran, bagaimana mungkin terasa dingin, sementara waktu itu tengah hari bolong dan AC mobil dimatikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat sampai di rumah jam 15.00, saat aku ingin menghidupkan kipas angin di depan sofa, kau yang sedang istirahat di sofa juga mencegah, “Jangan dinyalain”. Ah, kupikir kau sedang tidak enak badan biasa, anakku :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sore menjelang senja itu, sebelum tiba-tiba kau sesak nafas, kau minta ditemani tidur dengan alasan takut. Hal yang sangat aneh, karena kau selama ini kukenal sangat pemberani. Takut apa nak? Apa yang sesungguhnya telah kau lihat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tak lama kemudian, aku, kami semua, mendapati jawabannya naak.&lt;br /&gt;Itulah tanda2 perpisahan denganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku naak, sebagai ibumu belum sepenuhnya dapat menberikan hak-hakmu. Tetapi aku yakin, kini kau aman tentram, lelap dalam tidurmu, bersama Dia yang Maha Sayang. Sungguh selalu kurindu untuk suatu saat bisa bertemu denganmu, bidadari kecilku. Seperti yang ditulis om Muli, tentang kerinduan yang sama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Do you want to hear an angel?&lt;br /&gt;Just listen to your heart&lt;br /&gt;She is whishpering&lt;br /&gt;Even her voice is clearer&lt;br /&gt;In the slice of silence&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do you want to see an angel?&lt;br /&gt;Just close your eyes&lt;br /&gt;She is appearing&lt;br /&gt;Even her image is brighter&lt;br /&gt;In the piece of dream&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do you want to know someone who meets an angel?&lt;br /&gt;Just look into the mirror&lt;br /&gt;There you can find&lt;br /&gt;Someone who (really wants to) meet her&lt;br /&gt;(MK) &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, aku hanya bisa berucap:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dia yang pernah datang, tak pernah benar2 pergi. Justru smakin dekat, karena ia ada dalam kenangan yg selalu kubawa, kemana pun ku pergi&lt;br /&gt;*ajarkan aku utk IKHLAS&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. karena kenangan indah tentangmu, kini ada dalam setiap nafasku, ucapku,. gerak langkahku. Dimana pun ku berada. Kau.. selalu bersamaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;tak kualiri lagi ia di sungai.&lt;br /&gt;tak kutebari lagi ia di danau.&lt;br /&gt;tak kularungi lagi ia di lautan.&lt;br /&gt;kuserahkan sabar ini pada Zat yang berkata:&lt;br /&gt;...WABASSYIRISH SHOOBIRIIN...  &lt;br /&gt;(MK) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&amp;&amp;&amp;&amp;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Pondok Cabe, 8 Nov 2010&lt;br /&gt;*mengenang 7 hari kepulangan buah hati yg ke-3, KALIFA FIRAUSY FAHRIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini telah dimuat juga di oase iman, eramuslim: http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-saat-harus-belajar-menekuri-sabar.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-3771256048404592689?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/3771256048404592689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=3771256048404592689' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3771256048404592689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3771256048404592689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/12/saat-harus-belajar-menekuri-sabar.html' title='SAAT HARUS BELAJAR MENEKURI SABAR'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-891178083632856073</id><published>2010-12-11T16:02:00.000-08:00</published><updated>2010-12-11T16:06:07.705-08:00</updated><title type='text'>KALIFA FIRDAUSY FAHRIN</title><content type='html'>Sebuah puisi indah, yang dipersembahkan seorang sahabat dunia maya, yang beliau kirimkan via email.&lt;br /&gt;Puisi yang membuatku makin tersadar arti memiliki dan kehilangan.&lt;br /&gt;Sessungguhnya, tak ada yang benar2 kita miliki, sehingga tak pantas merasa terlalu kehilangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------&amp;&amp;&amp;&amp;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,&lt;br /&gt;Alam semesta raya ini adalah milik-Mu&lt;br /&gt;Segala isinya adalah milik-Mu&lt;br /&gt;Engkau yang menciptakannya,&lt;br /&gt;Engkau Pemiliknya&lt;br /&gt;Engkau Yang Maha kuasa atas semuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk orang-orang yang kucintai&lt;br /&gt;Bahkan diriku,&lt;br /&gt;raga dan jiwaku&lt;br /&gt;rohku...&lt;br /&gt;ada dalam Genggaman-Mu,&lt;br /&gt;dalam Kekuasaan-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,&lt;br /&gt;Syukur dan terimakasih,&lt;br /&gt;Engkau telah menitipkan milik-Mu&lt;br /&gt;kepada kami&lt;br /&gt;Kalifa Firdausy Fahrin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau Maha mengetahui&lt;br /&gt;betapa kami sangat menyayanginya&lt;br /&gt;Tetapi ia milik-Mu&lt;br /&gt;dan Engkau Yang Maha berhak mengambilnya,&lt;br /&gt;memintanya kembali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,&lt;br /&gt;rasanya sangat sebentar kami bersama-sama&lt;br /&gt;Tetapi banyak kenangan manis di antara kami&lt;br /&gt;Suka dan duka&lt;br /&gt;Bahagia dan kendala&lt;br /&gt;telah kami lalui dengan senyuman, tawa dan air mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami telah ikhlas, Ya Allah&lt;br /&gt;Karena kami mengetahui&lt;br /&gt;ia sekarang merasa lebih nyaman&lt;br /&gt;berada di sisi-Mu&lt;br /&gt;Tidak ada lagi rasa sakit&lt;br /&gt;yang mendera tubuh mungilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sekarang leluasa bermain&lt;br /&gt;di taman syorga-Mu&lt;br /&gt;Sambil tak henti-hentinya bertasbih&lt;br /&gt;mengagungkan Nama-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalifa Firdausy Fahrin&lt;br /&gt;memang milik-Mu&lt;br /&gt;tetapi ia telah Engkau takdirkan menjadi anak kami&lt;br /&gt;Tolong ya Allah,&lt;br /&gt;Berilah kekuatan kepada kami untuk menjalani perpisahan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tahu...&lt;br /&gt;Ia pun rindu kami,&lt;br /&gt;Ayah Bunda&lt;br /&gt;dan saudara-saudaranya&lt;br /&gt;Kelak apabila kami menyusul dia,&lt;br /&gt;kembali kepada-Mu&lt;br /&gt;Ia akan menunggu dan menyambut kami&lt;br /&gt;di taman syorga-Mu......&lt;br /&gt;Dengan tawanya yang renyah&lt;br /&gt;dan mata yang indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalifa Firdausy Fahrin&lt;br /&gt;akan memeluk kami satu-persatu,&lt;br /&gt;penuh rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahhumma,&lt;br /&gt;Jurni fii mushibati&lt;br /&gt;Khairum minha&lt;br /&gt;Amiin Ya Rabbal 'alamiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Pondok Cabe, 8 November 2010&lt;br /&gt;**Jazaakillahu khoir bude Nening, atas tausiyah indahnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-891178083632856073?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/891178083632856073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=891178083632856073' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/891178083632856073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/891178083632856073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/12/kalifa-firdausy-fahrin.html' title='KALIFA FIRDAUSY FAHRIN'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-2390913380495381191</id><published>2010-11-25T02:17:00.000-08:00</published><updated>2010-11-25T02:30:36.773-08:00</updated><title type='text'>MELARUNG DUKA, MELERAI LARA, MENGANTAR PULANGMU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TO46FMVXWvI/AAAAAAAAAIs/6MTkxhtR_Tc/s1600/fahrin%2B%2526%2Bibu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 153px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TO46FMVXWvI/AAAAAAAAAIs/6MTkxhtR_Tc/s200/fahrin%2B%2526%2Bibu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543432052224252658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ijinkanlah aku untuk menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan untuk menggugat keputusanNya, tetapi untuk melerai duka, melarung lara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan menulis ini tidak mengurangi nilai kesabaran dan keikhlasan, karena aku tetap ingin digolongkan orang2 yang sabar dan ikhlas saat ditiimpa musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin berdamai dengan diriku sendiri. Seperi komentar bunda Saidah dalam noteku sebelumnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;aku tahu mbak rasa kehilangan ....berdamailah dengan rasa itu...serahkan pada yang Sang Maha Empunya...biarkan isak itu tumpah seperti kekasihNya menggugu dikala Ibrahim sang permata hati diminta Sang Pemilik..biar rasa itu mengkhaliskan seluruh rasa...biarkan rasa itu menuntun pada asa sakinah istana indah di sisiNya. amiin﻿&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau seperti kata adikku FAY dalam notenya:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Mbak, Akan tiba suatu masa, ketika kau menyadari bahwa riak bening di telaga Kautsar adalah muara air mata kesabaranmu di dunia, langit yang menopang keberadaanmu di sisi-Nya adalah rajutan ketegaranmu, dan sinar yang memancar dari setiap sudut istana abadimu adalah senyum keikhlasanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, bertahanlah. Jangan biarkan sungai ujian ini menghanyutkanmu, bahkan merenggut akarmu yang tersisa. Sampaikan rindu untuknya, lihatlah ia akan memelukmu dan membisikkan ke hatimu, “semuanya akan baik-baik saja ibu... ayah…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika melihat benda2 miliknya di rumah ini aku masih meneteskan air mata, semoga itu bukan berarti aku terjebak pada rasa kehilangan dan terperangkap romantisme bersamanya dulu. Bukankah Rasululah SAW juga meneteskan air mata saat putra tercintanya yang masih kecil, Ibrahim, meninggal dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika aku merasa tidak nyaman untuk menjawab telepon atau sms yang bertanya, "kenapa meninggal?", Astaghfirullah.. semoga itu bukan karena ketidakikhlasan. Hanya merasa letih, harus menjawab hal yang sama berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ....apakah kematian harus disertai dengan sebab yang meyakinkan sejelas matahari siang? Tidak cukupkah kita katakan bahwa ajal untuknya telah tiba, tak bisa dimajukan atau dimundurkan, apa pun sebabnya? Bukankah panglima Khalid bin Walid yang gagah berani justru meninggal di atas tempat tidurnya sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku saudara2ku, jika sms2 tentang itu tak ada jawaban dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya, aku juga takut, jika sebab kematian menjadi begitu jelas bagiku, justru akan berbalik menjadi gerbang penyesalan untukku, yang dibisikkan oleh syetan-syetan jahat. Aku takut akan ada bisikan2: kalau saja begini, kalau saja begitu...Astaghfirullah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿Oh putri kecilku, aku hanya ingin mengenang hal-hal yang indah darimu.&lt;br /&gt;Bukan ingin memberatkan langkahmu untuk lelap kembali pada pangkuanNya, yang Maha Sayang.&lt;br /&gt;Sungguh aku juga ingin berpulang sepertimu, lelap dalam tidur panjang tanpa beban, suatu saat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadari kecilku yang belia, namun berpikir dewasa. Masih lekat dalam ingatan ucapanmu sepulang play group hari Jumat, 29 Oktober 2010, saat menjemputmu. Kau bercerita, "Tadi ada nenek2 jatuh bu, di TK. Kasihan yaa. Harusnya yang jemput bukan neneknya, tapi ibunya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ucapanmu yang mengingatkanku tentang kesehatan, dengan bahasamu yang lucu, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Ibu, kalau suka minum kopi, nanti kaya nenek2 lho. Kalau kaya nenek2, nanti cepet mati"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, caramu mengingatkan begitu indah, nak.&lt;br /&gt;Namun, ternyata Allah memanggilmu lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih lekat pula dalam ingatanku, saat di Jogjakarta, ahad pagi 31 OKtober, pada hari yang sama engkau dipanggilNya, kau meminta tempat minum baru setelah melihat tempat minum dek Azka, sepupumu, "Beliin yang kayak itu ya bu, untuk aku sekolah"&lt;br /&gt;Iya nak, ibu sungguh ingin belikan, tapi untuk siapa kini? ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kuingat saat kau mengambil krayon, tetapi tidak meminta kertas putih kepadaku. Ternyata kau coret-coret wajahmu dengan krayon itu, dan kau berkata, "Aku mau jadi tentara!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak, masih banyak lagi kenangan indah bersamamu, yang akan terus kusimpan, dan kuceritakan nanti, saat kita berjumpa lagi.&lt;br /&gt;Tunggu kami ya naaak, doakan kami agar bisa berkumpul bersamamu di surgaNya, nanti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, siapa menyangka ajal akan menjemputmu begitu cepat naak. Tanpa sakit berarti, bahkan usai kita bersenang-senang jalan-jalan ke jogja. Siapa yang menyangka ahad sore menjelang petang itu tiba-tba kau sesak nafas karena tersedak muntahmu sendiri? Hingga upaya melarikanmu ke UGD terdekat pun tak mampu menangguhkan ajal yang telah Ia tetapkan. Antara percaya dan tidak, aku hanya bisa berucap: Inna lillahi wainna ilaihi rooji'uun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua mencintaimu naak. Betapa saat kau akan dipanggilNya, sampai selesai seluruh rangkaian kewajban terhadapmu, aku merasakan semua orang mencintaimu. Biaya rumah sakit yang digratiskan bunda Mugi, urusan biaya pemakaman yang tiba-tiba sudah beres karena kedermawanan ayahanda Rama, bunda Indah yang datang untuk memandikan, tetangga2 yang langsung berbagi tugas memasak ini itu atau memasang tenda dan kursi, kedatangan sahabat2 SMA, teman2 kantor, dan handai taulan dari jauh untuk mengucapkan simpati, sampai uang duka yang besarannya cukup untuk melangsungkan pesta penikahan. Subhanallah, ibu terharu naak, betapa indahnya persahabatan dan ukhuwah itu. Terharu, sekaligus pilu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga setengah tahun&lt;br /&gt;masa yang indah bersamanya&lt;br /&gt;Kau percayakan aku mengasuhnya&lt;br /&gt;Kini kau panggil dia pulang ke pangkuanMu&lt;br /&gt;Aku redha dengan taqdirMu, ya Rabbi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*mengenang kepergian buah hati yang ke 3, KALIFA FIRDAUSY FAHRIN (13 Mei 2007 - 31 OKtober 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini juga sudah dimuat di oase iman, era muslim&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-melarung-duka-melerai-lara-melepas-kepergianmu.htm﻿&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-2390913380495381191?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/2390913380495381191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=2390913380495381191' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2390913380495381191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2390913380495381191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/11/melarung-duka-melerai-lara-mengantar.html' title='MELARUNG DUKA, MELERAI LARA, MENGANTAR PULANGMU'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TO46FMVXWvI/AAAAAAAAAIs/6MTkxhtR_Tc/s72-c/fahrin%2B%2526%2Bibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-3550058676145499934</id><published>2010-11-22T01:50:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T02:01:23.388-08:00</updated><title type='text'>CATATAN UNTUK YANG TANPA CACAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TOo_ZAk5exI/AAAAAAAAAIk/zNvz71V4aBo/s1600/fahrin%2Bjilbab%2Bputih.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TOo_ZAk5exI/AAAAAAAAAIk/zNvz71V4aBo/s200/fahrin%2Bjilbab%2Bputih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542311990316858130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bukankah baru kemarin, nak&lt;br /&gt;kau minta dibuatkan sebotol susu?&lt;br /&gt;kau minta dipangku dan dielus-elus rambutmu?&lt;br /&gt;kau minta diputarkan VCD Muhammad Nabiku?&lt;br /&gt;kau minta dibelikan tempat minum baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, kini&lt;br /&gt;tak ada lagi yang mencari permen di tas kerjaku&lt;br /&gt;tak ada lagi yang minta menyeruput kopiku&lt;br /&gt;tak ada lagi yang merengek minta digaruk tapak kakinya menjelang tidur&lt;br /&gt;tak ada lagi yang berceloteh lucu: Brain!&lt;br /&gt;tak ada lagi yang memporakporandakan seprei dengan loncatan lincahnya&lt;br /&gt;tak ada lagi ...&lt;br /&gt;tak ada lagi ...&lt;br /&gt;tak ada&lt;br /&gt;sampai adanya lagi&lt;br /&gt;di pertemuan nanti&lt;br /&gt;dengan dirimu yang suci&lt;br /&gt;tanpa setitikpun cacat diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tunggu dan doakan kami, ya naak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&amp;&amp;&amp;&amp;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pondok cabe, 02112010&lt;br /&gt;*untuk de Fahrin,&lt;br /&gt;saat2 tamu sudah pulang&lt;br /&gt;dan rasa kehilangan makin menghunjam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-3550058676145499934?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/3550058676145499934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=3550058676145499934' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3550058676145499934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3550058676145499934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/11/catatan-untuk-yang-tanpa-cacat.html' title='CATATAN UNTUK YANG TANPA CACAT'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TOo_ZAk5exI/AAAAAAAAAIk/zNvz71V4aBo/s72-c/fahrin%2Bjilbab%2Bputih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-3575124644219611960</id><published>2010-11-22T01:46:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T01:50:52.902-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Kau tahu adikku&lt;br /&gt;rasa sayang itu ada&lt;br /&gt;Jauh sebelum kita bertemu&lt;br /&gt;tumbuh begitu saja&lt;br /&gt;bersemi seperti segarnya pagi&lt;br /&gt;Entah kenapa&lt;br /&gt;aku tak tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu&lt;br /&gt;saat kubersamai kasih sayang itu                      &lt;br /&gt;bersamamu&lt;br /&gt;Aku tahu&lt;br /&gt;jalan tak selamanya lempang&lt;br /&gt;kadang ada kerikil tajam                                                                                &lt;br /&gt;bahkan onak duri merintang          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi&lt;br /&gt;Aku tak ingin pergi&lt;br /&gt;tetap ingin di sini&lt;br /&gt;bersamamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, biarlah&lt;br /&gt;saat tersandung kerikil itu&lt;br /&gt;Aku menangis perlahan&lt;br /&gt;dalam kesendirian         &lt;br /&gt;di lorong sunyiku&lt;br /&gt;tanpa menyalahkan siapa&lt;br /&gt;karena diri ini juga penuh alfa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, andai kau tahu&lt;br /&gt;Betapa banyak yang ingin kuberikan &lt;br /&gt;padamu&lt;br /&gt;Apa pun yang aku bisa&lt;br /&gt;Berapa pun yang aku punya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karna sejatinya kasih sayang&lt;br /&gt;adalah memberi&lt;br /&gt;tanpa berharap kembali&lt;br /&gt;Hanya berharap surga abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&amp;&amp;&amp;----&lt;br /&gt;sudut RKK, 29102010&lt;br /&gt;Untuk adek&lt;br /&gt;Maafkan jika belum mampu jadi mbak yang baik :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-3575124644219611960?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/3575124644219611960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=3575124644219611960' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3575124644219611960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3575124644219611960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/11/kau-tahu-adikku-rasa-sayang-itu-ada.html' title=''/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-2700115920869029518</id><published>2010-11-22T01:29:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T01:35:38.769-08:00</updated><title type='text'>MATA BUMERANG</title><content type='html'>aku hanya ingin duduk disini&lt;br /&gt;memandangi aliran sungai&lt;br /&gt;yang menciptakan ritme indah&lt;br /&gt;di hati yang gelisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat perhatian yang kuberikan&lt;br /&gt;menjadi bumerang&lt;br /&gt;ingin aku menjelma diri&lt;br /&gt;menjadi mata air dari puncak gunung&lt;br /&gt;turun perlahan&lt;br /&gt;mengaliri sungai dan laut&lt;br /&gt;lalu naik sebagai awan&lt;br /&gt;menjadi hujan&lt;br /&gt;membasahi bumi&lt;br /&gt;dan membentuk mata air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersiklus seperti itu&lt;br /&gt;dan terus begitu&lt;br /&gt;tanpa keluh kesah&lt;br /&gt;tanpa merasa lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun,&lt;br /&gt;aku tak sekuat itu&lt;br /&gt;kadang&lt;br /&gt;air mata harus tumpah&lt;br /&gt;demi kasih sayang&lt;br /&gt;maafkan ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*pondok cabe, 22 okt 2010&lt;br /&gt;suasana hujan lebat, yang menyayat hati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-2700115920869029518?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/2700115920869029518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=2700115920869029518' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2700115920869029518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2700115920869029518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/11/mata-bumerang.html' title='MATA BUMERANG'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-5612722789952237037</id><published>2010-10-13T17:09:00.000-07:00</published><updated>2010-10-13T17:22:58.692-07:00</updated><title type='text'>SAJAK TADARUS (by Gus Mus)</title><content type='html'>Sajak yang membuat hati bergetar hebat, merinding, juga menggelitik dengan sindiran khas Gus Mus (KH Mustofa Bisri) ini. Simaklah...&lt;br /&gt;------&amp;&amp;&amp;&amp;&amp;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brenti mengalir darahku menyimak firmanMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Idzaa zulzilatil-ardlu zilzaalahaa&lt;br /&gt;Wa akhrajatil-ardlu atsqaalahaa&lt;br /&gt;Waqaalal-insaanu maa lahaa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(ketika bumi diguncang dengan dasyatnya&lt;br /&gt;Dan bumi memuntahkan isi perutnya&lt;br /&gt;Dan manusia bertanya-tanya: Bumi itu kenapa?)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yaumaidzin tuhadditsu akhbaarahaa&lt;br /&gt;Bianna Rabbaka auhaa lahaa&lt;br /&gt;Yaumaidzin yashdurun-naasu asytaatan&lt;br /&gt;Liyurau a’maalahum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Ketika itu bumi mengisahkan kisah-kisahnya&lt;br /&gt;Karena Tuhanmu mengilhaminya&lt;br /&gt;Ketika itu manusia tumpah terpisah-pisah&lt;br /&gt;‘Tuk diperlihatkan perbuatan-perbuatan mereka)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Faman ya’mal mitsqaala dzarratin khairan yarah&lt;br /&gt;Waman ya’mal mitsqaala dzarratin syarran yarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Maka siapa yang berbuat sezarrah kebaikan pun akan melihatnya&lt;br /&gt;Dan siapa yang berbuat sezarrah kejahatan pun akan melihatnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan, akukah insane yang bertanya-tanya&lt;br /&gt;Ataukah aku mukmin yang sudah tahu jawabnya?&lt;br /&gt;Kulihat tetes diriku dalam muntahan isi bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduhai, akan kemanakah kiranya bergulir?&lt;br /&gt;Diantara tumpukan maksiat yang kutimbun saat demi saat&lt;br /&gt;Akankah kulihat sezarrah saja&lt;br /&gt;Kebaikan yang pernah kubuat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafasku memburu diburu firmanMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan asma Allah Yang Pengasih Penyayang&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wa’aadiyaati dlabhan&lt;br /&gt;Falmuuriyaati qadhan&lt;br /&gt;Fa-atsarna bihi naq’an&lt;br /&gt;Fawasathna bihi jam’an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Demi yang sama terpacu berdengkusan&lt;br /&gt;Yang sama mencetuskan api berdenyaran&lt;br /&gt;Yang pagi-pagi melancarkan serbuan&lt;br /&gt;Menerbangkan debu berhamburan&lt;br /&gt;Dan menembusnya ke tengah-tengah pasukan lawan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Innal-insana liRabbihi lakanuud&lt;br /&gt;Wainnahu ‘alaa dzaalika lasyahied&lt;br /&gt;Wainnahu lihubbil-khairi lasyadied&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Sungguh manusia itu kepada Tuhannya Sangat tidak tahu berterima kasih&lt;br /&gt;Sunggunh manusia itu sendiri tentang itu menjadi saksi&lt;br /&gt;Dan sungguh manusia itu sayangnya kepada harta&lt;br /&gt;Luar biasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Afalaa ya’lamu idza bu’tsira maa fil-qubur&lt;br /&gt;Wahushshila maa fis-shuduur&lt;br /&gt;Inna Rabbahum bihim yaumaidzin lakhabier&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Tidakkah manusia itu tahu saat isi kubur dihamburkan&lt;br /&gt;Saat ini dada ditumpahkan?&lt;br /&gt;Sungguh Tuhan mereka&lt;br /&gt;Terhadap mereka saat itu tahu belaka!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan,&lt;br /&gt;kemana gerangan butir debu ini ‘kan menghambur?&lt;br /&gt;Adakah secercah syukur menempel&lt;br /&gt;Ketika isi dada dimuntahkan&lt;br /&gt;Ketika semua kesayangan dan andalan entah kemana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meremang bulu romaku diguncang firmanMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bismillahirrahmaanirrahim&lt;br /&gt;Al-Quaari’atu&lt;br /&gt;Mal-qaari’ah&lt;br /&gt;Wamaa adraaka mal-qaari’ah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Penggetar hati&lt;br /&gt;Apakah penggetar hati itu?&lt;br /&gt;Tahu kau apa itu penggetar hati?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resah sukmaku dirasuk firmanMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yauma yakuunun-naasu kal-faraasyil-mabtsuts&lt;br /&gt;Watakuunul-jibaalu kal’ihnil-manfusy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Itulah hari manusia bagaikan belalang bertebaran&lt;br /&gt;dan gunung-gunung bagaikan bulu dihambur-terbangkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggigil ruas-ruas tulangku dalam firmanMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Waammaa man tsaqulat mawaazienuhu&lt;br /&gt;Fahuwa fii ‘iesyatir-raadliyah&lt;br /&gt;Waammaa man khaffat mawaazienuhu faummuhu haawiyah&lt;br /&gt;Wamaa adraaka maa hiyah Naarun haamiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Nah barangsiapa berbobot timbangan amalnya&lt;br /&gt;Ia akan berada dalam kehidupan memuaskan&lt;br /&gt;Dan barangsiapa enteng timbangan amalnya&lt;br /&gt;Tempat tinggalnya di Hawiyah&lt;br /&gt;Tahu kau apa itu?&lt;br /&gt;Api yang sangat panas membakar!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan&lt;br /&gt;kemanakah gerangan belalang malang ini ‘kan terkapar?&lt;br /&gt;Gunung amal yang dibanggakan&lt;br /&gt;Jadikah selembar bulu saja memberati timbangan&lt;br /&gt;Atau gunung-gunung dosa akan melumatnya&lt;br /&gt;Bagi persembahan lidah Hawiyah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah,&lt;br /&gt;o, kalau saja maharahmatMu&lt;br /&gt;Akan menerbangkannya ke lautan ampunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Shadaqallahul’ Adhiem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah selesai ayat-ayat dibaca&lt;br /&gt;Telah sirna gema-gema sari tilawahnya&lt;br /&gt;Marilah kita ikuti acara selanjutnya&lt;br /&gt;Masih banyak urusan dunia yang belum selesai&lt;br /&gt;Masih banyak kepentingan yang belum tercapai&lt;br /&gt;Masih banyak keinginan yang belum tergapai&lt;br /&gt;Marilah kembali berlupa&lt;br /&gt;Insya Allah Kiamat masih lama.&lt;br /&gt;Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1963+1988&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-5612722789952237037?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/5612722789952237037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=5612722789952237037' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5612722789952237037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5612722789952237037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/10/sajak-tadaruc-by-gus-mus.html' title='SAJAK TADARUS (by Gus Mus)'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-2484259199899443920</id><published>2010-10-13T16:50:00.000-07:00</published><updated>2010-10-13T17:04:27.699-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agama'/><title type='text'>BAKSO KHALIFATULLAH (by EMHA)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TLZI-87H6CI/AAAAAAAAAIU/vcotUUQ0HeM/s1600/bakso.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 139px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TLZI-87H6CI/AAAAAAAAAIU/vcotUUQ0HeM/s200/bakso.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527685838987061282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Membaca artikel atau puisi Emha, selalu membuatku tergelitik, malu hati. Yang satu ini pun demikian. Bagaimana dengan Anda?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;----&amp;&amp;&amp;&amp;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali menerima uang dari orang yang membeli bakso darinya, Pak Patul mendistribusikan uang itu ke tiga tempat: sebagian ke laci gerobagnya, sebagian ke dompetnya, sisanya ke kaleng bekas tempat roti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selalu begitu, Pak?”, saya bertanya, sesudah beramai-ramai menikmati bakso beliau bersama anak-anak yang bermain di halaman rumahku sejak siang.&lt;br /&gt;“Maksud Bapak?”, ia ganti bertanya.&lt;br /&gt;“Uangnya selalu disimpan di tiga tempat itu?”   &lt;br /&gt;Ia tertawa. “Iya Pak. Sudah 17 tahun begini. Biar hanya sedikit duit saya, tapi kan bukan semua hak saya”   &lt;br /&gt;“Maksud Pak Patul?”, ganti saya yang bertanya.   &lt;br /&gt;“Dari pendapatan yang saya peroleh dari kerja saya terdapat uang yang merupakan milik keluarga saya, milik orang lain dan milik Tuhan”.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh gawat juga Pak Patul ini. &lt;br /&gt;“Maksudnya?”, saya mengejar lagi.     &lt;br /&gt;“Uang yang masuk dompet itu hak anak-anak dan istri saya, karena menurut Tuhan itu kewajiban utama hidup saya. Uang yang di laci itu untuk zakat, infaq, qurban dan yang sejenisnya. Sedangkan yang di kaleng itu untuk nyicil biaya naik haji. Insyaallah sekitar dua tahun lagi bisa mencukupi untuk membayar ONH. Mudah-mudahan ongkos haji naiknya tidak terlalu, sehingga saya masih bisa menjangkaunya”.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontan saya menghampiri beliau. Hampir saya peluk, tapi dalam budaya kami orang kecil jenis ekspressinya tak sampai tingkat peluk memeluk, seterharu apapun, kecuali yang ekstrem misalnya famili yang disangka meninggal ternyata masih hidup, atau anak yang digondhol Gendruwo balik lagi.Bahunya saja yang saya pegang dan agak saya remas, tapi karena emosi saya bilang belum cukup maka saya guncang-guncang tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati saya meneriakkan “Jazakumullah, masyaallah, wa yushlihu balakum!”, tetapi bibir saya pemalu untuk mengucapkannya. Tuhan memberi ‘ijazah’ kepadanya dan selalu memelihara kebaikan urusan-urusannya. Saya juga menjaga diri untuk tidak mendramatisir hal itu. Tetapi pasti bahwa di dalam diri saya tidak terdapat sesuatu yang saya kagumi sebagaimana kekaguman yang saya temukan pada prinsip, managemen dan disiplin hidup Pak Patul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung dia tidak menyadari keunggulannya atas saya: bahwa saya tidak mungkin siap mental dan memiliki keberanian budaya maupun ekonomi untuk hidup sebagai penjual bakso, sebagaimana ia menjalankannya dengan tenang dan ikhlas. Saya lebih berpendidikan dibanding dia, lebih luas pengalaman, pernah mencapai sesuatu yang ia tak pernah menyentuhnya, bahkan mungkin bisa disebut kelas sosial saya lebih tinggi darinya. Tetapi di sisi manapun dari realitas hidup saya, tidak terdapat sikap dan kenyataan yang membuat saya tidak berbohong jika mengucapkan kalimat seperti diucapkannya:“Di antara pendapatan saya ini terdapat milik keluarga saya, milik orang lain dan milik Tuhan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban saya masih peradaban “milik saya”. Peradaban Pak Patul sudah lebih maju, lebih rasional, lebih dewasa, lebih bertanggung jawab, lebih mulia dan tidak pengecut sebagaimana ‘kapitalisme subyektif posesif’ saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 th silam saya pernah menuliskan kekaguman saya kepada Penjual cendhol yang marah-marah dan menolak cendholnya diborong oleh Pak Kiai Hamam Jakfar Pabelan karena “kalau semua Bapak beli, bagaimana nanti orang lain yang memerlukannya?”   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmunya penjual jagung asal Madura di Malang tahun 1976 saya pakai sampai tua. Saya butuh 40 batang jagung bakar untuk teman-teman seusai pentas teater, tapi uang saya kurang, hanya cukup untuk bayar 25, sehingga harga perbatang saya tawar. Dia bertahan dengan harganya, tapi tetap memberi saya 40 jagung.   &lt;br /&gt;“Lho, uang saya tidak cukup, Pak”   &lt;br /&gt;“Bawa saja jagungnya, asal harganya tetap”   &lt;br /&gt;“Berarti saya hutang?” &lt;br /&gt;“Ndaaak. Kekurangannya itu tabungan amal jariyah saya”.   &lt;br /&gt;Doooh adoooh…! Tompes ako tak’iye!   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pasar Khan Khalili semacam Tenabang-nya Cairo saya masuk sebuah toko kemudian satu jam lebih pemiliknya hilang entah ke mana, jadi saya jaga tokonya. Ketika datang saya protes: “Keeif Inta ya Akh…ke mane aje? Kalau saya ambilin barang-barang Inta terus saya ngacir pigimane dong….”   &lt;br /&gt;Lelaki tua mancung itu senyum-senyum saja sambil nyeletuk: “Kalau mau curi barang saya ya curi saja, bukan urusan saya, itu urusan Ente sama Tuhan….” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh manusia adalah ahsanu taqwim, sebaik-baik ciptaan Allah, master-piece. Orang-orang besar bertebaran di seluruh muka bumi.Makhluk-makhluk agung menghampar di jalan-jalan, pasar, gang-gang kampung, pelosok-pelosok dusun dan di mana-manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakso Khalifatullah, bahasa Jawanya: bakso-nya Pak Patul, terasa lebih sedap karena kandungan keagungan. Itu baru tukang bakso, belum anggota DPR. Itu baru penjual cendhol, belum Menteri dan Dirjen Irjen Sekjen. Itu baru pemilik toko kelontong, belum Gubernur Bupati Walikota tokoh-tokoh Parpol.Itu baru penjual jagung bakar, belum Kiai dan Ulama.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Emha Ainun Nadjib &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-2484259199899443920?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/2484259199899443920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=2484259199899443920' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2484259199899443920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2484259199899443920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/10/bakso-khalifatullah-by-emha.html' title='BAKSO KHALIFATULLAH (by EMHA)'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TLZI-87H6CI/AAAAAAAAAIU/vcotUUQ0HeM/s72-c/bakso.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-3178649297510751706</id><published>2010-08-24T20:40:00.000-07:00</published><updated>2010-08-24T20:46:23.496-07:00</updated><title type='text'>KELUARGA MATA BENING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/THSRyp7l8qI/AAAAAAAAAH8/XHhes9HaP3Y/s1600/P1020579.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/THSRyp7l8qI/AAAAAAAAAH8/XHhes9HaP3Y/s200/P1020579.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509188543616250530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah mereka&lt;br /&gt;Si 4 pasang mata bening&lt;br /&gt;siapa yang akan tega&lt;br /&gt;merusak berjuta harapan&lt;br /&gt;yang berbinar di bola matanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyumnya yang mengembang&lt;br /&gt;bersama tangan yang terjulur manja di depan pintu&lt;br /&gt;mampu mengusir penat &amp; lelah&lt;br /&gt;usai berkegiatan di luar seharian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan 4 pasang mata bening itu&lt;br /&gt;juga menyita perhatian kawanan manusia&lt;br /&gt;yang berawal dari pertemanan maya&lt;br /&gt;Serempak mereka hadir bersama&lt;br /&gt;bermain tertawa bercanda&lt;br /&gt;meski hanya dua-tiga hari saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, saat rumah kecil itu kembali sepi&lt;br /&gt;Beruntun pesan singkat menghampiri diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia, lelaki termuda yang paling akhir kembali&lt;br /&gt;berkata sendu dalam kesendirian&lt;br /&gt;saat roda bulat membawanya ke kota asal,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Baru jalan sebentar aja, udah kangen banget sama the krucils"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dan pesannya saat rehat siang di kamar kontrakan,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Mati taragak waaak. Ngangenin banget the krucils. Di sini gak ada yg bisa digendong2..  :(&lt;br /&gt;Suasana begitu yang selalu bikin kangen rumah pamulang, mbak :( " &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula gadis lembut yang berkata:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Seneng banget bisa ketemu saudara2 jauh&lt;br /&gt;Bisa ketawa bareng2 kurcaci&lt;br /&gt;Maaf ya bu, rumahnya jadi tempat pengungsian sementara&lt;br /&gt;Kapan2 ngungsi kesana lagi ya bu :) .."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara sang dara yang biasa menemani mereka&lt;br /&gt;Baru sehari pergi telah gelisah,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Hiks. Di sini gak ada yang gelitikin kalo mau sahur.&lt;br /&gt;Baru semalam di sini dah homesick dgn rumah pamulang yg hangat  :(&lt;br /&gt;Wuaa, seru abis rumah pamulang,&lt;br /&gt;jadi pengin punya banyak anak!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada juga gadis yang repot2 mengantarkan 3 hamster lucu&lt;br /&gt;panas terik keesokan hari&lt;br /&gt;meski akhirnya hamster itu kehausan&lt;br /&gt;dan syahid dalam perjalanan&lt;br /&gt;sebelum sempat dihibahkan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tak apa, pahala tak kemana, ni... :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang hanya mampu berbisik menitip rindu&lt;br /&gt;dari tempat yang jauh&lt;br /&gt;dan sangat jauh&lt;br /&gt;ingin bertemu para mata bening&lt;br /&gt;tapi apa daya...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Duh, pengin ikut tidur umpel2an,&lt;br /&gt;kangen bangeeet sama krucils.&lt;br /&gt;Berasa anak tiri wak.&lt;br /&gt;gak ikut tidur umpel2an :( "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sedang lelaki muda yang nun jauh di sana, berkata pilu:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Aku tentu sangat ingin ketemu adek2 &amp; emak. Tapi entah kapan :( "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, ketahuilah naak&lt;br /&gt;Rindu itu adalah anugerah&lt;br /&gt;dari sang Maha&lt;br /&gt;hingga kita selalu ingin bersua&lt;br /&gt;menjalin sayang &amp; cinta :)&lt;br /&gt;dan jika kita tak bisa bersama&lt;br /&gt;sejatinya kita selalu bersua&lt;br /&gt;dalam lantunan rabithah mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini&lt;br /&gt;Ibunda si para mata bening&lt;br /&gt;mengucap syukur tiada tara&lt;br /&gt;sambil menitikkan air mata&lt;br /&gt;Subhanallah..&lt;br /&gt;Jika hati telah saling terikat&lt;br /&gt;dan Dia perkenankan untuk bertemu&lt;br /&gt;meskipun  harus datang dari berbagai penjuru&lt;br /&gt;untuk tujuan yang syahdu:&lt;br /&gt;menebar kebahagiaan dan kehangatan&lt;br /&gt;mengingatkan dalam bingkai kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi, terima kasih&lt;br /&gt;telah kau atur persaudaraan ini&lt;br /&gt;menjadi begitu indah&lt;br /&gt;ijinkan kami, ya Rabb&lt;br /&gt;untuk terus saling mengokohkan&lt;br /&gt;dalam ikatan 'keluarga ' ini ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&amp;&amp;&amp;&amp;------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rumah kain kasa, 23 agt 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;~dedicated 4 semua anak2 nyak:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(denang, nilung, lil cam, adiak, tole, hbs)&lt;br /&gt;luv all of you... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-3178649297510751706?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/3178649297510751706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=3178649297510751706' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3178649297510751706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3178649297510751706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/08/keluarga-mata-bening.html' title='KELUARGA MATA BENING'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/THSRyp7l8qI/AAAAAAAAAH8/XHhes9HaP3Y/s72-c/P1020579.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-8139118738038338501</id><published>2010-08-15T22:59:00.001-07:00</published><updated>2010-08-15T22:59:58.844-07:00</updated><title type='text'>TENTANG RASA SUKA</title><content type='html'>Semalam, saat aku beranjak 'ngelonin' dede Hibban di peraduannya, dua kakak (Hurin &amp; Adnin) ikut ngeriung. Kebetulan ayahnya sedang ada tugas di luar kota. Tiba-tiba hape-ku berdering, dari seorang ummahat tetangga. Usai telpon ditutup, Adnin (8 tahun) bertanya," Dari umminya B**** ya bu?"&lt;br /&gt;"Iya Nin. Hayooo, kenapa dengan B****, kamu masih suka ya sama dia?" Ledekku.&lt;br /&gt;" Ih enggak kok" elak Adnin malu-malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menoleh pada si kakak, "Kalau kakak, masih suka sama.... siapa tuh, waktu itu?"&lt;br /&gt;Hurin (10 tahun) dengan cepat menjawab, "C*****? Ah udah enggak lagi kok. Dah biasa aja"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, ya baguslah. Jadi biar konsen belajarnya. Meski kalo mau suka sama orang, boleh aja. Tapi sebatas suka, gak lebih dari itu lhoo. Cukup disimpan untuk sendiri. Gak perlu juga dikasih tahu ke teman2, tar malah jadi ledekan kita" sambungku.&lt;br /&gt;Hurin nyeletuk "Iya lah Bu, gak papa juga suka. Kalau gak ada suka, tar gak dapet jodoh kita"&lt;br /&gt;What? Dapet 'ilmu' dari mana nih anak? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia bertanya, "Dulu, Ibu mulai kapan suka sama ayah, sebelum menikah?"&lt;br /&gt;Aku jawab dengan tenang, "Sebelum nikah? Gak ada. Ya setelah nikah aja sukanya"&lt;br /&gt;Dia tampak kaget, "Lho? Kok bisa? Jadi ibu nikahnya karena disuruh?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai berpikir, ini saatnya aku 'masuk' nih. It's golden time for her!&lt;br /&gt;"Iya kak. Dijodohin sama guru ngaji. Untuk bisa dapet jodoh, gak harus pakai suka juga kok. Asal saling percaya dan berprasangka baik, insya Allah. Nyatanya ibu dan ayah bisa kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tampak belum puas, "Tapi, apa ibu gak takut gitu, kalau tertipu?"&lt;br /&gt;Aku bingung, "Hah? Tertipu bagaimana?"&lt;br /&gt;"Kan bisa aja bu, waktu itu ayah berpura-pura baiiiik terus, jadi temannya atau guru ngajinya tahunya baik aja. Tertipu gitu"&lt;br /&gt;Hihihi, kebanyakan baca cerita detektif kali ya nih anak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kujawab tenang, "Ya enggaklah kak. Kan guru ngajinya udah kenal bertahun-tahun sama ayah. Masak tertipu?"&lt;br /&gt;Dia masih bertahan, "Tapi bisa aja loh Bu, kalau jaman sekarang sih. Yang berpura-pura baik begitu untuk menipu. Yaaa gitu deh..... Cinta dipermainkan"!&lt;br /&gt;Gubrak! Aku langsung ngakak mendengar 2 kata terakhir darinya. Darimana dia dapet istilah itu ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, kakak ini, ada2 aja. Kebanyakan nonton sinetron kali kamu kaak?"&lt;br /&gt;Dia pun ikut tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyambung lagi, supaya tuntas alurnya, "Tapi kalau yang ngejodohin dari guru ngaji, Insya Allah gak tertipu lah kak. Kan mereka sudah lama kenal. Terus, guru ngajinya kan gak cuma ngasih tahu ibu tentang kelebihannya ayah, tapi juga kekuranga2nya. Jadi ibu gak dipaksa juga harus terima, yang penting siap mental atau enggak dengan kelebihan dan kekurangannya. Gitu kaaaak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hurin bertanya lagi, " Dulu, ayah dibilangnya apa bu kekurangannya, sama guru ngajinya?&lt;br /&gt;Aku jadi geli sendiri, gak menyangka dia akan bertanya begitu. Di luar alur aja rasanya,&lt;br /&gt;"Duuuh, apa ya? Udah lupa kak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia nyeletuk, "Kalau aku tebak sih, kekurangan ayah yang dibilang waktu itu, sering tulalit! Hihihi"&lt;br /&gt;Huahahaha, hush! Ini anak kalo ngomong, enak betul ayahnya sendiri dibilang tulalit :(&lt;br /&gt;Hmm hmmm, anak sekarang, ada2 aja :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIba-tiba lampu padam, dan dede Hibban menangis ketakutan karenanya. Obrolan pun berhenti seketika, karena 2 kakak sigap mencari lilin ke luar kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam sesudahnya, aku ceritakan obrolan singkat itu ke suami. Awalnya kulihat mas Anto hanya senyam senyum mendengar 'laporan'ku. Tapi pas tentang 'tulalit' dia pun tertawa geli karenanya, dan berkomentar singkat, "Wah, udah pintar si kakak sekarang"&lt;br /&gt;(Hmmm, ya begitulah plegma sejati. Perasaan aku ceritanya udah semangat banget, eh beliau-nya kalem wae. Hihihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------&amp;&amp;&amp;&amp;-------&lt;br /&gt;pondok cabe, 25 Juli 2010&lt;br /&gt;~dedicated for GAJ: nllung, mbak ngah, &amp; denang bungsu :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-8139118738038338501?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/8139118738038338501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=8139118738038338501' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8139118738038338501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8139118738038338501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/08/tentang-rasa-suka.html' title='TENTANG RASA SUKA'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-1114816262107785401</id><published>2010-08-15T22:18:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T22:19:20.820-07:00</updated><title type='text'>BADAI ITU</title><content type='html'>Bagaimana aku berpikir&lt;br /&gt;untuk cemburu padanya?&lt;br /&gt;sementara dia karibmu&lt;br /&gt;sejak dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku justru merasa gembira&lt;br /&gt;kau punya sahabat setia&lt;br /&gt;kegemaran kalian sama&lt;br /&gt;cara bicara kalian senada&lt;br /&gt;dan dia tak sungkan menolong&lt;br /&gt;saat kita membutuhkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana aku menyangka&lt;br /&gt;ternyata dia penyebab bara menyala&lt;br /&gt;yang telah menghancurkanmu&lt;br /&gt;dan siap menghancurkanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak bisa percaya&lt;br /&gt;saat kau perlakukan dia&lt;br /&gt;sama seperti kau perlakukanku&lt;br /&gt;bahkan kau lebih peduli padanya, kini&lt;br /&gt;bukankah kalian&lt;br /&gt;sesama lelaki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana aku tak kecewa&lt;br /&gt;bukankah saat kau ucapkan&lt;br /&gt;perjanjian itu dari ayahku&lt;br /&gt;hakikatnya kau sedang berjanji&lt;br /&gt;dengan TuhanMu?&lt;br /&gt;apakah engkau lupakan itu&lt;br /&gt;kekasih hatiku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana aku tak merasa hampa&lt;br /&gt;getar cinta itu&lt;br /&gt;kini menguap entah kemana&lt;br /&gt;tapi sungguh&lt;br /&gt;ingin aku mengajakmu kembali&lt;br /&gt;tapaki jalan suci&lt;br /&gt;agar kau terhindar dari azabNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihatlah&lt;br /&gt;mata-mata bening itu mengharapkan kita&lt;br /&gt;memenuhi hak-hak mereka&lt;br /&gt;mengajak kita dengan riang&lt;br /&gt;untuk terus melukis penuh warna&lt;br /&gt;lalu apa yang bisa kita berikan?&lt;br /&gt;dan apa yang harus kita jawab&lt;br /&gt;saat nanti Dia bertanya&lt;br /&gt;tentang amanah mulia ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh&lt;br /&gt;air mataku yang terus tumpah&lt;br /&gt;sejak bertahun lalu&lt;br /&gt;bersama pedih perih luka hatiku&lt;br /&gt;telah hampir kering, kini&lt;br /&gt;namun doaku untukmu&lt;br /&gt;tak pernah putus&lt;br /&gt;semata ingin agar kau kembali&lt;br /&gt;ikuti jalan-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&amp;&amp;&amp;&amp;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pondok cabe, 26 juli 2010&lt;br /&gt;~empatiku pada saudara2 seiman&lt;br /&gt;saat dunia terasa makin gelap, mendekati kiamat&lt;br /&gt;Ya Allah, lindungilah kami dari cobaan yang kami tak sanggup memikulnya :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-1114816262107785401?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/1114816262107785401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=1114816262107785401' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1114816262107785401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1114816262107785401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/08/badai-itu.html' title='BADAI ITU'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-1213705217461225359</id><published>2010-08-15T22:08:00.000-07:00</published><updated>2010-08-15T22:14:16.621-07:00</updated><title type='text'>RIJAALUL FAJRI</title><content type='html'>Aku suka dengan istilah ini, RIJAALUL FAJRI, orang yang menghidupkan waktu pagi. Materi ini kudapat saat kuliah subuh dalam rangkaian 10 hari I’tikaf di masjid Al-Hikmah, Jl. Bangka, Jakarta, tahun 1996 (sudah lama sekali yaa). Materi yang disampaikan dalam kondisi jamaah ik’ikaf banyak yang ‘tumbang bergelimpangan’ karena semalam sejak jam 01.30 sudah bangun, sementara tidur paling cepat dimulai jam 23.00. Terasa lah kalau materi yang disampaikan ust Abduil Muis, MA ini jadi ‘nonjok banget’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi menghidupkan malam 10 terakhir Ramadhan di Al-hikmah adalah sholat tarawih dengan bacaan 1 juz Al-Quran (untuk 8 rakaat), disambung ceramah. Biasanya itu selesai pada jam 22.00. Terus disambung tilawah masing-masing, biasanya sampai jam 23.00 maka lampu masjid akan dimatikan. (Kalau tak dimatikan, mungkin beberapa orang akan tilawah terus sampai pagi ya?) Jam 01.30 dini hari jamaah sudah dibangunkan lagi, bersiap untuk sholat tahajud dengan bacan 3 juz tiap malamnya! Baru disambung sahur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sewaktu akan menyimak kuliah subuh itu, tadinya aku tergoda untuk menyimak sambil rebahan, karena sudah beberapa malam jam tidur sangat kurang. Memang fisik terasa ‘lungrah’. Tapi karena materinya tentang orang yang tidak bermalas2 setelah subuh, jadi tersindir berat deh. Maka, aku segera duduk menyimak dan mencatat materi itu baik2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari catatan itulah, ditambah beberapa referensi lain, aku coba untuk menulis ulang kembali tentang keutamaan waktu fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pagi, memang menyimpan banyak keutamaan dan rahasia. Salah satunya adalah keutamaan zikir pagi yang dianjurkan untuk memperoleh banyak rahmat Allah SWT. “Dan sebarkanlah dirimu bersama orang-orang yang menyeru Tuhan mereka pada waktu pagi dan petang untuk mengharapkan keridhaan-Nya” (Al-Kahfi: 28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pagi juga waktu pergantian tugas malaikat malam dan siang. Rasulullah menjelaskan dalam haditsnya bahwa waktu shubuh adalah masa di mana para malaikat malam naik ke langit digantikan dengan malaikat siang. Sungguh terasa indah jika saat-saat pergantian malaikat itu, kita sedang berada dalam kondisi taat kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa yang terjadi? Banyak orang memilih untuk bermalas-malasan. Menjalankan sholat shubuh dengan terkantuk-kantuk kemudian bermalas-malasan menunggu matahari muncul adalah hal yang tidak jarang kita lakukan. Bahkan, sholat shubuh tak jarang kita lakukan setelah matahari telah terbit. Astaghfirullah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ada benarnya juga kalau wasiat jawa kuno mengatakan, ‘ora ilok’ kalau setelah sholat subuh terus tidur lagi. Hal ini pula yang ditanamkan kedua orang tuaku, sejak kami masih kecil. Begitu subuh, dibangunkan sholat, lalu bantu-bantu membereskan rumah sampai saatnya bersiap ke sekolah. Ada juga orang yang mengatakan, “Kalau habis subuh tidur lagi, nanti rejekimu ilang dipatuk ayam”. Hmm, ada benarnya juga :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hadist atau ucapan salafus solih yang sempat kucatat waktu itu antara lain begini (maaf kalau gak lengkap ucapan siapa, mohon dikoreksi juga kalau salah ya, lha wong waktu itu nyatetnya sambil rada ngantuk, hihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. “Waktu fajar merupakan lembar kelahiran semua bentuk kebaikan”. Maka, perang jaman Nabi pun sering dilakukan pada waktu fajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. “Waktu fajar adalah lambang kemenangan” --&gt; Jika ingin sukses, bangunlah dui waktu fajar dan jangan tidur lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. “Fajar adalah lambang kehidupan, lambang masa muda, tanda aktivitas, ciri kebenaran dan keadilan, dan waktu ini paling strategis karena hawa masih segar dan Allah membagi rizkiNya di waktu fajar”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. “Sholat subuh merupakan tanda iman seseorang dan bebas dari sifat nifaq, karena waktu ini berat bagi orang yang belum terbiasa” --&gt; Rasul SAW melarang tidur usai sholat subuh. Rasul pernah melihat Fatimah tidur setelah sholat subuh lalu segera dibangunkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. “Sesungguhnya sholat yang paling berat atas orang munafik adalah sholat Isya dan subuh” (HR Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu-waktu shubuh di pagi hari adalah waktu yang oleh para ulama dianggap sebagai waktu terbaik untuk mendalami suatu ilmu. Suasana pagi yang tenang membuat konsentrasi dan kemampuan memahami meningkat. Ibnu Jarir Ath Thabari, yang mampu menulis 40 halaman setiap hari selama 40 tahun terakhir masa usianya, melakukan murajaah akan ilmu dan ide-ide yang akan dituangkan dalam tulisannya di awal-awal shubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukman Al-Hakim pun mengingatkan anaknya tentang kemuliaan pagi dan mudahnya akal menyerap ilmu dengan mengatakan, “Jangan sampai ayam jantan lebih cerdas darimu. Ia berkokok sebelum fajar, sementara kamu masih mendengkur tidur hingga matahari terbit.”&lt;br /&gt;Keutamaan-keutamaan lain dari waktu fajar dapat diuraikan lagi sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang berkah adalah waktu yang penuh kebaikan. Waktu pagi telah dido’akan khusus oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai waktu yang berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi SAW bersabda,“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”&lt;br /&gt;Apabila Nabi SAW mengirim peleton pasukan, beliau mengirimnya pada pagi hari. Sahabat Shokhr sendiri (yang meriwayatkan hadits ini) adalah seorang pedagang. Dia biasa membawa barang dagangannya ketika pagi hari. Karena hal itu dia menjadi kaya dan banyak harta. Abu Daud mengatakan bahwa dia adalah Shokhr bin Wada’ah. (HR. Abu Daud no. 2606. Hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Baththol mengatakan, “Hadits ini tidak menunjukkan bahwa selain waktu pagi adalah waktu yang tidak diberkahi. Sesuatu yang dilakukan Nabi SAW (pada waktu tertentu) adalah waktu yang berkah dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baik uswah (suri teladan) bagi umatnya. Adapun Nabi SAW mengkhususkan waktu pagi dengan mendoakan keberkahan pada waktu tersebut dari pada waktu-waktu yang lainnya karena pada waktu pagi tersebut adalah waktu yang biasa digunakan manusia untuk memulai amal (aktivitas). Waktu tersebut adalah waktu bersemangat (fit) untuk beraktivitas. Oleh karena itu, Nabi SAW mengkhususkan doa pada waktu tersebut agar seluruh umatnya mendapatkan berkah di dalamnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Waktu pagi adalah waktu semangat untuk beramal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Shohih Bukhari terdapat suatu riwayat dari sahabat Abu Hurairah dari Nabi SAW. Beliau bersabda,&lt;br /&gt;“Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan. Hendaklah kalian melakukan amal dengan sempurna (tanpa berlebihan dan menganggap remeh). Jika tidak mampu berbuat yang sempurna (ideal) maka lakukanlah yang mendekatinya. Perhatikanlah ada pahala di balik amal yang selalu kontinu. Lakukanlah ibadah (secara kontinu) di waktu pagi dan waktu setelah matahari tergelincir serta beberapa waktu di akhir malam.” (HR. Bukhari no. 39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud ‘al ghodwah’ dalam hadits ini adalah perjalanan di awal siang. Al Jauhari mengatakan bahwa yang dimaksud ‘al ghodwah’ adalah waktu antara shalat fajar hingga terbitnya matahari. Inilah tiga waktu yang dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari sebagai waktu semangat (fit) untuk beramal.&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahmanbin bin Nashir As Sa’di mengatakan bahwa inilah tiga waktu utama untuk melakukan safar (perjalanan) yaitu perjalanan fisik baik jauh ataupun dekat. Juga untuk melakukan perjalanan ukhrowi (untuk melakukan amalan akhirat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBIASAAN ORANG SHOLIH DI WAKTU FAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja kebiasaan mereka? Yuk bersama kita cermati dan kita tiru :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kebiasaan Nabi SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Nawawi dalam Shohih Muslim membawakan bab dengan judul ‘Keutamaan tidak beranjak dari tempat shalat setelah shalat shubuh dan keutamaan masjid’. Dalam bab tersebut terdapat suatu riwayat dari seorang tabi’in –Simak bin Harb-. Beliau rahimahullah mengatakan bahwa dia bertanya kepada Jabir bin Samuroh, ”Apakah engkau sering menemani RasulullahSAW duduk?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir menjawab, ”Iya. Beliau biasanya tidak beranjak dari tempat duduknya setelah shalat shubuh hingga terbit matahari. Apabila matahari terbit, beliau berdiri (meninggalkan tempat shalat). Dulu para sahabat biasa berbincang-bincang (guyon) mengenai perkara jahiliyah, lalu mereka tertawa. Sedangkan beliau hanya tersenyum saja.” (HR. Muslim no. 670)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Nawawi mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat anjuran berdzikir setelah shubuh dan mengontinukan duduk di tempat shalat jika tidak memiliki udzur (halangan).&lt;br /&gt;Al Qadhi mengatakan bahwa inilah sunnah yang biasa dilakukan oleh salaf dan para ulama. Mereka biasa memanfaatkan waktu tersebut untuk berdzikir dan berdo’a hingga terbit matahari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kebiasaan Ibnu Mas’ud RA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Wa’il, dia berkata, “Pada suatu pagi kami mendatangi Abdullah bin Mas’ud selepas kami melaksanakan shalat shubuh. Kemudian kami mengucapkan salam di depan pintu. Lalu kami diizinkan untuk masuk. Akan tetapi kami berhenti sejenak di depan pintu. Lalu keluarlah budaknya sembari berkata, “Mari silakan masuk.” Kemudian kami masuk sedangkan Ibnu Mas’ud sedang duduk sambil berdzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud lantas berkata, “Apa yang menghalangi kalian padahal aku telah mengizinkan kalian untuk masuk?”&lt;br /&gt;Lalu kami menjawab, “Tidak, kami mengira bahwa sebagian anggota keluargamu sedang tidur.”&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud lantas bekata, “Apakah kalian mengira bahwa keluargaku telah lalai?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ibnu Mas’ud kembali berdzikir hingga dia mengira bahwa matahari telah terbit. Lantas beliau memanggil budaknya, “Wahai budakku, lihatlah apakah matahari telah terbit.” Si budak tadi kemudian melihat ke luar. Jika matahari belum terbit, beliau kembali melanjutkan dzikirnya. Hingga beliau mengira lagi bahwa matahari telah terbit, beliau kembali memanggil budaknya sembari berkata, “Lihatlah apakah matahari telah terbit.” Kemudian budak tadi melihat ke luar. Jika matahari telah terbit, beliau mengatakan,“Segala puji bagi Allah yang telah menolong kami berdzikir pada pagi hari ini,.” (HR. Muslim no. 822)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kebiasaan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di Pagi Hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah orang yang gemar beribadah dan bukanlah orang yang kelihatan bengis sebagaimana anggapan sebagian orang. Kita dapat melihat aktivitas beliau di pagi hari sebagaimana dikisahkan oleh muridnya –Ibnu Qayyim Al Jauziyah.-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjelaskan faedah dzikir bahwa dzikir dapat menguatkan hati dan ruh, Ibnul Qayim mengatakan, “Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah suatu saat shalat shubuh. Kemudian (setelah shalat shubuh) beliau duduk sambil berdzikir kepada Allah Ta’ala hingga pertengahan siang. Kemudian berpaling padaku dan berkata, ‘Ini adalah kebiasaanku di pagi hari. Jika aku tidak berdzikir seperti ini, hilanglah kekuatanku’ – atau perkataan beliau yang semisal ini-.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah! Pagi tak pernah bosan menyapa kita kecuali Allah menentukan takdirnya yang lain. Suasana pagi tetaplah penuh dengan kesegaran dan kesejukan. Suasana pagi selalu membawa harapan bagi diri.&lt;br /&gt;SEMANGADD PAGI! Sunguh aku ingin selalu menyapa pagi dan menjadikannya momen yang baik untuk memperbaiki diri. Mudah-mudahan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&amp;&amp;&amp;&amp;-----&lt;br /&gt;~ ditulis dengan sejuta rindu untuk bisa I’tikaf full 10 hari lagi di Al-Hikmah Jl. Bangka seperti tahun2 dulu. Ya Rabb, mudahkanlah aku mengobati rinduku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*dedicated special 4 denang, sesuai janjiku, sesuai namamu :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-1213705217461225359?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/1213705217461225359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=1213705217461225359' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1213705217461225359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1213705217461225359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/08/rijaalul-fajri.html' title='RIJAALUL FAJRI'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-3347403710534807937</id><published>2010-07-02T00:30:00.001-07:00</published><updated>2010-07-02T00:30:43.771-07:00</updated><title type='text'>RINDU DARI LIMBOTO</title><content type='html'>Benarlah, cinta itu kian terasa&lt;br /&gt;saat jarak memisahkan raga&lt;br /&gt;Benarlah, sayang itu kian nyata&lt;br /&gt;saat lama tak bisa saling bersua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama derasnya rinai hujan&lt;br /&gt;yang membasahi bumi limboto&lt;br /&gt;senja ini,&lt;br /&gt;ingin kutitipkan padamu, hujan&lt;br /&gt;tentang nyanyian sepi hatiku&lt;br /&gt;karena rinduku yang membuncah&lt;br /&gt;padanya&lt;br /&gt;menunggu indahnya saat pertemuan&lt;br /&gt;dengannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~fur: my eagle, im really miz u.. &lt;br /&gt;26 juni 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-3347403710534807937?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/3347403710534807937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=3347403710534807937' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3347403710534807937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3347403710534807937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/07/rindu-dari-limboto.html' title='RINDU DARI LIMBOTO'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-7785994372690204549</id><published>2010-07-02T00:25:00.000-07:00</published><updated>2010-07-02T00:26:13.288-07:00</updated><title type='text'>AKHIR PENCARIAN</title><content type='html'>saat mata belum mampu terpejam,&lt;br /&gt;tiba-tiba dia bertanya&lt;br /&gt;tentang lelaki yang pernah singgah di hati&lt;br /&gt;kujawab jujur,&lt;br /&gt;“Ya, memang pernah ada”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dua lelaki penuh pesona&lt;br /&gt;yang sulit ditolak&lt;br /&gt;jika mereka berkehendak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lelaki pertama,&lt;br /&gt;penuh perhatian lagi baik budiinya&lt;br /&gt;rajin mengingatkanku tentang segala sesuatu&lt;br /&gt;laksana seorang kakak pada adiknya&lt;br /&gt;membuatku selalu merasa aman&lt;br /&gt;saat ada di dekatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lelaki kedua,&lt;br /&gt;selain wajah rupawan&lt;br /&gt;juga sangat kukagumi wawasan&lt;br /&gt;dan segudang aktivitasnya&lt;br /&gt;berbagai amanah dia jalankan&lt;br /&gt;hampir tanpa cela&lt;br /&gt;dia banyak mengajarkan berbagai hal&lt;br /&gt;laksana seorang guru pada muridnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lalu mengapa engkau menerimaku?”&lt;br /&gt;tanyanya sendu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kujawab dengan malu,&lt;br /&gt;”Sampai datanglah lelaki ketiga&lt;br /&gt;dengan sangat bersahaja&lt;br /&gt;tidak seperti lelaki pertama atau kedua&lt;br /&gt;dia datang dengan apa yang ada&lt;br /&gt;penuh percaya diri&lt;br /&gt;menyatakan hasrat hati&lt;br /&gt;dan aku merasa dibutuhkan&lt;br /&gt;menjadi perempuan yang diimpikan&lt;br /&gt;merasa dapat berperan paripurna&lt;br /&gt;sebagai perempuan biasa&lt;br /&gt;yang tak punya banyak pesona”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lelaki itu mungkin tak sehebat lelaki pertama&lt;br /&gt;atau lelaki kedua&lt;br /&gt;tapi dia terus berusaha&lt;br /&gt;menyempurnakan cintanya&lt;br /&gt;memberikan perhatian lebih dari yang kubutuhkan&lt;br /&gt;menggali wawasan dengan buku dan diskusi ringan&lt;br /&gt;mengajak bahu membahu berkegiatan&lt;br /&gt;hingga kini kudapati&lt;br /&gt;dia mampu mengalahkan&lt;br /&gt;semua lelaki yang pernah singgah di hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hmm, apakah itu....aku?”&lt;br /&gt;tanyanya ragu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku makin malu&lt;br /&gt;“Iya mas, tentu saja, itulah dirimu&lt;br /&gt;terima kasih ya mas&lt;br /&gt;telah bersedia menyuntingku&lt;br /&gt;menjadi pendampingmu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan bulan pun malu menampakkan wajahnya&lt;br /&gt;saat lelaki itu mendekap pasangannya&lt;br /&gt;mesra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ special for my eagle&lt;br /&gt;~ tulisan 10 menit bada jumatan&lt;br /&gt;sambil menunggu saat pertemuan :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-7785994372690204549?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/7785994372690204549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=7785994372690204549' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7785994372690204549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7785994372690204549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/07/akhir-pencarian.html' title='AKHIR PENCARIAN'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-3993408355766930862</id><published>2010-07-02T00:24:00.000-07:00</published><updated>2010-07-02T00:25:09.798-07:00</updated><title type='text'>TRAGEDI PENYANDERAAN PASCA GORONTALO</title><content type='html'>Ini bukan cerita berdarah-darah yang mendebarkan sambungan dari tragedi poso atau ambon, tapi cerita tragedi yang sebenarnya menggelikan, sesaat setelah aku pulang dari bertugas di gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa malam itu, 29 Juni 2010, kakiku masuk rumah tepat saat azan maghrib berkumandang. Lelah juga perjalanan dari gorontalo ke jakarta. Anak-anak langsung datang menyerbu. Fahrin (3 tahun),anakku nomor 3, seperti biasa menanyakan di tasku ada permen ngggak. Haha, dek dek, masak jauh2 ke gorontalo oleh2nya cuma permen? Saking sukanya dengan permen, bahkan saat aku telpon anak-anak, termasuk dia, beberapa hari yang lalu dari gorontalo, dia langsung bertanya, "Ibu, ibu bawa permen gak nanti kalo pulang?" Hihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaka Hurin dan kaka Adnin sudah kutebak, pasti masih asyik berselancar ria di depan internet. Saat kubuka pintu kamar, mereka pun menyerbu dan menciumiku, lalu berlanjut menyerbu oleh-oleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bercengkerama dengan anak-anak sebentar, aku segera berbenah, membersihkan kotoran di badan yang rasanya sudah sangat lengket di tubuh. Sebentar lagi si Ayah datang dari kantor, tak nyaman rasanya kalau dia sampai melihatku masih dekil dan kusam sisa-sisa perjalanan jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang isya, saat kami semua (ibu dan 4 anak ini) ngeriung di kamarku sambil melepas kangen, kudengar suara si ayah berdehem dan mengucap salam, "Assalaamualaikum...."&lt;br /&gt;Fahrin dan Adnin (8 tahun, nomor 2), refleks langsung berlari ke luar kamar. Aku bermaksud menggendong dede Hibban juga untuk keluar kamar. Hmm, sudah sepekan gak jumpa, pengin menyambut suami pulang kerja lah ceritanya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tak dinyana, kaka Hurin, si sulungku (10 tahun), segera menjagai pintu kamar, aku dia larang keluar dari kamar, "Ibu gak boleh keluar kamar, ibu di kamar aja, gak boleh ketemu ayah dulu. Biar ibunya makin kangen sama ayah!"&lt;br /&gt;Lha? lha? Gimana ini ceritanya? Aku senyum2 geli sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menurut saja. Ada2 aja ni anak2. Segera kaka Hurin melongokkan kepalanya ke luar kamar dari balik pintu yang dia buka sedikit, memberi komando pada Adnin adiknya yang sudah berada di ruang tengah bersama ayah dan Fahrin, "Nin, jagain ayah yaa, jangan sampai kesini Nin. Gak boleh ketemu sama ibu dulu pokoknya... ! "&lt;br /&gt;Wealah, lha kok ini orang tua malah disandera anak2nya.. Piye to iki? Jail bener nih orang tua dikerjain. Hihihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak lama, dede Hibban rewel, sepertinya kehausan. Entah kenapa sejak aku datang tadi, dia tak mau minum ASI. Mungkin sudah ditinggal sepekan, jadi sudah lupa rasanya dan perlu adaptasi dulu. Aku bilang pada kaka, "Kak, ini adeknya rewel, kasihan, ibu mau bikin susu dulu untuk dede ke dapur doong"&lt;br /&gt;Si kaka cukup bijak ternyata, "Oke, ibu boleh ke dapur, tapi gak boleh lihatin ke ayah yaa.."&lt;br /&gt;Dia juga memberi komando pada adiknya, "Nin...jagain mata ayah, jangan sampai lihat ibu dulu!"&lt;br /&gt;Oalah, kirain sudah selesai penyanderaannya, ternyata masih keukueh dia :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan ke dapur diikuti kak Hurin yang sibuk menghalangi2 mataku agar tidak bisa melihat ke arah ayahnya. Sementara kak Adnin tampaknya sibuk menghalangi mata ayahnya dengan kedua tangan mungilnya agar tak bisa melihat ke arahku. Hihihi, ini gimana to maunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tetap menuruti sesuai skenario mereka sambil tertawa2 geli.Sambil menutupi mataku, kak Hurin bilang, "Pokoknya ayah sama ibu gak boleh saling lihat dulu, biar makin kangen, nanti jadinya makin romantis deh. Kalo udah romantis, tar ibu hamil lagi deh..."&lt;br /&gt;Gubrak!!! Huahahaha, kok bisa mikir sampai segitu sih? Baru juga mau kelas 6 SD? Aku nyengir2 sendiri jadinya sambil membuat susu di dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat kucuri2 pandang ke arah ayahnya. Ternyata si ayah iseng juga, ikut2an nmenghalang-halangi mata Adnin dengan tangannya yang jauh lebih besar. Jadilah mereka saling tutup-tutupan mata. Hihi. lucu banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, setelah dede Hibban muinum susu, 2 kaka itu seolah lupa dengan sandera mereka. Kembali mereka asyik di kamar dengan internetnya. Sementara Hibban dan Fahrin diambil si embak pengasuh ke ruang depan.&lt;br /&gt;Saatnya aku dan si ayah makan malam. Si ayah, seperti biasa kalau lama tak ketemu, memencet hidungku. Eh, lagi asyik ngobrol berdua tentang tugas di gorontalo selama sepekan kemarin, tiba-tiba kak Hurin nongol dari kamar dan berkata, "Tuuuh kaaaan, kalau aku tinggal berdua, jadi romants kan? Asyik kan?"&lt;br /&gt;Kami tertawa geli sambil beradu pandang. Iseng kutanya pada kaka, "Emang, romantis itu, gimana sih kak?&lt;br /&gt;Kaka tampak malu2 menjawab "Ya...gitulah pokoknya. Tapi aku tahu kok"&lt;br /&gt;Aduduuu, anak jaman sekarang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, seluruh penghuni rumah tidur hampir tengah malam, karena saling melepas kangen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamduliilah, si ayah termasuk suami yang sangat peduli dengan anak. Masih kuingat, saat kemarin aku telpon dia dari gorontalo, dan kubicarakan rencanaku untuk memberi bonus yang cukuo banyak kepada si embak karena sudah kutinggal sepekan, dengan jenaka si ayah bilang, "Ayahnya juga perlu dikasih bonus nih. Hari Sabtu sama Ahad, Fahrin 2 x 24 jam nempel ayah terus tuh. Ikuuuut aja ke berbagai acara ayah. Ke masjid, ke rapat2. Malam juga bobonya sama ayah"&lt;br /&gt;Kubalas dengan ngeledek, "Iya daaah, entar ada bonus khusus buat ayah. Bonus yang gak dapet dituker dengan uang pokoknya. Hihihi"&lt;br /&gt;Setelah itu, kami tertawa berderai-derai.&lt;br /&gt;Kangen sekali rasanya waktu itu, dengan anak2, juga dengan anak mertua, hehe.&lt;br /&gt;Hmm, gimana kalo berpisah berbulan-bulan ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulilah ya Allah, telah kau berikan anugerah padaku dengan keluarga yang penuh kehangatan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-3993408355766930862?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/3993408355766930862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=3993408355766930862' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3993408355766930862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3993408355766930862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/07/tragedi-penyanderaan-pasca-gorontalo.html' title='TRAGEDI PENYANDERAAN PASCA GORONTALO'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-4755216693652687508</id><published>2010-06-14T02:18:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T02:19:02.267-07:00</updated><title type='text'>PLEASE SAY I LUV U ...</title><content type='html'>Beberapa pekan yang lalu saya pasang status, dan tanggapan dari teman-teman cukup 'luar biasa'. Status tersebut berbunyi begini:&lt;br /&gt;Kenapa para suami kadang enggan untuk mengungkapkan cinta pada istri? Mau bilang I luv U' aja kikuk. Padahal, istri gak cuma butuh tindakan cinta, tapi juga kata-kata cinta. Pada dasarnya istri tetep suka di-gombalin .. (tar kalau gombalnya dah banyak bisa dijahit jadi baju, hihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... ini bukan curhat pribadi lho. Alhamdulillah, suami saya bukan tipe yang pelit untuk mengucapkan itu. Tapi juga gak diobral kayak jual kacang goreng, sehingga terkesan ucapan yang ‘murahan' saja.&lt;br /&gt;Yaah, cukuplah seminggu sekali, maybe (hihi kayak jadwal potong kuku saja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan yang datang dari teman2 atas status saya itu, memang cukup beragam. Umumnya datang dari para ibu. Ada yang pro, ada juga yang kontra.&lt;br /&gt;Tanggapan berikut datang dari para istri yang pro untuk digombali (weeek, gombal oh gomballll !). Tapi ternyata harapan tinggal harapan, karena suaminya termasuk tipe yang kikuk untuk bilang I luv u, hatta pada istri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kata suamiku, tidak harus dengan kata-kata, tapi lihat actionnya....Tapi (sebenarnya sih aku) tetap butuh gombalnya...he...he..&lt;br /&gt;      &gt;&gt; (duh, bu… pasrah amat yak? Padahal pengin kan?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Kata suamiku.... karena dia tak pandai merangkai kata. Hahahaha&lt;br /&gt;      &gt;&gt; (baru ngerti saya kalau kata-kata kayak bunga aja, mesti dirangkai-rangkai, qiqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Bojoku kalau ditanya, cinta ndak ama aku, malah mesam-mesem aja... Tandanya apa ya..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. Hmm, kadang harus dibilangin sih, bu. Misalnya..kalo lagi mellow bilang aja..."Bii, bilang i love you, dong". Entar dia juga bilang :D&lt;br /&gt;      &gt;&gt; Halah, jadi harus di-gong-in dulu ya biar bunyi? So para istri harus pintar-pintar bunyiin gong nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. Habis dah dapet segalanya dari kita, udah gak pake dirayu, dah tau apa maunya. Kadang dia juga dah capek kerja, jadi males..Ya mending kita aja para istri yg lebih aktif...menciptakan suasana yg nyaman, menyenangkn, mesra&lt;br /&gt;      &gt;&gt; Wedew, kok berasa habis manis sepah dibuang yak? Maunya sih, gak cuma istri terus yang menciptakan suasana, tapi berdua lah, bareng-bareng. I hope…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. Betuuul... Para istri juga ingin digombali suaminya&lt;br /&gt;      &gt;&gt; Yang ini ngarep dot com judulna, hihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga tanggapan yang kontra, yang merasa kalau cinta cukuplah dibuktikan dengan tindakan saja. Takutnya kalau suami pintar mengucapkan yang begitu2, entar yang diucapin begitu ternyata gak cuma dirinya seorang. Wuaaa, bisa nangis bombay dah ! : ( Dia bilang begini:&lt;br /&gt;Yang suka gombal...biasanya enteng juga ngegombal ke cewek laen...wuah...mending kayak suamiku wae..cintanya terasa lewat tindakan..wes dah cukup itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang posisinya terbalik. Sang suami romantis abis sampai dibela-belain bikin puisi untuk istrinya, eh si istri cuma nyengir2 saja dikasih puisi, karena bingung mau dijawab bagaimana, kadang malah njawabnya, “Ih, gombal ah!”. Dia berkomentar begini:&lt;br /&gt;He3..saya harus bersyukur suka dikasih "gombal"..Cuma bingung membalasnya..harus banyak belajar nih dari mbak mining cara kasih "gombal" balik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, termasuk tipe yang manakah Anda, dan suami anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau buat saya pribadi, memang yang utama adalah pembuktian cinta dengan tindakan. Percuma juga bilang I luv u 1000x sehari tapi kerjanya marah-marah melulu sama istri, ada kerjaan gak mau ikut bantu2, maunya semua terima beres..&lt;br /&gt;Hadoh.. kalo yang tipe kayak gini, masukin kotak aja deh, terus dipaketin, kembali ke alamat pengirim, hihihi (sadis amat yak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, saat saya berpikir lagi, kalau mau dianalogkan dengan iman, ada 3 hal di sana. Ada tasdiqun bil qalby, lalu iqrorun bil lisan , baru amalun bil arkan. Kalau cinta dianalogkan dengan proses iman tersebut, jadi yang paling ideal tentu mencakup 3 tahap. Hati yang mencintai, ucapan cinta yang tulus, diikuti tindakan2 yang membahagiakan pasangan karena cinta. Jadi, gak cuma sampai pada batas hati yang mencintai, tapi juga perlu ucapan cinta (kalau perlu sambil bawa seikat bunga atau es krim, kayak si itu tuuuh, hihihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, untuk pasangan yang sudah berjalan diatas 10 tahun, menyengaja ucapan I Luv U (atau yang senada dengan itu) menjadi sangat penting untuk mencharge cinta kita. Jangan cuma pas penganten baru aja berhamburan kata-kata cinta. Tapi giliran anak sudah bererot dan penampilan makin melorot (lho!), menguap pula kata-kata cinta pada istri. Hiks. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, bukankah ucapan (apapun) juga akan menimbulkan sugesti pada seseorang? Bagi yang mengucapkan, maupun yang mendapat ucapan. Kata-kata yang sering diucapkan, akan membekas secara tak sadar dalam jiwa, dan lambat laun melekat di sana. Inilah kekuatan kata-kata. Seorang anak yang setiap hari dibentak ibunya , "Dasar anak nakal' , tentu pada anak tersebut akan tumbuh konsep diri bahwa dia memang anak nakal. Di lain pihak, si ibu juga terpengaruh dengan ucapannya sendiri, dan merasa 'sulit' mendidik anaknya yang nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan kata cinta. Maka, tak heran ada seorang ustadz senior, yang setiap hari, sejak awal pernikahannya, selalu rutin mengucapkan pada istrinya, 'Aku cinta kamu'. Si istri yang awalnya tak terbiasa, tentu jengah. Tapi, lama-lama menikmati juga, dan bersyukur cinta menjadi tumbuh dan tumbuh dengan suburnya di antara mereka berdua. (Hmm.. bukankah stephen covey juga bilang, love is verb? )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, dari pihak istri, juga bukan hal yang tabu untuk berinisiatif lebih dulu mengucapkan hal yang sama. Tenang aja, gak bakalan dibilang agresif lah, orang sama suami sendiri. Normalnya, ya suami akan menyambut hangat, dan (semoga) ketularan mengucapkan kata-kata yang sama. Gak tahu ya, kalau suaminya ‘gak normal’ (heu heu, maaaf….)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, bertaburnya kata cinta….biar tampaknya cuma kumpulan gombal, tapi kalau diapresiasi dengan baik juga akan menjadi sesuatu yang berharga kok. Ga percaya? Tengoklah seprei atau taplak dari kain perca (alias kumpulan gombal). Harganya mahal, tampilannya unik dan eksotis. Memang butuh kreativitas tinggi dan kelatenan luar biasa untuk membuat gombal2 itu menjadi suatu benda yang berguna, plus indah dipandang. Tapi kalau sudah jadi, wow! So beautiful.. Harganya juga jauh lebih mahal dari seprei/taplak biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, kenapa ragu mengucapkan I luv U?&lt;br /&gt;Jadi, mari kita ber-gombal ria.. hihihi&lt;br /&gt;(Eits, tapi ini edision khususon dewasaon untuk pasutri yang syah ya. Yang masih lajangers, DILARANG KERAS, hihihi !!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&amp;&amp;&amp;&amp;-----&lt;br /&gt;this note dedicated for: yang di tag pertama :)&lt;br /&gt;jazakallahu khoiron mamas, telah setia membersamaiku&lt;br /&gt;dengan RUKUN CINTA yang paripurna :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-4755216693652687508?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/4755216693652687508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=4755216693652687508' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/4755216693652687508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/4755216693652687508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/06/please-say-i-luv-u.html' title='PLEASE SAY I LUV U ...'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-1712860007798161064</id><published>2010-06-14T02:17:00.001-07:00</published><updated>2010-07-02T00:27:14.973-07:00</updated><title type='text'>TENTANG PERTEMUAN DAN PERPISAHAN</title><content type='html'>Terbuat dari apakah&lt;br /&gt;hatimu yang mulia itu&lt;br /&gt;hingga tak ada setitik pun benci&lt;br /&gt;atas luka menganga&lt;br /&gt;yang ia torehkan tiap hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan seperti apakah&lt;br /&gt;yang telah menuntunmu&lt;br /&gt;hingga lebih satu dasawarsa&lt;br /&gt;kau mampu bertahan&lt;br /&gt;dalam neraka dunia&lt;br /&gt;yang ia ciptakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini&lt;br /&gt;saat semua derita itu&lt;br /&gt;makin tak tertanggungkan,&lt;br /&gt;Jika kata berpisah&lt;br /&gt;harus menjadi pilihan&lt;br /&gt;jangan gamang&lt;br /&gt;jangan takut&lt;br /&gt;asal telah kau serahkan&lt;br /&gt;pada Dia yang telah mempertemukan&lt;br /&gt;maka Dia pula yang akan memisahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang&lt;br /&gt;perpisahan adalah jalan terang&lt;br /&gt;yang menyelamatkan&lt;br /&gt;yang mencerahkan&lt;br /&gt;meski terasa sunyi&lt;br /&gt;dalam gigitan sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yakinlah&lt;br /&gt;kau tak sendiri&lt;br /&gt;banyak kawan&lt;br /&gt;juga handai taulan&lt;br /&gt;yang menyayangimu&lt;br /&gt;dan tak akan tinggal diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah, sayang&lt;br /&gt;peluk aku erat-erat&lt;br /&gt;menangislah di bahuku sepuasmu&lt;br /&gt;larungkanlah segala nyeri lukamu&lt;br /&gt;lalu genggam jemariku&lt;br /&gt;dan bersama kita tapaki jalan&lt;br /&gt;memandang lurus ke depan&lt;br /&gt;membuang luka perih yang menghitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin&lt;br /&gt;di balik kelembutanmu&lt;br /&gt;kau adalah srikandi&lt;br /&gt;kau adalah matahari&lt;br /&gt;kau kuat, kau kuat, sayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------&amp;&amp;&amp;------&lt;br /&gt;Pondok Cabe, 4 Mei 2010&lt;br /&gt;lewat tengah malam menjelang pagi&lt;br /&gt;usai kuterima telponmu yang menyayat hati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-1712860007798161064?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/1712860007798161064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=1712860007798161064' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1712860007798161064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1712860007798161064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/06/tentang-pertemuan-dan-perpisahan.html' title='TENTANG PERTEMUAN DAN PERPISAHAN'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-8278676006043173515</id><published>2010-06-14T02:16:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T02:17:07.738-07:00</updated><title type='text'>BAGAI UNTA YANG TAK DITAMBATKAN</title><content type='html'>Indah sekali mengenang masa itu.&lt;br /&gt;Saat matahari masih malu-malu menampakkan wajahnya, usai sholat subuh langsung kupaksa membawa badanku bergelayutan di bis Mayasari 57. Dari Rawamangun, mengejar jam 05.30 harus sudah sampai di Masjid Al-Hikmah Jl Bangka. Sepekan 3 kali, mengikuti LTQ. Perjalanan yang berulang, 3,5 tahun lamanya, 1993-1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, aku berdiri penuh sesak di dalam bis, dengan macam2 aroma keringat bercampur minyak wangi. Sambil tangan kanan berpegangan kursi agar badan tidak oleng, pikiran harus tetap konsentrasi dengan mulut komat-kamit mengulang-ulang hafalan yang akan disetorkan sebentar lagi. Sesekali terpaksa juga aku membuka contekan dari Quran saku di tangan kiri. Huff, tak boleh tak hapal! Ketemu ustadz sebentar lagi, jika hapalan tak lancar atau kurang dari 2 halaman, siap-siaplah disuruh balik kanan. Hiks .. (sudah jauh2 naik bis berdesakan dari rawamangun-mampang, masak suruh balik tanpa setor hapalan? No way!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain waktu, saat tiap hari kurasakan waktu pagi serasa berlari-lari, terpaksa kuubah jadwal LTQ. Memaksakan diri setor hafalan sore hari menjelang senja, sepulang kuliah dirosah yang juga sepekan 3 kali. Pyuhh, ini jauh lebih berrraaat. Terlalu banyak polusi yang meracuni hati dan menyedot energi. Pagi-pagi sudah harus kuliah di kampus rawamangun, tepat jam 11.30 berlari-lari mengejar bus kota mayasari 57 menuju jl bangka, buru-buru makan siang &amp; sholat dzuhur. Makan serasa gak dikunyah, langsung telan saja saking buru-burunya. Lalu langsung masuk kelas di ma’had sampai jam 16. Lalu buru-buru lagi sholat ashar dan setengah berlari menuju masjid. Sejenak mengatur nafas, dan siap-siap setoran hafalan di depan ustadz yang sudah menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang, ustad bertanya sebelum aku sempat membuka mulut menyetorkan hafalanku, “Mau berapa lembar?”&lt;br /&gt;Dengan malu2 kujawab, ”Cuma 1 halaman ustadz, afwan”&lt;br /&gt;Kata ustad lagi, “Kalau begitu, lancarkan lagi saja dulu. Buat setoran lusa ya, langsung 3 lembar!”&lt;br /&gt;Wuaaa, setoran hafalanku yang sudah di ujung mulut, terpaksa kutelan lagi. Huff, beginilah kalau pecah konsentrasi. Siapa suruh setoran sore2, saat energi sudah hampir habis dan pikiran sulit diajak kompromi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiks.. hiks, pulang selepas maghrib ke rawamangun dengan rasa nelangsa. Merasa sia-sia. Gontai aku melangkah. Esok lusa tak boleh begini lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, bagaimana caranya agar tak ditolak lagi hafalanku? Aha! Nemu ide. Kurayu teman sekamar di kos2an untuk sama2 mendaftar LTQ. Alhamdulillah, meski berbeda semester (karena dia baru mendaftar), lumayanlah jadi dapet sparing partner untuk muroja’ah bersama atau saling simak hafalan. Selepas subuh, atau menjelang tidur malam, adalah waktu-waktu istimewa di kamarku, untuk saling menyimak hafalan. Kadang saking terhanyutnya, malah jadi nangis berdua. Hik… hiks….(Rosalina, my roommate, dimana kau kini? Miss u so much.. my lil sister)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, cara apa lagi ya?&lt;br /&gt;Hmm, supaya badan tak terlalu capek, aku kadang memilih mengungsi ke kos2an teman2 yang ikut LTQ. Rumah kontrakan bersahaja dari grup IMADO, teman2 dari kampus ‘lama’, yang lalu berkumpul mengontrak bersama di Jln Bangka. Inilah rumah keduaku. Dengan lokasi dekat masjid Al-Hikmah dan hampir seluruh penghuni kost ikut LTQ, suasana sangat terkondisi untuk saling cek hapalan. Meski akhirnya aku harus rela pagi2 buta selepas subuh berkejaran dengan matahari untuk ke rawamangun lagi, kuliah dulu.Yah gakpapalah, dari pada sudah datang menghadap ustadz tapi cuma disuruh pulang :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad memang punya cara jitu, untuk 'memaksakan' berbagai kebaikan padaku. Untuk laporan tilawah harian, kadang sudah ditandatanganinya laporan akhir bulan dan ditulis di situ ‘khatam’ dalam bahasa arab. Tinggal aku yang terbirit-birit, mengejar supaya bisa khatam Quran tiap akhir bulan. Padahal kan kalau perempuan kepotong hari-hari ‘larangan’ juga, yang buatku cukup panjang masanya. Jadi, otomatis sehari harus tilawah lebih dari 1 juz kalau tak mau ditegur ustadz pas akhir bulan. Hmm, cerdik juga nih usdtadz :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz juga dengan baik hati rela merekamkan murottal Al-Mathrud 30 juz dalam 30 kaset, semata agar hafalanku bisa terbantu dengan banyak menyimak. Waktu itu , memang pilihan kaset-kaset murottal belum sebanyak sekarang. Kalau pun ada, harganya masih sangat mahal untuk ukuran kocek mahasiswa S1 seperti aku, yang harus hidup mandiri tanpa kiriman wesel dari ortu di tengah kerasnya hidup di ibukota. Jadi, lebih baik beli kaset kosong lalu direkam sendiri, akan jauh lebih murah jatuh harganya. Saking inginnya punya koleksi murottal Qur’an 30 juz, kalau pas ke toko buku Islam dan melihat paket murottal dalam tas besar, sambil ngiler aku iseng bergumam, “Nanti kalau ada ikhwah yg melamar aku, aku mau minta mahar paket kaset murottal ini saja," Hihihi :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz juga dengan baik hati sampai memberikan ancer-ancer toko tempat untuk membeli tape recorder saku yang murah di glodog, agar tape itu dapat kubawa kemana-mana untuk menyimak hafalan. Setelah kesampaian beli tape itu, memang terasa jauh lebih efektif untuk mengulang hafalan. Setidaknya jika pikiranku sudah letih dan mulutku sudah capek komat-kamit, maka gilirannya telingaku bekerja untuk menyimak ayat-ayat itu. Di mana saja... di dalam bis, sambil ngobrol degn teman2, tape itu bisa kusembunyikan di saku dan aku bisa menyambi menyimak Qur’an (sst, kadang juga kusetel pas kuliah, terutama kalau doseenya membuat aku ngantuk. Hihi, nakal ya?). Kadang juga kusetel sambil tiduran, sampai tanpa sadar tertidur pulas dengan ear phone masih menempel di telinga. Kalau sekarang, tentu lebih praktis lagi ya, ada MP4? Harusnya aku tetap bisa menyimak hafalan anytime dengan MP4-ku. Huh, dasar semangatnya aja ni yang sudah melempem, terlalu banyak godaan yang menyilaukan. Badan serasa robot dikejar2 kerjaan tiada henti. Astaghfirul-Lah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sedang ke LTQ, kadang, saat menunggu waktu setoran hafalan di masjid, aku iri melihat kelompok khusus anak-anak, dengan jilbab mungil mereka. Sambil menghafal, mereka tetap ceria. Kadang malah sambil main bekel dengan tangan kanan, dan tangan kiri memegang Quran saku. Sebagian anak itu juga main berkejar-kejaran dengan teman-temannya, namun tak lama kemudian duduk khusyu' mengulang hafalan. Kadang mereka menghafal sambil bercanda, sambil saling colak-colek, tetapi kulihat mulut mereka tetap komat-kamit mengulang hafalan.&lt;br /&gt;Duhai, apakah anak-anakku nanti dapat seperti mereka? Apakah aku sebagai ibunya dapat mengajarkan hafalan Quran dengan mudah pada anak-anakku? Hiks, mungkin aku sangat terlambat, baru setelah segede begini ikut LTQ. Saat otak sudah serasa berkarat. Hafal sekarang, besok lupa lagi. Menambah hafalan yang baru, hafalan yang lama berantakan lagi :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, serasa makin terseok-seok saja langkahku menjaga hafalanku. Aduh, ibu macam apa aku ini? Bagaimana aku berharap anak-anak dapat menjadi hafidz Quran jika ibunya saja tak memberikan contoh yang baik? Bagaimana jika saatnya kuminta mereka menghafal surat tertentu dan hafalanku sudah berantakan untuk surat yang itu, lalu mereka berkata, “Ah, ibu saja gak hapal. Masak aku harus hapal?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, Rabbi… ampuni aku. Dulu aku sangat bersemangat ikut LTQ, semata-mata membayangkan bahwa aku harus punya anak-anak yang menjadi penghapal Quran! Seperti anak2 bu Wiwik, kesepuluh anak yang menjadi para bintang Al-Quran itu. Mereka anak-anak yang kukenal cukup baik dan sangat membuatku terobsesi untuk kelak saat menikah dan memiliki anak nanti, aku bisa seperti keluarga yang penuh barokah itu (I miss u, bu wiwi, banyak sekali pelajaran yang kudapat darimu tentang kehidupan ini. Semoga rahmat Allah selalu menaungi keluargamu. Jazakillah khoiron atas banyak hal berharga yang kau ajarkan kepadaku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiks.. tapi, apa kenyataannya kini? Kok jadi berantakan begini hafalanku?&lt;br /&gt;Merenungi hafalanku kini, tak terasa, air mata ku pun titik :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh aku rindu&lt;br /&gt;menghafal dan mengulang-ulang ayatMu&lt;br /&gt;melingkar khusyu’ bersama teman-teman&lt;br /&gt;melewati malam-malam syahdu&lt;br /&gt;mendengung-dengung laksana lebah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh aku ingin&lt;br /&gt;bisa memaksakan diri seperti dulu&lt;br /&gt;mengulang hafalan tiap malam&lt;br /&gt;hingga kadang tanpa terasa&lt;br /&gt;mata telah terpejam&lt;br /&gt;dengan Qur’an saku dalam dekapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi&lt;br /&gt;sungguh ingin kueja alif-ba-ta Mu&lt;br /&gt;selancar dan seghirah dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi&lt;br /&gt;ampuni aku&lt;br /&gt;karna hafalanku kini&lt;br /&gt;beterbangan entah kemana&lt;br /&gt;tak utuh lagi&lt;br /&gt;tak jelas lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi&lt;br /&gt;berikan aku kekuatan&lt;br /&gt;mengumpulkan kembali&lt;br /&gt;remah-remah hafalanku&lt;br /&gt;yang berserakan&lt;br /&gt;Jangan biarkan hafalanku&lt;br /&gt;berlari kencang&lt;br /&gt;bagai unta yang tak ditambatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok Cabe, 6 Mei 2010&lt;br /&gt;*saat otak terasa bebal mengulang hafalan juz 28&lt;br /&gt;** Jazakallah pada ust abdul aziz al-hafidz, ust yusron, ust sunardi, utzh maimunah, ustzh amiroh, ust arifin, ...I miss all of you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATT:&lt;br /&gt;Tulisan yang sama juga ada di era muslim, oase iman, http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-bagai-unta-yang-tak-ditambatkan.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-8278676006043173515?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/8278676006043173515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=8278676006043173515' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8278676006043173515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8278676006043173515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/06/bagai-unta-yang-tak-ditambatkan.html' title='BAGAI UNTA YANG TAK DITAMBATKAN'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-2253051601156317387</id><published>2010-06-14T02:15:00.002-07:00</published><updated>2010-06-14T02:16:29.700-07:00</updated><title type='text'>DOA UNTUK ADINDA</title><content type='html'>Rabbi,&lt;br /&gt;Jika telah Kau perkenankan Ibrahim&lt;br /&gt;mengenal Esa-Mu di polytheisme jamannya,&lt;br /&gt;biarkan dia selalu dalam naungan ke-Esaan-Mu&lt;br /&gt;di majemuknya dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi,&lt;br /&gt;Jika telah Kau perkenankan Musa&lt;br /&gt;bercakap dengan-Mu di bukit suci&lt;br /&gt;biarkan dia selalu berbuka hati dan kata&lt;br /&gt;di tiap hitungan waktu-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi&lt;br /&gt;Jika telah Kau perkenankan Isa&lt;br /&gt;menghidupkan manusia di alam fana&lt;br /&gt;biarkan dia menghidupkan hati dan pikir&lt;br /&gt;orang-orang yang dicintainya&lt;br /&gt;di kesemuan jagat raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Kau perkenankan hamba memohon untuknya, Rabbi ..&lt;br /&gt;Awalilah tiap langkahnya dengan hidayah-Mu,&lt;br /&gt;Iringilah tiap geraknya dengan rahmat-Mu&lt;br /&gt;Akhirilah segala ucap dan sikapnya dengan keridhaan-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi&lt;br /&gt;mungkin bagi-Mu dia bukanlah siapa-siapa,&lt;br /&gt;namun, dia adalah saudara hamba&lt;br /&gt;yang sangat hamba sayangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi,&lt;br /&gt;ijinkanlah kami tetap bersaudara&lt;br /&gt;agar dapat saling membekali asa&lt;br /&gt;dan berbagi suka duka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi,&lt;br /&gt;kuatkanlah dia dengan ke-Mahaan-Mu&lt;br /&gt;dan hamba hanya memilih Engkau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba titipkan dia pada-Mu, duhai Rabbi ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------&amp;&amp;&amp;&amp;------&lt;br /&gt;Pondok Cabe, selepas subuh, 10 Mei 2010&lt;br /&gt;diadaptasi dari tulisan Ita Maulidha, my lili sister&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;this note dedicated for all my lil brother &amp; sister&lt;br /&gt;yang jauh di mata namun sangat dekat di hati,&lt;br /&gt;I miss all of u, so much...:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I luv all of you, coz Allah&lt;br /&gt;Maafkan, jika diri ini belum mampu&lt;br /&gt;jadi ‘kakak’ yang baik bagi kalian"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-2253051601156317387?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/2253051601156317387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=2253051601156317387' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2253051601156317387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2253051601156317387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/06/doa-untuk-adinda.html' title='DOA UNTUK ADINDA'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-6704427457284788026</id><published>2010-06-14T02:15:00.001-07:00</published><updated>2010-06-14T02:15:36.001-07:00</updated><title type='text'>FAHRIN, SI PEMBERANI</title><content type='html'>Hari ini, genap 3 tahun usiamu, naak.&lt;br /&gt;Bidadariku yang pemberani, si cantik nan perkasa :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kuingat saat mengandungnya 4 bulan.&lt;br /&gt;Kubawa ia berlari-lari di terowongan Mina untuk melontar jumrah.&lt;br /&gt;Kuajak ia berjalan cepat dari asrama menuju masjidil haram atau masjid nabawi.&lt;br /&gt;Kuajak ia meringkuk, menginap di tengah padang di dinginnya malam Muzdalifah, beralas tanah beratap langit. Benar2 dingin yang menggigit dalam kondisi kelaparan (karena peristiwa telantarnya konsumsi untuk jamaah haji Indonesia akibat miss managemen catering).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tanah haram, setiap detak waktu aku berdoa, semoga jabang bayi yang akan kulahirkan ini adalah seorang mujahid tangguh. Bahkan karom kami sudah mengusulkan nama ‘Akbar’ (karena waktu itu haji akbar) atau ‘Haramain’ (dua tanah harom). Beliau positive thinking bahwa bayi yang akan lahir ini laki-laki.&lt;br /&gt;Bahkan, saking berharapnya mempunyai bayi laki-laki, setiap melihat para jamaah Turki yang ganteng2 dan cantik2, dengan segera kuelus perutku, berharap bayiku nanti serupawan mereka :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai ibadah haji, sesampai di Jakarta, aku berinisiatif untuk USG. Dokter mengatakan, “Kayaknya perempuan bu”. Oh ya sudah, Alhamdulilah. Yang penting sehat-sehat saja dan tak kurang suatu apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, 3 tahun bersamanya, membersamainya tumbuh besar,&lt;br /&gt;membutuhkan energi extra dari pada saat mengasuh 2 kakak perempuannya, dulu.&lt;br /&gt;Dia tak pernah berjalan, tapi berlari.&lt;br /&gt;Dia akan langsung berdiri saat terbangun dari tidur, tanpa bermalas-malas&lt;br /&gt;Dia mengekspresikan rasa sayang dengan tenaganya yang kuat.&lt;br /&gt;Dia hampir tak pernah berhenti bergerak sepanjang hari.&lt;br /&gt;Dia mulai bicara dan berjalan lebih cepat dari pada kakak2nya.&lt;br /&gt;Dia tak pernah mau dibantu mengerjakan sesuatu, hampir dalam segala hal&lt;br /&gt;Dia hanya akan menangis sebentar saja meskipun terluka parah, bahkan sampai masuk got&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, Fahrin, gads kecilku yang pemberani.&lt;br /&gt;Tempaan fisik, meski hanya 40 hari di tanah suci, ternyata berpengaruh besar padamu.&lt;br /&gt;Kau tumbuh menjadi gadis kecil yang kuat, yang pemberani, yang tak pernah menyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kelak, dengan keberanian dan kelincahanmu yang luar biasa itu,&lt;br /&gt;Kau menjadi NUSAIBAH abad 21 ya naak,&lt;br /&gt;Menjadi perisai nabi, bergerak lincah ke kanan dan ke kiri saat perang&lt;br /&gt;Melindungi Nabi dari serangan anak panah…&lt;br /&gt;tak peduli dirinya sendiri bersimbah darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun yang ke 3, kaka Fahrin sayaaang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok Cabe, 13 Mei 2007-13 Mei 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-6704427457284788026?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/6704427457284788026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=6704427457284788026' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/6704427457284788026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/6704427457284788026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/06/fahrin-si-pemberani.html' title='FAHRIN, SI PEMBERANI'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-8308484055498977931</id><published>2010-06-14T02:13:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T02:14:03.063-07:00</updated><title type='text'>MERAJUT IKATAN YANG KOKOH, SIAPKAH?</title><content type='html'>Siang cukup terik. Laki-laki tampan itu, sebut saja Adi, termangu. Memandangi sepucuk foto seorang muslimah di tangannya. Empat hari yang lalu dia baru saja dipertemukan dengan muslimah yang ada di foto tersebut. Foto itu memang tak begitu jelas menggambarkan paras muka si muslimah, sebut saja Ifa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi , setelah bertemu dengan Ifa, mendadak hatinya diselimuti keraguan luar biasa. Kalau masalah perbedaan status sosial yang mencolok, antara keluarganya yang cukup terpandang dengan keluarga Ifa yang sangat bersahaja, dia tak mempermasalahkan. Tapi, yang menjadi sumber keraguannnya adalah karena paras Ifa sangatlah ‘biasa’ (kalau tidak mau dibilang ‘tidak cantik’). Sementara dia, perawakannya gagah, sangat tampan, bahkan beberapa anggota keluarganya ada yang menjadi aktor. Ditambah pula dia memiliki karir yang cukup menjanjikan. Hmm, sungguh modal yang sangat cukup untuk memikat hati siapa pun wanita yang diincarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah, Adi memilih jalan yang suci untuk mencari pasangan jiwanya, melalui perkenalan yang Islami. Mempercayakan pada guru ngajinya semata, tanpa pernah sekali pun bertemu dengan muslimah tersebut sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini ia menjadi ragu dengan langkahnya sendiri. Haruskah ia lanjutkan proses ini? Atau ditolak saja, karena rasanya ‘sangat tidak sepadan’? Apalagi si muslimah juga belum selesai kuliah. Huh, tentu lebih ribet lagi urusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu lima hari untuk mengambil keputusan, seperti yang diberikan oleh guru ngajinya, tinggal sisa satu hari lagi, hari ini. Ya, tinggal hari ini dia harus memikirkan kelanjutan dari proses perkenalannya dengan Ifa. Istikharahnya selama beberapa hari, nampaknya belum mampu membulatkan tekadnya. Masih saja ia gamang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun karena ini hari jumat, dan dia berkewajiban melaksanakan sholat jumat, sejenak dia mencoba melupakan pergulatan batinnya itu. Segera ia bersiap diri menuju ke masjid untuk sholat jumat. Khusyu’ dia mendengarkan khotbah yang disampaikan dengan runtut oleh khatib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada satu hadist yang dinukil sang khatib, “... Akan tetapi, nikahilah seorang wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shalehah meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama"&lt;br /&gt;Sang khatib melanjutkan: "Bukankah, jika seorang laki2 tertarik pada seorang wanita, maka apa-apa yang ada pada wanita itu, juga ada pada wanita lainnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang sebenarnya juga telah sering ia dengar itu, kali ini membuatnya tersentak, seperti tersetrum listrik!&lt;br /&gt;“Allahu, tampilan fisik bukanlah segalanya. Meskipun tak cantik, dari pertemuan kemarin aku tahu Ifa gadis yang 'iffah, sangat menjaga rasa malunya, seperti namanya. Kenapa aku mesti ragu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merasa sangat tercerahkan dengan hadist tersebut. Tanpa sadar, air matanya pun mengalir perlahan. Bukan air mata kesedihan, tapi air mata kebahagiaan. Inilah jawaban yang ia cari-cari selama beberapa hari ini. Dan kini dadanya terasa lapang, seolah sebongkah batu yang beberapa hari ini menindihnya telah terangkat. Sambil terisak dia tersenyum, karena dia tahu jawaban apa yang harus dia sampaikan pada guru ngajinya esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, setelah 15 tahun-an berlalu, kulihat dengan mataku sendiri, pasangan yang mulia itu selalu kelihatan rukun, penuh cinta, dan saling bahu-membahu dalam dakwah. Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringatlah aku ucapan Ibnu Qoyyim dalam bukunya 'taman orang-orang jatuh cinta &amp; memendam rindu':&lt;br /&gt;'Allah menjadikan penyebab kesenangan adalah keberadaan istri . Andaikata penyebab tumbuhnya cinta adalah rupa yang elok, tentunya (wanita) yang tidak memiliki keelokan tidak akan dianggap baik sama sekali. Kadangkala kita mendapatkan orang yang lebih memilih pasangan yang lebih buruk rupanya, padahal dia juga mengakui nilai keelokan (wanita) yang lain. Meski begitu, tidak ada kendala apa-apa dalam hatinya. Karena kecocokan akhlaq merupakan sesuatu yang paling disukai manusia, dengan begitu kita tahu bahwa inilah yang paling penting dari segalanya. Memang bisa saja cinta tumbuh karena sebab-sebab tertentu. Tetapi cinta itu akan cepat lenyap, dengan lenyapnya sebab'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, kalau bahasa ringkasnya mas fauzil, 'Kecantikan wajah terletak di nomor kesekian. Jauh lebih penting dari kecantikan wajah adalah kesejukan wajah Anda ketika suami memandang'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, jika kriteria fisik jadi patokan utama dalam memilih jodoh, apakah jadinya 20 atau 50 tahun setelah pernikahan mereka? Akan lenyapkah juga cinta yang dulu berbinar-binar, seiring kecantikan yang dimakan usia?&lt;br /&gt;Tak salah juga jika orang tertarik dengan keelokan wajah dan penampilan. Itu sangat manusiawi. Tapi kalau itu yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih pasangan, itu masalahnya. Selayaknya yang lebih utama tentu adalah keelokan hati, keelokan akhlaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat dengan ucapan teman, seorang bapak yang telah membina rumah tangga dengan penuh cinta selama 18 tahunan, "Lelaki yg pilih2 wanita, dia akan mendapatkan yang terbaik menurut versinya, lalu setelah menikah Allah akan membukakan aibnya. Sedang wanita pilihan Allah, itulah yang terbaik baginya, dan setelah menikah kebaikan dan keberkahannya akan tumbuh lebih banyak ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tak serta merta orang bisa ikhlas menerima seorang lain sebagai pasangan hidupnya. Namun, seseorang yang imannya terpagari dengan kuat, maka seleranya akan dituntun pula oleh iman pada Rabbnya. Dia tidak akan terlena memilih pasangan yang berpotensi mengajak dia ke 'neraka' meskipun wanita tersebut sangat elok rupawan. Sebaliknya, meskipun wajah/tampilan seorang wanita pas-pasan, tetapi memiliki inner beauty dan karakter yang kuat, maka nilai-nilai itu yang akan lebih bertahan dalam mengarungi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah letak pentingnya kekuatan ruhiyah, termasuk bagi mereka yang sedang ikhtiaruz zawaj . Jika ikhtiar ini dilakukan dalam posisi kering ruhiyah, maka percayalah pilihan akan jatuh dengan hanya mempertimbangkan selera yang 'dangkal'. Tetapi, jika terus dipagari dengan ruhiyah tinggi, maka percayalah Allah yang akan menjaga dan menuntun kita untuk mendapatkan pasangan yang paling baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tidak hanya berlaku untuk laki-laki, tetapi juga perempuan. Karena sebagaimana kata pak cahyadi dalam bukunya, 'Laki-laki berhak memilih, tapi juga jangan salahkan wanita, karena wanita berhak menolak'&lt;br /&gt;Wanita juga punya kecenderungan, punya selera, dan bisa saja pilihannya jatuh pada kriteria yang dangkal ketika ruhiyahnya tak terpagari dengan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, sudahkah persiapan ruhiyah ini dilakukan oleh para lajang pencari jodoh? Atau mereka lebih sibuk mempersiapkan yang artifisial semata seperti: rancangan acara walimah, kemana berbulan madu, pemenuhan berbagai kebutuhan rumah tangga, dan seterusnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat, ada seorang lelaki shalih, yang sebenarnya memendam perasaan terhadap muslimah teman sekampusnya, sebut saja Ani. Rasa itu bertahun-tahun terpendam rapat dalam hatinya, hanya adiknya seorang yang ia beri tahu. Suatu saat, tiba-tiba guru ngajinya memanggilnya, mengatakan bahwa ada seorang muslimah yang sudah siap menikah, dan al-akh tersebut ditawarkan untuk segera 'maju'. Dan..., muslimah tersebut ternyata adalah Ani!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-akh tersebut tersentak, seperti pucuk dicinta ulam tiba, tentu saja. Namun, pada saat yang sama, dia merasa ruhiyahnya sedang sangat drop, dengan berbagai masalah yang sedang melingkupi dirinya. Berat bagi dirinya untuk mengambil keputusan dalam kondisi ruhiyah kering kerontang seperti itu. Setelah mempertimbangkan beberapa hari melalui istikhoroh, dia menghadap guru ngajinya dan berkata, "Ustad, afwan saat ini saya belum siap, silahkan ikhwan yang lain saja"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, dia memenangkan keimanannya, dengan pengorbanan melepaskan cinta pada tambatan hatinya yang telah ia pendam bertahun-tahun. Dia sangat takut, andaikata dia maju dalam kondisi ruhiyah berantakan seperti itu, maka pernikahan yang terjadi akan jauh dari keberkahan. Dia percaya, akan datang penggantinya yang lebih baik pada saat yang tepat, pada saat dia merasa siap, terutama secara ruhy. Subhanallah, wal hamdulillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh indah Allah menggambarkan pernikahan sebagai al-miitsaq ghoolidzo, ikatan yang kokoh. Ikatan yang diharapkan tak akan tercederai selamanya. Maka, sungguh indah pula perumpamaan yang Allah gambarkan:&lt;br /&gt;Wanita yang (akhlaknya) buruk adalah untuk laki2 yang (akhlaknya) buruk, dan laki2 yang (akhlaknya) buruk untuk wanita yang (akhlaknya) buruk pula.&lt;br /&gt;Wanita yang baik2 untuk laki2 yang baik, dan laki2 yang baik2 untuk wanita yang baik2 pula. (An-Nur 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------&amp;&amp;&amp;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*based on the true story&lt;br /&gt;*curahan hati seorang mak comblang,&lt;br /&gt;yang mulai miris dengan fenomena aneh di sekeliingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ derasnya rinai hujan, 21 Mei 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ jazakallah khairan pada mas anto, yang telah bersedia memilihku,&lt;br /&gt;bukan karena keelokan wajah, karena aku memang tidak memililkinya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATT: Artikel ini juga dimuat di eramuslim, oase iman,&lt;br /&gt;http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-merajut-ikatan-yang-kokoh-siapkah.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-8308484055498977931?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/8308484055498977931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=8308484055498977931' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8308484055498977931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8308484055498977931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/06/merajut-ikatan-yang-kokoh-siapkah.html' title='MERAJUT IKATAN YANG KOKOH, SIAPKAH?'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-5758901488622352540</id><published>2010-06-14T02:11:00.002-07:00</published><updated>2010-06-14T02:12:21.783-07:00</updated><title type='text'>BAPAK, AKU RINDU</title><content type='html'>menelusuri gurat wajahmu&lt;br /&gt;di foto lusuh yang tetap kusimpan&lt;br /&gt;menganak sungai air mata rinduku&lt;br /&gt;meski mulai berkerut&lt;br /&gt;wajah tuamu tetap tegas&lt;br /&gt;memancarkan kewibawaan&lt;br /&gt;dan beratnya perjuangan&lt;br /&gt;seorang kepala keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menatap baju koko putihmu&lt;br /&gt;yang sering kau kenakan&lt;br /&gt;untuk berjamaah di masjid&lt;br /&gt;mengingatkanku akan kedisiplinanmu&lt;br /&gt;harus bangun saat subuh dan segera ke masjid&lt;br /&gt;harus sarapan sebelum sekolah&lt;br /&gt;harus ada di rumah sebelum maghrib ...&lt;br /&gt;nilai-nilai yang kini sungguh kusyukuri&lt;br /&gt;telah kau tanamkan tiada henti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memandangi tongkat kayu&lt;br /&gt;yang kini selalu menemanimu&lt;br /&gt;kemana pun pergi&lt;br /&gt;sejak musibah itu terjadi&lt;br /&gt;sesaat setelah aku mengambil keputusan&lt;br /&gt;yang sulit engkau pahami,&lt;br /&gt;membuat hatiku iri&lt;br /&gt;seharusnya aku bisa&lt;br /&gt;menggantikan tongkat itu&lt;br /&gt;menemanimu bercengkerama&lt;br /&gt;membuat masakan untukmu&lt;br /&gt;mengantarmu pergi ke mana engkau mau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak&lt;br /&gt;sungguh aku rindu .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* derai air mata diiringi lagu Yogyakarya (KLA Project)&lt;br /&gt;sore menjelang libur 3 hari yang tetap ’tersandera’&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-5758901488622352540?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/5758901488622352540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=5758901488622352540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5758901488622352540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5758901488622352540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/06/bapak-aku-rindu.html' title='BAPAK, AKU RINDU'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-2301743042407394630</id><published>2010-06-14T02:11:00.001-07:00</published><updated>2010-06-14T02:11:45.411-07:00</updated><title type='text'>GAZA TIDAK MEMBUTUHKANMU</title><content type='html'>Ini tulisan dari mbak Santi Soekanto,wartawati senior, istri mas Dzikrullah Wisnu Ramudya (wartawan juga) yang keduanya ikut dalam rombongan kapal Mavi Marvara. Tulisan ini dibuat hari Sabtu, 29 Mei 2010. Isinya sangat menggugah. Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAZA TIDAK MEMBUTUHKANMU !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlah alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cara untuk melewatkan waktu – banyak di antara kami yang membaca Al-Quran, berzikir atau membaca. Ada yang sibuk mengadakan halaqah. Beyza Akturk dari Turki mengadakan kelas kursus bahasa Arab untuk peserta Muslimah Turki. Senan Mohammed dari Kuwait mengundang seorang ahli hadist, Dr Usama Al-Kandari, untuk memberikan kelas Hadits Arbain an-Nawawiyah secara singkat dan berjanji bahwa para peserta akan mendapat sertifikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan sibuk sendiri, para aktivis – terutama veteran perjalanan-perjalanan ke Gaza sebelumnya – mondar-mandir; ada yang petantang-petenteng memasuki ruang media sambil menyatakan bahwa dia “tangan kanan” seorang politisi Inggris yang pernah menjadi motor salah satu konvoi ke Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Activism&lt;br /&gt;Ada begitu banyak activism, heroism…. Bahkan ada seorang peserta kafilah yang mengenakan T-Shirt yang di bagian dadanya bertuliskan “Heroes of Islam” alias “Para Pahlawan Islam.” Di sinilah terasa sungguh betapa pentingnya menjaga integritas niat agar selalu lurus karena Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;Yang wartawan sering merasa hebat dan *powerful* karena mendapat perlakuan khusus berupa akses komunikasi dengan dunia luar sementara para peserta lain tidak. Yang berposisi penting di negeri asal, misalnya anggota parlemen atau pengusaha, mungkin merasa diri penting karena sumbangan material yang besar terhadap Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dibiarkan riya’ akan menyelusup, na’udzubillahi min dzaalik, dan semua kerja keras ini bukan saja akan kehilangan makna bagaikan buih air laut yang terhempas ke pantai, tapi bahkan menjadi lebih hina karena menjadi sumber amarah Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengerem&lt;br /&gt;Dari waktu ke waktu, ketika kesibukan dan kegelisahan memikirkan pekejaan menyita kesempatan untuk duduk merenung dan tafakkur, sungguh perlu bagiku untuk mengerem dan mengingatkan diri sendiri. Apa yang kau lakukan Santi? Untuk apa kau lakukan ini Santi? Tidakkah seharusnya kau berlindung kepada Allah dari ketidak-ikhlasan dan riya’? Kau pernah berada dalam situasi ketika orang menganggapmu berharga, ucapanmu patut didengar, hanya karena posisimu di sebuah penerbitan? And where did that lead you? Had that situation led you to Allah, to Allah’s blessing and pleasure, or had all those times brought you Allah’s anger and displeasure?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, sungguh banyak orang yang jauh lebih layak dihargai oleh seisi dunia di sini. Mulai dari Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim sampai seorang Muslimah muda pendiam dan shalihah yang tidak banyak berbicara selain sibuk membantu agar kawan-kawannya mendapat sarapan, makan siang dan malam pada waktunya… Dari para ‘ulama terkemuka di atas kapal ini, sampai beberapa pria ikhlas yang tanpa banyak bicara sibuk membersihkan bekas puntung rokok sejumlah perokok ndableg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, di tempat ini juga ada orang-orang terkenal yang petantang-petenteng karena ketenaran mereka. Semua berteriak, “Untuk Gaza!” namun siapakah di antara mereka yang teriakannya memenangkan ridha Allah? Hanya Allah yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaza Tak Butuh Aku&lt;br /&gt;Dari waktu ke waktu, aku perlu memperingatkan diriku bahwa Al-Quds tidak membutuhkan aku. Gaza tidak membutuhkan aku. Palestina tidak membutuhkan aku.&lt;br /&gt;Masjidil Aqsha milik Allah dan hanya membutuhkan pertolongan Allah. Gaza hanya butuh Allah. Palestina hanya membutuhkan Allah. Bila Allah mau, sungguh mudah bagiNya untuk saat ini juga, detik ini juga, membebaskan Masjidil Aqsha. Membebaskan Gaza dan seluruh Palestina.&lt;br /&gt;Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak – betapa pun sedikitnya – menolong agamaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menolong membebaskan Al-Quds.&lt;br /&gt;Sungguh mudah menjeritkan slogan-slogan, Bir ruh, bid dam, nafdika ya Aqsha…Bir ruh bid dam, nafdika ya Gaza! Namun sungguh sulit memelihara kesamaan antara seruan lisan dengan seruan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Allah Mengingatkan&lt;br /&gt;Aku berusaha mengingatkan diriku selalu. Namun Allah selalu punya cara terbaik untuk mengingatkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekedarnya – karena tak mungkin mandi di tempat dengan air terbatas seperti ini, betapa pun gerah dan bau asemnya tubuhku. Begitu masuk ke salah satu bilik, ternyata toilet jongkok yang dioperasikan dengan sistem vacuum seperti di pesawat itu dalam keadaan mampheeeeet karena ada dua potongan kuning coklaaat…menyumbat lubangnya! Apa yang harus kulakukan? Masih ada satu bilik dengan toilet yang berfungsi, namun kalau kulakukan itu, alangkah tak bertanggung-jawabnya aku rasanya? Kalau akumengajarkan kepada anak-anak bahwa apa pun yang kita lakukan untuk membantu mereka yang fii sabilillah akan dihitung sebagai amal fii sabilillah, maka bukankah sekarang waktunya aku melaksanakan apa yang kuceramahkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah berapa kali kutekan tombol flush, tak berhasil. Kotoran itu ndableg bertahan di situ. Kukosongkan sebuah keranjang sampah dan kuisi dengan air sebanyak mungkin – sesuatu yang sebenarnya terlarang karena semua peserta kafilah sudah diperingatkan untuk menghemat air – lalu kusiramkan ke toilet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ndableg&lt;br /&gt;Kucoba lagi menyiram…&lt;br /&gt;Masih ndableg&lt;br /&gt;Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan tanganku sendiri…&lt;br /&gt;Kubungkus tanganku dengan tas plastik. Kupencet sekali lagi tombol flush.Sambil sedikit melengos dan menahan nafas, kudorong tangan kiriku ke lubang toilet…&lt;br /&gt;Blus! Si kotoran ndableg itu pun hilang disedot pipa entah kemana…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 10 menit kemudian kupakai untuk membersihkan diriku sebaik mungkin sebelum kembali ke ruang perempuan, namun tetap saja aku merasa tak bersih. Bukan di badan, mungkin, tapi di pikiranku, di jiwaku.&lt;br /&gt;Ada peringatan Allah di dalam kejadian tadi – agar aku berendah-hati, agar aku ingat bahwa sehebat dan sepenting apa pun tampaknya tugas dan pekerjaanku, bila kulakukan tanpa keikhlasan, maka tak ada artinya atau bahkan lebih hina daripada mendorong kotoran ndableg tadi.&lt;br /&gt;Allahumaj’alni minat tawwabiin…&lt;br /&gt;Allahumaj’alni minal mutatahirin…&lt;br /&gt;Allahumaj’alni min ibadikas-salihin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Mei 2010, 22:20&lt;br /&gt;Santi Soekanto&lt;br /&gt;Ibu rumah tangga dan wartawan yang ikut dalam kafilah Freedom Flotilla to Gaza Mei 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATT:&lt;br /&gt;Berikut ini nama-nama Mujahidin/mujahidah di kapal Mavi Marmara dari Indonesia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MER-C:&lt;br /&gt;1. Nur Fitri (koordinator)&lt;br /&gt;2. dr Arief Rachman&lt;br /&gt;3. Abdillah Onim&lt;br /&gt;4. Nur Ikhwan&lt;br /&gt;5. M Yasin (tvOne)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kispa:&lt;br /&gt;1. H Ferry Nur (ketua Kispa)&lt;br /&gt;2. Muhendri Muchtar (wakil ketua Kispa)&lt;br /&gt;3. Hardjito Warno&lt;br /&gt;4. Okvianto Baharudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Al Aqsha-Hidayatullah:&lt;br /&gt;1. Surya Fahrizal (jurnalis Hidayatullah)&lt;br /&gt;2. Santi Soekanto&lt;br /&gt;3. Dzikrullah Ramudya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahummanshur ikhwaan wa akhawatanaa mujahidiina Indonesia fi Ghaza...&lt;br /&gt;Semoga saudara2ku, Ust Muhendri yang kukenal sangat baik, Ust Fery Nur, mbak Santi, mas Wisnu, dll semuanya selamat dari kekejaman Israel. Rabbi, lindungilah mereka ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-2301743042407394630?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/2301743042407394630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=2301743042407394630' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2301743042407394630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2301743042407394630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/06/gaza-tidak-membutuhkanmu.html' title='GAZA TIDAK MEMBUTUHKANMU'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-3802833658632933980</id><published>2010-06-14T02:09:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T02:10:13.801-07:00</updated><title type='text'>SEKERAT DAGING</title><content type='html'>Yaa Basith..&lt;br /&gt;bagaimana Kau ciptakan sekerat daging itu&lt;br /&gt;hingga saat ia mengkerut&lt;br /&gt;mampu menyesakkan dada&lt;br /&gt;menyekat kerongkongan&lt;br /&gt;menggetarkan jemari&lt;br /&gt;melemaskan persendian&lt;br /&gt;lalu menumpahkan air mata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Ghofur ..&lt;br /&gt;bagaimana Kau ciptakan sekerat daging itu&lt;br /&gt;hingga saat ia menghitam&lt;br /&gt;mampu membuntukan pikiran&lt;br /&gt;menggelincirkan lidah&lt;br /&gt;lalu menyesatkan kaki dan tangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Muqollibal Quluub&lt;br /&gt;tsabbit qolbiy 'ala tho'atik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-3802833658632933980?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/3802833658632933980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=3802833658632933980' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3802833658632933980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3802833658632933980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/06/sekerat-daging.html' title='SEKERAT DAGING'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-162840833329078982</id><published>2010-06-14T02:06:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T02:07:48.357-07:00</updated><title type='text'>MENJELMA BURUNG</title><content type='html'>Tahun 1986, saat jilbab mulai tumbuh di sekolah2 namun mendapat larangan yang keras dari pemerintah, seorang seniman muda melakukan support untuk para jilbaber dengan menciptakan kumpulan puisi &amp; membacakannya di beberapa kesempatan. Kumpulan puisi itu dia beri judul LAUTAN JILBAB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, sang penyair, EMHA AINUN NADJIB, beserta grup Kyai Kanjeng-nya juga menciptakan teatrikalisasi puisi itu dan mementaskannya di Jogjakarta, tahun 1989, saat aku kelas 2 SMA. Pentas teatrikal puisi itu sangat berkesan bagiku, waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, buku kumpulan puisi Lautan Jilbab dan kaset puisinya-lah yang setia menemaniku, saat aku pun memutuskan berjilbab akhir tahun 1989 dan mendapat tantangan yang cukup besar dari pihak sekolah (SMA). Puisi2 dalam buku itu menjadi penyemangat luar biasa bagiku waktu itu, meskipun karena nyaliku yang kecil, setelah mendapat berbagai 'tekanan ' dari pihak sekolah, akhirnya pada akhir kelas 3 terpaksa bongkar pasang jilbab juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenakan jilbab dari rumah, menggantinya dengan baju biasa (kaos kaki panjang tanpa jilbab) di mushola sekolah, lalu mengenakan jibab kembali saat pulang sekolah. Jika bel jam istirahat pertama dan kedua tiba, maka aku lari menuju ke mushola sekolah, sambil sholat dhuha hanya mampu menangis mengadu padaNya tentang semua ketakberdayaanku. Astagfirul-Lah... faghfirlii, ya Rabbi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, salah satu puisi favoritku dalam buku Lautan Jilbab itu berjudul MENJELMA BURUNG. Puisi yang singkat, tapi sangat dalam maknanya. Simaklah, ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&amp;&amp;&amp;&amp;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;MENJELMA BURUNG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kata yang kau ucapkan&lt;br /&gt;menjelma seekor burung&lt;br /&gt;Seribu kata yang kau lontarkan&lt;br /&gt;menjelma seribu burung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seribu burung, beribu-ribu burung&lt;br /&gt;keluar dari rongga mulutmu&lt;br /&gt;terbang lepas ke langit tinggi&lt;br /&gt;tak bisa kau suruh kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka menari-nari di keabadian&lt;br /&gt;mereka berkicau tanpa bisa kau bungkam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beribu-ribu burung melayang di waktu&lt;br /&gt;mengitari nasibmu&lt;br /&gt;meminta pertangungjawabanmu&lt;br /&gt;menagih janjimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau tak kau penuhi mereka marah&lt;br /&gt;kalau kau ingkar mereka menjadi lapar&lt;br /&gt;mereka mematuk batok kepalamu&lt;br /&gt;mencabik-cabik tubuhmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi&lt;br /&gt;kejujuranmu akan memanggil mereka&lt;br /&gt;bergabung, berbaris, bersisihan&lt;br /&gt;menjadi permadani agung&lt;br /&gt;yang lebarnya seribu kali alam semesta&lt;br /&gt;yang betapa wangi dan indah warnanya&lt;br /&gt;bergerak memenuhi segala sorga kehendakmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@jazakallahu 4 mas Kharis,&lt;br /&gt;atas bimbingannya di awal2 hijrah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-162840833329078982?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/162840833329078982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=162840833329078982' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/162840833329078982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/162840833329078982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/06/menjelma-burung.html' title='MENJELMA BURUNG'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-4519120688907801920</id><published>2010-06-14T02:05:00.001-07:00</published><updated>2010-06-14T02:05:51.419-07:00</updated><title type='text'>MENCARI JODOH</title><content type='html'>Selepas mendirikan sholat magrib tadi, Hurin, bidadariku sulungku, yang baru berumur 10 tahun bertanya santai, "Bu, mau nanya nih. Gimana caranya aku ketemu dengan jodohku nanti ya?"&lt;br /&gt;Gubrak!!! Hah? Baru kelas 5 SD kok nanya jodoh sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang kenapa kak?" tanyaku balik dengan tampang mengernyit dahi&lt;br /&gt;"Enggak. Aku lagi mikir. Masak aku harus cari sendiri ya jodohku?"&lt;br /&gt;Langsung deh, aku senyum2, "Waa, ya enggak, Insya Allah nanti dicariin"&lt;br /&gt;"Yang nyariin siapa?" Kejarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya menimpali, "Sudah disediain kak, sebetulnya sama Allah"&lt;br /&gt;Wajah gadisku tampak makin bingung, "Maksudnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat ayahnya diam saja (hmm, biasa deh si ayah mah, cool abis, giliran harus explain lebih rinci, langsung ngelirik ke ibu, melimpahkan 'tugas', hihihi).&lt;br /&gt;Kujelaskan pelan-pelan, "Maksudnya, jodoh kita siapa itu orangnya, sudah ada ketentuan dari Allah. Tapi kita tetap harus berusaha mencarinya. Nah, nanti kalau sudah saatnya, ya ayah sama ibu yang akan mencarikan jodoh untuk kamu. Sama lah kayak selama ini mencarikan kamu sekolah mana yang baik, atau beli buku apa yang bagus untuk dibaca, kan ayah sama ibu yang bantu carikan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya di kepalanya masih penuh tanya "Iya, tapi caranya gimana? Apa langsung tiba-tiba: Hurin, ini jodoh kamu"&lt;br /&gt;Weits. gubrak bener dah !! Kok nanyanya dah soal teknis banget? Jangan2 bakat jadi mak combang kayak emaknya nih, hihihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya nggak langsung gitu lah kak. Nanti, kalau kakak usianya sudah layak untuk menikah, ayah sama ibu akan kenalkan ke siapaaa gitu, lelaki yang sholeh. Terus nanya juga pendapat kamu, cocok apa nggak. Kalau gak cocok, ya gak papa, Kita cari lagi, gitu kak"&lt;br /&gt;"O, kirain. Langsung disuruh nikah aku" komentar Hurin, kayaknya legaaa bangedd :d&lt;br /&gt;Hahaha, berasa dia tiap hari disuruh melulu kali ya sama emaknya?&lt;br /&gt;Kaak, cepetan sholat! Kak, jangan lupa belajar! Kak, sudah magrib, tivi-nya dimatiin! dst, dst...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenang sayaaang, untuk urusan jodohmu, yang akan mengambil perwalian dari ayahmu ke tangan lelaki sholeh itu sampai dengan seluruh sisa hidupmu, urusannya tentu tidak sesimpel 'perintah harian ' :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-4519120688907801920?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/4519120688907801920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=4519120688907801920' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/4519120688907801920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/4519120688907801920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/06/mencari-jodoh.html' title='MENCARI JODOH'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-2309948175129882911</id><published>2010-06-14T02:02:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T02:04:56.384-07:00</updated><title type='text'>MASA KECIL</title><content type='html'>aku ingin berlarian&lt;br /&gt;di taman bunga depan rumah&lt;br /&gt;memanjat pohon kamboja dan memungut bunganya&lt;br /&gt;atau memetik mawar putih yang wangi&lt;br /&gt;menyematkannya di rambutku&lt;br /&gt;lalu siap menari riang sambil tertawa&lt;br /&gt;… dan tak ada air mata di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin mandi di kali&lt;br /&gt;sambil temani ibu mencuci baju&lt;br /&gt;menghampiri segarnya pancuran alami&lt;br /&gt;membasahi tubuh dengan air murni&lt;br /&gt;kadang saling mencipratkan air&lt;br /&gt;sambil tergelak bersama&lt;br /&gt;… dan tak ada air mata di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin menyusuri pematang&lt;br /&gt;dengan kaki telanjang&lt;br /&gt;sambil menyanyi dan berjoget riang&lt;br /&gt;asyik bercanda saling injak &amp; dorong&lt;br /&gt;hingga kaki pun terperosok ke lumpur&lt;br /&gt;kadang pula berteriak ketakutan&lt;br /&gt;saat bertemu ular besar&lt;br /&gt;atau lari terbirit-birit&lt;br /&gt;saat mendengar suara pak tani menggelegar&lt;br /&gt;“hey anak-anak nakal, kalian merusak sawahku!”&lt;br /&gt;... tapi tak ada air mata di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin naik pegunungan itu&lt;br /&gt;bersama mas-mas dan sepupu&lt;br /&gt;berjalan dengan tongkat dahan kayu&lt;br /&gt;berlomba lari mendaki dengan nafas menderu&lt;br /&gt;melepas lelah dengan gula merah dan kelapa muda&lt;br /&gt;meneruskan perjalanan hingga ke puncaknya&lt;br /&gt;memandang lepas kotaku dari ketinggian&lt;br /&gt;menemukan kubah masjid agung&lt;br /&gt;tampak begitu kecil di pelupuk mata&lt;br /&gt;… dan tak ada air mata di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin bermain masak-masakan&lt;br /&gt;mengambil daun genjer dari sawah belakang&lt;br /&gt;memasaknya di tungku darurat dari batu&lt;br /&gt;lalu berlagak menjadi pemilik resto&lt;br /&gt;menempatkan sayur di pincuk daun&lt;br /&gt;entah apa rasanya&lt;br /&gt;kadang keasinan kadang kemanisan&lt;br /&gt;… tapi tak ada air mata di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin berjalan-jalan di hutan jati&lt;br /&gt;memungut daunnya yang jatuh meranggas&lt;br /&gt;meremas dan mengoleskannya di bibir&lt;br /&gt;bak gincu bermerk ternama&lt;br /&gt;mengenakan kain sampur di bahu&lt;br /&gt;dan aku siap menari gambyong&lt;br /&gt;diiringi suara musik dahan dan batu&lt;br /&gt;diakhiri sorak dan tepuk tangan&lt;br /&gt;… jelas tak ada air mata di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin menemani senja&lt;br /&gt;dengan bersiap mengenakan mukena&lt;br /&gt;bersama menyenandungkan tembang bocah&lt;br /&gt;'lir ilir lir ilir tandure wong sumilir&lt;br /&gt;tak ijo royo royo,tak sengguh penganten anyar...'&lt;br /&gt;dan saat adzan menggema serentak sholat magrib bersama&lt;br /&gt;lalu mengaji Turutan dan Al-Qur’an di musholla&lt;br /&gt;bersiap mendapat pukulan kecil&lt;br /&gt;dari tuding gading pak kyai&lt;br /&gt;saat terlalu asyik bersendau&lt;br /&gt;pulang beriringan selepas isya&lt;br /&gt;kadang berlari ketakutan di kegelapan&lt;br /&gt;saat mas-mas iseng bertutur cerita seram&lt;br /&gt;.. tapi tetap tak ada air mata di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu mengapa&lt;br /&gt;kini begitu sering ada air mata?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-2309948175129882911?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/2309948175129882911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=2309948175129882911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2309948175129882911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2309948175129882911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/06/masa-kecil.html' title='MASA KECIL'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-3967686006605068743</id><published>2010-06-14T01:59:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T02:02:15.619-07:00</updated><title type='text'>ADALAH IA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TBXv2oSmYpI/AAAAAAAAAHs/7iwTv1nYsq4/s1600/kubah+emas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TBXv2oSmYpI/AAAAAAAAAHs/7iwTv1nYsq4/s200/kubah+emas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482551843200852626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;adalah ia&lt;br /&gt;yang di taman belakang villa&lt;br /&gt;memetik mawar jingga&lt;br /&gt;menyematkannya di sudut jilbab unguku&lt;br /&gt;lalu mengajakku menari-nari&lt;br /&gt;bukan samba bukan pula chacha&lt;br /&gt;tapi tarian jiwa yang mencinta&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(*huhh, dan ternyata banyak pasang mata yang menangkapnya&lt;br /&gt;teman2 baik dari lantai atas villa&lt;br /&gt;"ada pemutaran film india," kata mereka :d)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah ia&lt;br /&gt;yang sontak terpana&lt;br /&gt;saat aku bersenandung ria&lt;br /&gt;lagu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;biru&lt;/span&gt;-nya vina panduwinata&lt;br /&gt;tersungging senyum di bibirnya&lt;br /&gt;dan berkata mesra&lt;br /&gt;“Subhanallah, tak kusangka&lt;br /&gt;suara Ajeng begitu merdu di telinga..”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(*Tahukah engkau, pujianmu itu&lt;br /&gt;membuatku ingin terus bernyanyi dan bernyanyi&lt;br /&gt;hanya untukmu?....hmmm)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah ia&lt;br /&gt;sang matahari setia&lt;br /&gt;yang selalu menemani&lt;br /&gt;saat bulan meredup cahayanya&lt;br /&gt;tanpa kata rayuan bak pujangga&lt;br /&gt;tapi senyumnya yang teduh&lt;br /&gt;dan rengkuhan di dada bidangnya&lt;br /&gt;mampu melarungkan lara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah ia&lt;br /&gt;sang matahari perasa&lt;br /&gt;yang tak tahan hatinya&lt;br /&gt;melihat bulan hampir gerhana&lt;br /&gt;segera terucap maaf dari lisannya&lt;br /&gt;sambil tangannya terulur&lt;br /&gt;bersama sebatang coklat&lt;br /&gt;atau se-cup es krim&lt;br /&gt;sebagai tanda perdamaian cinta&lt;br /&gt;dan bulan pun bersinar seperti sediakala&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(*ah, sungguh bulan ingin selalu&lt;br /&gt;membersamai sang matahari&lt;br /&gt;selamanya…)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah ia&lt;br /&gt;sang rajawali pahlawan keluarga&lt;br /&gt;yang rela tidur lewat tengah malam&lt;br /&gt;menemani anak-anak bercengkerama&lt;br /&gt;yang rela ‘diserbu’ sepulang bekerja&lt;br /&gt;begitu kaki menapak di pintu depan&lt;br /&gt;lalu semua bergelayut manja&lt;br /&gt;dua balita dalam gendongan&lt;br /&gt;di lengan kiri dan kanan&lt;br /&gt;tertawa berderai kegirangan&lt;br /&gt;diikuti dua kakak cantik di belakang&lt;br /&gt;yang mulai sibuk menggeratak tas kerja&lt;br /&gt;berharap menemukan sesuatu di sana&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(*hiks, rasanya aku tak sekuat itu mas,&lt;br /&gt;aku menyerah menggendong 1 anak&lt;br /&gt;dan itu pun tak bertahan lama)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah ia&lt;br /&gt;dengan segala ia-nya&lt;br /&gt;telah memenangkan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ special 4 my eagle&lt;br /&gt;* terinpirasi dari tour de Cholibah, Cipanas (khusus bait pertama), 1998 dan 2003&lt;br /&gt;terima kasih buat DIKC yang memperjalankan kami ke sana :d&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-3967686006605068743?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/3967686006605068743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=3967686006605068743' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3967686006605068743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3967686006605068743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/06/adalah-ia.html' title='ADALAH IA'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TBXv2oSmYpI/AAAAAAAAAHs/7iwTv1nYsq4/s72-c/kubah+emas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-1593009062063164063</id><published>2010-05-20T02:57:00.003-07:00</published><updated>2010-05-20T02:57:54.577-07:00</updated><title type='text'>TEGAR</title><content type='html'>Bunda&lt;br /&gt;janganlah menangis lagi&lt;br /&gt;karena butir-butir air mata itu&lt;br /&gt;sungguh mengharubirukan hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda&lt;br /&gt;ingin kuhapus air mata itu&lt;br /&gt;dengan segala daya yang kupunya&lt;br /&gt;dan membuat kau bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda&lt;br /&gt;maafkan bila ada kecewa&lt;br /&gt;aku tahu Bunda terluka&lt;br /&gt;dengan keputusanku dulu&lt;br /&gt;buah hati yang dibanggakan ini&lt;br /&gt;memilih jalan yang sulit dipahami&lt;br /&gt;maafkan nanda&lt;br /&gt;tak mampu persembahkan puncak prestasi&lt;br /&gt;dan mewujudkan impian itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, nanda yakin&lt;br /&gt;inilah jalan terbaik&lt;br /&gt;yang menyelamatkan diri dari kemilau dunia&lt;br /&gt;dan berikanlah nanda kesempatan&lt;br /&gt;tuk menebus kekecewaan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda&lt;br /&gt;janganlah menangis lagi&lt;br /&gt;dan bertanya tentang seseorang&lt;br /&gt;yang masih menjadi misteri&lt;br /&gt;kupahami kekhawatiran itu&lt;br /&gt;sebagai wujud rasa welas asihmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda&lt;br /&gt;andai kau tahu&lt;br /&gt;kekhawatiran yang sama&lt;br /&gt;kini mengacau hatiku&lt;br /&gt;membuatku terpuruk pada harapan semu&lt;br /&gt;dan hampir menyesali keputusanku dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda&lt;br /&gt;bantulah nanda&lt;br /&gt;menyusuri jalan ini dengan lapang dada&lt;br /&gt;menggenggam lagi ketegaran dan asa&lt;br /&gt;jangan biarkan nanda menyesal&lt;br /&gt;jangan biarkan ada rasa sia-sia&lt;br /&gt;jauh sudah nanda melangkah&lt;br /&gt;tak mungkin lagi surut ke belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda&lt;br /&gt;jangan menangis lagi&lt;br /&gt;anakmu ini sedang berjuang melawan diri&lt;br /&gt;tuk menggapai kebahagiaan sejati&lt;br /&gt;tersenyumlah Bunda&lt;br /&gt;dan kan kukecup tanganmu&lt;br /&gt;sebagai tanda baktiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------&amp;&amp;&amp;------&lt;br /&gt;re-write @pondok cabe, 9 April 2010&lt;br /&gt;kutulis puisi itu dalam sepi, 19 Juni 1997,&lt;br /&gt;saat berjibaku dengan skripsi S1&lt;br /&gt;mengenang keputusan hengkang dr kampus lama,&lt;br /&gt;dan harap2 cemas menanti datangnya 'seseorang'&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-1593009062063164063?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/1593009062063164063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=1593009062063164063' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1593009062063164063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1593009062063164063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/05/tegar.html' title='TEGAR'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-8089861853750273491</id><published>2010-05-20T02:55:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T02:56:32.982-07:00</updated><title type='text'>JALAN CINTA</title><content type='html'>Andai kau tahu&lt;br /&gt;betapa saat jauh darimu&lt;br /&gt;Kusadari aku membutuhkanmu&lt;br /&gt;mencintaimu&lt;br /&gt;Lebih dari yang kukira selama ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih,&lt;br /&gt;Aku mencintaimu&lt;br /&gt;dan makin mencintaimu&lt;br /&gt;dari waktu ke waktu&lt;br /&gt;sejak janji setia itu terucap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin&lt;br /&gt;ikrar setia itu&lt;br /&gt;dulu terucap&lt;br /&gt;belum terbingkai rasa cinta&lt;br /&gt;lebih karena&lt;br /&gt;rasa saling percaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dengan penuh keyakinan&lt;br /&gt;dan harapan yang indah&lt;br /&gt;Kita hiasi ikrar itu&lt;br /&gt;dengan perasaan cinta&lt;br /&gt;kata-kata cinta&lt;br /&gt;perbuatan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu tumbuh&lt;br /&gt;pelan tapi pasti&lt;br /&gt;kita sirami tiap hari&lt;br /&gt;kita rawat dengan teliti&lt;br /&gt;hingga aku tak tahu lagi&lt;br /&gt;seberapa besarkah&lt;br /&gt;cinta itu ada kini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah,&lt;br /&gt;Kau yang kuasa menciptakan&lt;br /&gt;dan membolak-balikkan hati&lt;br /&gt;Ternyata begitu indahnya&lt;br /&gt;cinta yang Kau ridhai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;retouch @pondok cabe, 15 April 2010&lt;br /&gt;Kenangan 40 hari tak berada di dekatmu&lt;br /&gt;saat beribadah haji (15 jan 2007)&lt;br /&gt;to: Ma2s&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-8089861853750273491?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/8089861853750273491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=8089861853750273491' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8089861853750273491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8089861853750273491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/05/jalan-cinta.html' title='JALAN CINTA'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-8728861421786918382</id><published>2010-05-20T02:54:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T02:55:28.089-07:00</updated><title type='text'>BELAJAR DARI PENSIL</title><content type='html'>Ini dari email, dengan retouch seperlunya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.&lt;br /&gt;"Nenek sedang menulis tentang pengalaman kita ya? Atau tentang aku?"&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,&lt;br /&gt;"Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu. Tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini. Yaitu pensil yang nenek pakai."&lt;br /&gt;"Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar si nenek lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban neneknya, si cucu kemudian melihat pensil itu sekilas, dan bertanya kembali kepada si nenek. Ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai, dia berkata, "Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini."&lt;br /&gt;"Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini. Nah, dengarkanah baik-baik cucuku..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas pertama, pensil akan mengingatkan dirimu saat kamu merasa bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, janganlah pernah lupa, kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan. Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, cucuku. Dalam hidup ini, kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu, memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu. Jangan terpaku pada tampilan fisik luar yang indah saja, tapi lihatlah kedalamannya, from within, karena di sanalah hakikat kemanusiaanmu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas kelima, sebuah pensil selalu meninggalkan goresan di kertas, atau di mana pun dia digunakan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar, apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini, akan meninggalkan kesan. Kesan yang diingat oleh banyak orang di sekitarmu. Oleh karena itu, selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan, karena tindakanmu, baik atau buruk, akan diingat oleh orang-orang di sekelilingmu.".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar nasehat neneknya yang bijak, si cucu memungut pensil itu, kali ini mengamatinya dengan seksama, sambil mengangguk-anggukan kepalanya.&lt;br /&gt;Benda sederhana ini, ternyata menyimpan filosofi yang sangat berharga bagi hidup manusia :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-8728861421786918382?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/8728861421786918382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=8728861421786918382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8728861421786918382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8728861421786918382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/05/belajar-dari-pensil.html' title='BELAJAR DARI PENSIL'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-7008077585998127248</id><published>2010-05-20T02:53:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T02:54:44.522-07:00</updated><title type='text'>SAAT HUJAN TIBA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S_UG2gTjjaI/AAAAAAAAAHA/AlfdlZmnuns/s1600/hujan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 85px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S_UG2gTjjaI/AAAAAAAAAHA/AlfdlZmnuns/s200/hujan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473288455593364898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;sore menjelang senja ini&lt;br /&gt;hujan turun dengan derasnya,&lt;br /&gt;tetesnya menyentuh kaca jendela&lt;br /&gt;menciptakan garis bening&lt;br /&gt;yang mengalir pelan&lt;br /&gt;ditingkahi suara musiknya&lt;br /&gt;yang tak tertandingkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;musiknya yang keras menghentak&lt;br /&gt;justru mengalun sendu di telingaku&lt;br /&gt;membasahi hatiku yang gerimis&lt;br /&gt;karna secercah luka yang mengiris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin aku seperti hujan&lt;br /&gt;membasahi bumi yang gersang&lt;br /&gt;memberi kebahagiaan pada petani&lt;br /&gt;menumbuhsuburkan padi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin aku seperti hujan&lt;br /&gt;cintanya senantiasa ingin memberi&lt;br /&gt;curahnya tak menghitung berapa&lt;br /&gt;karna ia tahu surga balasannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin aku seperti hujan&lt;br /&gt;yang tak marah saat dihujat orang&lt;br /&gt;penyebab becek dan banjir bandang&lt;br /&gt;tak hirau dengan cercaan&lt;br /&gt;karna ia hidup untuk keabadian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duhai hujan deras&lt;br /&gt;yang titisannya merembes di kaca jendelaku&lt;br /&gt;rengkuhlah aku dalam pelukmu&lt;br /&gt;ajarilah aku menemukan makna&lt;br /&gt;kehidupan dan perjuangan&lt;br /&gt;seperti yang telah kau lakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sore di Pondok Cabe, 21 April 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-7008077585998127248?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/7008077585998127248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=7008077585998127248' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7008077585998127248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7008077585998127248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/05/saat-hujan-tiba.html' title='SAAT HUJAN TIBA'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S_UG2gTjjaI/AAAAAAAAAHA/AlfdlZmnuns/s72-c/hujan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-7802342731570391589</id><published>2010-05-20T02:52:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T02:53:17.621-07:00</updated><title type='text'>DI BALIK KERUSUHAN PRIOK 2010 (JANNGAN ABAI JADI ISTRI)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S_UGfjsA9SI/AAAAAAAAAG4/GE7W7M0ZQFY/s1600/keluarga+zuba.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 141px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S_UGfjsA9SI/AAAAAAAAAG4/GE7W7M0ZQFY/s200/keluarga+zuba.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473288061364270370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi, dengan malu-malu aku bilang pada suami, tentang satu peristiwa yang telah membuatku geli beberapa pekan ini. Geli, karena betapa aku kadang terlalu cuek, dan abai dengan kondisi di sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuawali percakapan di pagi buta tadi dengan menggamit lengannya, dan sambil tersenyum aku berkata, "Mas.. mas.. Ajeng mau cerita. Tapi janji, jangan marah yaa.."&lt;br /&gt;Seperti biasa, mas Anto membalas dengan senyum, sambil memandang jenaka, "Iya, memang ada apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, mengalirlah ceritaku. Cerita tentang sesuatu di balik kerusuhan priok beberapa pekan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&amp;&amp;&amp;&amp;----&lt;br /&gt;Hmmm, aku ingat, sewaktu ada kasus priok itu, suamiku memang dalam kondisi kurang fit sejak sehari sebelumnya. Agak pusing dan badan meriang, tapi tetap dipaksakan pergi ke kantor juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan, beberapa hari, termasuk hari Rabu pada saat kerusuhan priok terjadi, aku disibukkan dengan workshop tentang tracer study di lantai 1. Koneksi internet di situ jelek. Jadi seharian itu aku tidak dapat membuka detik.com atau situs2 berita lainnya. Apalagi fesbukan, hihihi.&lt;br /&gt;Nonton berita di tivi apalagi, mana sempat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu-tahu, sore-sore saat mau pulang kantor, kok ada sms masuk, dari mas Anto, suamiku:&lt;br /&gt;"Jangan kuatir ya Jeng. Insya Allah mamas baik2 aja. Ini cuma agak macet"&lt;br /&gt;Aku, dasar gak nyambung, mengkaitkan sms itu dengan kondisi kurang enak badannya mas Anto sejak kemarin, sekaigus 'laporan' dari dia tentang kondisi jalan sehingga kemungkinan besar terlambat sampai rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hampir lupa dengan sms itu, kalau tidak malam harinya kusempatkan onlen, dan baru terhenyak kaget saat banyak berita tentang kerusuhan priok yang sampai menyerbu dan menjarah PT Pelindo di sana. Status teman2 di FB juga banyak yang menyinggung soal Priok. Astaghfirullah... PT Pelindo kan bersebelahan persis dengan gedung di mana mas ngantor sehari-harinya?&lt;br /&gt;"Ah untunglah malam ini dia sudah ada di rumah, dan sedang tertidur pulas" aku membatin dengan hati lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ingatanku seketika juga melayang ke sms dia sore tadi. Mencoba mengkaitkannya dengan kerusuhan di Priok. Dan.... hihihi,... hahahaha, aku jadi ngakak cukup panjang. Ngakak karena menertawakan diri sendiri, jadi istri kok ya gak paham amat dengan kondisi suami.&lt;br /&gt;Mungkin sore tadi, mas Anto membayangkan aku begitu khawatirnya karena ada kerusuhan di priok, karena tahu kantornya bersebelahan dengan PT Pelindo. Makanya dia segera kirim sms itu untuk menenangkan diriku.&lt;br /&gt;Hehehe, lha ini yang dikirimin sms malah tulalit, kuper ketinggalan info. Untung aja smsnya gak kubalas langsung,"Emang ada apa ya mas?"&lt;br /&gt;Waduh,cilaka deh kalo sampe begitu. Ketahuan aku cuek abis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&amp;&amp;&amp;&amp;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuakhiri ceritaku pagi itu dengan menggamit lengannya lagi, "Hihihi, afwan ya Maas, tulalit deh jadinya"&lt;br /&gt;Dia, dengan segera mengacak-acak rambutku, dan berkata (sambil tetap tersenyum),"Ajeeeeng.. Ajeng. Padahal Bapak aja langsung telpon lho dari kampung ke hape mamas, nanyain kabar mamas gimana"&lt;br /&gt;Aku jawab lagi dengan malu hati,"Iya, maaf deh, Tapi bener2 hari itu ajeng gak tahu kalau ada kasus priok. Bener deh. Gak sempat lihat2 tivi apa detik.com. Maaf yaa.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengangkat tasnya, dia beranjak berdiri untuk segera berangkat ke kantor,sambil berkata "Iyaa, gak apa-apa kok, gak ada yang salah"&lt;br /&gt;Aku segera meraih tangan kanannya, mencium takzim tangan kokoh itu sambil mengucapkan,"Jazakallah ya maas, ati-ati di jalan "&lt;br /&gt;Dan seperti biasa, dia membalas dengan cipika cipiki, lalu masuk ke mobil plat merahnya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, terima kasihku tak terhingga, telah kau kirimkan laki-laki penyabar ini untuk membimbingku dalam sisa hidupku. Tak dapat kubayangkan jika suamiku tipe temperamental, akan seperti apa jadinya :(. Hmm, bisa kurus kering merana kali...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-7802342731570391589?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/7802342731570391589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=7802342731570391589' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7802342731570391589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7802342731570391589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/05/di-balik-kerusuhan-priok-2010-janngan.html' title='DI BALIK KERUSUHAN PRIOK 2010 (JANNGAN ABAI JADI ISTRI)'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S_UGfjsA9SI/AAAAAAAAAG4/GE7W7M0ZQFY/s72-c/keluarga+zuba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-1158990987644293846</id><published>2010-05-20T02:51:00.001-07:00</published><updated>2010-05-20T02:51:44.912-07:00</updated><title type='text'>BERGAYA BAK PREMAN DENGAN ANTING SEBELAH</title><content type='html'>Semalam, aku dan suami menyempatkan menemani anak2 ke toko baju membeli seragam putih2 untuk tampil marawis. Lagi sibuk pilih-pilih baju, aku merasa ada yang aneh dengan telinga kananku, lalu kuraba. Innalillahi, antingku ternyata jatuh, gak jelas di mana jatuhnya. Ya sudahlah. Namanya juga di tempat umum begitu, susah cari-cari. Memang harus diikhlaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula, anting-anting yang jatuh itu, bukan pasangan dari anting-anting yang kupakai di telinga kiriku. Lho? Kok bisa? Anting-anting yang jatuh itu adalah anting2 bekas Adnin, gadis kecilku nomor 2, yang sudah tak mau dia kenakan lagi karena memang tinggal sebelah akibat hilang di kolam renang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya, lebih kurang 1,5 tahun yang lalu, anting di telinga kananku jatuh juga, dicari gak ketemu-ketemu. Mau ke toko untuk beli anting-anting yang baru, belum sempat. Akhirnya biar telingaku gak mampet, aku pakai saja anting-anting bekas milik Adnin itu. Nah, ternyata jadi keterusan nih, sampai tadi malam itu, pakai anting2 gak match (selen), 1 kecil 1 gede, modelnya juga beda jauuuh :D .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah aku iseng, pas ada mas Anto dia kuledek,"Nih, mas, anting2 Ajeng, cakep banget kan?”. Saat dia menyibak rambutku dan melihat anting2 yang gak nyambung itu, dia tersenyum, tampak malu hati, dan berkata, ”Wah, mamas belum pernah beliin Ajeng anting-anting ya? Itu yang peninggalan dari Ibu kan? Hayuk deh kalau mau beli”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ya rencana tinggal rencana.... Karena aku merasa itu bukan prioritas, sampai sekarang belum jadi beli juga. Dan ternyata anting2 gak nyambung itu bertahan sampai tadi malam, hehehe. Kalau saja tidak jatuh di pertokoan, mungkin masih bertahan kupakai juga hingaa entah kapan. Hihihi, dasarrrr. Yaah, begitulah nasibnya kalau terlanjur cuek dan gak modis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang anting-anting, aku jadi makin geli. Terasa benar nuansa 'fungsionalis'ku alias cuek beibeh. Ada cerita lucu, tentang anting-manting masa kecilku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini riwayat yang cukup bersejarah tentang anting-antingku tersayang :).&lt;br /&gt;Sejak balita, setelah sebelumnya aku dipakaikan anting benang, ibu membelikanku anting-anting bermodel panjang bermata merah, yang terus setia menempel di telingaku sampai aku dewasa :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini jauh berbeda dengan mbakku, yang sudah berkali-kali ganti anting-anting gara-gara salah satu antingnya hilang, entah jatuh atau terlepas. Nasibku juga kali, anting-antingku gak pernah ilang, jadi gak pernah diganti oleh ibu :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat pernah iri dengan mbak dan protes tentang ini waktu SD kelas 5 an, tapi hanya dijawab senyum oleh ibu. Setelah itu, aku gak pernah bahas tentang anting itu lagi, tetap saja kupakai. Bahkan sampai waktu aku kuliah, salah satu anting itu putus sedikit kaitannya sehingga terpaksa kuakali dengan memelintir anting tersebut supaya tidak mudah lepas. Jadi, bentuk anting antara kanan dan kiri berbeda, meskipun masih sama-sama ada mata merahnya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cuek saja dengan anting-anting imutku itu, sampai suatu saat menjelang wisuda S1 aku pulang kampung, dan anting-2ku yang aneh itu diamati ibu. Beliau kaget, karena aku masih memakai anting2 jaman balitaku, sudah gitu bentuknya pleyat-pleyot gak keruan karena kuplintir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu bertanya kenapa aku gak ganti anting-anting, padahal penghasilan ada. Kubilang aja, gak kepikiran (dasar tomboy nih, hihihi :) ). Entah karena merasa terharu atau gimana, dengan segera Ibu mengajakku ke toko emas tempat dulu beli anting2 balitaku itu, menukar tambah dengan anting2 dewasa yang modelnya gak ketinggalan jaman lagi. Model tersebut juga ibu yang pilih, karena aku malah bingung sendiri gak punya pilihan. Hebatnya, ibu juga masih menyimpan surat beli anting2 balitaku itu, dan waktu dijual ke toko emasnya, kulihat harganya bisa berlipat 20x lebih, padahal yang sebelah sudah putus, hehe3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mulai saat itu aku memakai anting baru yang dibelikan ibu, sampai dengan sekarang ini, saat sudah ada anak 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya, sekarang tinggal sebelah pula. Jadi sekarang geli sendiri juga, ngebayangin cuma pake anting sebelah doang. Hihihi, akhwat kok bergaya kayak preman. Parah amat kali yak?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-1158990987644293846?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/1158990987644293846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=1158990987644293846' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1158990987644293846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1158990987644293846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/05/bergaya-bak-preman-dengan-anting.html' title='BERGAYA BAK PREMAN DENGAN ANTING SEBELAH'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-322117361353481328</id><published>2010-05-20T02:50:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T02:51:06.972-07:00</updated><title type='text'>AKU RINDU</title><content type='html'>Pagi buta,&lt;br /&gt;saat kulantunkan ma'tsurat,&lt;br /&gt;berkelebat wajah-wajahmu,&lt;br /&gt;satu-persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutahu,&lt;br /&gt;di dua sisi pundakmu,&lt;br /&gt;berat masalah bergelayut,&lt;br /&gt;namun wajahmu&lt;br /&gt;tetap mengukir senyum,&lt;br /&gt;yang tulus menawan,&lt;br /&gt;yang tak tergantikan intan berlian,&lt;br /&gt;karna indahnya persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyummu itu,&lt;br /&gt;membuatku rindu,&lt;br /&gt;untuk terus &amp; terus,&lt;br /&gt;menghadirkan wajahmu&lt;br /&gt;dalam doaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyummu itu,&lt;br /&gt;menguatkan cintaku,&lt;br /&gt;akan sahabat yang merindu,&lt;br /&gt;... dan kurindu rindumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(pojok kelas kota tangerang, saat mengawasi mahasiswa ujian, 2 mei 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dedicated for:&lt;br /&gt;*'adikku' di slawi: laily fatma, &amp; di bintaro: amin subiyakto&lt;br /&gt;*adek2 SMA 92-95 yg penuh semangat (ikoh, ayuk, herni, asih, ahmad, uba, huda, amir, okii, uul, dll)&lt;br /&gt;*teman2 SMANSA 90: rina, nuning, suprih, nenny, lita, sukmo, bagus, hawim, barep, andry, dll&lt;br /&gt;*akhwat/ikhwah STAN 90 (nur, opy, uswah, ana, suryati, hana, sri, budi, leli rani, sulis, nur aini, bety, dll)&lt;br /&gt;*teman2 ikh/akhw AMMI rawamangun: mulila, anton, ita, lilis, dedeh, rais, lulu, dll&lt;br /&gt;* teman2 ma'had &amp; LTQ Al-Hikmah: widya, arofah, endah, melly, iin, dll&lt;br /&gt;*teman2 BIK: santi, nur, elli, bunda rahmi, bu hanifa, bu sri, dll&lt;br /&gt;*teman2 bocipay: laily yuli, dewi lies, anggi, yuni, ifat, wiji, phyta, falah, bu hamidah, etty, dll&lt;br /&gt;*teman2 matraman: upit, nita, mba lilik, bunda mus, babay, cevy, wati, dll&lt;br /&gt;*teman2 Salimah DKI: roro, cucun, yuyun, ari, yuli, melly, meilani, niken, dll&lt;br /&gt;* teman2 IKIP PA'92: sholiha, asih, fina, sumariyah, mumun, dll&lt;br /&gt;*teman2 pamulang: indah, yul, iik, sasmi, mugi, ambar, zil, nurmei, dian retna, hani, anni, melia, dll&lt;br /&gt;*adek2 baru di FB: ferino, fajri, afni, darsini, prihatin, fadjarbudi, dll , &amp; kaka2 baru di FB: teh dara, teh eva,cak chairul...dll&lt;br /&gt;mohon maaf jika ada yang belum disebutkan dan tak semua bisa ditag :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-322117361353481328?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/322117361353481328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=322117361353481328' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/322117361353481328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/322117361353481328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/05/aku-rindu.html' title='AKU RINDU'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-4573036150221928280</id><published>2010-05-20T02:47:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T02:50:17.817-07:00</updated><title type='text'>PLEASE SAY: I LUV U</title><content type='html'>Beberapa pekan yang lalu saya pasang status, dan tanggapan dari teman-teman cukup 'luar biasa'. Status tersebut berbunyi begini:&lt;br /&gt;Kenapa para suami kadang enggan untuk mengungkapkan cinta pada istri? Mau bilang I luv U' aja kikuk. Padahal, istri gak cuma butuh tindakan cinta, tapi juga kata-kata cinta. Pada dasarnya istri tetep suka di-gombalin .. (tar kalau gombalnya dah banyak bisa dijahit jadi baju, hihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... ini bukan curhat pribadi lho. Alhamdulillah, suami saya bukan tipe yang pelit untuk mengucapkan itu. Tapi juga gak diobral kayak jual kacang goreng, sehingga terkesan ucapan yang ‘murahan' saja.&lt;br /&gt;Yaah, cukuplah seminggu sekali, maybe (hihi kayak jadwal potong kuku saja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan yang datang dari teman2 atas status saya itu, memang cukup beragam. Umumnya datang dari para ibu. Ada yang pro, ada juga yang kontra.&lt;br /&gt;Tanggapan berikut datang dari para istri yang pro untuk digombali (weeek, gombal oh gomballll !). Tapi ternyata harapan tinggal harapan, karena suaminya termasuk tipe yang kikuk untuk bilang I luv u, hatta pada istri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kata suamiku, tidak harus dengan kata-kata, tapi lihat actionnya....Tapi (sebenarnya sih aku) tetap butuh gombalnya...he...he..&lt;br /&gt;      &gt;&gt; (duh, bu… pasrah amat yak? Padahal pengin kan?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Kata suamiku.... karena dia tak pandai merangkai kata. Hahahaha&lt;br /&gt;      &gt;&gt; (baru ngerti saya kalau kata-kata kayak bunga aja, mesti dirangkai-rangkai, qiqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Bojoku kalau ditanya, cinta ndak ama aku, malah mesam-mesem aja... Tandanya apa ya..??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. Hmm, kadang harus dibilangin sih, bu. Misalnya..kalo lagi mellow bilang aja..."Bii, bilang i love you, dong". Entar dia juga bilang :D&lt;br /&gt;      &gt;&gt; Halah, jadi harus di-gong-in dulu ya biar bunyi? So para istri harus pintar-pintar bunyiin gong nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. Habis dah dapet segalanya dari kita, udah gak pake dirayu, dah tau apa maunya. Kadang dia juga dah capek kerja, jadi males..Ya mending kita aja para istri yg lebih aktif...menciptakan suasana yg nyaman, menyenangkn, mesra&lt;br /&gt;      &gt;&gt; Wedew, kok berasa habis manis sepah dibuang yak? Maunya sih, gak cuma istri terus yang menciptakan suasana, tapi berdua lah, bareng-bareng. I hope…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. Betuuul... Para istri juga ingin digombali suaminya&lt;br /&gt;      &gt;&gt; Yang ini ngarep dot com judulna, hihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga tanggapan yang kontra, yang merasa kalau cinta cukuplah dibuktikan dengan tindakan saja. Takutnya kalau suami pintar mengucapkan yang begitu2, entar yang diucapin begitu ternyata gak cuma dirinya seorang. Wuaaa, bisa nangis bombay dah ! : ( Dia bilang begini:&lt;br /&gt;Yang suka gombal...biasanya enteng juga ngegombal ke cewek laen...wuah...mending kayak suamiku wae..cintanya terasa lewat tindakan..wes dah cukup itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang posisinya terbalik. Sang suami romantis abis sampai dibela-belain bikin puisi untuk istrinya, eh si istri cuma nyengir2 saja dikasih puisi, karena bingung mau dijawab bagaimana, kadang malah njawabnya, “Ih, gombal ah!”. Dia berkomentar begini:&lt;br /&gt;He3..saya harus bersyukur suka dikasih "gombal"..Cuma bingung membalasnya..harus banyak belajar nih dari mbak mining cara kasih "gombal" balik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, termasuk tipe yang manakah Anda, dan suami anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau buat saya pribadi, memang yang utama adalah pembuktian cinta dengan tindakan. Percuma juga bilang I luv u 1000x sehari tapi kerjanya marah-marah melulu sama istri, ada kerjaan gak mau ikut bantu2, maunya semua terima beres..&lt;br /&gt;Hadoh.. kalo yang tipe kayak gini, masukin kotak aja deh, terus dipaketin, kembali ke alamat pengirim, hihihi (sadis amat yak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, saat saya berpikir lagi, kalau mau dianalogkan dengan iman, ada 3 hal di sana. Ada tasdiqun bil qalby, lalu iqrorun bil lisan , baru amalun bil arkan. Kalau cinta dianalogkan dengan proses iman tersebut, jadi yang paling ideal tentu mencakup 3 tahap. Hati yang mencintai, ucapan cinta yang tulus, diikuti tindakan2 yang membahagiakan pasangan karena cinta. Jadi, gak cuma sampai pada batas hati yang mencintai, tapi juga perlu ucapan cinta (kalau perlu sambil bawa seikat bunga atau es krim, kayak si itu tuuuh, hihihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, untuk pasangan yang sudah berjalan diatas 10 tahun, menyengaja ucapan I Luv U (atau yang senada dengan itu) menjadi sangat penting untuk mencharge cinta kita. Jangan cuma pas penganten baru aja berhamburan kata-kata cinta. Tapi giliran anak sudah bererot dan penampilan makin melorot (lho!), menguap pula kata-kata cinta pada istri. Hiks. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, bukankah ucapan (apapun) juga akan menimbulkan sugesti pada seseorang? Bagi yang mengucapkan, maupun yang mendapat ucapan. Kata-kata yang sering diucapkan, akan membekas secara tak sadar dalam jiwa, dan lambat laun melekat di sana. Inilah kekuatan kata-kata. Seorang anak yang setiap hari dibentak ibunya , "Dasar anak nakal' , tentu pada anak tersebut akan tumbuh konsep diri bahwa dia memang anak nakal. Di lain pihak, si ibu juga terpengaruh dengan ucapannya sendiri, dan merasa 'sulit' mendidik anaknya yang nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan kata cinta. Maka, tak heran ada seorang ustadz senior, yang setiap hari, sejak awal pernikahannya, selalu rutin mengucapkan pada istrinya, 'Aku cinta kamu'. Si istri yang awalnya tak terbiasa, tentu jengah. Tapi, lama-lama menikmati juga, dan bersyukur cinta menjadi tumbuh dan tumbuh dengan suburnya di antara mereka berdua. (Hmm.. bukankah stephen covey juga bilang, love is verb? )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, dari pihak istri, juga bukan hal yang tabu untuk berinisiatif lebih dulu mengucapkan hal yang sama. Tenang aja, gak bakalan dibilang agresif lah, orang sama suami sendiri. Normalnya, ya suami akan menyambut hangat, dan (semoga) ketularan mengucapkan kata-kata yang sama. Gak tahu ya, kalau suaminya ‘gak normal’ (heu heu, maaaf….)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, bertaburnya kata cinta….biar tampaknya cuma kumpulan gombal, tapi kalau diapresiasi dengan baik juga akan menjadi sesuatu yang berharga kok. Ga percaya? Tengoklah seprei atau taplak dari kain perca (alias kumpulan gombal). Harganya mahal, tampilannya unik dan eksotis. Memang butuh kreativitas tinggi dan kelatenan luar biasa untuk membuat gombal2 itu menjadi suatu benda yang berguna, plus indah dipandang. Tapi kalau sudah jadi, wow! So beautiful.. Harganya juga jauh lebih mahal dari seprei/taplak biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, kenapa ragu mengucapkan I luv U?&lt;br /&gt;Jadi, mari kita ber-gombal ria.. hihihi&lt;br /&gt;(Eits, tapi ini edision khususon dewasaon untuk pasutri yang syah ya. Yang masih lajangers, DILARANG KERAS, hihihi !!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&amp;&amp;&amp;&amp;-----&lt;br /&gt;this note dedicated for: yang di tag pertama :)&lt;br /&gt;jazakallahu khoiron mamas, telah setia membersamaiku&lt;br /&gt;dengan RUKUN CINTA yang paripurna :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-4573036150221928280?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/4573036150221928280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=4573036150221928280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/4573036150221928280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/4573036150221928280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/05/please-say-i-luv-u.html' title='PLEASE SAY: I LUV U'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-7552667834152572347</id><published>2010-05-20T02:46:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T02:47:46.925-07:00</updated><title type='text'>TENTANG PERTEMUAN DAN PERPISAHAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S_UFMhkkmtI/AAAAAAAAAGw/3jr49uPKK2M/s1600/brokenheart.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 116px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S_UFMhkkmtI/AAAAAAAAAGw/3jr49uPKK2M/s200/brokenheart.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473286634867038930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terbuat dari apakah&lt;br /&gt;hatimu yang mulia itu&lt;br /&gt;hingga tak ada setitik pun benci&lt;br /&gt;atas luka menganga&lt;br /&gt;yang ia torehkan tiap hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan seperti apakah&lt;br /&gt;yang telah menuntunmu&lt;br /&gt;hingga lebih satu dasawarsa&lt;br /&gt;kau mampu bertahan&lt;br /&gt;dalam neraka dunia&lt;br /&gt;yang ia ciptakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini&lt;br /&gt;saat semua derita itu&lt;br /&gt;makin tak tertanggungkan,&lt;br /&gt;Jika kata berpisah&lt;br /&gt;harus menjadi pilihan&lt;br /&gt;jangan gamang&lt;br /&gt;jangan takut&lt;br /&gt;asal telah kau serahkan&lt;br /&gt;pada Dia yang telah mempertemukan&lt;br /&gt;maka Dia pula yang akan memisahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang&lt;br /&gt;perpisahan adalah jalan terang&lt;br /&gt;yang menyelamatkan&lt;br /&gt;yang mencerahkan&lt;br /&gt;meski terasa sunyi&lt;br /&gt;dalam gigitan sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yakinlah&lt;br /&gt;kau tak sendiri&lt;br /&gt;banyak kawan&lt;br /&gt;juga handai taulan&lt;br /&gt;yang menyayangimu&lt;br /&gt;dan tak akan tinggal diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah, sayang&lt;br /&gt;peluk aku erat-erat&lt;br /&gt;menangislah di bahuku sepuasmu&lt;br /&gt;larungkanlah segala nyeri lukamu&lt;br /&gt;lalu genggam jemariku&lt;br /&gt;dan bersama kita tapaki jalan&lt;br /&gt;memandang lurus ke depan&lt;br /&gt;membuang luka perih yang menghitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin&lt;br /&gt;di balik kelembutanmu&lt;br /&gt;kau adalah srikandi&lt;br /&gt;kau adalah matahari&lt;br /&gt;kau kuat, kau kuat, sayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------&amp;&amp;&amp;------&lt;br /&gt;Pondok Cabe, 4 Mei 2010&lt;br /&gt;lewat tengah malam menjelang pagi&lt;br /&gt;usai kuterima telponmu yang menyayat hati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-7552667834152572347?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/7552667834152572347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=7552667834152572347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7552667834152572347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7552667834152572347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/05/tentang-pertemuan-dan-perpisahan.html' title='TENTANG PERTEMUAN DAN PERPISAHAN'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S_UFMhkkmtI/AAAAAAAAAGw/3jr49uPKK2M/s72-c/brokenheart.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-8069991667530302917</id><published>2010-05-20T02:44:00.002-07:00</published><updated>2010-05-20T02:46:08.447-07:00</updated><title type='text'>BAGAI UNTA YANG TAK DITAMBATKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S_UE1cDV_aI/AAAAAAAAAGo/64mNpYksCBE/s1600/quran.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 114px; height: 116px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S_UE1cDV_aI/AAAAAAAAAGo/64mNpYksCBE/s200/quran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473286238248500642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Indah sekali mengenang masa itu.&lt;br /&gt;Saat matahari masih malu-malu menampakkan wajahnya, usai sholat subuh langsung kupaksa membawa badanku bergelayutan di bis Mayasari 57. Dari Rawamangun, mengejar jam 05.30 harus sudah sampai di Masjid Al-Hikmah Jl Bangka. Sepekan 3 kali, mengikuti LTQ. Perjalanan yang berulang, 3,5 tahun lamanya, 1993-1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, aku berdiri penuh sesak di dalam bis, dengan macam2 aroma keringat bercampur minyak wangi. Sambil tangan kanan berpegangan kursi agar badan tidak oleng, pikiran harus tetap konsentrasi dengan mulut komat-kamit mengulang-ulang hafalan yang akan disetorkan sebentar lagi. Sesekali terpaksa juga aku membuka contekan dari Quran saku di tangan kiri. Huff, tak boleh tak hapal! Ketemu ustadz sebentar lagi, jika hapalan tak lancar atau kurang dari 2 halaman, siap-siaplah disuruh balik kanan. Hiks .. (sudah jauh2 naik bis berdesakan dari rawamangun-mampang, masak suruh balik tanpa setor hapalan? No way!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain waktu, saat tiap hari kurasakan waktu pagi serasa berlari-lari, terpaksa kuubah jadwal LTQ. Memaksakan diri setor hafalan sore hari menjelang senja, sepulang kuliah dirosah yang juga sepekan 3 kali. Pyuhh, ini jauh lebih berrraaat. Terlalu banyak polusi yang meracuni hati dan menyedot energi. Pagi-pagi sudah harus kuliah di kampus rawamangun, tepat jam 11.30 berlari-lari mengejar bus kota mayasari 57 menuju jl bangka, buru-buru makan siang &amp; sholat dzuhur. Makan serasa gak dikunyah, langsung telan saja saking buru-burunya. Lalu langsung masuk kelas di ma’had sampai jam 16. Lalu buru-buru lagi sholat ashar dan setengah berlari menuju masjid. Sejenak mengatur nafas, dan siap-siap setoran hafalan di depan ustadz yang sudah menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang, ustad bertanya sebelum aku sempat membuka mulut menyetorkan hafalanku, “Mau berapa lembar?”&lt;br /&gt;Dengan malu2 kujawab, ”Cuma 1 halaman ustadz, afwan”&lt;br /&gt;Kata ustad lagi, “Kalau begitu, lancarkan lagi saja dulu. Buat setoran lusa ya, langsung 3 lembar!”&lt;br /&gt;Wuaaa, setoran hafalanku yang sudah di ujung mulut, terpaksa kutelan lagi. Huff, beginilah kalau pecah konsentrasi. Siapa suruh setoran sore2, saat energi sudah hampir habis dan pikiran sulit diajak kompromi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiks.. hiks, pulang selepas maghrib ke rawamangun dengan rasa nelangsa. Merasa sia-sia. Gontai aku melangkah. Esok lusa tak boleh begini lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, bagaimana caranya agar tak ditolak lagi hafalanku? Aha! Nemu ide. Kurayu teman sekamar di kos2an untuk sama2 mendaftar LTQ. Alhamdulillah, meski berbeda semester (karena dia baru mendaftar), lumayanlah jadi dapet sparing partner untuk muroja’ah bersama atau saling simak hafalan. Selepas subuh, atau menjelang tidur malam, adalah waktu-waktu istimewa di kamarku, untuk saling menyimak hafalan. Kadang saking terhanyutnya, malah jadi nangis berdua. Hik… hiks….(Rosalina, my roommate, dimana kau kini? Miss u so much.. my lil sister)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, cara apa lagi ya?&lt;br /&gt;Hmm, supaya badan tak terlalu capek, aku kadang memilih mengungsi ke kos2an teman2 yang ikut LTQ. Rumah kontrakan bersahaja dari grup IMADO, teman2 dari kampus ‘lama’, yang lalu berkumpul mengontrak bersama di Jln Bangka. Inilah rumah keduaku. Dengan lokasi dekat masjid Al-Hikmah dan hampir seluruh penghuni kost ikut LTQ, suasana sangat terkondisi untuk saling cek hapalan. Meski akhirnya aku harus rela pagi2 buta selepas subuh berkejaran dengan matahari untuk ke rawamangun lagi, kuliah dulu.Yah gakpapalah, dari pada sudah datang menghadap ustadz tapi cuma disuruh pulang :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad memang punya cara jitu, untuk 'memaksakan' berbagai kebaikan padaku. Untuk laporan tilawah harian, kadang sudah ditandatanganinya laporan akhir bulan dan ditulis di situ ‘khatam’ dalam bahasa arab. Tinggal aku yang terbirit-birit, mengejar supaya bisa khatam Quran tiap akhir bulan. Padahal kan kalau perempuan kepotong hari-hari ‘larangan’ juga, yang buatku cukup panjang masanya. Jadi, otomatis sehari harus tilawah lebih dari 1 juz kalau tak mau ditegur ustadz pas akhir bulan. Hmm, cerdik juga nih usdtadz :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz juga dengan baik hati rela merekamkan murottal Al-Mathrud 30 juz dalam 30 kaset, semata agar hafalanku bisa terbantu dengan banyak menyimak. Waktu itu , memang pilihan kaset-kaset murottal belum sebanyak sekarang. Kalau pun ada, harganya masih sangat mahal untuk ukuran kocek mahasiswa S1 seperti aku, yang harus hidup mandiri tanpa kiriman wesel dari ortu di tengah kerasnya hidup di ibukota. Jadi, lebih baik beli kaset kosong lalu direkam sendiri, akan jauh lebih murah jatuh harganya. Saking inginnya punya koleksi murottal Qur’an 30 juz, kalau pas ke toko buku Islam dan melihat paket murottal dalam tas besar, sambil ngiler aku iseng bergumam, “Nanti kalau ada ikhwah yg melamar aku, aku mau minta mahar paket kaset murottal ini saja," Hihihi :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz juga dengan baik hati sampai memberikan ancer-ancer toko tempat untuk membeli tape recorder saku yang murah di glodog, agar tape itu dapat kubawa kemana-mana untuk menyimak hafalan. Setelah kesampaian beli tape itu, memang terasa jauh lebih efektif untuk mengulang hafalan. Setidaknya jika pikiranku sudah letih dan mulutku sudah capek komat-kamit, maka gilirannya telingaku bekerja untuk menyimak ayat-ayat itu. Di mana saja... di dalam bis, sambil ngobrol degn teman2, tape itu bisa kusembunyikan di saku dan aku bisa menyambi menyimak Qur’an (sst, kadang juga kusetel pas kuliah, terutama kalau doseenya membuat aku ngantuk. Hihi, nakal ya?). Kadang juga kusetel sambil tiduran, sampai tanpa sadar tertidur pulas dengan ear phone masih menempel di telinga. Kalau sekarang, tentu lebih praktis lagi ya, ada MP4? Harusnya aku tetap bisa menyimak hafalan anytime dengan MP4-ku. Huh, dasar semangatnya aja ni yang sudah melempem, terlalu banyak godaan yang menyilaukan. Badan serasa robot dikejar2 kerjaan tiada henti. Astaghfirul-Lah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sedang ke LTQ, kadang, saat menunggu waktu setoran hafalan di masjid, aku iri melihat kelompok khusus anak-anak, dengan jilbab mungil mereka. Sambil menghafal, mereka tetap ceria. Kadang malah sambil main bekel dengan tangan kanan, dan tangan kiri memegang Quran saku. Sebagian anak itu juga main berkejar-kejaran dengan teman-temannya, namun tak lama kemudian duduk khusyu' mengulang hafalan. Kadang mereka menghafal sambil bercanda, sambil saling colak-colek, tetapi kulihat mulut mereka tetap komat-kamit mengulang hafalan.&lt;br /&gt;Duhai, apakah anak-anakku nanti dapat seperti mereka? Apakah aku sebagai ibunya dapat mengajarkan hafalan Quran dengan mudah pada anak-anakku? Hiks, mungkin aku sangat terlambat, baru setelah segede begini ikut LTQ. Saat otak sudah serasa berkarat. Hafal sekarang, besok lupa lagi. Menambah hafalan yang baru, hafalan yang lama berantakan lagi :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, serasa makin terseok-seok saja langkahku menjaga hafalanku. Aduh, ibu macam apa aku ini? Bagaimana aku berharap anak-anak dapat menjadi hafidz Quran jika ibunya saja tak memberikan contoh yang baik? Bagaimana jika saatnya kuminta mereka menghafal surat tertentu dan hafalanku sudah berantakan untuk surat yang itu, lalu mereka berkata, “Ah, ibu saja gak hapal. Masak aku harus hapal?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, Rabbi… ampuni aku. Dulu aku sangat bersemangat ikut LTQ, semata-mata membayangkan bahwa aku harus punya anak-anak yang menjadi penghapal Quran! Seperti anak2 bu Wiwik, kesepuluh anak yang menjadi para bintang Al-Quran itu. Mereka anak-anak yang kukenal cukup baik dan sangat membuatku terobsesi untuk kelak saat menikah dan memiliki anak nanti, aku bisa seperti keluarga yang penuh barokah itu (I miss u, bu wiwi, banyak sekali pelajaran yang kudapat darimu tentang kehidupan ini. Semoga rahmat Allah selalu menaungi keluargamu. Jazakillah khoiron atas banyak hal berharga yang kau ajarkan kepadaku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiks.. tapi, apa kenyataannya kini? Kok jadi berantakan begini hafalanku?&lt;br /&gt;Merenungi hafalanku kini, tak terasa, air mata ku pun titik :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh aku rindu&lt;br /&gt;menghafal dan mengulang-ulang ayatMu&lt;br /&gt;melingkar khusyu’ bersama teman-teman&lt;br /&gt;melewati malam-malam syahdu&lt;br /&gt;mendengung-dengung laksana lebah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh aku ingin&lt;br /&gt;bisa memaksakan diri seperti dulu&lt;br /&gt;mengulang hafalan tiap malam&lt;br /&gt;hingga kadang tanpa terasa&lt;br /&gt;mata telah terpejam&lt;br /&gt;dengan Qur’an saku dalam dekapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi&lt;br /&gt;sungguh ingin kueja alif-ba-ta Mu&lt;br /&gt;selancar dan seghirah dulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi&lt;br /&gt;ampuni aku&lt;br /&gt;karna hafalanku kini&lt;br /&gt;beterbangan entah kemana&lt;br /&gt;tak utuh lagi&lt;br /&gt;tak jelas lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi&lt;br /&gt;berikan aku kekuatan&lt;br /&gt;mengumpulkan kembali&lt;br /&gt;remah-remah hafalanku&lt;br /&gt;yang berserakan&lt;br /&gt;Jangan biarkan hafalanku&lt;br /&gt;berlari kencang&lt;br /&gt;bagai unta yang tak ditambatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok Cabe, 6 Mei 2010&lt;br /&gt;*saat otak terasa bebal mengulang hafalan juz 28&lt;br /&gt;** Jazakallah pada ust abdul aziz al-hafidz, ust yusron, ust sunardi, utzh maimunah, ustzh amiroh, ust arifin, ...I miss all of you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATT:&lt;br /&gt;Tulisan yang sama juga ada di era muslim, oase iman, http://www.eramuslim.com/oase-iman/mukti-amini-bagai-unta-yang-tak-ditambatkan.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-8069991667530302917?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/8069991667530302917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=8069991667530302917' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8069991667530302917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8069991667530302917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/05/bagai-unta-yang-tak-ditambatkan.html' title='BAGAI UNTA YANG TAK DITAMBATKAN'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S_UE1cDV_aI/AAAAAAAAAGo/64mNpYksCBE/s72-c/quran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-3606206069493933430</id><published>2010-05-20T02:44:00.001-07:00</published><updated>2010-05-20T02:44:36.023-07:00</updated><title type='text'>DOA UNTUK ADINDA</title><content type='html'>Rabbi,&lt;br /&gt;Jika telah Kau perkenankan Ibrahim&lt;br /&gt;mengenal Esa-Mu di polytheisme jamannya,&lt;br /&gt;biarkan dia selalu dalam naungan ke-Esaan-Mu&lt;br /&gt;di majemuknya dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi,&lt;br /&gt;Jika telah Kau perkenankan Musa&lt;br /&gt;bercakap dengan-Mu di bukit suci&lt;br /&gt;biarkan dia selalu berbuka hati dan kata&lt;br /&gt;di tiap hitungan waktu-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi&lt;br /&gt;Jika telah Kau perkenankan Isa&lt;br /&gt;menghidupkan manusia di alam fana&lt;br /&gt;biarkan dia menghidupkan hati dan pikir&lt;br /&gt;orang-orang yang dicintainya&lt;br /&gt;di kesemuan jagat raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Kau perkenankan hamba memohon untuknya, Rabbi ..&lt;br /&gt;Awalilah tiap langkahnya dengan hidayah-Mu,&lt;br /&gt;Iringilah tiap geraknya dengan rahmat-Mu&lt;br /&gt;Akhirilah segala ucap dan sikapnya dengan keridhaan-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi&lt;br /&gt;mungkin bagi-Mu dia bukanlah siapa-siapa,&lt;br /&gt;namun, dia adalah saudara hamba&lt;br /&gt;yang sangat hamba sayangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi,&lt;br /&gt;ijinkanlah kami tetap bersaudara&lt;br /&gt;agar dapat saling membekali asa&lt;br /&gt;dan berbagi suka duka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi,&lt;br /&gt;kuatkanlah dia dengan ke-Mahaan-Mu&lt;br /&gt;dan hamba hanya memilih Engkau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba titipkan dia pada-Mu, duhai Rabbi ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------&amp;&amp;&amp;&amp;------&lt;br /&gt;Pondok Cabe, selepas subuh, 10 Mei 2010&lt;br /&gt;diadaptasi dari tulisan Ita Maulidha, my lili sister&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;this note dedicated for all my lil brother &amp; sister&lt;br /&gt;yang jauh di mata namun sangat dekat di hati,&lt;br /&gt;I miss all of u, so much...:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I luv all of you, coz Allah&lt;br /&gt;Maafkan, jika diri ini belum mampu&lt;br /&gt;jadi ‘kakak’ yang baik bagi kalian"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-3606206069493933430?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/3606206069493933430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=3606206069493933430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3606206069493933430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3606206069493933430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/05/doa-untuk-adinda.html' title='DOA UNTUK ADINDA'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-527162992161774533</id><published>2010-05-20T02:41:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T02:43:43.353-07:00</updated><title type='text'>FAHRIN SI PEMBERANI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S_UEJ5qTKHI/AAAAAAAAAGg/IlOfngW8NZg/s1600/ayah+fahrin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S_UEJ5qTKHI/AAAAAAAAAGg/IlOfngW8NZg/s200/ayah+fahrin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473285490282276978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, genap 3 tahun usiamu, naak.&lt;br /&gt;Bidadariku yang pemberani, si cantik nan perkasa :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kuingat saat mengandungnya 4 bulan.&lt;br /&gt;Kubawa ia berlari-lari di terowongan Mina untuk melontar jumrah.&lt;br /&gt;Kuajak ia berjalan cepat dari asrama menuju masjidil haram atau masjid nabawi.&lt;br /&gt;Kuajak ia meringkuk, menginap di tengah padang di dinginnya malam Muzdalifah, beralas tanah beratap langit. Benar2 dingin yang menggigit dalam kondisi kelaparan (karena peristiwa telantarnya konsumsi untuk jamaah haji Indonesia akibat miss managemen catering).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tanah haram, setiap detak waktu aku berdoa, semoga jabang bayi yang akan kulahirkan ini adalah seorang mujahid tangguh. Bahkan karom kami sudah mengusulkan nama ‘Akbar’ (karena waktu itu haji akbar) atau ‘Haramain’ (dua tanah harom). Beliau positive thinking bahwa bayi yang akan lahir ini laki-laki.&lt;br /&gt;Bahkan, saking berharapnya mempunyai bayi laki-laki, setiap melihat para jamaah Turki yang ganteng2 dan cantik2, dengan segera kuelus perutku, berharap bayiku nanti serupawan mereka :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai ibadah haji, sesampai di Jakarta, aku berinisiatif untuk USG. Dokter mengatakan, “Kayaknya perempuan bu”. Oh ya sudah, Alhamdulilah. Yang penting sehat-sehat saja dan tak kurang suatu apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, 3 tahun bersamanya, membersamainya tumbuh besar,&lt;br /&gt;membutuhkan energi extra dari pada saat mengasuh 2 kakak perempuannya, dulu.&lt;br /&gt;Dia tak pernah berjalan, tapi berlari.&lt;br /&gt;Dia akan langsung berdiri saat terbangun dari tidur, tanpa bermalas-malas&lt;br /&gt;Dia mengekspresikan rasa sayang dengan tenaganya yang kuat.&lt;br /&gt;Dia hampir tak pernah berhenti bergerak sepanjang hari.&lt;br /&gt;Dia mulai bicara dan berjalan lebih cepat dari pada kakak2nya.&lt;br /&gt;Dia tak pernah mau dibantu mengerjakan sesuatu, hampir dalam segala hal&lt;br /&gt;Dia hanya akan menangis sebentar saja meskipun terluka parah, bahkan sampai masuk got&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, Fahrin, gads kecilku yang pemberani.&lt;br /&gt;Tempaan fisik, meski hanya 40 hari di tanah suci, ternyata berpengaruh besar padamu.&lt;br /&gt;Kau tumbuh menjadi gadis kecil yang kuat, yang pemberani, yang tak pernah menyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kelak, dengan keberanian dan kelincahanmu yang luar biasa itu,&lt;br /&gt;Kau menjadi NUSAIBAH abad 21 ya naak,&lt;br /&gt;Menjadi perisai nabi, bergerak lincah ke kanan dan ke kiri saat perang&lt;br /&gt;Melindungi Nabi dari serangan anak panah…&lt;br /&gt;tak peduli dirinya sendiri bersimbah darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun yang ke 3, kaka Fahrin sayaaang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok Cabe, 13 Mei 2007-13 Mei 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-527162992161774533?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/527162992161774533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=527162992161774533' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/527162992161774533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/527162992161774533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/05/fahrin-si-pemberani.html' title='FAHRIN SI PEMBERANI'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S_UEJ5qTKHI/AAAAAAAAAGg/IlOfngW8NZg/s72-c/ayah+fahrin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-4255308707011677936</id><published>2010-04-28T22:28:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T22:38:37.573-07:00</updated><title type='text'>PENTINGNYA ISTIKHOROH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S9kbPT4-_7I/AAAAAAAAAGY/fQ4QJ1NsPIU/s1600/ayah+ibu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 128px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S9kbPT4-_7I/AAAAAAAAAGY/fQ4QJ1NsPIU/s200/ayah+ibu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465429572642078642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, sepasang pasutri terlibat percakapan ringan di usia ke 10 pernikahan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu: "Mas, kenapa dulu akhirnya mantap memilihku jadi istri mas?"&lt;br /&gt;Ayah (menjawab dengan diplomatis): “Sama orang baik, masak ragu?”&lt;br /&gt;Ibu (jadi penasaran nih) : “Orang baik kan banyak, berarti gak mesti dengan aku dong?”&lt;br /&gt;Ayah (sambil senyum2 simpul) : ”Ya memang, sama orang lain, bisa juga...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubrak! Ibu langsung kaget, rada panas ati juga sedikit (hmm, mau cemburu sama siapa gak jelas):&lt;br /&gt;”Lho??? Jadi bukan karena hasil istikharah mas beberapa hari itu? Adduh, jadi aku merasa gak punya tempat khusus nih di hati mas. Hiks ... :( ”&lt;br /&gt;Ayah (sambil cengar-cengir):&lt;br /&gt;”Hehe. Itu kan prinsipnya. Waktu pilihan belum dijatuhkan, semua perempuan yang solehah Insya Allah baik dan bisa dipilih. Tapi di antara yang baik ini, mas berharap ada yang kebaikannya akan terus membawa taqdir baik, selamanya. Di situlah perlu istikharah. Kan ada juga, pernikahan 2 orang baik, tapi di tengah perjalanan mereka tertimpa masalah yang serius, contohnya si A, si B ...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ibu yang masih penasaran, ngeyel lagi: ”Loh, mereka kan pasti dulu istikharah juga mas?”&lt;br /&gt;Ayah dengan sabar menjawab panjang lebar:&lt;br /&gt;”Iya sih. Tapi ya begitulah menurut mas. Istikharah itu diperlukan agar di antara sekian banyak perempuan yang baik itu mas dipilihkan oleh Allah perempuan yang benar-benar membawa taqdir baik terus. Kan bisa saja, sudah istikharah petunjuknya ke A, tapi kecenderungan hati ke B, terus tetap memilih menikah dengan B, yang ternyata nanti berujung ke taqdir yang kurang baik, meski awalnya sama-sama baik.&lt;br /&gt;Nah, kalau pilihan sudah dijatuhkan, ya Insya Allah perempuan itu yang akan menempati tempat khusus di hati mamas. Jadi, jangan khawatir sayaaaang.....”&lt;br /&gt;(Ayah mengucapkan kalilmat terakhir sambil merengkuh si Ibu dalam pelukannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heu heu, Si Ibu jadi pengin malu.... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ibu terus inget juga sepenggal ayat di Surat Al-Baqarah: ...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagmimu. Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, saat menyadari bahwa hati manusia milik Allah, mengapa mesti ragu jika Sang Pencipta yang telah bersedia memilihkan pasangan untuk kita, akan memberikan ilham 'cinta' itu pula pada kita, meskipun saat itu kita mungkin merasa bukan dia yang kita sukai?&lt;br /&gt;Bukankah Dia pula yang akan menurunkan sedikit Rahman &amp; Rahim-Nya yang Maha, pada 2 insan yang dengan niat suci menuju mahligai pernikahan, dengan harapan meraih redhaNya? Dan dari rasa saling percaya antara 2 insan, akan tumbuh benih2 cinta pemberian sang Maha, terus .. dan terus tumbuh ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya..ya..ya, si Ibu kini manggut-manggut sambil tersenyum malu, menatap ayah yang juga tersenyum. Kali ini , ibu merasa senyum ayah maniiis sekali :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(@Pondok Cabe, Kenangan Indah November 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-4255308707011677936?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/4255308707011677936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=4255308707011677936' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/4255308707011677936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/4255308707011677936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/04/pentingnya-istikhoroh.html' title='PENTINGNYA ISTIKHOROH'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S9kbPT4-_7I/AAAAAAAAAGY/fQ4QJ1NsPIU/s72-c/ayah+ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-6619229607511995925</id><published>2010-04-12T18:05:00.001-07:00</published><updated>2010-04-12T18:05:37.391-07:00</updated><title type='text'>BALIGH &amp; TAKLIF</title><content type='html'>FRAGMEN 1 &lt;br /&gt;(HH, si sulung, saat berusia 7 tahun)&lt;br /&gt;HH : Ih, ibu kok gak sholat sih?&lt;br /&gt;Ibu : Ibu lagi haid kak, jadi gak boleh sholat&lt;br /&gt;HH : Haid itu gimana bu?&lt;br /&gt;Ibu : Keluar darah. Banyaak deh. jadi nanti ngotorin tempatnya kalau tetep sholat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, HH pulang dari main sambil menangis karena jatuh dan lututnya berdarah. Setelah tangisnya reda, dia bilang, "Ibuuu. berarti aku hari ini gak sholat ya? Kan tadi aku keluar darah banyak.."&lt;br /&gt;Ibu tersenyum sambil bingung2 speechless :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FRAGMEN 2&lt;br /&gt;(HH saat berusia 9 tahun)&lt;br /&gt;HH : Bu, kok ibu enak banget, kalau lagi haid jadi gak sholat. Aku juga mau doooong gak sholat&lt;br /&gt;Ibu : Lho, kalau lagi haid terus sholat juga, ibu malah berdosa kak&lt;br /&gt;Hh : Emang kenapa? &lt;br /&gt;Ibu : Itu sudah diatur dalam Qur'an, kalau orang haid tak boleh sholat&lt;br /&gt;HH : Terus, kalau pernah haid, tapi sholatnya masih bolong-bolong, gak boleh ya bu?&lt;br /&gt;Ibu : Iya, gak boleh lah. Kan dosanya sudah dicatat sama Allah&lt;br /&gt;HH : Kalau gitu, aku pengin mati sebelum haid saja ah bu, biar gak punya dosa...&lt;br /&gt;Gubrak!! Sampe kaget plus ngelus dada deh jadinya si ibu :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FRAGMEN 3&lt;br /&gt;Ibu : Nduk, kan udah pada gede, kalau pengin tidur, langsung tidur aja berdua. Kan gak sendirian tuh, dah ada kawannya. Ibu kan harus ngeloni dedek bayi&lt;br /&gt;HH : Kan ada ayah....&lt;br /&gt;Si adeknya menimpali, "Iya, kalau ibu repot. Ayah aja yang nemenin kita"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu : Lho.. kalau sudah mau jadi gadis2 cantik begini, gak pantes lah ditemani ayah. Ayah nanti biar nemenin dede Hibban&lt;br /&gt;HH : Tapi, ibu juga udah gede, kok ditemenin ayah? Ah, ibu curang! (sambil cembetut)&lt;br /&gt;Wedew! Kenna dah aku. Duuh, senjata makan tuan nih! Musti dijawab gimana nih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ting! dapet juga jawabannya!&lt;br /&gt;Ibu : Kan ayah sambil nemenin dede Hibban juga. Nanti kalau ibu pengin minum apa pipis, terus dede gak ada yang jaga, bisa jatuh dari tempat tidur. Tuh, kayak kemaren, gara2 dedek gak ada yang ngawasin, jatuh deh..."&lt;br /&gt;Alhamdulillah,untungya gak diprotes lagi. Legaaaa deh :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, seni jadi orang tua. Benerrrr2 dah :D&lt;br /&gt;gak boleh bohong, tapi juga harus pandai memilih kata&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-6619229607511995925?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/6619229607511995925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=6619229607511995925' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/6619229607511995925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/6619229607511995925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/04/baligh-taklif.html' title='BALIGH &amp; TAKLIF'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-5867508977990627420</id><published>2010-04-12T18:00:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T18:04:25.286-07:00</updated><title type='text'>BANGKITLAH, BADAI (GAYUS) PASTI KAN BERLALU...</title><content type='html'>Sebuah lagu pembangkit semangat rutin diperdengarkan tiap pagi sebagai opening tune di sebuah instansi pemerintah, tempat kerja suamiku. Saat lagu tersebut diputar, artinya waktu sudah menunjukkan pukul 07.30 tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi lirik lagu tersebut memang sangat cocok sebagai reminder bagi para abdi negara. Meskipun kadang orang mengaitkan lagu ini dengan partai tertentu, tapi sebenarnya lagu ini merupakan lagu yang penuh semangat dan tekad yang kuat untuk membenahi berbagai persoalan yang carut marut di negeri ini. Lagu ini dinyanyikan oleh grup nasyid 'Shoutul Harakah'. Ingin tahu bagaimana liriknya? Simaklah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatap tegaklah masa depan&lt;br /&gt;Tersenyumlah tuk kehidupan&lt;br /&gt;Dengan cinta dan sejuta asa&lt;br /&gt;Bersama membangun Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegang teguhlah kebenaran&lt;br /&gt;Buang jauh nafsu angkara&lt;br /&gt;Berkorban dengan jiwa dan raga&lt;br /&gt;Untuk tegaknya keadilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkitlah negeriku, harapan itu masih ada&lt;br /&gt;Berjuanglah bangsaku, jalan itu masih terbentang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkitlah negeriku harapan itu masih ada&lt;br /&gt;Berjuanglah bangsaku jalan itu masih terbentang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama matahari bersinar&lt;br /&gt;Selama kita terus berjuang&lt;br /&gt;Selama kita satu berpadu&lt;br /&gt;Jayalah negeriku jayalah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, meski siprit lagu tersebut penuh semangat dan harapan, bagi suamiku katanya ini malah lagu sedih. Lho kok bisa? Kenapa? Karena kalau lagu ini terdengar artinya 'pintu' untuk absen pagi sudah tertutup pas jam 07.30 teng (katanya sih absen disediakan sejak jam 06.00). Dan itu artinya, tunjangan kinerjanya dipotong, 1,25% setiap terlambat (atau pulang cepat). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling mengesalkan hati bagi suamiku, (katanya sih), jika ternyata terdengar lagu itu saat mobil suami sedang menuju pintu gerbang kantor. Duuh sedihnya, mendengar lagu itu sayup2 dari kejauhan, cuma terlambat 1-2 meniit saja, tapi sudah tidak bisa absen dan gondok ngebayangin tunjangan dipotong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana enggak gondok? Dari rumah kami yang jauuuh ini, dia harus berangkat pagi buta jam 05.15 demi mengejar supaya tidak terlambat absen. Eh, gak tahunya, kadang ada saja kejadian macet di jalan. Jadi kadang aku mikir rada nakal juga, "Sudahlah Mas, mendingan telat 1-2 jam sekalian dah kalo tahu gini, kan dipotongnya juga sama. Jadi bisa berangkat santai dari rumah, gak buru-buru..hHihihi.. (Eh, Astaghfirul-Lah, gak boleh mikir nakal ya? Hush.. hush)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana kalau pegawai tidak masuk kerja? Tunjangan akan dipoitong 5 % per hari. Jadi, kalau ada pegawai yang sebulan penuh gak masuk kerja, tunjangannya habis, jadi nol rupiah. So, meskipun renumerasi secara nominal cukup signifikan (dan bikin iri departemen2 lain), tetapi aturannya juga ribet. Evaluasinya juga ketat. Ada tim KI (Kepatuhan Internal) yang siap menciduk jika ada orang2 yang melanggar peraturan, misalnya berani menerima suap, baik barang atau uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, tapi gayus kok bisa lolos ya? Wah gak tahulah, sudah permainan tingkat tinggi kalau itu, penuh pesan politik yang nggak bisa dikitik-kitik (hihi emangnya pinggang?). Aku mah mikir yang lurus2 saja lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku, renumerasi memang perlu, dan untuk orang2 tertentu kadang memang itu dibutuhkan agar dia tidak 'macam2'. Tetapi sesungguhnya, kontrol yang utama tetap pada kepribadian (baca 'iman') masing-masing. Meskipun tidak ada renumerasi, orang yang beriman akan tetap dengan teguh memegang kebenaran, apapun resikonya. Ukurannya bukan lagi silau dengan materi atau takut pada atasan, tetapi ketakutan pada Allah. Bahwa segala hal yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan kelak di depanNya, dan ada pembalasan dari yang Maha Adil, setimpal dengan perbuatan masing-masing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kisah dari sahabat baik saya ini, salah seorang istri dari pegawai pajak. Meskipun sekarang si bapak pegawai pajak ini sudah resign, namun keteguhan mereka berdua patut diteladani dan menjadi inspirasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho kok mereka berdua, kan yang orang pajak suaminya?&lt;br /&gt;Betul, yang pegawai pajak suaminya. Tetapi, dalam banyak kasus, seorang pegawai tidak tahan untuk tidak koruspi justru karena rengekan dari isteri tercintanya. Manalah suami tega (atau sudah pengeng telinganya direngekin terus yak? hihihi). Jadi, kalau istrinya tidak kuat2 iman, sangat bahaya, bisa menjerumuskan suami sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, dengan kekuatan iman seorang istri, seorang suami yang mungkin mendapatkan banyak tekanan di kantornya karena sikap teguhnya, akan tetap semangat. Bayangkan, apa yang ada dalam benak seorang suami ketika berangkat kerja sang istri mengantarnya sambil berpesan: “Kami mampu bersabar menahan lapar, tapi kami sungguh tak mampu menahan panas api neraka!”. Masihkah suami tadi tega mengkhianati isrinya dengan bersikap macam-macam?. Pastilah pesan istrinya terngiang-ngiang ditelinganya sejak berangkat kantor hingga kembali ke rumah “Jangan bawa pulang uang haram, kami tak mau masuk neraka!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, sekarang, simaklah kisah sahabatku ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------&amp;&amp;&amp;-------&lt;br /&gt;(dari catatan Siti Chamidah Cholil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sepenggal pengalaman hidupku...saat menikah dengan suami yang dulu pernah menjadi pegawai pajak.&lt;br /&gt;Ujian demi ujian sebagai keluarga PNS bergaji pas-pasan, bukan sesuatu yg asing buatku. Namun, ujian paling 'dahsyat' adalah...rayuan para Wajib Pajak (WP) yang 'nakal', yang selalu mengikuti liku2 hidup kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISAH 1&lt;br /&gt;Saat kehamilan anak pertama, hingga menjelang kelahirannya, tak henti telpon berdering dari para WP yang berusaha menawarkan 'servis' paling VIP bagi proses kelahiran anak kami.&lt;br /&gt;Sungguh! Kalau bukan karena kasih sayang Allah yg menyelamatkan iman kami, padahal...saat itu tabungan kami hanya cukup untuk melahirkan di seorang Bidan tua, yang sudah menganggap kami sebagai anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISAH 2&lt;br /&gt;Saat Hari Raya Idul Fitri....satu persatu parcel memenuhi sepetak mungil rumah kontrakan kami. Isinya kami bagi2kan kepada fakir miskin, dan 'amlop tebal'yg menjadi 'parcel utama' kami kembalikan via kantor kembali. Entah....apakah kembali kepada pengirimnya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISAH 3&lt;br /&gt;Hampir setiap hari, di meja kantor suami, ada saja 'amlop sakti' yg tergeletak seperti tak berarti....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISAH 4&lt;br /&gt;Dan 'rayuan terdahsyat' adalah....bila tim suamiku tengah menyidik WP dan ada 'temuan' (maksudnya indikasi pelanggaran), maka papan nama dan alamat rumah, segera kami copot, menghindari tamu tak diundang yg ingin menggantikan peran 'malaikat penebar rizqi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh....ini fakta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku....ini wasiat....jangan anak dan cucuku nanti....diberi makan dan sebagainya...dari hasil negosiasi dg para WP...Bapak TIDAK RELA....dunia akhirat...."&lt;br /&gt;Itulah pesan almarhum Ayahku tercinta, sebelum kami menikah, dan sebelum wafat, sesudah pernikahan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AlhamduliLlah, suamiku tetap bisa istiqomah, tidak tergelincir dengan godaan. Hingga suatu saat, akhirnya suamiku di tempatkan bersama tim, yang tugasnya adalah memeriksa WP yang sudah 'mati' perusahaannya atau bangkrut bahkan wujud kantornya saja sudah tidak ada lagi. Alhamdulillah, beban kami berkurang, meski orang menyindir, "Mau mau nya....di tempatkan di daerah 'kering'..."&lt;br /&gt;Sekali lagi, AlhamduliLlah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski saat ini suamiku sudah bukan sebagai pegawai pajak lag, tapi aku tahu dan yakin, masih ada pegawai pajak yg 'bersih' tapi 'disingkirkan'....&lt;br /&gt;Di tangan mereka, uang negara dan rakyat masih tertolong, meski cacian, cemooh dari orang 'dalam', 'rayuan' bahkan 'teror' pihak luar menjadi 'menu' sehari2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus berjuang saudara2ku....&lt;br /&gt;Allah Maha Melihat perjuangan kalian....&lt;br /&gt;Jangan ragu dan gentar....&lt;br /&gt;Do'a kami rakyat dan bangsa Indonesia bersamamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan meski tidak sedikit pula "Gayus Gayus' yang lain, tapi aku tahu dan yakin,&lt;br /&gt;nasib kalian saat ini, hanya akan menjadi sesalan abadi suatu saat nanti.&lt;br /&gt;Segera hentikan dan bertaubatlah....karena Allah Maha Melihat pengkhianatan kalian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-5867508977990627420?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/5867508977990627420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=5867508977990627420' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5867508977990627420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5867508977990627420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/04/bangkitlah-badai-gayus-pasti-kan.html' title='BANGKITLAH, BADAI (GAYUS) PASTI KAN BERLALU...'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-4414825980489641187</id><published>2010-04-12T17:59:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T18:00:02.355-07:00</updated><title type='text'>ALAM PUN MENG-AMINKAN 'DOA'KU</title><content type='html'>Percayakah teman2 dengan kekuatan pikiran dan perkataan kita? &lt;br /&gt;Bahwa pikiran atau perkataan kita itulah yang akan menggerakkan kita menuju ke arah yang sama, sehingga pada suatu saat yang akan datang kita terhenyak, "Wow, ini yang saya mimpikan beberapa tahun yang lalu. Alhamdulillah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rasa tentang ini banyak ahli motivasi dan psikolog yang sudah mengupasnya. Bejibun dah! Silahkan disearch sendiri aja yaa, nanya sama mbah gugel. &lt;br /&gt;Intinya, kita perlu punya mimpi akan jadi seperti apa kita nanti. Mimpi yang menghiasi hari-hari kita, dan penuh keyakinan suatu saat akan terwujud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inget lagu 'I Have a Dream' yang dulu dinyanyikan ABBA tahun 80-an (dan di-retouch oleh westlife tahun 90-an)? Aku suka banget dengan syairnya, karena sangat memotivasi kita untuk terus punya mimpi: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have a dream, a song to sing&lt;br /&gt;to help me cope with anything&lt;br /&gt;If you see the wonder of a fairy tale&lt;br /&gt;You can take the future even if you fail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I believe in angels&lt;br /&gt;Something good in everything I see&lt;br /&gt;I believe in angels&lt;br /&gt;When I know the time is right for me&lt;br /&gt;I'll cross the stream - I have a dream&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have a dream, a fantasy&lt;br /&gt;To help me through reality&lt;br /&gt;And my destination makes it worth the while&lt;br /&gt;Pushing through the darkness&lt;br /&gt;Still another mile&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have a dream, a song to sing&lt;br /&gt;To help me cope with anything&lt;br /&gt;If you see the wonder of a fairy tale &lt;br /&gt;You can take the future even if you fail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau mau dibahas dari sisi agama, ada hadist Qudsi yang mengatakan, 'Allah ada di atas persangkaan hambaNya' .Jadi, kalau kita berprasangka baik, Insya Allah baik pula yang akan kita alami. Sebaliknya, jika kita selalu takut, khawatir, berprasangka buruk, maka apa yang kita khawatirkan, takutkan, itulah yang kemudian akan terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibaratnya, saat kita berdoa, bahkan meskipun itu hanya lintasan dalam hati, Allah mendengarkannya dengan teliti. Malaikat mencatatnya. Pohon, hewan, tanah dan air di sekeliling kita juga ikut mengaminkannya. Jadi, pesan moralnya, berdoalah dan bermimpilah yang baik2, sehingga doa dan mimpi itu akan dikabulkan, pada saat yang tepat. Kapan itu? Hanya Allah yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jangan sampai kita berandai-andai tentang hal yang buruk (untuk diri sendiri maupun orang lain), apalagi mendoakan hal yang buruk untuk orang lain. Naudzubillah, semoga itu tidak pernah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang berprasangka baik, aku beberapa kali membuktikan itu. Terutama saat haji, Subhanallah, benar2 harus husnudzon kalau gak mau 'kepentok'. Misalnya, dengan menu makanan daging unta yang ualot luar biasa itu dan masakan yang aneh bin ajaib rasanya, sebetulnya gak tega dah masuk perut. Tapi tiap ditanya orang masakannya enak gak, ya harus jawab, "Enak". Takutnya kalau jawab 'gak enak' jadi gak enak beneran dah, terus gak mau makan, terus sakit, terus gak bisa ibadah. Kacau kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman lain waktu haji itu adalah masalah 'morning sickness'. Aku berangkat haji dalam kondisi hamil 3 mau 4 bulan. Biasanya, dalam trimester pertama itu aku akan sering muntah, hampir tiap pagi. Tapi, Subhanallah, karena aku mensugesti diri sendiri,"tidak boleh mual', rasanya selama 40 hari ibadah haji itu aku hanya muntah 2 kali. Itu pun karena memang masuk angin, tak tahan dinginnya AC. Lucunya, begitu di tanah air dan masuk kerja lagi, malah jadi muntah2 melulu kayak orang hamil muda. Padahal kan sudah trimester kedua. Hihi, aneh juga nih, maboknya bisa dipending :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lainnya lagi, sejak awal kuliah S1, tiap kali ditanya apakah akan lanjut S2 atau tidak, aku dengan mantap menjawab, "Ya, lanjut Insya Allah". Padahal waktu itu gak ada bayangan sama sekali, dari mana sumber dananya. Setelah gak punya 'gaji' lagi, berhubung harus membiayai hidup sendiri di jakarta tanpa kiriman dari ortu lagi, menurut kalkulasi normal aku sangat belum mampu untuk membiayai kuliah S2 sendiri. Tapi ternyata, rencana itu Allah mudahkan, dan akhirnya terlewati juga S2, dengan beasiswa dari dikti. Alhamdulillah wa syukrilllah.... &lt;br /&gt;(Hmm, kalau gitu sekarang harus yakin lanjut ke S3 ya, biar bisa jadi doktor terus profesor beneran? hehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, aku juga mengalami sendiri peristiwa yang cukup memalukan, kaitannya dengan kekhawatiran yang tak beralasan, yang membuatku benar2 tobat untuk berandai2 tentang hal yang aneh2 lagi. Ini terjadi waktu aku kuliah di sebuah PTN kedinasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, siang itu aku ada kuliah, dan paginya justru tidak ada. Kebetulan aku dan 2 temanku serumah kost, juga adalah teman sekelas. Maka berjalanlah beriringan kami bertiga (semuanya berjilbab). Hmm, repot banget bawa buku cost accountingnya si Matz Usry yang tuebel itu dan bawa buku intermediate accounting yang tak kalah tebelnya, jadi harus ditenteng karena gak muat kalau dimasukan ke tas. Mana waktu itu lagi musim hujan, jadi musti extra hati-hati kalau berjalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendekati kampus, tampak teman2 sudah banyak yang datang. Di depan gedung C, seperti biasa duduk berderet para mahasiswa (cowok2) menunggu saatnya kuliah atau sedang beristrahat sambil mengobrol kesana kemari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat memandang sejenak ke deretan mahasiswa itu, dan sepintas kulihat di depan mereka ada sedikit kubangan air bekas hujan, yang tampak kotor. Paving blok di sekelilingnya berwarna hijau, pertanda sudah ditumbuhi lumut, dan tentu saja.. licin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah syetan mana yang membisiki aku, segera saja terselip rasa khawatir padaku, dan aku bilang ke 2 temanku "Duh, disitu licin banget kayaknya, gak kebayang deh, kalo ada akhwat yang terpeleset dan jatuh di situ. Ih, malunya kayak apa ya, ditonton cowok2 itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua temanku tak terlalu menanggapi, hanya senyum2. Segera mereka berjalan di depanku agak lebih cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tiba-tiba..... syuuuutt.... gedebug!&lt;br /&gt;Duh aduh.... saking serius melihat ke paving blok yang licin itu, aku tak sadar kalau paving blok persis di depanku juga licin sehingga aku terpeleset. Buku cost accounting dan si intermediate yang nyebelin itu terlempar dengan sukses dari tanganku, jatuh ke tanah paving yang kotor. Dan aku pun, tanpa dapat mengendalikan diri, jatuh 'krungkep' (tengkurep). Brukkk, tas, buku, semuanya berantakan. Behh, mana aku pakai rok putih. Wuaaa, kotor semua dah :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak apalah kotor baju dan bukuku, karena ada hal lain yang lebih parah. Ternyata kecelakaanku itu dilihat juga oleh deretan cowok yang sedang duduk2 itu. Ada yang spontan ngakak, ada juga yang segera memalingkan muka (ghadul bashar kali ceritanya). Mungkin kalau ngaca, mukaku sudah seperti kepiting rebus waktu itu saking malunya (Eh campur coklat2 dikit deng, kena tanah soalnya)&lt;br /&gt;Sudah gitu, 2 temanku yang berjalan di depanku tadi bukannya langsung menolong, malah ikut ketawa geli kepingkel-pingkel. Ih sebellllll :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru setelah puas ketawa, mereka membantuku membereskan buku-buku yang berserakan dan merapikan bajuku yang jadi awut2an &amp; super kotor. Salah satu dari temanku berkata, "Makanya mbak, jangan suka mikir yang aneh2. Tadi kan bilang, rasanya kayak apa ya kalo jatuh di depan situ? Nah, sama Allah langsung dikabulin tuh mbak, langsung disuruh ngerasain"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiks hiks, iya juga ya. &lt;br /&gt;Astaghfirullah, benerrrrr2 dah, tobat.. ...tobat......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: &lt;br /&gt;buat sahabatku sumini, jazakillah untuk tausiyahmu waktu itu yang pas banget topiknya, gak akan kulupa seumur hidup. Hiks jadi kangen sama atik kartika nih Sum, gara2 jalan2 bertiga yg penuh kenangan ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-4414825980489641187?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/4414825980489641187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=4414825980489641187' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/4414825980489641187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/4414825980489641187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/04/alam-pun-meng-aminkan-doaku.html' title='ALAM PUN MENG-AMINKAN &apos;DOA&apos;KU'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-2569621992938838977</id><published>2010-04-01T17:44:00.001-07:00</published><updated>2010-04-01T17:44:54.664-07:00</updated><title type='text'>BUKAN AKU SAJA... (DIA JUGA KOK)</title><content type='html'>Beberapa orang meledekku, romantis amat sama suami sendiri? Kok sukanya bikin puisi untuk suami?&lt;br /&gt;Lho, apa ini haram? Bukannya memang perlu romantis dengan pasangan hidup kita yang syah? Pasangan yang Allah takdirkan menjadi jodoh kita melalui bantuan dan jasa baik orang2 terpercaya? Pasangan yang tadinya tak kita kenal sama sekali lalu dengan ‘cinta ikhtiari’ menjadi makhluk yang begitu dekat di hati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang bilang, tapi kenapa musti di-uplod di FB? Kan bisa untuk konsumsi sendiri?&lt;br /&gt;Hmm.. rasanya selama ini yang ku-uplod masih dalam batas kewajaran, batas norma, gak vulgar, apalagi porno. Hiks :(&lt;br /&gt;Lagi pula, dengan menulis &amp; menguplod-nya, selain menjaga diri agar tetap harmonis dalam berumah tangga, diam-diam aku berharap, semoga pasangan lain juga ‘tertular’ menjadi romantis &amp; selalu harmonis. Apa ini salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang bilang, kayaknya bertepuk sebelah tangan tuh bu, suaminya gak pernah ngebales puisi romantisnya. Kasiaan deh....&lt;br /&gt;Eits, siapa bilang? Dibalas dong, hanya, caranya berbeda .... (pinjam komentar-nya cak choi nih, yang entah kenapa jadi romantis sekarang setelah nungguin monas. Padahal dulu waktu deket2 GAM (kata mas Sulis) mrengut ae, xixixi):&lt;br /&gt;kang zuba suka menjawab di ruang senyap, &lt;br /&gt;dengan deringan temaram pena,&lt;br /&gt;yang selalu membatas cinta,&lt;br /&gt;kepada Sang Pencipta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul.. betul... betul..memang begitulah….&lt;br /&gt;Dengan kelembutan hatinya, manalah tega selarik puisi istri dilewatkan begitu saja. Ehm :)&lt;br /&gt;Kalau pinjam komentarnya dek bendri (pinjam ya bend), kang Zuba sebenarnya pengin berkata: ... dan nafas cintamu meniup kuncupku merekah jadi bunga.... &lt;br /&gt;Hmm, lalu jadilah puisi2 sederhana, dari lelaki pendiam itu :)&lt;br /&gt;Berikut ini sedikit puisi beliau yang pernah mampir ke meja redaksi, eh hape atau emailku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&amp;&amp;&amp;----&lt;br /&gt;(ini waktu membalas puisiku Umurku Terus Berlari ):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ulang tahun sayangku. &lt;br /&gt;Semoga penuh berkah dan keselamatan&lt;br /&gt;Penuh taat dan keridhaan&lt;br /&gt;Penuh cinta dan kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ilang tahun cintaku &lt;br /&gt;Umurmu yang telah ilang &lt;br /&gt;Kulihat penuh kebaikan &lt;br /&gt;Insya Allah menjadi keabadian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relakan yang sudah, tatap yang akan datang&lt;br /&gt;Mari sambut masa depan&lt;br /&gt;Yang lebih indah dan bermakna&lt;br /&gt;Dalam bingkai cinta kita kepadaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&amp;&amp;&amp;----&lt;br /&gt;(ini waktu membalas puisiku Indahnya 'Tak Sempurna' ): &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin jauh ku berjalan denganmu&lt;br /&gt;Semakin jelas jalan cintaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin erat kugenggam tanganmu&lt;br /&gt;Semakin kuat azzam cintaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama bercengkerama denganmu&lt;br /&gt;Semakin dalam rasa syukurku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin gelak canda denganmu&lt;br /&gt;Semakin dalam rasa syukurku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuyakin itu karena tulusnya cintamu&lt;br /&gt;Ya Rabbi kekalkan cinta kami di bawah RidhaMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&amp;&amp;&amp;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, puisi di bawah ini, salah satu puisinya yang sangat kusuka, menjadi surpres bagiku saat hari pertamaku masuk kerja lagi (dan buka email), setelah aku pergi beribadah haji meninggalkan beliau 40 hari lamanya, tahun 2006 yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WELCOME MY ANGEL..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai kau tahu rindunya diriku &lt;br /&gt;Kala kau jauh dariku &lt;br /&gt;Bermain dengan bayangmu &lt;br /&gt;Semakin menambah rinduku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini semakin nyata bagiku &lt;br /&gt;Betapa indah hidup bersamamu &lt;br /&gt;Sepanjang hayat tak pernah jemu &lt;br /&gt;Semangat jiwa tak pernah layu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubayangkan kini betapa indah bertemu kembali denganmu &lt;br /&gt;Seisi dunia manis oleh senyummu &lt;br /&gt;Seisi langit terang oleh kebaikanmu &lt;br /&gt;Selamat datang bidadariku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah abadikan cinta kami dalam cinta dan hidayahMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&amp;&amp;&amp;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi2 beliau yang lain?&lt;br /&gt;Ada deeeh... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-2569621992938838977?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/2569621992938838977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=2569621992938838977' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2569621992938838977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2569621992938838977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/04/bukan-aku-saja-dia-juga-kok.html' title='BUKAN AKU SAJA... (DIA JUGA KOK)'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-5633971904802280489</id><published>2010-04-01T17:42:00.000-07:00</published><updated>2010-04-01T17:43:38.229-07:00</updated><title type='text'>(MASIH ADA) ABDI NEGARA BERLAKU LURUS ...</title><content type='html'>Kasus Gayus bener2 membuat saya sedih, miris, sebel, campur aduk. Rasanya seluruh almamater jadi tercoreng. Padahal, di dalam sana masih banyak orang yang tetap berusaha lurus2 saja dan hidup bersahaja, sampai sekarang. Boro-boro punya rumah, yang masih jadi kontraktor sejati juga ada, padahal anak sudah lebih dari 3 dan kerja sudah di atas 15 tahun! &lt;br /&gt;Itu semua dibela-belain karena bertahan hanya (sedapat mungkin) menerima uang yang benar2 halal untuk keluarganya. Hiks, jadi sedih aja kalau ada yang menggeneralisir, "Oh kerja di pajak ya? Di bea cukai ya? Enak tuh, tempat basah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, jadi inget beberapa bulan lalu, ada seorang klien yang mengirim kue ke suami via kurir, pas suami gak ada di tempat. Demi melihat paket kue itu saat kembali ke meja kerjanya, dia spontan berkirim sms pada si klien yang mengirim, "Bu, saya dikirimi paket. Katanya dari ibu. Saya ucapkan terima kasih sekali. Tanpa mengurangi rasa hormat kami pada ibu, kami mohon cukuplah sekali ini saja, supaya saya lebih tenang dalam bekerja. Saya mohon ibu dapat memahami hal ini"&lt;br /&gt;Alhamdulillah, si klien dapat menerima dengan lapang dada, dan membalas sms tersebut yang kurang lebih bisa memahami dan hanya bermaksud memberikan tanda ucapan terima kasih karena perusahaannya sudah sangat terbantu, dan tentu tidak akan melupakan sosok suami yang menjaga integritas. &lt;br /&gt;Amien ya Allah, semoga suami (&amp; seluruh keluargaku, juga keluarga abdi negara yang lain) tetap Engkau berikan kemudahan untuk istiqomah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga sedikit cerita, tentang seorang perempuan pemeriksa pajak, yang dikirimi satu truk alat elektronik: kulkas, TV, mesin cuci, tape dll, ke rumah kontrakan petak. Untuk sampai masuk ke dalam rumah pun barang2 tersebut sudah tidak muat saking rumahnya kecil. Si mbak pajak ini meminta barang2 tersebut dikembalikan saja kepada pengirimnya. Tapi karena kurir yang mengirim nggak mau membawa pulang kembali barang2 itu lagi ke pengirim, akhirnya untuk sementara barang2 itu diletakkan di depan rumah dan si mbak pajak harus membeli terpal untuk menutupi barang2 tersebut agar tidak terkena hujan (karena hari itu turun hujan). Sampai esok harinya, suaminya pun harus menyewa truk untuk mengembalikan barang itu pada si pengirim. Masya Allah, berat ujian untuk tetap komitmen dan bersih, tapi karena dia memelihara dirinya dengan ibadah maka Allah pun memelihara dan menjaganya. Subhanalloh.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah yang sangat heroik lagi, antara lain adalah kisah teman di bawah ini. Kisah ini saya ambil dari milis. Kisah nyata seorang teman yang sudah saya edit seperlunya. Semoga memberikan penguatan bagi teman2 yang tetap mencoba istiqomah, dan memberikan keinsyafan bagi yang pernah 'tergelincir'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----&amp;&amp;&amp;-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pegawai Departemen Keuangan, saya tidak gelisah dan tidak kalang kabut akibat prinsip hidup [anti] korupsi. Ketika misalnya, tim Inspektorat Jenderal datang, BPKP datang, BPK datang, teman-teman di kantor gelisah dan belingsatan, kami tenang saja. Jadi sebenarnya hidup tanpa korupsi itu menyenangkan sekali. Hidup tidak korupsi itu sebenarnya lebih menyenangkan. Meski orang melihat kita sepertinya sengsara, tapi sebetulnya lebih menyenangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan itu paling tidak yang saya rasakan langsung. Saya lahir di Jawa Timur tahun 1970, sampai dengan SMA di Mojokerto, kemudian kuliah di STAN dan selesai pada 1992. Pada tahun itu pula saya menikah dan kemudian saya ditugaskan di Medan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ketika itu mungkin termasuk generasi awal yang mencoba menghilangkan dan melawan arus korupsi yang sudah sangat lazim. Waktu itu pertentangan memang sangat keras. Saya punya prinsip satu saja, karena takut pada Allah, jangan sampai ada rezeki haram menjadi daging dalam diri dan keturunan. Itu saja yang selalu ada dalam hati saya. Kalau ingat prinsip itu, saya selalu menegaskan lagi untuk mengambil jarak yang jelas dan tidak menikmati sedikit pun harta yang haram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah, prinsip itu bisa didukung keluarga, karena isteri juga aktif dalam pengajian keislaman. Sejak awal ketika menikah, saya sampaikan kepada isteri bahwa saya pegawai negeri di Departemen Keuangan, meski imej banyak orang, pegawai Departemen Keuangan kaya, tapi sebenarnya tidak begitu. Gaji saya hanya sekian, kalau mau diajak hidup sederhana dan tanpa korupsi, ayo. Kalau tidak mau, ya sudah tidak jadi. Jabatan saya sampai sekarang adalah pemeriksa pajak. Kalau dibandingkan teman-teman seangkatan sebenarnya karir saya bisa dikatakan terhambat antara empat sampai lima tahun. Seharusnya paling tidak sudah menjabat Kepala Seksi, Eselon IV. Tapi sekarang baru Eselon V.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi dahulu di masa Orde Baru, penentangan untuk tidak menerima uang korupsi sama saja dengan karir terhambat. Karena saya dianggap tidak cocok dengan atasan, maka kondite saya di mata mereka buruk. Terutama poin ketaatannya, dianggap tidak baik dan jatuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pelajaran yang bisa saya petik dari semua pengalaman itu. Antara lain, orang-orang yang berbuat jahat akan selalu berusaha mencari kawan apa pun caranya. Cara keras, pelan, lewat bujukan atau apa pun akan mereka lakukan agar mereka mendapat dukungan. Mereka pada dasarnya tidak ingin ada orang yang bersih. Mereka tidak ingin ada orang yang tidak seperti mereka. Pengalaman di kantor yang paling berkesan ketika mereka menggunakan cara paling halus, pura-pura berteman dan bersahabat. Tapi belakangan, setelah sekian tahun barulah ketahuan, kita sudah dikhianati. Cara seperti ini seperti sudah direkayasa. Misalnya, pegawai-pegawai baru didekati. Mereka dikenalkan dengan gaya hidup dan cara bekerja pegawai lama, bahwa seperti inilah gaya hidup pegawai Departemen Keuangan. Bila tidak berhasil, mereka akan pakai cara lain lagi, begitu seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola-pola apa saja dipakai, sampai mereka bisa merangkul orang itu menjadi teman. Saya pernah punya atasan. Dari awal ketika memperkenalkan diri, dia sangat simpatik di mata saya. Dia juga satu-satunya atasan yang mau bermain ke rumah bawahan. Saya dengan atasan itu kemudian menjadi seperti sahabat, bahkan seperti keluarga sendiri. Di akhir pekan, kami biasa memancing sama-sama atau jalan-jalan bersama keluarga. Dan ketika pulang, dia biasa juga menitipkan uang dalam amplop pada anak-anak saya. Saya sendiri menganggap pemberian itu hanya hadiah saja, berapalah hadiah yang diberikan kepada anak-anak. Tidak terlalau saya perhatikan. Apalagi dalam proses pertemanan itu kami sedikit saja berbicara tentang pekerjaan. Dan dia juga sering datang menjemput ke rumah, mengajak mancing atau ke toko buku sambil membawa anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga satu saat saya mendapat surat perintah pemeriksaan sebuah perusahaan besar. Dari hasil pemeriksaan itu saya menemukan penyimpangan sangat besar dan luar biasa jumlahnya. Pada waktu itu, atasan melakukan pendekatan pada saya dengan cara paling halus. Dia mengatakan, kalau semua penyimpangan ini kita ungkapkan, maka perusahaan itu bangkrut dan banyak pegawai yang di-PHK. Karena itu, dia menganggap efek pembuktian penyimpangan itu justru menyebabkan masyarakat rugi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dari sisi pandang saya, betapa tidak adilnya kalau tidak mengungkap temuan itu. Karena sebelumnya ada yang melakukan penyimpangan dan kami ungkapkan. Berarti ada pembedaan. Jadwal penagihannya pun sama seperti perusahaan lain.Karena dirasa sulit mempengaruhi sikap saya, kemudian dia memakai logika lain lagi. Apakah tidak sebaiknya kalau temuan itu diturunkan dan dirundingkan dengan klien, agar bisa membayar pajak dan negara untung, karena ada uang yang masuk negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika seperti ini juga tidak bisa saya terima. Waktu itu, saya satu-satunya anggota tim yang menolak dan meminta agar temuan itu tetap diungkap apa adanya. Meski saya juga sadar, kalau saya tidak menandatangani hasil laporan itu pun, laporan itu akan tetap sah. Tapi saya merasa teman-teman itu sangat tidak ingin ada yang tidak sepakat. Mereka ingin semua sepakat dan sama seperti mereka. Paling tidak menerima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sudah mentok semuanya, saya dipanggil oleh atasan dan disidang di depan kepala kantor. Dan ini yang amat berkesan sampai sekarang, bahwa upaya mereka untuk menjadikan orang lain tidak bersih memang direncanakan. Di forum itu, secara terang-terangan atasan yang sudah lama bersahabat dan seperti keluarga sendiri dengan saya itu mengatakan," Sudahlah, Diik, tidak usah munafik " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya balik bertanya , “ Tidak munafik bagaimana Pak? Selama ini saya insya Allah konsisten untuk tidak melakukan korupsi? ” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia sampaikan terus terang bahwa uang yang selama kurang lebih dua tahun ia berikan pada anak saya adalah uang dari klien! Ketika mendengar itu, saya sangat terpukul, apalagi merasakan sahabat itu ternyata berkhianat. Karena terus terang saya belum pernah mempunyai teman sangat dekat seperti itu, kecuali yang memang sudah sama-sama punya prinsip untuk menolak uang suap. Bukan karena saya tidak mau bergaul, tapi karena kami tahu persis bahwa mereka perlahan-lahan menggiring ke arah yang mereka mau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya merasa sangat terpukul dan tidak bisa membalas dengan kata-kata apa pun, saya pulang. Saya menangis dan menceritakan masalah itu pada isteri saya di rumah. Ketika mendengar cerita saya itu, isteri langsung sujud syukur.Ia lalu mengatakan, " Alhamdulillah. Selama ini uang itu tidak pernah saya pakai," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata di luar pengatahuan saya, alhamdulillah, amplop-amplo itu tidak digunakan sedikit pun oleh isteri saya untuk keperluan apa pun. Jadi amplop-amplop itu disimpan di sebuah tempat, meski ia sama sekali tidak tahu apa status uang itu. Amplop-amplop itu semuanya masih utuh. Termasuk tulisannya masih utuh, tidak ada yang dibuka. Jumlahnya berapa saya juga tidak tahu. Yang jelas, bukan lagi puluhan juta. Karena sudah masuk hitungan dua tahun dan diberikan hampir setiap pekan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi bersemangat kembali. Saya ambil semua amplop itu dan saya bawa ke kantor. Saya minta bertemu dengan kepala kantor dan kepala seksi. Dalam forum itu, saya lempar semua amplop itu di hadapan atasan saya hingga bertaburan di lantai. Saya katakan, ' Silakan makan uang itu, satu rupiah pun saya tidak pernah gunakan uang itu. Mulai saat ini, saya tidak pernah percaya satu pun perkataan kalian!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak bisa bicara apa pun karena fakta obyektif, saya tidak pernah memakai uang yang mereka tuduhkan. Tapi esok harinya, saya langsung dimutasi antar seksi. Awalnya saya diauditor, lantas saya diletakkan di arsip, meski tetap menjadi petugas lapangan pemeriksa pajak. Itu berjalan sampai sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melawan arus yang kuat, tentu saja ada saat tarik-menarik dalam hati dan konflik batin. Apalagi keluarga saya hidup dalam kondisi terbatas. Tapi alhamdulillah, sampai sekarang saya tidak tergoda untuk menggunakan uang yang tidak jelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pengalaman lain yang masih saya ingat sampai sekarang. Ketika saya mengalami kondisi yang begitu mendesak. Misalnya, ketika anak kedua lahir. Saat itu persis ketika saya membayar kontrak rumah dan tabungan saya habis. Sampai detik-detik terakhir harus membayar uang rumah sakit untuk membawa isteri dan bayi kami ke rumah, saya tidak punya uang serupiah pun. Saya mau bcara dengan pihak rumah sakit dan terus terang bahwa insya Allah pekan depan akan saya bayar, tapi saya tidak bisa ngomong juga. Akhirnya saya keluar sebentar ke masjid untuk sholat dhuha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pulang dari sholat dhuha, tiba-tiba saja saya ketemu teman lama di rumah sakit itu. Sebelumnya kami lama sekali tidak pernah jumpa. Dia mendapatkan cerita dari teman bahwa isteri saya melahirkan, maka dia sempatkan datang ke rumah sakit. Wallahua'lam, mungkin dia juga sudah diceritakan kondisi saya atau bagaimana, tetapi ketika ingin menyampaikan kondisi saya pada pihak rumah sakit, saya malah ditunjukkan kwitansi seluruh biaya perawatan isteri yang sudah lunas. Alhamdulillah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi peristiwa hampir sama, ketika anak saya operasi mata karena ada lipoma yang harus diangkat. Awalnya, saya pakai jasa askes. Tapi karena pelayanan pengguna Askes tampaknya apa adanya, dan saya kasihan karena anak saya baru berumur empat tahun, saya tidak pakai Askes lagi. Saya ke Rumah Sakit yang agak bagus sehingga pelayanannya juga agak bagus. Itu saya lakukan sambil tetap berfikir, nanti uangnya pinjam dari mana? Ketika anak harus pulang, saya belum juga punya uang. Dan saya paling susah sekali menyampaikan ingin pinjam uang. Alhamdulillah, ternyata Allah cukupkan kebutuhan itu pada detik terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sedang membereskan pakaian di rumah sakit, tiba-tiba Allah pertemukan saya dengan seseorang yang sudah lama tidak bertemu. Ia bertanya bagaimana kabar, dan saya ceritakan anak saya sedang dioperasi. Dia katakan, kenapa tidak bilang-bilang? ? Saya sampaikan karena tidak sempat saja. Setelah teman itu pulang, ketika ingin menyampaikan penundaan pembayaran, ternyata kwitansinya juga sudah dilunasi oleh teman itu. Alhamdulillah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha tidak terjatuh ke dalam korupsi, meski masih ada tekanan keluarga besar, di luar keluarga inti saya. Karena ada teman yang tadinya baik tidak memakan uang korupsi, tapi jatuh juga ke jurang korupsi karena tekanan keluarga. Keluarganya minta bantuan, karena takut dibilang pelit, mereka terpaksa pinjam sana sini. Ketika harus membayar, akhirnya mereka terjerat korupsi juga. Karena banyak yang seperti itu, dan saya tidak mau terjebak begitu, saya berusaha dari awal tidak demikian. Saya berusaha cari usaha lain, dengan mengajar dan sebagainya. Isteri saya juga bekerja sebagai guru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lingkungan kerja, pendekatan yang saya lakukan biasanya lebih banyak dengan bercanda. Sedangkan pendekatan serius, sebenarnya mereka sudah puas dengan pendekatan itu, tapi tidak berubah. Dengan pendekatan bercanda, misalnya ketika datang tim pemeriksa dari BPK, BPKP, atau Irjen. Mereka gelisah sana-sini kumpulkan uang untuk menyuap pemeriksa. Jadi mereka dapat suap lalu menyuap lagi. Seperti rantai makanan. Siapa memakan siapa. Uang yang mereka kumpulkan juga habis untuk dipakai menyuap lagi. Mereka selalu takut ini takut itu. Paling sering saya hanya mengatakan dengan bercanda.. " Uang setan ya dimakan hantu!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari percakapan seperti itu ada juga yang mulai berubah, kemudian berdialog dan akhirnya berhenti sama sekali. Harta mereka jual dan diberikan kepada masyarakat. Tapi yang seperti itu tidak banyak. Sedikit sekali orang yang bisa merubah gaya hidup yang semula mewah lalu tiba-tiba miskin. Itu sulit sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga diantara teman-teman yang beranggapan, dirinya tidak pernah memeras dan tidak memakan uang korupsi secara langsung. Tapi hanya menerima uang dari atasan. Mereka beralasan toh tidak meminta dan atasan itu hanya memberi. Mereka mengatakan tidak perlu bertanya uang itu dari mana. Padahal sebenarnya, dari ukuran gaji kami tahu persis bahwa atasan kami tidak akan pernah bisa memberikan uang sebesar itu. Atasan yang memberikan itu berlapis-lapis. Kalau atasan langsung biasanya memberi uang hari Jum'at atau akhir pekan. Istilahnya kurang lebih uang Jum’atan. Atasan yang berikutnya lagi pada momen berikutnya memberi juga. Kalau atasan yang lebih tinggi lagi biasanya memberi menjelang lebaran dan sebagainya. Kalau dihitung-hitung sebenarnya lebih besar uang dari atasan dibanding gaji bulanan. Orang-orang yang menerima uang seperti ini yang sulit berubah. Mereka termasuk rajin sholat, puasa sunnah dan membaca Al-Qur'an. Tetapi mereka sulit berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hidup dengan korupsi memang membuat sengsara. Di antara teman-teman yang korupsi, ada juga yang akhirnya dipecat, ada yang melarikan diri karena dikejar-kejar polisi, ada yang isterinya selingkuh dan lain-lain. Meski secara ekonomi mereka sangat mapan, bukan hanya sekadar mapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat dramatis, saya ingat teman sebangku saya saat kuliah di STAN. Awalnya dia sama-sama ikut kajian keislaman di kampus. Tapi ketika keluarganya mulai sering minta bantuan, adiknya kuliah, pengobatan keluarga dan lainnya, dia tidak bisa berterus terang tidak punya uang. Akhirnya ia mencoba hutang sana-sini. Dia pun terjebak dan merasa sudah terlanjur jatuh, akhirnya dia betul-betul sama dengan teman-teman di kantor. Bahkan sampai sholat ditinggalkan. Terakhir, dia ditangkap polisi ketika sedang mengkonsumsi narkoba. Isterinya pun selingkuh. Teman itu sekarang dipecat dan dipenjara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap akan makin banyak orang yang melakukan jihad untuk hidup yang bersih. Kita harus bisa menjadi pelopor dan teladan di mana saja. Kiatnya hanya satu, terus-menerus menumbuhkan rasa takut menggunakan dan memakan uang haram. Jangan sampai daging kita ini tumbuh dari hasil rejeki yang haram. Saya berharap, mudah-mudahan Allah tetap memberikan pada kami keistiqomahan &lt;br /&gt;Dia menuturkan kalimat terakhirnya, dan matanya berkaca-kaca......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-5633971904802280489?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/5633971904802280489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=5633971904802280489' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5633971904802280489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5633971904802280489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/04/masih-ada-abdi-negara-berlaku-lurus.html' title='(MASIH ADA) ABDI NEGARA BERLAKU LURUS ...'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-3082019929039383613</id><published>2010-03-29T19:38:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T19:40:00.553-07:00</updated><title type='text'>LELAKI ITU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S7Fkdlo0BNI/AAAAAAAAAGQ/VWM69P6GfAo/s1600/mukhoyam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S7Fkdlo0BNI/AAAAAAAAAGQ/VWM69P6GfAo/s200/mukhoyam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454251083204658386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lelaki pendiam itu&lt;br /&gt;tiba-tiba menjadi penyair&lt;br /&gt;atau berusaha menjadi penyair&lt;br /&gt;hanya untuk menyenangkan&lt;br /&gt;seorang perempuan&lt;br /&gt;yang ada di hatinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki sederhana itu&lt;br /&gt;pernah merasa bukan apa-apa&lt;br /&gt;padahal tanpa dia&lt;br /&gt;si perempuan&lt;br /&gt;bukan siapa-siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki pembelajar itu&lt;br /&gt;ikut melahap buku-buku&lt;br /&gt;dalam deretan rak panjang&lt;br /&gt;milik si perempuan&lt;br /&gt;dan selalu terpesona dalam senyum&lt;br /&gt;saat si perempuan&lt;br /&gt;bersemangat menjelaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki perasa itu&lt;br /&gt;wajahya berubah sendu&lt;br /&gt;bila si perempuan&lt;br /&gt;menitikkan air mata&lt;br /&gt;dan segera ia&lt;br /&gt;memohon maaf&lt;br /&gt;memberi hadiah&lt;br /&gt;melipur lara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki tangguh itu&lt;br /&gt;jarang berleha-leha&lt;br /&gt;tak sungkan bekerja&lt;br /&gt;yang tak semua lelaki&lt;br /&gt;mau melakukannya&lt;br /&gt;membetulkan mainan&lt;br /&gt;mengganti genteng bocor&lt;br /&gt;memotong rumput liar&lt;br /&gt;sampai menggendong bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki mulia itu&lt;br /&gt;kini selalu bersama&lt;br /&gt;si perempuan&lt;br /&gt;menjadi pahlawan hatinya&lt;br /&gt;sampai maut memisahkan&lt;br /&gt;Insya Allah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@pondok cabe, 24 maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-3082019929039383613?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/3082019929039383613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=3082019929039383613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3082019929039383613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3082019929039383613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/03/lelaki-itu.html' title='LELAKI ITU'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S7Fkdlo0BNI/AAAAAAAAAGQ/VWM69P6GfAo/s72-c/mukhoyam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-8469797763964397757</id><published>2010-03-29T19:37:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T19:38:41.559-07:00</updated><title type='text'>Indahnya Kepedulianmu</title><content type='html'>Tahukah engkau&lt;br /&gt;saat aku tidur lebih dulu&lt;br /&gt;sebenarnya aku terjaga&lt;br /&gt;dan betapa aku terharu&lt;br /&gt;saat kau menyelimutiku perlahan&lt;br /&gt;dan mengecup lembut keningku,&lt;br /&gt;seolah takut mengganggu tidurku&lt;br /&gt;sebelum tidurmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau&lt;br /&gt;betapa aku merasa disayang&lt;br /&gt;saat badanku kurang nyaman&lt;br /&gt;kau silakan aku rehatkan raga&lt;br /&gt;dan kau ajak anak2 bermain&lt;br /&gt;menjauhi kamarku&lt;br /&gt;semata agar tak menggangguku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau&lt;br /&gt;betapa aku merasa dimanja&lt;br /&gt;saat tugas-tugasku menumpuk&lt;br /&gt;dan aku harus begadang karenanya&lt;br /&gt;kau temani aku berjaga&lt;br /&gt;sambil membaca atau tilawah Qur'an&lt;br /&gt;dan tanpa sungkan&lt;br /&gt;kau sediakan secangkir susu hangat&lt;br /&gt;untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau&lt;br /&gt;betapa aku merasa dilindungi&lt;br /&gt;jika aku akan pergi jauh&lt;br /&gt;kau berupaya antarkan&lt;br /&gt;meski dari raut mukamu kutahu&lt;br /&gt;kau sangat lelah bekerja seharian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau&lt;br /&gt;betapa aku merasa dicinta&lt;br /&gt;saat kucium takzim tanganmu&lt;br /&gt;jika kau akan pergi&lt;br /&gt;atau datang kembali&lt;br /&gt;dan kau balas&lt;br /&gt;dengan ciuman di pipi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah engkau&lt;br /&gt;betapa aku merasa&lt;br /&gt;seperti bidadari&lt;br /&gt;karena manisnya sikapmu&lt;br /&gt;sejak awal pertalian itu&lt;br /&gt;hingga kini&lt;br /&gt;dan semoga sampai mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok Cabe 18 Maret 2010&lt;br /&gt;fur ma2s&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-8469797763964397757?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/8469797763964397757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=8469797763964397757' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8469797763964397757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8469797763964397757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/03/indahnya-kepedulianmu.html' title='Indahnya Kepedulianmu'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-7056589414064279049</id><published>2010-03-29T19:10:00.001-07:00</published><updated>2010-03-29T19:23:46.941-07:00</updated><title type='text'>SAAT TULISAN MEMILIKI 'NYAWA'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S7FdvPtBbiI/AAAAAAAAAGI/Qq8i89QBf54/s1600/menulis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 119px; height: 80px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S7FdvPtBbiI/AAAAAAAAAGI/Qq8i89QBf54/s200/menulis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454243689972985378" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Menulis, awalnya kurasakan sebagai sebuah kebutuhan. Ekspresi diri. Kapan aku mau, segera aku mulai menulis. Kasarnya, seperti buang hajat saja, begitu ada ide, ada aliran darah yg mendesak2 minta disalurkan, tak dapat ditahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak peduli dengan gaya tulisanku. Aku juga gak ngerti, masuk deskriptif, naratif, persuasif atau argumentatif. Pokoknya nulis . Kadang bentuknya essay, kadang ’seperti’ puisi. Kusebut ’seperti’, karena kata teman yang pengamat puisi, sebuah puisi seharusnya tidak mudah ditebak maknanya,. Lha aku, tulisan2 yang seperti puisi itu, sangat mudah ditebak, sangat telanjang maknanya. Jadi, bukan puisi namanya ya? Terus apa dong namanya? Ah embuh lah, yg penting hati jadi plong setelah menulis :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, tanggapan dari beberapa teman membuatku berpikir lain, sekarang. Ternyata, sebuah tulisan bisa sangat mempengaruhi orang lain. Sebuah tulisan akan mempunyai kekuatan, akan dapat membawa pengaruh, buruk maupun baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah, baru aku menyadari, jangan sampai tulisan2ku memberikan pengaruh buruk pada yang membacanya. Jangan sampai pembaca tertular kemalasanku, ketidaksabaranku, misalnya (hiks... )&lt;br /&gt;Aku harus berhati-hati dalam menulis, dan meniatkan semuanya ini untuk nasyrul fikrah , menyebarkan pemikiran. Atau kalau mau lebih hebring lagi, semoga ini menjadi bagian dari dakwah bil qolam . Insya Allah, amien..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tanggapan pembaca note-ku di FB berkisah, dan kisah ini sangat menyentuhku. Membuatku makin tergerak untuk terus dan terus menulis... yang semoga memberikan manfaat pada banyak orang, selain pada diriku sendiri tentunya. Begini cerita sahabat penaku itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----@@---@@-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan suami, diam2 adalah pengagum tulisan2mu mbak, baik yang di FB maupun di blog. Aku dan suami amat sangat tersentuh dengan semua cerita2 mbak, apalagi yang berkaitan dengan hubungan harmonis antara mbak dengan suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat baca puisi2mu dan note2mu yang mengharu biru... hiks...., aku dan suami seolah menemukan penguatan pada diri kami masing2.&lt;br /&gt;Suatu hari, puisi romantismu yang &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Indahnya Kepedulianmu&lt;/span&gt; itu aku print, terus aku taruh di bantal pada malam harinya. Menjelang tidur, suamiki membaca puisi di selembar kertas itu, dan....matanya berkaca-kaca. Akhirnya, kami malah tangis-tangisan dan semalaman saling curhat sampai menjelang subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, kami mencoba menelaah kembali masa perkawinan kami yang baru kemarin sore, memperbarui dan meneguhkan lagi untuk apa kita menjalani pernikahan ini. Tentu dengan sebenar-benarnya bahwa semua ini kita berdua ikhlas menjalani dan Lillahi taala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa bisa sampai begitu ???....&lt;br /&gt;Mungkin mbak perlu tahu, saat aku bertemu dengan suamiku yang sekarang, aku adalah janda dengan 1 putri yang masih bayi. Waktu itu aku sudah tak memikirkan pernikahan (lagi) dan trauma banget. Waktu aku kenal mas N (suami sekarang), gak ada sebetulnya niatan untuk ke arah pernikahan. Kami hanya kenalan, ngobrol, dan akhirnya kerja sama bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat akhirnya memutuskan untuk menikah, aku berpikir simpel saja, dari pada jadi janda kelamaan toh aku juga cocok-cocok saja dengan dia. Sedangkan mas N mungkin lebih bersifat bisnis kali ya (Ah masak? Apakah laki2 akan mempertaruhkan perasaannya hanya untuk bisnis? –red). Setelah menikah, ya pokoknya kehidupan dijalani aja. Semuanya jadi kelihatan seperti "memang harus begitu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada akhirnya aku ketemu (lagi) denganmu mbak, dan tulisan2mu......&lt;br /&gt;Tulisan2 di FBmu yang kadang romantis, kadang konyol, kadang menggelitik, tapi tetap bersemangat. Apalagi, tulisan di blogmu itu mbak, tulisan panjang 4 seri yang berjudul &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Satu Dekade Bersama Pahlawan Bidadari&lt;/span&gt; ...., dari yang episode cinta, harmoni, damai, maupun warna.... hmm tak bosan-bosan kubaca berulang kali dan sangat menginspirasi kami berdua. Hiks.. hiks..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, tulisan2mu membawa kesadaran pada kami, bahwa yang selama ini kami lakukan, bahu-membahu dalam membesarkan anak, berjibaku mencari nafkah, saling memberikan pengetahuan untuk memperluas pengetahuan agama, saling menghormati dalam privacy masing2....ternyata memang itulah yang dilakukan pasangan dalam rumah tangga yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal pernikahan, kami menempati bagian belakang ruko yang hanya 3x3 meter, tanpa AC jadi sangat panas dan sumpek. Bagian depannya untuk tempat usaha kami dan kalau malam adik2 mas N juga tidur di situ. Bisa dibayangkan deh bagaimana sumpek dan panasnya. Bener2 masa perjuangan. Dengan kondisi yg sekarang, Alhamdulillah suadah jauh lebih baik mbak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kami curhat2an malam itu setelah baca puisi mbak, mas N bertanya, ”Apa adek bener2 tulus merasakan seperti yang dituliskan Mbak Mining ??? Kalo mas, seperti itulah perasaanku sekarang. Semakin lama berjalan, mas semakin amat sangat menyayangi adek” Hiks hiks,.. mendengar ucapannya aku jadi menangis mbak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku bisa melihat, inilah laki2 yang sudah merengkuh aku ketika aku terluka, mendampingi aku ketika sendiri, memberikan rasa percaya diri ketika aku merasa bahwa aku sudah tidak berharga. Betapa banyak yang telah dilakukannya, dan aku selama ini hanya menganggapnya sebagai "biasa saja". Betapa beruntungnya aku memiliki laki2 dengan segudang pengertian dan keluasan hati untuk bersabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya mbak, aku dan mas N matur nuwun banget, ada tulisan2mu hadir di antara kami. Sekarang, aku dan mas N sedang dalam fase romantis he he he....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang terlihat biasa kita kerjakan setiap hari, sekarang kami melihatnya sebagai berkah bahwa kami masih bisa melakukannya setiap hari diantara kami dengan penuh cinta.&lt;br /&gt;Matur nuwun ya mbak, hanya Allah SWT yang bisa membalasnya.. Matur nuwunnnnnnnn.............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----@@---@@-----&lt;br /&gt;Subhanallah, wal hamdulillah.... Air mataku pun titik membaca kisahnya&lt;br /&gt;Rabbi, berikan aku kekuatan dan kemudahan untuk terus menulis, dan memberikan banyak kebaikan dengannya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-7056589414064279049?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/7056589414064279049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=7056589414064279049' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7056589414064279049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7056589414064279049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/03/saat-tulisan-memiliki-nyawa.html' title='SAAT TULISAN MEMILIKI &apos;NYAWA&apos;'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S7FdvPtBbiI/AAAAAAAAAGI/Qq8i89QBf54/s72-c/menulis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-1479529300563074306</id><published>2010-03-15T00:31:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T00:35:45.583-07:00</updated><title type='text'>MBAH KAKUNG, DI MATA SEORANG CUCU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S53jQr4HaWI/AAAAAAAAAGA/swKK5hJGviI/s1600-h/mbah+asyhoeri+01.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 86px; height: 190px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S53jQr4HaWI/AAAAAAAAAGA/swKK5hJGviI/s200/mbah+asyhoeri+01.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448760999983671650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Entah bagaimana, tiba-tiba aku terbayang2 wajah mbah kakung. Mungkin karena belum lama ini aku pergi survey ke sebuah pesantren untuk anakku. Dan bagaimana pun, sosok mbah tidak dapat dilepaskan dari pesantren yang menjadi bagian dari hidupnya dan menjadikannya seorang ulama.&lt;br /&gt;Terdorong rasa rindu akan sosok mbah, aku tulis catatan singkat ini. Juga karena aku merasa, pengetahuanku tentang agama maupun pengalaman dakwahku, se-kuku hitam pun belum dibandingkan mbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang menyebut mbah kakung dengan KH. Moh. Asyhoeri Suyuthi (1900-1992). Mbah sendiri sebenarnya tidak suka dengan embel-embel KH di depan namanya. Pernah sekali waktu beliau berkomentar tentang embel-embel H di depan namanya.&lt;br /&gt;Mbah protes dengan nada bercanda, ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lha aku ki wes nglakoni rukun islam kaping 1 tekan 5, kok sing disebut2 mung sing kaping 5. Lha nek arep nyebut mbok sing lengkap sisan, seka syahadat-sholat-zakat-pasa-haji Asyhoeri&lt;/span&gt;” (Aku ini sudah menjalankan rukun Islam dari yang pertama sampai kelima. Kok yang disebut-sebut cuma yang ke 5? Kalau mau disebut, kenapa gak lengkap sekalian, dari syahadat-sholat-zakat-puasa-haji Asyhoeri, gitu”. Hadirin jadi mesam-mesem mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, aku pernah melihat tulisan biografi tentang mbah di majalah lama milik Muhammadiyah, tapi sayang tak tahu lagi dimana keberadaannya kini. Padahal, kalau ada, pingiiin deh aku scan, buat dilihat2 lagi dan jadi pembelajaran untuk anak cucuku nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah kakung adalah sosok ulama yang berwibawa, tapi juga dekat dengan anak cucunya. Dengan anak2nya (kata Bapak) kadang cukup keras. Tapi dengan cucu, berdasar pengalamanku, beliau terlihat sangat sayang. Apa yang kutuliskan di sini semata mencoba merunut apa yang pernah kualami dan kudengar selama mbah masih sugeng (hidup). Oleh karenanya jika ada riwayat yang lebih rinci, mohon ada yang melengkapi. Begitu pula jika yang kutulis keliru, semoga ada yang dapat meluruskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BERDAKWAH TAK KENAL LELAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang tokoh Muhammadiayh, mbah pernah menjadi murid langsung dari KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammdiyah. Sementara KH Ahmad Dahlan pernah juga menjadi murid dari bapaknya mbah (atau kami sebut mbah buyut), KH. Djalal Suyuthi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok mbah yang kukenal adalah sosok pejuang dakwah yang tak kenal lelah. Kata bapak, sewaktu anak-anaknya masih kecil mbah sudah ’safari’ dakwah ke Sumatra, bahkan sampai Singapura, bersama sepeda tuanya. Perjalanan dakwah itu memakan waktu kurang lebih setahun. Tetapi bukan berarti anak istri ditelantarkan, karena mbah menyediakan bekal yang cukup. Lagi pula waktu itu, mbah memiliki usaha ’home industry” pembuatan kecap yang sistemnya sudah dapat berjalan meskipun beliau tinggal cukup lama. Kecap ini cukup terkenal pada masa itu. Pernah, setelah ditinggal mengungsi cukup lama karena perang (jaman itu setahuku memang ada pengungsian besar-besaran karena agresi belanda), salah satu teman Bapak (masa kecil) menemukan sebotol kecap di satu tempat, dan dia bilang ke Bapak,”Kok ini ada nama Asyhoeri di botolnya? Kayak nama bapakmu?”&lt;br /&gt;Setelah diamat-amati Bapak, oh betul memang itu kecap dagangan mbah yang tercecer karena ditinggal mengungsi. Bapak jadi terharu, hiks&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;TEGAS &amp; DISPLIN, JUSTRU KARENA CINTA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada juga kisah tentang cara mbah membangunkan anak2nya sewaktu kecil untuk sholat subuh. Kata Bapak, biasanya sambil mbah bangun menuju kamar mandi untuk berwudhu, mbah akan membuka pintu kamar anak2 dan berkata, ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bangun... bangun,.. wes subuh, ayo padha jamaah&lt;/span&gt;”. Setelah itu mbah segera beranjak wudhu. Kalau ada anaknya yang belum bangun juga, mbah mulai membangunkan lagi dengan berkata hal yang sama sambil memercikkan sisa2 air bekas wudhu di tangan ke muka anak2. Lalu mbah mulai sholat ke masjid (dengan sebagian atau semua anak). Sepulang dari sholat subuh di masjid, kalau ada anak yang belum bangun juga, nah... baru deh sapu’ tebah’ beraksi untuk membangunkan. Cukup sekali ’kebas’ ke badan anak sambil nada agak keras, ”Banguun!’ , dijamin gak ada lagi yang berani malas-malasan :) (hihi kayaknya perlu juga nih ditiru tahapannya).&lt;br /&gt;Membiasakan anak untuk sholat (berjamaah) sejak kecil ini sesuai denagn salah satu wasiat mbah yang sering beliau ulang2: ’&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sinten dereng sholat monggo sholat berjamaah&lt;/span&gt;’ (siapa yang belum sholat, mari sholat berjamaah)&lt;br /&gt;Perihal sholat memang menjadi salah satu wasiat mbah yang utama. Dalam berbagai kesempatan dan ceramahnya, mbah sering sekali berpesan: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ojo lali sholat limang wektu!&lt;/span&gt; (jangan lupa sholat 5 waktu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah memang tipe orang yang sangat disiplin. Beliau sangat menghargai waktu. Aku hapal, setiap beliau akan ceramah, selalu beliau mulai dengan menghitung umurnya sendiri, lengkap sekali. Dari sekian tahun, sekian bulan, sekian minggu, sekian hari, sekian jam, sekian menit, sekian detik, sampai sekian helaan nafas! Aku gak ngerti bagaimana itung2an rumusnya sampai mbah bisa dengan spontan menyebutkannya, kayak kalkulator saja. Penasaran banget sampai sekarang, hiks. Lalu, deskripsi umur yang super lengkap itu selalu diakhiri dengan ajakan untuk mensyukuri nikmat usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap mbah yang sangat menghargai waktu itu sering tampak dalam berbagai acara. Mbah hampir2 tidak pernah datang telat jika berjanji. Biasanya mbah sudah hadir di awal waktu untuk ceramah. Aku ingat, semasa kecilku, sebulan sekali mbah terjadwal mengisi kajian di kotaku, Purworejo, dan jarak Purworejo-Magelang dapat ditempuh dengan angkutan umum lk 1,5 jam. Kajian itu jadwalnya malam selepas isya. Tapi mbah biasanya datang waktu ashar ke rumahku, bertemu anak cucunya dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah juga, untuk pengajian Bani Suyuthi yang diadakan sebulan sekali waktu itu di Purworejo, seperti biasa rombongan dari Magelang datang dengan 2-3 mobil (di Magelang selain mbah juga ada om2 dan bulik2). Mbah sudah membuat jadwal bahwa jam sekian teng semuanya sudah harus ngumpul di rumah mbah lalu berangkat konvoi sama2.Tungu punya tunggu, salah satu keluarga bulik gak nongol2 juga. Saat waktu yang ditetapkan habis, mbah langsung memutuskan rombongan berangkat saja, bablas sampai purworejo. Padahal sebenarnya untuk ke purworejo itu mbah melewati jalan menuju rumah bulik yang belum datang. Tapi... itulah, disiplin! Akhirnya, 2 jam setelah rombongan mbah datang, baru datang rombongan keluarga bulik sambil meminta maaf pada mbah. Sekilas memang tega nian, tapi aku juga melihat ke-konsisten-an dalam cara mendidik. Di balik ketegasannya, tentu sebenarnya beliau tidak tega. Tapi, rasa tak tega itu terkalahkan dengan semangatnya untuk mendidik tentang kedisiplinan, hatta terhadap anaknya yang sudah berkeluarga. Justru karena sangat cnta, dan ingin anak keturunannya juga mampu mensyukuri nikmat waktu dari Allah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul, di balik kedisiplinannya, mbah orang yang sangat peduli pada anak. Secuil kisah ini Bapak ceritakan padaku, belum lama. Ternyata, waktu kecil bapak pernah mengalami kecelakaan, saat salah satu kakak perempuannya membawa seonggok ’blarak’ (daun kelapa kering yang sering digunakan untuk bahan bakar atau obor temporer), dan bapak tak sengaja menubruk blarak tersebut. Naas, ada salah satu lidi atau serpihan yang mencelat dan masuk ke hidung bapak, dan seketika.....bapak merasa matanya yang sebelah kiri tak dapat melihat lagi. Bapak buta sebelah sejak saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dengan kebutaan bapak itu, mbah-lah yang rajin mengantar bapak untuk kontrol ke dokter mata setiap dua minggu sekali. Perjalanan yang cukup jauh dari desa Bokongan ke Purworejo kota. Kontrol itu cukup lama, berbulan-bulan, tapi belum tampak tanda2 kesembuhan mata bapak. Bapak sempat bosan sendiri untuk kontrol, apalagi kata bapak dokternya galak banget, kepalanya kayak dipukul2 oleh dokter tersebut. Tentang ini bapak curhat ke mbah, dan mbah memberikan motivasi supaya tetap telaten kontrol demi kesembuhan mata bapak. Sampai suatu hari, bapak bersin keras sekali, dan terasa ada sesuatu yang keluar dari hidungnya, dan Subhanallah..... seiring keluarnya benda kecil itu, mendadak mata bapak bisa melihat lagi. Segera bapak melapor pada mbah, dan mbah menyambut berita gembira ini sambil menangis terharu (hiks... bisa dibayangkanlah, kalau kita jadi ortu terus ada anaknya yang buta sebelah sekian lama, tiba-tiba dapat melihat lagi).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;LELAKI YANG PENUH SEMANGAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mbah yang kukenal, meski sudah renta tapi semangatnya masih membara. Dalam usia 85 tahun, mbah masih berani naik sepeda motor keliling kota di Magelang. Waktu itu pak Kapolres sampai mengancam waktu mbah mengurus perpanjangan SIM, ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pak kyai niku sampun sepuh. Sampun pak, menawi badhe tindak2 lak saged didherekke putra wayah. Ampun nitih motor malih, ndak ketabrak. Pun, kula mboten badhe ngedalaken SIM kagem pak kyai&lt;/span&gt;” (Pak kyai itu sudah tua. Sudahlah, kalau mau pergi2 kan bisa minta antar anak cucu. Jangan naik motor lagi, takut tertabrak. Saya gak mau memperpanjang SIMnya lagi” (ngancam tapi penuh homat, lucu yak?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah tetap tak bergeming,”Ya sudah, kalau aku gak boleh memperpanjang SIM, nanti kalau aku ditilang tak bilang aja itu gara2 kapolresmu ngelarang aku memperpanjang SIM’.&lt;br /&gt;Dan.. mbah tetap nekat mengendarai motornya keliling kota, sampai suatu hari motor tersebut menabrak pohon. Baru setelah itu, mbah merasa ’cukup tua’ untuk tidak naik motor lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paduan antara semangat dan sayang anak juga terlihat jelas saat mbah berusia 90 tahun. Waktu itu bapak baru saja pulang dari haji, yang heboh dengan kasus terowongan maut ”Mina’. Aku ingat, selama Bapak di tanah haram kami semua cuma bisa berdoa dalam tangis di tanah air, karena belum ada kabar juga dari Saudi apakah bapak sealamat atau tidak. Saat bapak Alhamdulilah selamat sampai ke tanah air, mbah yang sudah menunggu dan datang langsung dari magelang ke purworejo, memeluk bapak dengan isak tangis haru. Begitu juga hadirin yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, mbah belum puas untuk bertemu dengan bapak hari itu, karena rombongan mbah langsung balik lagi ke magelang tanpa menginap. Seminggu kemudian, kami serumah dikagetkan oleh kedatangan mbah ke rumah, seorang diri, naik angkutan umum! Mbah berkata kalau beliau belum puas menyimak cerita bapak tentang peristiwa terowongan maut itu, jadi sengaja dateng lagi agar leluasa ngobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah.. tentu kami semua khawatir bukan alang kepalang. Karena kami tahu mata mbah sudah rabun, hanya mengandalkan suara saja. Hiks, kalau ketabrak, gimana? Atau ada orang yang berniat jahat, misalnya? Lagi pula, ternyata mbah tidak terang-terangan pamit dengan bulik (yang menemani mbah di rumah ngupasan). Mungkin kalau bilang akan ke Purworejo takut ngerepotin. Jadi mbah pamitnya pagi itu cuma mau ”jalan2 ke depan bentar”. Gak tahunya..... bablas sampai purworejo. Langsung bapak segera telpon mengabari bulik di magelang bahwa mbah sudah sampai di purworejo dan nanti sore akan diantar pulang ke Magelang. Mbah.... mbah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ORGANIZER UNIK DAN KITAB KUNING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan banyaknya undangan untuk mengisi pengajian di berbagai tempat, mbah memiliki ’organizer’ unik, yaitu berupa papan tulis besar yang ditempelkan di dinding ruang tengah, sebelum pintu masuk ke mushola. Acara2 yang sudah disepakati akan ditulis mbah di papan tulis itu, agar tidak lupa. Uniknya, mbah menulis agenda2 acaranya dengan huruf arab pengkol (berhuruf arab tanpa harkat tapi isinya berbahasa jawa, persis seperti kitab kuning). Sering kami, cucu2nya kalau sedang ngumpul di rumah mbah ber’lomba’ membaca agenda mbah yang unik itu. Lucu juga, apalagi kalo sama2 masa pas ’macet’ pada satu kata tertentu. Sering melesetnya, jelas, karena kami cucu-cucunya gak ada yang jebolan pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, meskipun sempat mengaji beberapa kitab kuning dasar seperti safinatun najah dan sulam taufik, juga tetap terbata2 membaca agenda si mbah. Hiks, jadi sedih juga. Padahal kitab kuning koleksi mbah banyak sekali, tapi aku gak bisa menimba ilmu dari situ. Sepeninggal mbah, kitab kuning yang 2 lemari itu sempat didiamkan saja beberapa lama, karena anak cucunya gak ada yang bisa baca. Akhirnya, diputuskan kitab2 kuning mbah itu disumbangkan ke perpustakaan Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM). Insya Allah akan lebih bermanfaat untuk umat dari pada didiamkan teronggok di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, mungkin memang harus ada salah satu dari anak keturunannya yang belajar ilmu syariah secara khusus seperti mbah, sehingga saudara2 yang lain ada tempat bertanya jika ada masalah yang berkaitan dengan agama. Persis seperti yan telah dilakukan mbah selama hidupnya, menjadi tempat konsultasi dan rujukan utama bagi keluarga, juga masakarakat sekitar. Pandangan dan jawaban2 mbah yang tegas tapi tidak mengggurui menyebabkan yang bertanya dapat dengan lapang menerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai menjelang akhir hayatnya, meskipun mata mbah sudah rabun dan jalannya juga dibantu ’teken’ (tongkat), mbah masih mengisi kajian keislaman di berbagai tempat, termasuk khotbah Jumat di Masjid Agung Magelang. Tentu tidak lagi dengan membacakan kitab kuning, tapi menyampaikan apa yang ada di ingatan saja.&lt;br /&gt;Hiks, jadi malu hati. Begitulah kalau ulama sejati, meletakkan ilmu benar2 ’fis suduuur’ (di dada), jadi saat mata tak dapat membaca pun tingal mengeluarkan apa yang ada di dalam dada dan kepala. Lha kalau aku, ilmunya masih sebatas ’fis sutuur’ (di atas kertas), masih bawa kebetan kemana-mana. Begitu kebetannya ilang, ilang pula ilmunya. Mau ngisi kajian gak bawa kebetan? Wah bisa kelimpungan dan keringat dingin doang gak ada bunyinya :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmahnya, mbah sampai dengan akhir hayatnya memiliki ingatan yang tetap prima, tidak mengalami kepikunan sedikit pun. Dia masih hapal cucu-cucunya, meski hanya dengan mengandalkan suara saja. Sebagai seorang yang rajin memberikan kajian ke berbagai tempat, mbah memiliki kesehatan yang prima. Beliau jarang sakit. Kalau pun sakit, beliau paling susah diajak ke dokter. Akhirnya, dokter lah yang dipanggil ke rumah untu memeriksa mbah, itu pun gak pakai persetujuan mbah dulu karena pasti mbah gak mau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HATI-HATI DALAM PERGAULAN NON MAHRAM&lt;br /&gt;Mbah juga sangat berhati-hati dalam pergaulan lain jenis. Kehati-hatiannya sangat tampak pada proteksinya terhadap anak cucu. Sewaktu ada teman putri salah satu om yang sering main berkunjung ke rumah mbah, dengan maksud mengingatkan mbah meledek si gadis itu, ”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Iki cah wedhok, nek bolak balik mrene wae, mengko aku tak sowan wong tuwamu lho, tak tembung wae men syah sisan” (Duh ini aanak perempuan, kalau bolak-balik main ke sini terus, aku nanti datang ke orang tuamu saja, kulamar, biae kalian syah sekalian&lt;/span&gt;” Hehe, si gadis jadi keki kali ya dibilang begitu, lha wong dia cuma sohib dekat si om saja kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain kehati-hatiannya, adalah kebiasaan mbah jika menerima lamaran untuk anak/cucu perempuannya. Mbah cenderung untuk sebaiknya cepat saja menikah sehingga syah secara agama, dari pada nanti ada dosa khalwat dan seterusnya. Sewaktu menerima lamaran mbakku misalnya, mbah langsung bertanya pada rombongan calon mas ipar: ”i&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ki calon lanange melu teka ora? Nek teka, wes kene tak ijabke pisan mbengi iki. Urusan KUA gampang bisa sesuk awan&lt;/span&gt;” (ini calon laki2nya ikut datang gak? Kalau ada, sini saya nikahkan malam ini saja. Urusan KUA bisa gampang besok siang). Hihi sayangnya, calon mas iparku gak ikut dateng (katanya memang begitu adatnya). Kalau dateng padahal bisa langsung nikah kali (sebenernya bakal seneng apa malah terkaget2 ya?qiqiqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti mbah termasuk orang yang pro nikah siri (seperti yang sedang hangat sekarang ini), tapi menurutku karea beliau menjaga sekali supaya tidak terjadi pelanggaran syariat. Sementara sebagai mantan Kepala Dep Agama setempat, mbah merasa mudah saja diurus administrasinya 1-2 hari ke depan pas hari kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah juga kadang-kadang memberikan ceramah dalam bahasa arab, terutama untuk khotbah nikah. Mungkin maksudnya mengambil afdholnya, karena toh kalau nikah nanti tetap ada nasehat nikah. Tetapi, setahuku, di masjid Agung Magelang mbah justru memelopori menggunakan khutbah dengan bahasa jawa, yang tadinya banyak berbahasa arab. Hal ini disukai oleh para jamaah karena mereka jadi mengerti isi khutbah jumat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDEALISME &amp; BEBERAPA WASIAT&lt;br /&gt;Mbah sangat tidak suka melihat orang yang bergunjing. Ini sesuai degan wasiatnya ’&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ojo neliti luputing liyan, nelitio lupute dewe&lt;/span&gt;’ (jangan suka mencari kesalahan orang lain, carilah kesalahan diri sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahuku, mbah juga pernah dilantik sebagai anggota DPRD Kab. Magelang, tetapi tak bertahan lama. Mbah mundur dari keanggotaannya itu karena merasa tak sesuai dengan hati nurani, karena harus merncoblos partai tertentu, yah.. begitulah, mbah memilih idealismenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah juga bercerita, bahwa mbah putri menjelang tahun-tahun akhir hayatnya selalu rutin membaca Al-Quran setengah juz setiap hari, meskipun dalam kondisi sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah.. mbah dikaruniai umur yang panjang dalam keshalehan, sehingga 2 istri pun (istri pertama meninggal saat bapak masih remaja, disambung istri kedua) meninggalkan beliau lebih dulu, dalam ridho mbah kakung tercinta.&lt;br /&gt;Mbah wafat tahun 1992, dalam usia 92 tahun, setelah sakit tak berapa lama. Aku masih sempat menengok mbah menjelang wafatnya tersebut. Mbah masih tampak bugar, dan dapat berkomunikasi biasa meski pun sakit.&lt;br /&gt;Allahummagh fir lahu warhamhu.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-1479529300563074306?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/1479529300563074306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=1479529300563074306' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1479529300563074306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1479529300563074306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/03/mbah-kakung-di-mata-seorang-cucu.html' title='MBAH KAKUNG, DI MATA SEORANG CUCU'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/S53jQr4HaWI/AAAAAAAAAGA/swKK5hJGviI/s72-c/mbah+asyhoeri+01.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-2220307969255479159</id><published>2010-02-17T16:19:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T16:27:00.937-08:00</updated><title type='text'>UMURKU TERUS BERLARI</title><content type='html'>Waktu terus berputar&lt;br /&gt;tahun demi tahun&lt;br /&gt;bulan, pekan, hari,&lt;br /&gt;jam, menit, detik&lt;br /&gt;dan apa yang telah lewat&lt;br /&gt;tak dapat kuminta kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umurku terus berlari&lt;br /&gt;meninggalkan jejak di bumi&lt;br /&gt;sebagai prasasti abadi&lt;br /&gt;yang tak mungkin kuhapus lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga puluh delapan tahun &lt;br /&gt;umur biologisku kini&lt;br /&gt;Tapi, berapakah sesungguhnya&lt;br /&gt;umur belajarku?&lt;br /&gt;umur dakwahku?&lt;br /&gt;umur pengabdiankku?&lt;br /&gt;umur amal sholehku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu,&lt;br /&gt;Berapa umur tidurku?&lt;br /&gt;umur melamun-ku?&lt;br /&gt;umur laghwi-ku?&lt;br /&gt;umur maksiatku?&lt;br /&gt;Adakah itu jauh lebih banyak dari umur amal sholehku?&lt;br /&gt;Astaghfirullah…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang bisa kubawa sebagai bekal&lt;br /&gt;menuju kehidupan yang sejati&lt;br /&gt;di akheratMu nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi,&lt;br /&gt;Ampuni aku&lt;br /&gt;jika syukurku akan nikmat umur ini&lt;br /&gt;belum terbukti&lt;br /&gt;sementara aku tak tahu&lt;br /&gt;tinggal berapa lagi&lt;br /&gt;sisa nikmat umur yang Kau beri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi, &lt;br /&gt;kuatkan langkahku&lt;br /&gt;meniti jalanMu&lt;br /&gt;menuju desa keshalihanMu&lt;br /&gt;dalam langkahku yang tertatih&lt;br /&gt;jatuh bangun menggapai nur-Mu&lt;br /&gt;agar nanti saat mendekat ajalku &lt;br /&gt;dengan tenang dapat aku bertanya &lt;br /&gt;pada seluruh permata hatiku&lt;br /&gt;sebagaimana nabi Ya’qub bertanya pada anak-anaknya:&lt;br /&gt;”Siapa yang akan kalian sembah, sepeninggalku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi,&lt;br /&gt;mudahkanlah aku&lt;br /&gt;mengikis nodaku yang berkerak&lt;br /&gt;merekatkan serpihanku yang terserak&lt;br /&gt;menambal sobekanku yang terkoyak&lt;br /&gt;menggosok jelagaku yang menghitam&lt;br /&gt;mengobati carutku yang meradang&lt;br /&gt;di sisa umurku ini&lt;br /&gt;agar aku dapat menghadapMu&lt;br /&gt;seputih salju&lt;br /&gt;seperti bayi baru&lt;br /&gt;dan Kau akan menyapaku:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yaa ayyatuhan nafshul muthmainnah, &lt;br /&gt;Irji’ii ilaa robbiki roodhiyatan mardhiyah&lt;br /&gt;fadkhulii fii ‘ibadii wadkhulii jannatii&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@&amp;----catatan saat berkurangnya jatah umurku---&amp;@&lt;br /&gt;17 pebruari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-2220307969255479159?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/2220307969255479159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=2220307969255479159' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2220307969255479159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2220307969255479159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2010/02/umurku-terus-berlari.html' title='UMURKU TERUS BERLARI'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-5404870520483540101</id><published>2009-12-06T19:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-06T19:29:47.595-08:00</updated><title type='text'>FAKTA PENTING TENTANG MARGARIN, DAGING &amp; IKAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Diambil dari blognya mas Agung lagi nih :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menilai suatu makanan baik atau tidak untuk tubuh, biasanya dengan melihat kadar kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Tulisan ini melihat dari prespektif lain, yaitu dari titik beku lemak/minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan darat (sapi, kambing, ayam) memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi dari suhu tubuh manusia. Minyak/lemak dari hewan darat (animal oil) lebih populer disebut lemak hewan pada umumnya berbentuk padat pada suhu ruangan, yang berarti memiliki titik beku yang tinggi (beku pada suhu tinggi). Minyak pada hewan darat ini akan membeku ketika masuk kedalam tubuh manusia, baik di saluran pencernaan maupun di pembuluh darah. Hal ini dikarenakan suhu tubuh manusia lebih rendah dari suhu tubuh hewan darat asal mulanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda halnya dengan ikan. Ikan memiliki suhu tubuh lebih rendah daripada suhu manusia. Sehingga minyak ikan (fish oil) tetap bersifat cair dalam suhu ruangan. Bahkan akan semakin cair pada tubuh manusia yang lebih tinggi suhunya dari suhu ruangan maupun suhu tubuh ikan. Karennya fish oil ini tidak akan menggumpal atau membeku pada tubuh manusia, bahkan mampu membersihkan pembuluh darah dari lemak-lemak beku yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari logika ini dapat difahami bahwa minyak ikan sangat bermanfaat bagi tubuh karena memiliki titik beku yang rendah. Apalagi minyak ikan mengandung EPA dan DHA yang berfungsi mencegah penyakit jantung dan bermanfaat untuk kecerdasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan minyak hewan darat dalam jumlah berlebihan dapat membahayakan karena titik bekunya yang tinggi. Minyak hewan akan mudah membeku pada tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan lemak babi? Lemak babi biasanya digunakan sebagai lemak masak untuk menciptakan cita rasa tinggi pada masakan, namun hal ini mulai ditinggalkan (terutama di negara maju) dengan alasan kandungan asam lemak trans pada minyak babi sangat tinggi yang membahayakan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan margarine? Margarine adalah minyak yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan (minyak nabati) yang dibuat membeku pada suhu kamar dengan cara melalui proses hidrogenisasi. Pada dasarnya minyak nabati (terbuat dari kelapa, sawit, kedelai, dll), sebagaimana minyak goreng, adalah cair pada suhu kamar. Namun minyak yang cair ini tidak dapat digunakan untuk dioleskan pada roti dan tidak dapat digunakan untuk pemanggangan kue (baking powder). Oleh karena itu minyak tumbuhan dihidrogenisasi menjadi margarin. Minyak tumbuhan yang tadinya tak jenuh tunggal menjadi lemak jenuh setelah dihidrogenisasi menjadi margarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses hidrogenisasi ini menghasilkan minyak trans yang jenuh, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dan menyebabkan penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Margarine membeku pada suhu kamar. Bahkan lemak margarine akan membeku pada suhu tubuh manusia, baik dalam pencernaan maupun pembuluh darah. Maka dapat disimpulkan margarine tidak baik untuk tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Hiromi Shinya dalam bukunya The Miracle of Enzyme, mengatakan bahwa margarine adalah sejelek-jeleknya minyak/lemak. Jika ada margarine di rumah Anda segera buang. Dr Hiromi telah membuktikan orang yang mengkonsumsi banyak margarin memiliki pencernaan yang tidak baik. (http://agungy.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;The Miracle of Enzyme, Hiromi Shinya, MD&lt;br /&gt;Wikipedia&lt;br /&gt;chem-is-try.org, Situs Kimia Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-5404870520483540101?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/5404870520483540101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=5404870520483540101' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5404870520483540101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5404870520483540101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2009/12/fakta-penting-tentang-margarin-daging.html' title='FAKTA PENTING TENTANG MARGARIN, DAGING &amp; IKAN'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-448023550145965379</id><published>2009-12-06T18:57:00.000-08:00</published><updated>2009-12-06T19:01:22.993-08:00</updated><title type='text'>BENARKAH YOGHURT BAIK UNTUK MANUSIA?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Notes bagus dari mas Agung Yulianto, my eld bro :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR Hiromi Shinya adalah ahli bedah perut yang telah melakukan pemeriksaan lambung dan usus, kolonoskopi kurang lebih 300.000 perut manusia. Ia telah melakukan kuisionair untuk menghubungkan antara kondisi perut seseorang dengan pola makannya. Dalam bukunya, The Miracle of Enzyme, menjelaskan bahwa ternyata susu sapi dan semua produk turunannya seperti yoghurt dan keju, ternyata sebagai penyebab kotornya perut, divertikula, polip, colitis dan menumpuknya kotoran stagnan. Bahkan susu justru menyebabkan penyakit osteoporosis. Lantas bagaimana dengan yoghurt yang dipromosikan mengandung bakteri hidup Lactobasilus yang bermanfaat bagi usus? Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat dari Lactobasilus sejak awal sudah dipertanyakan. Lactobasilus artinya adalah bakteri yang bermukim dalam usus manusia. Tubuh manusia memiliki sistem pertahanan melawan bakteri yang datang dari luar. Garis pertahanan paling depan adalah asam lambung. Saat Lactobasilus dari yoghurt memasuki lambung, maka bakteri-bakteri tersebut akan dimatikan oleh asam lambung. Sehingga tidak mungkin bakteri-bakteri itu bisa mencapai usus peminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DR Shinya menjumpai dalam pembedahan usus yang dilakukannya, bahwa karakteristik usus yang mengkonsumsi yoghurt dan produk susu lainnya tidak pernah dalam keadaan baik. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yoghurt, sebagaimana produk susu yang lain, mengandung banyak laktosa sedangkan orang dewasa tidak memiliki enzim laktase, yaitu enzim untuk mengurai laktosa, dalam jumlah mencukupi. Akibatnya jika Anda mengkonsumsi yoghurt, maka yoghurt itu tidak dapat dicerna secara baik, sehingga membuat perut Anda semakin kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengatakan dengan yakin, berdasarkan hasil pengamatan klinis, seseorang yang mengkonsumsi yoghurt setiap hari, bau kotoran dan gas Anda akan menjadi semakin tajam, yang mengindikasikan lingkungan usus Anda semakin memburuk. Akibat dari usus yang bermasalah ini menyebabkan beraneka penyakit di seluruh organ tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih mau minum yoghurt dan sejenisnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel lengkap lihat:&lt;br /&gt;http://budurl.com/65ba&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-448023550145965379?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/448023550145965379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=448023550145965379' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/448023550145965379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/448023550145965379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2009/12/benarkah-yoghurt-baik-untuk-manusia.html' title='BENARKAH YOGHURT BAIK UNTUK MANUSIA?'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-8321856023745792047</id><published>2009-12-06T18:55:00.000-08:00</published><updated>2012-01-19T16:16:57.734-08:00</updated><title type='text'>BAHAYA SUSU SAPI OLAHAN BAGI MANUSIA</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-mxxrueVV_hQ/Txiybm0ubCI/AAAAAAAAALg/QHbnWLCV-4o/s1600/sapi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 184px; height: 141px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-mxxrueVV_hQ/Txiybm0ubCI/AAAAAAAAALg/QHbnWLCV-4o/s200/sapi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699501515785268258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ini note dari mas Agung Yulianto, kaka kelas di STAN yang kini banting setir jadi herbalis :) Sangat menarik untuk dicermati &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya memposting tentang yoghurt, banyak yang menanyakan bagaimana dengan susu sapi? Hiromi Shinya MD, dalam bukunya, The Miracle of Enzyme, mengupas habis tentang susu. Kesimpulan ini diperolehnya dari pengamatan selama 40 tahun melakukan kolonoskopi sekitar 300.000 pasien dan membandingkan dengan pola makan pasien tersebut. Hampir bisa dipastikan, orang yang minum susu setiap hari, maka ususnya akan bermasalah. Buku ini diberikan kata sambutan oleh Menkes RI dan Dekan FK Unair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tahun 1960, penduduk Jepang tidak mengkonsumsi susu. Ternyata penduduk Jepang yang berusia lanjut tidak ada yang menderita osteoporosis. Sejak tahun 1960, di Jepang dipopulerkan mengkonsumsi susu dan ternyata setelah itu dijumpai banyak sekali kasus osteoporosis. Mengapa hal ini dapat terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu tinggi Kalsium dipercaya lebih mudah diserap. Saat minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat. Ketika konsentrasi kalsium dalam darah meningkat, tubuh berusaha mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine. Demikian juga tubuh melepas sebagian kalsium dari tulang dan gigi. Dengan kata lain, jika Anda mencoba minum susu dengan harapan mendapatkan kalsium, hasilnya sungguh ironis, yaitu menurunnya jumlah kalsium dalam tubuh Anda secara keseluruhan. Dari empat negara susu besar, yaitu Amerika, Swedia, Denmark dan Finlandia yang banyak mengkonsumsi susu setiap harinya, ditemukan banyak kasus retak tulang panggul dan osteoporosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya dengan mengkonsumsi ikan-ikan kecil dan rumput laut yang selama berabad-abad dimakan oleh bangsa Jepang dan pada awalnya dianggap rendah kalsium, ternyata hampir tidak ada kasus osteoporosis di Jepang selama masa rakyat Jepang tidak minum susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-fakta lain tentang susu yang diperoleh adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Tidak ada makanan yang lebih sulit dicerna daripada susu. Kasein yang banyak terdapat pada susu sapi, langsung menggumpal saat memasuki lambung sehingga menjadi sangat sulit dicerna.&lt;br /&gt;Komponen susu yang dijual ditoko telah dihomogenisasi dan menghasilkan radikal bebas dan telah teroksidasi. Susu yang mengandung zat lemak teroksidasi mengacaukan lingkungan dalam usus meningkatkan jumlah bakteri jahat dan merusak keseimbangan flora bakteri dalam usus.&lt;br /&gt;Kebanyakan susu dipasteurisasi dengan sistem UHT (Ultra High Temperature). Pasteurisasi ini dengan memanaskan hingga suhu 120-130 derajat selama 2 detik. Enzim sensitif terhadap panas dan mulai terurai pada suhu 48 derajat dan pada suhu 115 derajat telah hancur seluruhnya.&lt;br /&gt;Kadar Kasein dan Laktoferin dalam susu sapi sangat berbeda dibandingkan dengan ASI. Sehingga boleh disimpulkan bahwa susu sapi memang hanya untuk anak sapi.&lt;br /&gt;Manusia dewasa tidak memiliki cukup banyak enzim laktase untuk mengurai Laktosa dalam susu. Hal ini menyebabkan susu tidak dapat diolah oleh pencernaan dengan baik, ditambah lagi dengan banyaknya komponen teroksidasi menjadikan susu sangat memberatkan kerja pencernaan.&lt;br /&gt;Demikian kesimpulan tentang susu, untuk jelasnya silahkan dibaca sendiri buku The Miracle of Enzyme yang menjadi referensi saya dalam tulisan ini. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan dari penulis:&lt;br /&gt;Hasil kajian dari lembaga penelitian di Malaysia, susu kambing lebih dekat dan sesuai dengan tubuh manusia. Jika diolah dengan baik bisa jadi alternatif pengganti.&lt;br /&gt;Menurut saya, harus diperhatikan nutrisi pengganti yang mencukupi. Jangan sampai terjadi, menghindari susu namun berakibat kekurangan nutrisi. Nutrisi bisa diperoleh dari makanan berkualitas dan alami seperti ikan, kacang-kacangan, sayur dan buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info detil lihat di: http://budurl.com/pgee&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-8321856023745792047?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/8321856023745792047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=8321856023745792047' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8321856023745792047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/8321856023745792047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2009/12/bahaya-susu-sapi-olahan-bagi-manusia.html' title='BAHAYA SUSU SAPI OLAHAN BAGI MANUSIA'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-mxxrueVV_hQ/Txiybm0ubCI/AAAAAAAAALg/QHbnWLCV-4o/s72-c/sapi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-1594774597310186982</id><published>2009-12-06T18:50:00.000-08:00</published><updated>2009-12-06T18:51:04.521-08:00</updated><title type='text'>INDAHNYA UKHUWAH :)</title><content type='html'>Ada teman yang mengeluh, “Ah, lebih enak kerja dengan orang yang tidak terlalu dekat secara emosi dari pada kerja dengan sohib/akhi filLah”&lt;br /&gt;Ada juga yang bilang, “ Syusaaaah &amp; repot kalau sohib/akhi fillah yang berhutang, gak enak hati buat nagihnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaknyamanan itu, dari mana berasal? Apakah karena sudah terlanjur berharap banyak pada saudaranya, terlanjur ber-ekspektasi yang terlalu tinggi, sehingga kecewa saat kenyataannya tidak seperti yang dia harapkan?&lt;br /&gt;Mungkin saja, karena ketika kasus yang sama terjadi pada orang lain yang kurang dekat secara emosi, anehnya dengan mudah akan dimaafkan dan dimaklumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri sungguh heran, tak mengerti jika ada orang yang merasa tak nyaman berinteraksi dengan sohib/saudara seiman fil-Lah. Karena sepanjang aku berinteraksi dengan sohib/saudara2ku; kebahagaiaan, kesejukan, ketenangan lah yang kudapat, Alhamdulil-Lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga itu pula yang dirasakan sohib/saudara2ku itu terhadapku. Jangan sampai yang terjadi kebalikannya, aku merasa nyaman dengan mereka, eh mereka merasa sangat tidak nyaman berinteraksi denganku. Astaghfirullah, kalau ini terjadi, aku tergolong manusia 'haram' (menurut Emha), yang justru keberadaannya merepotkan orang lain dan ketiadaannya disyukuri. Na’udzubillah, semoga tidak begitu :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak peristiwa yang kucatat sebagai keping-keping mozaik tentang indahnya persaudaraan ini. Salah satunya adalah saat suami dan anakku (waktu itu baru satu) secara berbarengan opname di rumah sakit, sekitar tahun 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, bidadari kecilku, Hurin, panas tinggi 3 hari. Umurnya belum lagi 1 tahun. Bersamaan dengan itu, mas Anto, suamiku, juga mulai gak enak badan, agak demam. Tadinya Hurin kuperiksakan di klinik dekat rumah (kontrakan). Tapi karena badannya makin panas, Jumat pagi2 kubawa ke RS Persahabatan, RS terdekat dari rumah. Karena mas Anto justru sedang sakit juga, bahkan ijin tidak masuk kantor, dan aku saat itu sedang tidak punya pembantu, aku ditemani tetanggaku, ukhti filah, ke RS. Susi namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, saat diperiksa dokter di RS, Hurin tidak diperbolehkan pulang karena suhu badannya sudah 40 derajat, langsung harus opname!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, aku cukup panik, karena baru kali itu berhadapan dengan situasi seperti ini. Mana suami juga lagi sakit di rumah :( Memang kadang2 dulu aku diminta menjaga ibu yang beberapa kali opname, tapi hanya menunggui saja, tidak mengurus segala sesuatunya sendiri. Tapi aku mencoba menguat-nguatkan hati. Harus dihadapi, begitu tekadku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuminta Susi pulang, untuk memberitahu mas Anto bahwa Hurin harus langsung opname dan aku juga harus menungguinya di RS. Sekaligus aku minta Susi untuk membawa beberapa baju gantiku &amp; Hurin jika nanti ada orang yang akan ke RS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerepotan bertambah karena waktu itu, jangankan HP, telpon rumah pun aku belum ada. Beruntunglah ada Susi yang rumahnya tidak jauh dari rumahku dan sudah ada telpon rumah. Jadi, jika ada sesuatu yang penting, aku telpon ke rumahnya (dari wartel RS) dan orang rumahnya lah yang menyampaikan pesan itu ke mas Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat itu, dari siang sampai sore aku menunggui Hurin yang makin parah, ditambah banyak muntah dan diare. Infus terus-menerus tiada henti. Sore itu pula aku diminta suster untuk menyiapkan darah golongan AB beberapa kantong, karena ada kemungkinan Hurin kena DBD. Saat itu memang sedang wabah DBD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bingung, karena mas Anto juga sedang sakit di rumah, sendirian pula tidak ada yang merawat, meski tidak parah. Tak tega rasanya minta bantuan dia. Tapi aku juga tak tahu harus minta tolong ke siapa lagi untuk mencari darah. Akhirnya aku sampaikan saja pada Susi, kalau Hurin butuh darah. Mungkin Susi bisa bantu untuk mencari atau setidak-tidaknya ’lapor’ saja ke mas Anto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu punya tunggu, sampai hampir tengah malam tidak ada kabar apa pun tentang darah itu. Duh, berhasil dapet darah gak ya? Aku mulai gelisah sendiri, tapi tak bisa berbuat banyak karena harus tetap mendampingi Hurin. Apalagi Hurin banyak muntah dan diare sehingga harus sering2 diberi ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat tengah malam, justru datang sahabat kami, 'mas' Mui, ke kamar tempat Hurin dirawat. Dia bilang, mas Anto sekarang masuk UGD di RS yang sama dan harus diopname juga. Ya Allah... ada apa lagi ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera lari ke UGD sebentar saat Hurin tertidur. Sampai di sana, kulihat suamiku sedang diurus untuk pindah ke ruang perawatan. Dia bercerita tadi sebenarnya mau memaksakan diri ke PMI jalan Kramat untuk cari darah, tapi sudah gak kuat, malah muntah. Khawatir, dia telpon Mui yang rumahnya tak terlalu jauh dari rumah kami untuk membantu mencarikan darah. Saat Mui datang, justru Mui menyarankan supaya mas Anto periksa ke RS saja dulu karena sudah beberapa hari demam dan sudah muntah. Tentang stok darah bisa dicarikan oleh yang lain.&lt;br /&gt;Nah, pas periksa, ternyata.. hiks..... hiks…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku makin nelangsa saat mas perawat yang mendorong bed mas Anto berkata, ”Dosa apa sih pak? Kok sampe anak sama bapak bisa beruntun masuk RS begini?”&lt;br /&gt;Hiks... hiks... hiks...air mataku jatuh sambil ikut mendorong bed itu menuju kamarnya. Melihat itu, Mui menghiburku, ”Sudah Ning, jangan panik. Sabar dan tawakkal saja. Insya Allah kalau sudah di RS malah tertangani kalau ada apa-apa” Setelah itu dia langsung mencarikan kantong darah untuk Hurin.&lt;br /&gt;Malam itu aku tak bisa tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi2 setelah subuh dari wartel RS aku telpon ke ibu dan ibu mertua, juga ke salah satu teman kantor mas Anto yang juga sahabatnya. Tak bisa kuhindari, aku menelpon dengan sesenggukan. Perasaanku campur aduk; sedih, bingung, panik....Bagaimana aku harus mondar-mandir mengurusi 2 orang yang kucintai ini sementara letak bangsalnya berjauhan? Mana di RS sini gak sistem paket, obat apa pun (termasuk infus, jarum suntik, dll) harus dibeli sendiri dulu oleh pasien. Padahal untuk beranjak meninggalkan Hurin sendrian lalu ke bangsal mas Anto saja beresiko, apalagi harus jalan ke apotek. Belum kalau ingat saat itu kondisi keuangan kami sedang bokek kek, ngeri kalau biaya rawat inap ini akan melambung tinggi. Mau dibayar pakai apa? :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Subhanallah... Tak sampai sejam, sahabat2 kantor mas Anto datang. Mereka meyakinkan aku bahwa aku cukup fokus pada urusan anakku, sementara untuk urusan mas Anto (termasuk piket jagain, beli obat ini itu) mereka bilang jangan dipikir, sudah diatur semua pembagian tugasnya. Ada Ernawan, Muslim, cak Fu, mas Ribut, Banteng..... Bahkan, salah satu sohib dekatnya itu, Ernawan, dengan setia menunggui mas Anto tiap malam. Padahal dia termasuk penganten baru pada waktu itu, tapi istrinya (Yayuk) rela ditinggal suaminya ke RS :) Kadang Yayuk malah ikut ke RS dan menemaniku juga di bangsal Hurin. Subhanallah...(jazaakumullah ya ern, yuk untuk semua bantuannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersyukur sekali. Dapat dibayangkan kalau waktu itu sahabat2 mas Anto gak ada, tentu mas Anto terlantar tak kunjung ditangani :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu adalah hari Sabtu pagi, yang semestinya jadwalku mengisi kajian keIslaman untuk adik2. Tapi karena panik, aku lupa memberitahu mereka bahwa aku berada di RS sehingga kajian sementara libur (biasanya mereka kuberitahu via telpon dari telpon umum koin dekat rumahku kalau ada perubahan jadwal). Pagi itu mereka terlanjur datang ke rumah, menjumpai rumah sepi2 saja, lalu diberitahu para tetangga bahwa kami sekeluarga ‘pindah’ sementara ke RS :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, adek2 itu juga dengan sigap membantu. Tanpa kuminta, mereka, yang waktu itu masih single meski sudah bekerja, membuat jadwal piket untuk menemaniku, terutama malam hari, “Biar mbak bisa tidur, kan dari sesiang sudah capek njagain”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiks, aku jadi sangat terharu. Sementara untuk siang hari, sebetulnya juga sudah banyak yang menemaniku. Tetanggaku, istri2 teman kantor mas Anto (yang kebetulan juga sahabat2ku), bergiliran datang. Bukan hanya untuk menjenguk lalu pulang, tapi bener2 bergiliran menemani dan siap untuk direpoti sewaktu2. Salah satunya adalah eyang Mansur (putri), tetangga sebelah rumah kontrakanku, yang sejatinya adalah kakak dari pemilik rumah yang kami tempati. Beliau, meski sudah usia senja, rajin datang menengok Hurin di RS dan sudah menganggap Hurin seperti cucunya sendiri. Sementara istri2 temen kantor mas Anto yang rajin menemaniku adalah Yayuk &amp; mbak Ida. Juga Udi istri Mui, menyempatkan diri untuk ikut menunggui Hurin. Subhanallah.. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan obat/alkes Hurin pun akhirnya para 'mas' teman mas Anto itu yang membelikan ke apotek. Rasanya yang paling sering wira-wiri urusan obat waktu itu adalah cak fuad (jazakallah ya cak..). Kadang dia beli dengan uangku, kadang dengan uang mereka (terutama jika uang yang kubawakan kurang, terus ditombok-in eh gak mau diganti). Setiap jeda tertentu ada saja yang datang ke bangsal Hurin, menanyakan ada resep baru yang perlu ditebus gak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Susi, si ukhti fillah tetanggaku? Dia memang tak datang2 lagi ke RS. Tapi yang dia kerjakan sungguh luar biasa! Dia menyediakan diri untuk mencuci seluruh baju kotor kami di rumahku. Jadi, jika ada tetanggga datang ke RS dimintanya membawa baju kotor kami, sementara baju bersih dibawa oleh tetangga yang lain, dan itu semua Susi yang mengaturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, baju kotor itu bukan sembarang kotor, tapi penuh... maaf, faeces Hurin yang diare berat atau kena noda muntah. Padahal lagi, Susi waktu itu masih single, tapi dia tak merasa jijik sama sekali. Kata dia (setelah kejadian ini berlalu cukup lama), ”Awalnya aja Ning, aku kliyeng2 kayak mau muntah pas mau nyuci. Baunyaaaa.... campur aduk deh, bikin perutku mual”&lt;br /&gt;Iya,hiks... kasian banget kau saudariku. Aku salut sekali dengan bantuan tulusmu itu :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, di balik kejadian sedih itu, aku merasa sangat bersyukur. Subhanallah wal hamdulillah....&lt;br /&gt;Saudara2 &amp; sohib2ku yang penuh perhatian, yang sigap membantu sebelum dipinta, yang tahu kebutuhan saudaranya tanpa harus banyak bercerita. Betapa indahnya ukhuwah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak ada mereka semua, aku tak tahu lagi bagaimana jadinya :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukran jazakallahu khoir untuk:&lt;br /&gt;• Susi &amp; keluarganya di Solo. I miss u so much&lt;br /&gt;• Mui (Mujtahid) &amp; Udi, Ern &amp; Yayuk, mas Heru &amp; mbak Ida&lt;br /&gt;• Adik-2 ku: Ana, Tety, Asiyah, Bruri, Tuti. I miss all of U..&lt;br /&gt;• sohib2 IKC bea cukai: cak fu, Muslim, mas Ribut, Banteng, dll&lt;br /&gt;We luv u, because of Allah :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-1594774597310186982?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/1594774597310186982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=1594774597310186982' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1594774597310186982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1594774597310186982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2009/12/indahnya-ukhuwah.html' title='INDAHNYA UKHUWAH :)'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-1822911351632423935</id><published>2009-12-02T00:35:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T00:36:18.639-08:00</updated><title type='text'>MEWASPADAI DAMPAK MEDIA SEBAGAI 'ORANG TUA KEDUA'</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Artikel dari Veronica Colondam, sangat menarik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak dari kita sering kali membiarkan TV atau Play Station atau Game Boy dan computer menemani anak-anak kita di saat kita sedang beristirahat sehabis pulang kerja atau di saat kita sibuk mengurus hal lain di rumah? Malah sering kali kita sengaja memutarkan video kesukaan anak demi sedikit privacy yang kita butuhkan di waktu-waktu tertentu; pada saat kita berolahraga, atau ketika kita sedang lelah atau sibuk meladeni si bungsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAMPAK MEDIA&lt;br /&gt;Sadarkah kita efek dari media (TV,CD/Radio, video,games, computer, dll) yang menemani anak-anak kita tumbuh? Walaupun pada awalnya media bertujuan mendidik, kini banyak pemilik media kehilangan arah ketika harus memilih antara tujuan komersial yang menaikan peringkat dan tujuan pendidikan ideal yang cenderung tidak selaris acara komersial. Karena itu, banyak pemilik media tidak lagi berpikir panjang. Demi kelangsungan bisnisnya, mereka tidak segan mengekspos seks, kekerasan dan kultur ‘tertentu’ serta mengeksploitasi anak dan remaja kita ke dalam tayangan yang bersifat komersial. Banyak pengalaman dari industri pertelevisian menggambarkan bagaimana produser tidak perlu melihat content acara tersebut akan laku dijual atau menjajikan peringat yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah studi oleh Kaiser Family Foundation di tahun 2001, seperti dikutip dalam buku James Steyer yang berjudul The Other Parent (2002), menemukan dua pertiga tayangan TV di Amerika Serikat (termasuk 84% sinetron dan sitcom) kini mengandung adegan seksual. Angka ini naik 58% dari tahun 1998. Bagaimana kondisi di Indonesia? Walaupun data resmi tentang hal ini belum menjadi perhatian public atau pemerintah, kondisi di Indonesia rasanya tidak jauh berbeda. Terutama ketika kini, banyak layanan TV kabel menyajikan acara film atau pertunjukan yang asalnya dari Amerika Serikat. Lebih jauh, ketika orangtua lengah, media (tayangan TV, game dan internet) bisa jadi adalah “orangtua kedua” yang membentuk kehidupan anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media mempunyai kekuatan besar untuk membentuk cara berbicara dan perilaku mereka, merumuskan citra diri mereka dan menentukan pengharapan mereka. Bahkan media berpotensi untuk membingungkan anak-anak ketika mereka diperhadapkan dengan kenyataan akan hal-hal yang memutarbalikan norma dan mendegradasi nilai. Rokok,alcohol dan narkoba jadi kelihatannya seperti ‘hal yang biasa’ dalam pergaulan, perilaku jahat terlihat ‘keren’,penyelesaian masalah dengan otot atau kekerasan atau yang paling ‘ringan’ adalah penciptaan citra perempuan yang cantik itu harus tinggi, putih dan ramping, berambut panjang, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas Maryland di tahun 1980-an menemukan kini remaja Amerika Serikat menghabiskan waktu 40% lebih sedikit dengan orangtuanya dibanding remaja di tahun 1960-an;dulu mereka setidaknya menghabiskan waktu 30 jam seminggu bersama orangtuanya, kini tinggal 17 jam! Dan 40% waktu ‘sisa’ ini dihabiskan remaja di depan TV, mendengarkan radio/CD, bermain playstation/ video games!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARENTS, THINK ABOUT IT!&lt;br /&gt;Jika ada ‘orang lain’ yang menghasilkan waktu 4-5 jam perhari dengan anak kita dengan terus-menerus mengekspos seks, kekerasan dan nilai-nilai komersial, bukankah kita akan melarang ‘orang ini’ untuk berhubungan dengan anak kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kita cenderung seringkali secara pasif-terutama karena masih dalam fase “penyangkalan media”-membiarkan anak kita secara rutin terekspos kepada ‘orang ini’ bahkan tidak berbuat apa-apa. Lebih parah lagi malah kadang-kadang kita ‘menyodorkannya’ karena kita sibuk dengan hal yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup untuk media ?&lt;br /&gt;Berbagai studi menyatakan bahwa pada umumnya di zaman modern ini, seorang anak menghabiskan rata-rata 28 jam  seminggu atau 4 jam per hari di depan TV dan 2-4 jam mendengarkan radio/musik/ CD. Itu berarti seorang anak menghabiskan 13 tahun hanya menonton TV ketika mereka berusia 75 tahun! Belum termasuk mendengarkan musik, radio dan internet. Dan tentunya “the unknown hours” saat kita tidur, yang kira-kira terakumulasi menjadi sepertiga waktu kita hidup: total 25 tahun habis untuk tidur saat kita berusia 75!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah arti hidup ini jika tidak meninggalkan sebuah legacy?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika sepertiga hidup kita lalui dengan tidur dan ditambah dengan waktu yang terbuang di depan TV, bisa-bisa hidup kita akan lewat begitu saja tanpa kita sadari. Oleh karena itu, kita perlu belajar menghitung hari supaya kita dapat beroleh hati yang bijaksana. Bijaksana dalam menghidupi hidup ini, bijaksana dalam mengajar anak kita untuk menghargai waktu agar hidup ini jangan berlalu begitu saja tanpa memberi arti apa-apa. Apalah gunanya kita hidup jika tidak meninggalkan suatu kesan kepada orang di sekeliling kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak waktu yang anda lewatkan bersama anak anda?&lt;br /&gt;Sebuah survei menemukan bahwa rata-rata ayah di Amerika Serikat hanya menghabiskan waktu selama kira-kira 15 menit per minggu per anak! Apakah ayah di Indonesia lebih baik?&lt;br /&gt;Data yang didapat dari sebuah survei di Jakarta seperti yang dikutip pada halaman 84 menemukan kebanyakan ayah di ibukota “kurang investasi waktu” dengan anak sehingga anak sangat jarang bercengkrama dengan ayah dibanding dengan ibunya.&lt;br /&gt;Dalam hubungannya dengan media massa, anak-anak jelas membutuhkan kedekatan dengan orangtuanya untuk dapat secara terbuka ‘membahas’ hal-hal yang ia lihat,dengar dan saksikan melalui media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua berkewajiban untuk meletakkan nilai-nilai dasar yang membantu anak menyaring pesan-pesan dari media massa dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Membatasi akses dan paparan anak-anak kita terhadap media, terutama ketika mereka masih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Membantu anak memroses dan memahami pesan-pesan media untuk mengubah sebanyak mungkin pengalaman mereka dengan media mejadi pengalaman positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Mengisi waktu yang berharga dengan menonton TV bersama anak. Tentunya menonton pertunjukan yang sesuai dengan umur anak anda. Jika anda mempunyai beberapa anak, usia anak yang terkecillah yang harus menjadi patokan pemilihan siaran atau film.&lt;br /&gt;Sumber:  Buku Raising Drug-Free Children&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-1822911351632423935?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/1822911351632423935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=1822911351632423935' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1822911351632423935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/1822911351632423935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2009/12/mewaspadai-dampak-media-sebagai-orang.html' title='MEWASPADAI DAMPAK MEDIA SEBAGAI &apos;ORANG TUA KEDUA&apos;'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-7175570235744739</id><published>2009-12-02T00:28:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T00:29:57.102-08:00</updated><title type='text'>SEPEDA BARU DUA BIDADARI HASIL KERINGAT SENDIRI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SxYldyX4ojI/AAAAAAAAAF4/NGRyBjFXr2U/s1600-h/hurin+bersepeda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SxYldyX4ojI/AAAAAAAAAF4/NGRyBjFXr2U/s200/hurin+bersepeda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410553196000617010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak kini punya kegemaran baru. Bersepeda keliling komplek hampir setiap waktu. Mungkin karena sepedanya baru. Hasil dari keringat sendiri, tentu. Semoga sepeda itu, awet selalu :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya aku tulis cerita ini bulan oktober yang lalu. Tapi karena (pura-puranya) sibuk, jadi lupa deh.&lt;br /&gt;Ini berkaitan dengan hari ultah si sulung, Hurin, 5 oktober lalu. Dia (dan adiknya) sudah lama mengeluh bahwa sepeda yang lama sudah gak nyaman untuk dipakai. Sering bocor, atau remnya tiba-tiba seret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tepat di hari ultah Hurin, aku &amp; ayahnya berniat membelikan sepeda baru. Tapi terus kepikiran adiknya, Adnin, yang sadel sepedanya malah ambrol dan palangnya patah karena dinaiki temannya yang super gendut (temannya lho, bukan ibunya...).&lt;br /&gt;Waduh entar bisa jealous nih si adik :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya si adek gak jealous (karena kado utk kakanya kok top banget), akhirnya kami berunding dengan Hurin. Kebetulan kakak Hurin punya uang cukup banyak hasil dari hadiah puasa dan 'saweran' lebaran dari sodara-sodara, selama 2 kali lebaran. Uang ini memang diititipkan ke aku, jadi cukup aman gak digerogoti untuk jajan, hehe. Kakak kutawarkan bagaimana kalau uang tersebut untuk beli sepeda, nanti kalau kurang baru ditambah dari uang kami. Si kakak setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surveylah si ayah &amp; kakak ke toko sepeda. Kali ini kami berniat membelikan dia sepeda yang cukup branded, jangan yang abal2 seperti sepeda sebelumnya karena ternyata mengecewakan (ya iyalah, ada harga ada rupa). Di toko, kakak tertarik dengan sebuah sepeda tanggung wim cycle, yang tampilannya macho banget. Warnanya aja hitam merah, khas cowok. Dibelokin pilih sepeda mini yang khas perempuan gak mau, Ya sudahlah. Terus tanya harga, ternyata 765 ribu, itu sudah include diskon 10%. Sementara tadi kuhitung uang kakak hasil lebaran itu ada 715ribu, artinya masih kurang 50 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kaka Hurin tiba-tba punya ide," Ya udah pake tabunganku itu, kurangnya yang 50 ribu itung2 kado ultah dari ayah aja ya? Kan ayah belum kasih kado. Kalo ibu udah kasih aku kado kemaren" Hihi, cerdas juga nih anak, cerdas finansial :) (kayaknya Gardner musti nambah jenis kecerdasan jamak-nya nih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, pulanglah kaka Hurin bawa sepeda baru. Sampai rumah, benar seperti perkiraan kami, adiknya, kak Adnin, ternyata tertarik jadi pengin beli juga. Nah lo! Terus dia bertanya tentang uang tabungan lebaran yang juga kusimpankan. Diitung2, jumlahnya ternyata banyak, kayaknya cukup kalau untuk beli sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, Ayah dan Adnin kembali ke toko yang sama. Ternyata Adnin memilih sepeda yang persis sama dengan kakak Hurin. Dibelokkan pilihannya ke sepeda yang lain (misal beda warna biar gak bingung bedainnya dengan punya kakak) tetep keukeuh samekeuh gak mau. Yo wes lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, urusan bayar sepedanya gimana? Uang Adnin ada 745 ribu. Artinya kurang 20 ribu lagi. Mau langsung ditalangin, gak ada momen khusus untuk dia. Kalau kakaknya kan dalam rangka ultah ceritanya.&lt;br /&gt;Akhirnya justru dia yang bernegoisiasi, "Potong uang jajanku saja, tiap hari dipotong seribu gak papa'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, ide bagus nih! Sebetulnya kami gak tega ati juga, wong jajan cuma dua ribu sehari kok dipotong 50%nya. Tapi karena ini tekad dia, maka setiap hari aku menerima 'pajak' seribuan dari Adnin. Dia, dasar memang otaknya otak angka, dengan cermat berhitung, "Bu, hari ini sudah segini lho!" setiap menyerahkan uang itu. Aku sampe apal kalimat yang dia ucapkan, hihihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, karena sepeda itu cukup mahal (dengan parameter kantong kami, tentunya), kami belikan kunci yang cukup kokoh. Supaya anak kunci gak mudah hilang, aku buatkan kalung untuk kunci2 itu seperti kalung handphone. Nah, apesnya Adnin, baru seminggu memakai kunci itu, anak kunci sudah hilang tahu kemana. Sementara belum ada kunci, aku melarang dia membawa sepeda itu ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena tersiksa gak bisa bawa sepeda baru ke sekolah, jadilah dia menawarakn ide 'potong uang jajan lagi' untuk beli kunci yang baru, dan kami menalangi beli kunci dulu. Hiks, gak tega banget sebetulnya, lha wong cuma 25 ribuan aja, kesannya pelit benerrr jadi orang tua :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi biarlah, ini latihan buat mereka, belajar bahwa untuk mendapatkan sesuatu harus ada usaha, dan bahwa segala kekhilafan itu ada resikonya. So, aku jadi debt collector lagi selama hampir sebulan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, hampir tiap ada waktu, anak2 kalau gak main games di kompi, ya main sepeda barunya. Lumayanlah, dari pada nongkrong terus di depan TV. Bagus juga untuk kebugaran mereka, jangan sampe gara2 hitech sebagai anak2 generasi platinum sampe kurang gerak badan :(&lt;br /&gt;(kayaknya ibunya nih yang paling males gerak badan, xixixi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kring kring gowess gowesss.....&lt;br /&gt;kaka Hurin main sepeda di gelora senayan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-7175570235744739?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/7175570235744739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=7175570235744739' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7175570235744739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7175570235744739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2009/12/sepeda-baru-dua-bidadari-hasil-keringat.html' title='SEPEDA BARU DUA BIDADARI HASIL KERINGAT SENDIRI'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SxYldyX4ojI/AAAAAAAAAF4/NGRyBjFXr2U/s72-c/hurin+bersepeda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-7054618909358849578</id><published>2009-12-02T00:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T00:14:12.829-08:00</updated><title type='text'>MENDAMPINGI ANAK MENGENAL SEKSUALITASNYA</title><content type='html'>MENDAMPINGI ANAK MENGENAL SEKSUALITASNYA; &lt;br /&gt;ANTARA TANTANGAN &amp; TUNTUTAN TERHADAP PERAN ORANG TUA MASA KINI&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Ini artikel dari teman sejawat mengajar, bu Kodariyah, Psi. Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah workshop, beberapa orang ibu merasa terkaget-kaget, bingung keheranan sekaligus “lemes”. Pasalnya setelah mendengar presentasi hasil pelatihan yang dilakukan oleh Konselor Remaja Yayasan Kita dan Buah Hati di dapatkan data dari siswa/siswi kelas 4-6 SD yang menunjukan bahwa mereka (67%) sudah terpapar oleh media pornografi yang beragam. Mulai dari media komik, games play station,computer, internet, HP,film maupun majalah. Disamping itu pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mereka pun tidak kalah mengagetkan. Munculnya pertanyaan seperti: (Maaf) bagaimana memasukan alat kelamin pada pasangan dengan baik dan benar?, bagaimana rasanya menghisap kemaluan?dll. Belum lagi temuan-temuan dilapangan diperoleh; seorang siswi kelas 5 SD mengaku tidak bahagia jika dalam satu minggu tidak melihat dan berfikir tentang hal berbau porno. Di sekolah lain didapatkan bahwa seorang siswi kelas 5 SD berimajinasi melakukan hubungan seksual dengan pasangan, yang jadi persoalan adalah anak itu dapat berimajinasi seperti itu karena sering melihat tayangan yang menggambarkan adegan porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tersebut diatas hanyalah sebagian kecil dari gambaran fenomena anak dan remaja kita saat ini. Untuk itu, sedini mungkin dirasakan perlu adanya pendidikan seksualitas anak sendiri oleh orang tua. Karena sesungguhnya tanggung jawab utama pendidikan seksualitas pada anak adalah orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAPA PERLU PENDIDIKAN SEKSUALITAS?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang betul, dalam budaya kita hal-hal berbau seksualitas masihlah dianggap tabu oleh sebagian orang. Orangtua cenderung “risih” untuk membicarakan masalah seks dengan anaknya. Jika tiba-tiba anak bertanya mengenai hal-hal berbau seks, reaksi pertama yang timbul adalah kaget, gelagapan, menghindar, atau justru memarahi anaknya karena telah bertanya hal yang tidak sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal anak tetap membutuhkan informasi tersebut. Akibatnya, banyak yang mencari informasi dari teman-teman, majalah, film porno, dan dari sumber lain yang mungkin saja bisa salah. Jika informasi mengenai seks tidak dikunci dengan pemahaman agama, maka anak tidak akan tahu bahwa hal tersebut belumlah pantas sesuai dengan usianya dan menjadi terus berkelanjutan. Bahkan bisa seperti ilustrasi contoh diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebaiknya yang diajarkan adalah Pendidikan Seksualitas bukan Pendidikan Seks. Mengapa? Karena kata seksualitas meliputi totalitas pribadi, bagaimana mengarahkan apa yang dipikirkan, dirasa dan bereaksi. Berbudaya, bersosial dan berseksual. Sedangkan Kata Seks bermakna gender laki-laki dan perempuan atau hubungan kelamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JADI APA YANG HARUS KITA LAKUKAN ?&lt;br /&gt;PENGASUHAN SEKSUALITAS YANG BENAR, SEHAT DAN LURUS…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya? Pengasuhan yang mengarahkan anak untuk memiliki seksualitas BENAR menurut tuntunan agama, SEHAT menurut ketentuan medis kesehatan, dan LURUS menurut norma yang berlaku sehingga tidak menyimpang. Pendidikan seksualitas ini sebaiknya diajarkan sedini mungkin, namun tetap disesuaikan dengan usia anak. Bagaimana Caranya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ajari dan kenali anak dengan anggota tubuh mereka&lt;br /&gt;Sedini mungkin anak mengenali bagian-bagian tubuhnya yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain. Nama-nama organ tersebut dan fungsinya. Yang pasti hal tersebut disesuaikan dengan usia anak. Hal ini sudah bisa dilakukan pada anak TK namun dengan penggunaan bahasa yang mudah dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kenali anak 3 jenis sentuhan&lt;br /&gt;Anak harus mengenali macam-macam sentuhan dengan maksud agar menghindari dan mengantisipasi diri dari pelecehan seksual. 3 jenis sentuhan tersebut adalah :Pertama, Sentuhan sayang yaitu sentuhan yang dilakukan oleh orang tua atau saudara dekat. Bagian yang disentuh adalah bagian umum seperti kepala, punggung dan lengan. Kedua, Sentuhan membingungkan yaitu sentuhan yang awalnya menyentuh dengan sayang bagian tubuh yang umum namun kemudian berlanjut dengan sentuhan yang buruk dibagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Ketiga, Sentuhan yang jelek, yaitu menyentuh bagian tubuh yang sensitive dari diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kenali peran dan prilaku gender anak&lt;br /&gt;Sedini mungkin anak dikenalkan pada jenis gendernya. Hal ini penting dilakukan agar tidak terjadi bias gender nantinya. Pengenalan ini dilakukan dengan cara mengenalkan jenis kelamin, menggunakan pakaian, mainan dan berteman yang sesuai dengan jenis jendernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ajarkan anak melindungi diri dari pengaruh lingkungan&lt;br /&gt;Anak harus tahu apa saja yang harus dilakukan untuk menghindari diri dari pengaruh buruk lingkungan. Ajari anak berani mengatakan TIDAK pada pengaruh buruk adalah bagian penting dari pendidikan seksualitas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA JIKA ANAK BERTANYA TENTANG SEKS?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Tenang, control diri dan take it easy&lt;br /&gt;Maksudnya adalah jika anak bertanya tentang seks diharapkan orang tua tidak menampakkan kekagetan atau kemarahan karena bisa jadi anak bertanya sesuatu yang memang dia sendiri tidak mengetahui arti dan maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b). Jika belum tahu atau belum siap : tunda dengan jujur mengatakan bahwa orang tua belum tahu jawabanya dan akan mencari tahu lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c). Jawab pertanyaan anak dengan prinsip KISS yaitu Keep Information Short and Simple artinya menjawab pertanyaan anak dengan jawaban yang singkat, jelas dan tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d). Gunakan golden opportunity yaitu jangan lewatkan pengalaman berharga yang dialami bersama anak. Seperti melihat kumbang dan bunga, cicak yang berpasangan, atau kucing atau anjing yang berduaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Kunci segala penjelasan dengan nilai, norma dan agama. Selain anak tahu yang berlaku tetapi anak juga tahu yang sebenarnya menurut nilai dan norma agama yang berlaku sehingga anak tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) Sesuaikan jawaban dengan usia anak. Penjelasan terhadap anak taman kanak-kanak tentunya berbeda dengan jawaban pada anak SD atau SMP atau SMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g). Berikan jawaban yang logis, benar dan rasional. Hal ini dimungkinkan karena anak akan lebih menerima jawaban yang dirasa masuk akal dan dianggap benar. Jika dikemudian hari di diketahui oleh anak bahwa kita mengada-ada maka itu akan berdampak pada kepercayaan dan keterbukaan anak pada kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dengan memberikan pendidikan seksualitas pada anak sejak dini diharapkan anak mampu membentengi diri dari pengaruh buruk lingkungan dan memiliki seksualitas yang Sehat, Benar dan Lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Kodariyah-&lt;br /&gt;Konselor Remaja Yayasan Kita &amp; Buah Hati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-7054618909358849578?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/7054618909358849578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=7054618909358849578' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7054618909358849578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/7054618909358849578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2009/12/mendampingi-anak-mengenal.html' title='MENDAMPINGI ANAK MENGENAL SEKSUALITASNYA'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-4289981573353608085</id><published>2009-11-27T17:06:00.000-08:00</published><updated>2009-11-27T17:10:50.062-08:00</updated><title type='text'>MEMAKNAI KEMBALI PROSESI IBADAH HAJI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SxB4ZhfGmII/AAAAAAAAAFw/r2SyKUILlUY/s1600/100_3128.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SxB4ZhfGmII/AAAAAAAAAFw/r2SyKUILlUY/s200/100_3128.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5408955532352854146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat bersiap-siap menuju padang arofah&lt;br /&gt;aku mandi, mengenakan ihram &amp; sholat sunnah&lt;br /&gt;adakah itu mengingatkanku bahwa kelak aku akan dimandikan, dikafani, &amp; disholatkan?&lt;br /&gt;atau aku hanya melakukan itu sebatas ritual saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seharian aku berwukuf di arofah&lt;br /&gt;dengan banyak berdoa dan mendengarkan khutbah&lt;br /&gt;agar aku 'ma'ruf' sesuai penamaan 'arofah'&lt;br /&gt;sudahkah aku mengenal hakikat diri&lt;br /&gt;mengenal Rabbku, &lt;br /&gt;mengenal saudaraku &lt;br /&gt;hingga terjalin ukhuwah yang indah?&lt;br /&gt;atau aku hanya sibuk untuk berdoa dan mengurus diri sendiri&lt;br /&gt;mengusir hawa dingin yang menusuk tulang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat malam hari aku bergerak menuju Muzdalifah&lt;br /&gt;dengan perbekalan secukupnya&lt;br /&gt;dan merenungi 1/3 atau 2/3 malam di padang itu&lt;br /&gt;apakah itu mampu mengingatkan diri&lt;br /&gt;jika kelak aku akan digiring di padang mahsyar&lt;br /&gt;dan perlu bekal amal yang cukup?&lt;br /&gt;ataukah aku hanya menghabiskan malam di Muzdalifah itu &lt;br /&gt;dengan bersendau gurau dan tidur belaka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku melempar jamarat dengan batu kerikil&lt;br /&gt;bukan dengan melambungkan tapi melempar&lt;br /&gt;sekuat-kuat lemparan dengan tangan2ku yang kecil&lt;br /&gt;bersamaan dengan kalimat takbir di tiap lemparannya&lt;br /&gt;apakah setan2 yang bersemayam dalam diriku juga sudah ikut terlempar?&lt;br /&gt;sadarkah aku bahwa pertempuran haq dan bathil itu tiap saat terjadi pada diri ini?&lt;br /&gt;lalu siapa yang biasanya kumenangkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku harus melempar sebanyak 7 kali di jamarat&lt;br /&gt;dan harus diulang dalam 3 waktu berbeda&lt;br /&gt;apakah itu menyadarkanku bahwa setan jauh lebih lihai dari manusia?&lt;br /&gt;hingga untuk melepas setan2 yang bersemayam dan tidak pernah mati itu&lt;br /&gt;butuh proses yang berkesinambungan &lt;br /&gt;tidak sekali jadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku thowaf 7 putaran berkeliling rumah Allah&lt;br /&gt;adakah itu mengingatkanku akan hakikat penciptaan?&lt;br /&gt;gambaran tata surya dan planetnya yang setia&lt;br /&gt;gambaran tunduk semua makhluk pada pusatNya&lt;br /&gt;ataukah justru aku hanya berjalan saja mengikuti arus manusia &lt;br /&gt;dan hanya terobsesi untuk bisa mencium hajar aswad?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berlari bolak-balik 7 kali antara Shafa &amp; Marwa&lt;br /&gt;apakah itu mampu mengingatkanku pada perjuangan seorang ibu&lt;br /&gt;bunda hajar yang mulia&lt;br /&gt;yang tak kenal lelah berlari kesana kemari&lt;br /&gt;sendirian di padang tandus&lt;br /&gt;demi kelangsungan hidup si jabang bayi Ismail?&lt;br /&gt;ataukah aku justru asyik menikmati sejuknya Shafa-Marwa yang kini ber AC&lt;br /&gt;sambil melihat-lihat beragam bangsa di kanan kiri yang bercampur-baur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, saat tahun demi tahun itu berlalu&lt;br /&gt;masihkah aku dapat memaknai ibadah hajiku dulu&lt;br /&gt;tiap tahun merasakan seolah ruhiyahku terbang bersama mereka&lt;br /&gt;para tamu Allah yang mulia&lt;br /&gt;meski ragaku ada disini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi, betapa indahnya ajaranMu&lt;br /&gt;ijinkan aku untuk segera kembali ke rumahMu&lt;br /&gt;untuk menyempurnakan hajiku&lt;br /&gt;memaknai kembali detil-detil ibadah itu&lt;br /&gt;hingga Kau perkenan aku menjadi hajjan mabruuron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aamien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOTES:&lt;br /&gt;jazakallahu khoir pada pak DR. Syafii Antonio (owner Tazkia Travel)&lt;br /&gt;yang setia untuk terus mengingatkan makna di balik ibadah haji&lt;br /&gt;dan tak kenal lelah membimbing sejak di tanah air sampai kembali lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada teman2 semua, selamat berhari raya Idul Adha, &lt;br /&gt;semoga yang berhaji menjadi haji mabrur, &lt;br /&gt;yang berqurban diterima qurbannya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok cabe, 10 zulhijah 1430 H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-4289981573353608085?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/4289981573353608085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=4289981573353608085' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/4289981573353608085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/4289981573353608085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2009/11/memaknai-kembali-prosesi-ibadah-haji.html' title='MEMAKNAI KEMBALI PROSESI IBADAH HAJI'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SxB4ZhfGmII/AAAAAAAAAFw/r2SyKUILlUY/s72-c/100_3128.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-2690996705279370039</id><published>2009-11-15T20:25:00.001-08:00</published><updated>2009-11-15T20:25:59.398-08:00</updated><title type='text'>BERSABAR MENUNGGU PANGGILAN</title><content type='html'>Sebuah artikel bagus dari milis. Semoga makin menguatkan azzam bagi kita semua (yang belum) untuk berhaji dengan mabrur, dan bagi yang sudah (berhaji) untuk kembali memaknai kembali ibadah haji kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oo&amp;*&amp;oo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria berumur 61 tahun bernama Asep Sudrajat menghidupi keluarganya dengan membuka sebuah toko berukuran 3 x 4 meter di sebuah jalan di kota Bandung. Tiada yang mendampingi hidupnya di rumah selain Asih,istrinya. Sudah puluhan tahun berumah tangga, Allah Swt Sang Maha Pencipta belum berkenan memberikan mereka keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun baik Asep dan Asih adalah model makhluk Tuhan yang menerima segala ketetapan. Mereka selalu menghiasi hidup dengan pengharapan terhadap Tuhan. Bersyukur atas segala nikmat yang mereka terima, dan bersabar atas segala ujian yang diberikan. Hampir dua puluh tahun mereka menabung demi mewujudkan cita-cita. Sebuah cita-cita mulia yang mereka tanamkan dalam hati, untuk berangkat haji ke Baitullah, Mekkah Al Mukarramah. Dengan hasil dagang di toko yang seadanya, sedikit demi sedikit mereka sisihkan untuk menggapai cita-cita itu. Hanya ibadah haji saja dalam benak mereka yang belum pernah mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan itu terus membuncah, menggelegak dalam dada seorang hamba yang rindu akan keridhaan Tuhannya. Hasil tabungan yang mereka kumpulkan tidak mereka tabung di bank. Sengaja uang sejumlah itu mereka simpan agar dapat memotivasi semangat mereka untuk mencari tambahan uang sesegera mungkin. Sungguh dua puluh tahun dalam menabung, merupakan masa yang cukup panjang untuk bersabar demi mewujudkan ketaatan kepada Tuhan. Tidak banyak, manusia modern di zaman sekarang yang mampu memiliki niat sedemikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, Asep dan Asih sekali lagi menghitung jumlah tabungan mereka. Uang yang mereka simpan untuk berhaji itu kini berjumlah Rp. 50.830.000. Sementara biaya haji pada saat itu berkisar kurang lebih Rp 27 juta per orang, belum lagi biaya bimbingan haji yang harus mereka ikuti, ditambah dengan uang jajan tambahan untuk membeli oleh-oleh. Mereka menghitung, kurang lebih mereka memerlukan dana berkisar Rp 10 juta. Setiap malam berlalu, Asep dan Asih selalu menghitung peruntungan jualan mereka, dan sebagiannya mereka sisihkan untuk mewujudkan cita-cita berhaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi, Asep mendengar kabar bahwa kawan karibnya dalam berjamaah shalat di Masjid As Shabirin jatuh sakit secara mendadak dan kini dirawat di RS. Dr. Hasan Sadikin. Setelah divisum oleh dokter rupanya penyakit yang diderita tetangga sekaligus kawan karibnya itu adalah penyakit tumor tulang. Sebuah penyakit yang jarang terjadi pada masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersegeralah, Asep menjenguk kawan karibnya itu. Sesampainya di sana, sahabat tersebut masih berada di ruang ICU dan untungnya masih sadarkan diri sehingga dapat melakukan percakapan dengan Asep. Dari penuturannya Asep mengetahui bahwa tumor tulang tersebut telah membuat tetangganya tidak mampu untuk berdiri lagi, dan tumor tersebut harus diangkat segera. Sebab bila tidak, maka tumor tersebut dapat menjalar ke bagian tubuh lain. Asep bergidik mendengarnya. Namun ia masih terus membesarkan hati sahabatnya itu untuk senantiasa tawakkal dan berdoa kepada Allah Swt Yang Maha Menyembuhkan setiap penyakit hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap hari Asep menjenguk sahabatnya itu. Pada hari kedelapan, sahabatnya itu telah dipindah ke ruang rawat inap kelas 3, bersama tujuh pasien lainnya dalam satu kamar. Kamar tersebut pengap dengan bau obat, dan tidak layak disebut sebagai kamar rumah sakit. Pemandangan yang berantakan. Jemuran baju pasien dan pendamping yang bertebaran di sepanjang jendela. Seprai kasur yang tidak rapi. Tikar dan koran bertebaran di pojok-pojok kamar. Itu semua membuat pemandangan kamar menjadi tidak asri dan pengap. Namun apa mau dikata, tetangganya adalah seorang yang mungkin memilik nasib sama dengan jutaan orang di Indonesia. Sudah masuk rumah sakit saja Alhamdulillah,&lt;br /&gt;nggak tahu bayarnya pakai apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu adalah hari kesebelas sahabatnya dirawat di rumah sakit. Kebetulan Asep sedang berada di sana, seorang perawat membawakan sebuah surat dari rumah sakit bahwa untuk membuang tumor yang berada di sendi-sendi tulang pasien haruslah dijalankan sebuah operasi. Operasi itu akan menelan biaya hampir Rp 50 juta. Bila keluarga pasien mengharapkan kesembuhan, maka operasi tersebut harus dilakukan. Namun kalau mau berpasrah kepada takdir Tuhan, maka tinggal berdoa saja agar terjadi keajaiban. Siapa orangnya yang tidak mau sembuh dari penyakit? Semua orang pun berharap sedemikian. Namun mau bilang apa? Keluarga sahabat Asep tersebut sudah menguras habis tabungan yang mereka miliki, namun itu semua untuk bayar biaya rumah sakit selama ini saja tidak cukup. Apalagi untuk membiayai proses operasi? Sungguh, yang mampu mereka lakukan adalah memohon&lt;br /&gt;pertolongan kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua belas, ketiga belas, keempat belas.... kondisi pasien semakin parah. Badannya terlihat kurus tak bertenaga. Kelemahan itu terlihat jelas dalam sorot cahaya mata yang kian meredup. Sang pasien tidak mampu lagi menanggapi lawan bicara. Tumor itu semakin mengganas dan menjalar ke seluruh tubuh. Pemandangan itu semakin menyentuh relung hati Asep yang terdalam. Maka di pinggir ranjang sahabatnya, Asep pun mengambil sebuah keputusan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpamitan dengan keluarga sahabatnya, ia bergegas pulang menuju rumah. Di sana terlihat olehnya Asih sedang melayani pembeli yang datang ke toko sederhana milik mereka. Saat pembeli sudah sepi, Asep lalu menyampaikan keputusannya itu kepada Asih.&lt;br /&gt;"Bu..., Kang Endi tetangga kita yang sedang di rawat di rumah sakit itu kondisinya semakin memburuk. Bapak tidak sanggup melihat penderitaannya. Sepertinya kita harus bantu dia dan keluarganya. Tiga hari lalu, kebetulan bapak sedang di sana, seorang suster memberitahukan bahwa Kang Endi harus dioperasi segera. Keluarganya belum berani menyatakan iya, sebab biaya operasi itu hampir Rp 50 juta...." Asep membuka pembicaraannya dengan kalimat yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asih pun mulai merasa iba dengan penderitaan Kang Endi dan keluarganya, "Kasihan mereka ya, Pak! Kita bisa bantu apa...?" Asep pun langsung menyambung dengan cepat, "Kalau ibu berkenan, bagaimana bila dana tabungan haji kita diberikan saja kepada mereka semua untuk biaya operasi?" Kalimat itu diakhiri dengan sebuah senyum merekah di bibir Asep.&lt;br /&gt;"Diberikan.. . .?!! Waduh pak..., hampir dua puluh tahun kita nabung dengan susah payah agar cita-cita berhaji dapat diwujudkan. Masa bisa pupus seketika dengan membantu orang lain yang bukan saudara kita?" Asih mengajukan penolakan atas usulan suaminya.&lt;br /&gt;"Bu...., banyak orang yang berhaji belum tentu mabrur di sisi Allah. Mungkin ini adalah jalan buat kita untuk meraih keridhaan Allah Swt. Biarkan kita hanya berhaji di pekarangan rumah kita sendiri, tidak perlu ke Baitullah. Bapak yakin bila kita menolong saudara kita, Insya Allah, kita akan ditolong juga oleh Dia Yang Maha Kuasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat itu meluncur dari mulut Asep dan menohok relung hati Asih sehingga begitu membekas di dasarnya. Tak kuasa, Asih pun mengangguk dan setuju atas usul suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan pagi, Asep dan Asih pun datang berdua ke rumah sakit untuk menjenguk. Toko mereka ditutup hari itu. Mereka berdua datang ke rumah sakit dengan membawa sebuah amplop tebal berisikan uang sejumlah Rp 50 juta yang tadinya mereka siapkan untuk berhaji. Keduanya tiba di rumah sakit dan menjumpai Kang Endi dan keluarganya di sana. Usai membacakan doa untuk pasien, keduanya datang kepada istri Kang Endi. Mereka serahkan sejumlah uang tersebut, dan suasana menjadi haru seketika. Bagi keluarga Kang Endi ini adalah moment dimana doa diijabah oleh Tuhan. Sementara bagi Asep dan Asih, ini merupakan saat dimana keikhlasan menolong saudara harus ditunjukkan. Lalu pulanglah Asep dan Asih ke rumah setelah berpamitan kepada keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang itu kemudian segera dibawa oleh salah seorang anggota keluarga ke bagian administrasi rumah sakit. Formulir kesediaan menjalani operasi telah diisi. Besok pagi jam 08.00 operasi pengangkatan tumor di sendi-sendi tulang Kang Endi akan dilakukan.Alhamdulillah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya Kang Endi sudah dibawa ke ruang operasi. Sebelum dioperasi, dokter spesialis tulang yang selama ini menangani Kang Endi sempat berbincang dengan keluarga. "Doakan ya agar operasi berjalan lancar dan Pak Endi semoga lekas sembuh! Kalau boleh tahu..., darimana dana operasi ini didapat?" Dokter mencetuskan pertanyaan tersebut, karena ia tahu sudah berhari-hari pasien tidak jadi dioperasi sebab keluarga tidak mampu menyediakan dananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri Kang Endi menjawab, "Ada seorang tetangga kami bernama pak Asep yang membantu, Alhamdulillah dananya bisa didapat, Dok!"&lt;br /&gt;"Memangnya, beliau usaha apa? Kok mau membantu dana hingga sebesar itu?" Dibenak dokter, pastilah pak Asep adalah seorang pengusaha sukses.&lt;br /&gt;"Dia hanya punya usaha toko kecil di dekat rumah kami. Saya saja sempat bingung saat dia dan istrinya memberikan bantuan sebesar itu!" Istri Kang Endi menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hati, dokter kagum dengan pengorbanan pak Asep dan istrinya. Hatinya mulai tergerak dan berkata,"Seorang pak Asep yang hanya punya toko kecil saja mampu membantu saudaranya. Kamu yang seorang dokter spesialis dan kaya raya, tidak tergerak untuk membantu sesama." Suara hati itu terus membekas dalam dada pak dokter. Pembicaraan itu usai, dan dokter pun masuk ke ruang operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah operasi berjalan sukses dan lancar. Ia memakan waktu hingga 4 jam lebih. Semua tumor yang berada pada tulang Kang Endi telah diangkat. Seluruh keluarga termasuk dokter dan perawat yang menangani merasa gembira. Kang Endi tinggal menjalani masa penyembuhan pasca operasi. Pak Asep masih sering menjenguknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari kebetulan pak dokter sedang memeriksa kondisi Kang Endi dan pak Asep pun sedang berada di sana. Keduanya pun berkenalan. Pak dokter memuji keluasan hati pak Asep. Pak Asep hanya mampu mengembalikan pujian itu kepada Pemiliknya, yaitu Allah Swt. Hingga akhirnya, pak dokter meminta alamat rumah pak Asep secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu setelah Kang Endi pulang dari rumah sakit. Malam itu, Asep dan Asih tengah berada di rumahnya. Toko belum lagi ditutup, tiba-tiba ada sebuah mobil sedan hitam diparkir di luar pagar rumah. Nampak ada sepasang pria dan wanita turun dari mobil tersebut. Cahaya lampu tak mampu menyorot wajah keduanya yang kini datang mengarah ke rumah pak Asep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mendekat, tahulah pak Asep bahwa pria yang datang adalah pak dokter yang pernah merawat sahabatnya kemarin. Gemuruh suasana hati Asep. Ia terlihat kikuk saat menerima kehadiran pak dokter bersama istrinya. Terus terang, seumur hidup, pak Asep belum pernah menerima tamu agung seperti malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dokter dan istrinya dipersilakan masuk. Setelah disuguhi sajian ala kadarnya, maka mereka berempat terlibat dalam pembicaraan hangat. Tidak lama pembicaraan kedua keluarga itu berlangsung. Hingga saat pak Asep menanyakan maksud kedatangan pak dokter dan istri. Maka pak dokter menjawab bahwa ia datang hanya untuk bersilaturrahmi kepada pak Asep dan istri. Pak dokter menyatakan bahwa ia terharu dengan pengorbanan pak Asep dan istri yang telah rela membantu tetangganya yang sakit dan memerlukan dana cukup besar. Ia datang bersilaturrahmi ke rumah pak Asep hanya untuk mengetahui kondisi pak Asep dan belajar cara ikhlas membantu orang lain yang sulit ditemukan di bangku kuliah. Semua kalimat yang diucapkan oleh pak dokter dielak oleh pak Asep dengan&lt;br /&gt;bahasa yang selalu merendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba saat pak dokter berujar, "Pak Asep dan ibu...., saya dan istri berniat untuk melakukan haji tahun depan. Saya mohon doa bapak dan ibu agar perjalanan kami dimudahkan Allah Swt... Saya yakin doa orang-orang shaleh seperti bapak dan ibu akan dikabul oleh Allah..."&lt;br /&gt;Baik Asep dan Asih menjawab serentak dengan kalimat, "Amien...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak dokter menambahkan, "Selain itu, biar doa bapak dan ibu semakin dikabul oleh Allah untuk saya dan istri, ada baiknya bila bapak dan ibu berdoanya di tempat-tempat mustajab di kota suci Mekkah dan Madinah..."&lt;br /&gt;Kalimat yang diucapkan pak dokter kali ini sama-sama membuat bingung Asep dan Asih sehingga&lt;br /&gt;membuat mereka berani menanyakan, "Maksud pak dokter....?"&lt;br /&gt;"Ehm..., maksud saya, izinkan saya dan istri mengajak bapak dan ibu Asep untuk berhaji bersama kami dan berdoa di sana sehingga Allah akan mengabulkan doa kita semua!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat itu berakhir menunggu jawaban. Sementara jawaban yang ditunggu tidak kunjung datang hingga air mata keharuan menetes di pipi Asep dan Asih secara bersamaan. Beberapa menit keharuan meliputi atmosfir ruang tamu sederhana milik Asep dan Asih. Seolah bagai rahmat Tuhan yang turun menyirami ruh para hamba-Nya yang senantiasa mencari keridhaan Tuhan. Asep dan Asih hanya mampu mengucapkan terima kasih berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai pak dokter pulang, keduanya tersungkur sujud mencium tanah tanda rasa syukur yang mendalam mereka sampaikan kepada Allah Yang Maha Pemurah. Akhirnya, mereka berempat pun menjalankan haji di Baitullah demi mencari keridhaan Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, kesabaran panjang yang diakhiri dengan pengorbanan kebaikan, akan berbuah di tangan Allah Swt menjadi balasan yang besar dan anugerah yang tiada terkira.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-2690996705279370039?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/2690996705279370039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=2690996705279370039' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2690996705279370039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2690996705279370039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2009/11/bersabar-menunggu-panggilan.html' title='BERSABAR MENUNGGU PANGGILAN'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-5352596116351415690</id><published>2009-11-15T20:19:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T20:38:22.806-08:00</updated><title type='text'>IMPRESSION OF STEEL ANNIVERSARY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SwDThvR1x_I/AAAAAAAAAFo/90o3E256Ne0/s1600/steel+anni.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SwDThvR1x_I/AAAAAAAAAFo/90o3E256Ne0/s200/steel+anni.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404552129425033202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SwDThXH8zuI/AAAAAAAAAFg/I08oZK7zQD8/s1600/salam+takzim.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 136px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SwDThXH8zuI/AAAAAAAAAFg/I08oZK7zQD8/s200/salam+takzim.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5404552122941099746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelas tahun bersamamu&lt;br /&gt;tak terhitung yang kau berikan&lt;br /&gt;kasih sayang, kesetiaan, juga ilmu&lt;br /&gt;hingga aku berkelimpahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelas tahun bersamamu&lt;br /&gt;laksana pagi cerah kutemui&lt;br /&gt;hampir tiap hari&lt;br /&gt;tak nampak mendung kelabu&lt;br /&gt;tak juga panas menyengat&lt;br /&gt;karena manisnya ucap tindakmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelas tahun bersamamu&lt;br /&gt;telah kita reguk manisnya madu&lt;br /&gt;sesekali juga pahitnya empedu&lt;br /&gt;tapi pahitnya menjadi tawar&lt;br /&gt;karena kesabaran dan kebaikanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelas tahun bersamamu&lt;br /&gt;berenang kita berdua arungi samudra&lt;br /&gt;batu karang dan gelombang kadang menghadang&lt;br /&gt;tapi bisa kita lalui&lt;br /&gt;dengan cinta yang menyatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jazakallah ma2s,&lt;br /&gt;telah bersedia memilihku&lt;br /&gt;dan mempercayakan rumahmu padaku&lt;br /&gt;dengan segala kekuranganku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi, terima kasih&lt;br /&gt;telah kau kirimkan&lt;br /&gt;dia yang terbaik&lt;br /&gt;untuk menemani hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, hari ini genap 11 tahun aku jalani bahtera rumah tangga ini bersamanya. Memang belum terlalu lama, tapi juga bukan waktu yang pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang terjadi selama kurun waktu 11 tahun itu. Tapi karena catatan kilas balik 10 tahun sebelumnya sudah cukup lengkap kubuat tahun lalu dan kuabadikan secara khusus di blog, maka sekarang hanya kutulis apa yang berkesan selama 1 tahun terakhir ini saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap penggalan peristiwa, selalu ada 2 sisi, suka...dan duka. Begitulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sangat membahagiakanku tahun ini adalah lahirnya seorang bayi mungil, anak ke4, dede Hibban,si ganteng yang sudah cukup lama ditunggu, terutama olehnya :) . Meski tidak ada tuntutan untuk harus punya anak lelaki, tapi aku tahu keinginannya sangat besar untuk itu. Mungkin karena dia sangat suka main bola, jadi berharap ada yang mewarisi bakatnya ya? Hehe&lt;br /&gt;Alhamdulilah, setelah yang ke 4, akhirnya nongol bayi laki2 juga :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara hal yang menyedihkan tahun ini...layaknya kehidupan rumah tangga, tak selamanya mulus. Kadang ada sedikit letupan2. Dan letupan tahun ini kurasakan cukup dahsyat, yang mampu membuatku sedih berhari-hari jika mengingatnya. Syukurlah itu tak lama. Aku mampu untuk bangkit kembali, tentu dengan bantuan (baca: bujukan) dia yang kucintai juga :). Aku harus bangkit, sebab di luar sana, banyak perempuan yang mengalami lebih dahsyat dari ini. Apa yang kualami, ibarat cuma seujung kuku dibanding prahara yang mereka hadapi.Tapi mereka tetap kuat, tetap tabah, tetap bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara tentang letupan dalam rumah tangga, mungkin ini lucu, tapi nyata adanya. Aku merasa, komunikasi dengan orang lain misalnya teman kerja, atasan, sobat dekat... kata-kata bernada tinggi atau ledekan yang kadang kelewat batas bisa dengan entengnya kuterima. Atau kalau sakit hati, ya paling cuma sebentar. Tapi .. kalau dengan pasangan, kenapa kata-kata/tindakan bernada tinggi (padahal juga gak tinggi2 amat) bisa menjadikan hati begitu terluka ya? Kenapa jadi jauh lebih sensitif? Bahkan kadang butuh waktu berhari-hari untuk recovery, itu pun sudah dengan berbagai bujukan dari pasangan, dari minta maaf, kasih hadiah, sampai bikin puisi :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, mungkin karena memang selama ini aku mengenalnya sebagai sosok yang sangat baik, pengertian, sabar... jadi saat tiba-tiba beliau bisa berkata/bersikap dengan nada tinggi, aku langsung shock terkapar, terkaget-kaget. Atau, mungkin karena aku terlanjur sayang, terlanjur cinta, jadi merasa sangat terpukul ketika itu dilakukan orang yang sangat disayangi? Semoga itulah alasan sebenarnya :)&lt;br /&gt;Ya Rabb kekalkan jalinan cinta ini, di dunia maupun di akherat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, ada salah satu puisi yang dia tulis via sms berkaitan dengan letupan itu, tak lama setelah upaya recovery tampaknya mulai menemukan titik terang. Sms puisi yang membuatku tersenyum simpul, karena malam sebelumnya puisi itu dia sodorkan tapi tetap belum mampu mencerahkan hatiku yang mendung. Begini bunyinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita berhati mulia&lt;br /&gt;Engkaulah dinda&lt;br /&gt;Tulusmu tiada tara&lt;br /&gt;membantu siapa saja&lt;br /&gt;Semangatmu nan membara&lt;br /&gt;Siap bakar malasnya jiwa&lt;br /&gt;Kau bunga dalam keluarga&lt;br /&gt;Kuyakin kau pun bunga syurga&lt;br /&gt;Wanita berhati mulia&lt;br /&gt;Engkaulah dinda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sempat merasa khawatir juga, jangan2 aku yang terlalu sensi, terlalu cepat tersinggung. Tapi saat kutanya pada beberapa teman perempuan yang berstatus istri,... ternyata sama juga kok. Hhh, untunglah, artinya aku masih perempuan normal, he...... Semoga mereka semuanya juga karena terlanjur sayang :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, segala sesuatu akhirnya harus dikembalikan pada nawaitu-nya. Sejak awal telah kuniatkan pernikahan ini sebagai tonggak penguat dakwah, dan semoga aku (dan dia) terus komitmen dengan niat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen yang makin teruji saat anak-anak kini makin besar, dan kami sebagai orang tua dihadapkan dengan banyak tantangan dalam mendidiknya. Sering terselip rasa khawatir akan jadi seperti apa mereka nanti?&lt;br /&gt;Ya Rabb, lindungilah anak--anakku saat kami menjalankan amanahMu, jadikan mereka sebagai penyejuk hati kami dan pemimpin orang-orang yang bertaqwa. Kumpulkanlah kami sekeluarga dalam surgaMu. Aku yakin dengan janjiMu ya Rabb: siapa yang menolong agama Allah, maka Dia akan menolongnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, aku jadi ingat selarik puisi, yang kutulis tak lama setelah aku dipinangnya. Puisi yang kutulis untuk memotivasi diriku sendiri, 11 tahun lalu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan&lt;br /&gt;adalah simbiosa mutualisma&lt;br /&gt;dua insan yang berbeda&lt;br /&gt;tuk merenda bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan&lt;br /&gt;adalah sebuah bahtera&lt;br /&gt;berlayar di samudera luas&lt;br /&gt;menuju pulau cintaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan&lt;br /&gt;bukanlah impian bunga semusim&lt;br /&gt;semata memuja romantisme&lt;br /&gt;dan keindahan&lt;br /&gt;melupakan perjuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan&lt;br /&gt;adalah sebuah terminal&lt;br /&gt;melewati jalan panjang&lt;br /&gt;menuju rumah keabadian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pondok Cabe, 15 Nov 1998 - 15 Nov 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-5352596116351415690?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/5352596116351415690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=5352596116351415690' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5352596116351415690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5352596116351415690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2009/11/sebelas-tahun-bersamamu-tak-terhitung.html' title='IMPRESSION OF STEEL ANNIVERSARY'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SwDThvR1x_I/AAAAAAAAAFo/90o3E256Ne0/s72-c/steel+anni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-4228376015083239315</id><published>2009-11-13T07:20:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T07:22:23.211-08:00</updated><title type='text'>SAAT DIA HARUS PULANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/Sv15jZmDhZI/AAAAAAAAAFY/DEhcGwLqWTk/s1600-h/muliadi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/Sv15jZmDhZI/AAAAAAAAAFY/DEhcGwLqWTk/s200/muliadi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403608776987346322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami, yang baru saja ditinggal istrinya yang syahid setelah melahirkan dan mengalami pendarahan selama 5 hari, menulis puisi indah untuk mendiang istri tercinta: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERUNTUK YANG KAMI SAYANGI:&lt;br /&gt;SYAHIDAH NADIA MULIAWATI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyummu saat itu sayang&lt;br /&gt;mengingatkanku bahwa kehidupan dan kematian ...itu ada yang punya&lt;br /&gt;Allahu Robbul Izzati telah memanggil hamba yang dicintaiNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyummu saat itu sayang&lt;br /&gt;mengingatkanku bahwa hidup ini adalah kumpulan amanah dan peran&lt;br /&gt;dan itu semua dapat kau tunaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyumu saat itu sayang&lt;br /&gt;mengingatkanku bahwa mendidik anak-anak adalah sesuatu yang menantang&lt;br /&gt;dan bagimu itu sangat nikmat dan menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyummu saat itu sayang&lt;br /&gt;mengingatkanku untuk dapat tegar menjalani ujian dan cobaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyummu saat itu sayang&lt;br /&gt;mengingatkanku bahwa syurga itu ada&lt;br /&gt;dan kau pun selalu tersenyum menunggu kami tuk berkumpul di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriring doa, keikhlasan dan keridhoan dariku suamimu&lt;br /&gt;beserta anak-anak tercinta: Syifa, Dania dan Fizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi itu ia masukkan di wall FB istrinya. Juga dia kirim via sms ke (mungkin beberapa) teman dekat, termasuk aku. Saat aku membaca smsnya yang panjang, air mataku langsung menggenang. Saat itu aku masih berada di ujung timur Indonesia karena tugas. Betapa aku ingin segera pulang ke Jakarta. Hatiku seolah-olah injgin terbang, ingin memberikan support pada dia, ingin memeluk &amp; mencium anak-anaknya, termasuk si bayi yang baru lahir dan belum sempat aku tengok :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia, sang suami, sudah kuangap seperti adik sendiri. &lt;br /&gt;Masih kuingat dengan jelas betapa berita gembira dengan cepat menjadi berita duka, hanya dalam beberapa hari. Saat si adik bayi lahir, jumat pagi (30 Oktober) kuterima sms syukur darinya, yang kusambut dengan keinginan kami sejak lama untuk reuni agar disatukan saja dengan acara aqiqah adik bayi, dan dia jawab dengan jenaka: "siaaaap!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Ahad dini hari (1 November), sms datang lagi, mengabarkan bahwa Nadia istrinya kritis masuk ICU karena pendarahan pasca melahirkan, dan dia minta kami semua mendoakan. Dengan hati sedih, aku menyarankan cara Yusuf Mansyur untuk bersegera bersedekah, setelah itu mengajak seluruh keluarga berdoa untuk Nadia. Beberapa jam kemudian,dia sms kembali, mengabarkan bahwa dia baru saja bersedeqah cukup besar dan mohon pada Allah untuk kesembuhan istrinya, sekaligus minta doa kembali. Sungguh aku ingin segera pergi ke Rumah Sakit itu. Ah, aku kesal dengan diriku sendiri, karena pekerjaanku yang mengikat, tak bisa segera menengok Nadia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu cepat. Hari senin siang (2 November), dari pesan berantai aku tahu Nadia butuh banyak golongan darah A. Alhamdulillah, ada yang siap on call, termasuk suamiku. Keinginanku untuk bezoek Nadia sore itu, terpaksa kukubur karena aku sudah harus berangkat ke Papua :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Rabu pagi, aku dikejutkan dengan berita syahidnya Nadia. Innalillahi wa inna ilaihi roojiun. &lt;br /&gt;Meleleh air mataku, dan aku hanya bisa mengirim sms duka. Masya Allah, seperti mimpi rasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang saat bersama-sama Nadia dulu di beberapa peskil SMU labschool, atau setiap jumat saat mentoring anak2 labschool. Terbayang saat kalian menikah. Terbayang saat kita melakukan reuni 'kecil' di rumahku saat kita semua sudah memiliki anak.....&lt;br /&gt;Dan kini, kau meninggalkan kami semua dalam senyummu yang teduh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku Muli, meski ini terasa sangat berat buatmu, tapi aku percaya, engkau akan dapat melewati ini semua. Allah tidak keliru memilihmu dengan ujian ini. Aku telah menyaksikan kesabaran dan keteguhan hatimu selama ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru aku iri pada Nadia, yang kini sudah jelas akhir kehidupannya dalam kebaikan, dalam surga yang didambakan semua orang. Sementara kita semua belum jelas, bagaimana akhir kehidupan kita nantinya.&lt;br /&gt;Mendidik 3 buah cinta, dengan usia yang masih kanak2, memang tidak mudah. Tapi inilah yang harus kau hadapi sekarang, demi cita-cita luhur untuk menyusul assyahidah Nadia kelak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulia, aku masih ingat salah satu nasyid favoritmu, 'Kawan': ...kawan, apalagi yang kau sedihkan, .....jangan sedih ... bukan kau saja ditimpa malang, Lihatlah para Rasul mulia, lebih menderita.... &lt;br /&gt;Semoga nasyid ini masih kau ingat, dan mampu membuatmu tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau tidak sendiri, adikku. Banyak saudaramu yang siap berbagi denganmu. Kita akan berjuang bersama-sama, sama seperti saat kita dengan semangat membuat wadah dakwah AMAL ISLAMI, dulu. Sama saat kita menangis jika salah satu di antara kita menikah, karena Allah telah ikat hati ini dengan hubb fil-Lah, Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muli, sesuai namamu dan nama Nadia, yang disatukan dengan kata 'MULIA', Insya Allah, Allah akan memuliakan seluruh anggota keluarga kalian dalam surgaNya. Aku selalu berdoa untukmu dan keluarga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-4228376015083239315?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/4228376015083239315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=4228376015083239315' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/4228376015083239315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/4228376015083239315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2009/11/saat-dia-harus-pulang.html' title='SAAT DIA HARUS PULANG'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/Sv15jZmDhZI/AAAAAAAAAFY/DEhcGwLqWTk/s72-c/muliadi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-5316495279376747875</id><published>2009-11-09T00:34:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T00:36:45.577-08:00</updated><title type='text'>AKU INGIN BERQURBAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SvfUkhfZkuI/AAAAAAAAAFQ/zyIWfeuo0tc/s1600-h/yu+timah.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 93px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SvfUkhfZkuI/AAAAAAAAAFQ/zyIWfeuo0tc/s200/yu+timah.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402020001984647906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini ada artikel bagus dari resonansi republika yang ditulis Ahmad Tohari, 2006. Semoga bermanfaat untuk mengingatkan, aku sendiri terutama, tentang keutamaan berkurban, yang Insya Allah akan datang sebentar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ibu-ibu majlis taklim, saya suka bilang: Kalau untuk microwave yang harganya lebih mahal dari pada kambing kurban aja ibu-ibu berani beli meski dibela-belain nyicil atau arisan, alangkah baiknya (jika kurang mampu untuk cash) itu juga berlaku untuk kurban, sehingga bisa dipastikan kita mampu berkurban tiap tahunnya.&lt;br /&gt;So, bagi yang mampu cash, jangan kalah dong sama ibu-ibu majlis taklim. Apalagi 'kalah' dengan orang seperti yu Timah ini. Mestinya, kita bisa berkurban setiap tahun :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISAH YU TIMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta. Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang ditempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah. Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu. Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya. Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa. Anak itu harus cari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Untung di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.&lt;br /&gt;''Pak, saya mau mengambil tabungan,'' kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.&lt;br /&gt;''O,tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup. Bagaimana bila Senin?''&lt;br /&gt;''Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.''&lt;br /&gt;''Mau ambil berapa?'' tanya saya.&lt;br /&gt;''Enam ratus ribu, Pak.''&lt;br /&gt;''Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu. ''Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban. ''Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?'' ''Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama Ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban.''&lt;br /&gt;''Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita.''&lt;br /&gt;Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah langkah panjang Yu Timah pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya. Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu. Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban. Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya,Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji. Lebih Baik memberi Dari pada menerima&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-5316495279376747875?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/5316495279376747875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=5316495279376747875' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5316495279376747875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/5316495279376747875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2009/11/aku-ingin-berqurban.html' title='AKU INGIN BERQURBAN'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SvfUkhfZkuI/AAAAAAAAAFQ/zyIWfeuo0tc/s72-c/yu+timah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-3772685836823643114</id><published>2009-11-09T00:33:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T00:34:19.322-08:00</updated><title type='text'>INDAHNYA BUMI CENDERAWASIH</title><content type='html'>Saat pertama mendengar harus berangkat tugas ke papua, ada rasa khawatir tapi juga senang. Khawatir karena bayangankku tentang Papua adalah tempat di mana banyak berkembang wabah malaria, yang jenisnya cukup ganas. Bahkan teman kantor di jayapura pun mewanti2 aku untuk minum pil kina dulu sebelum berangkat, dan itu menambah kekhawatiranku saja. Sebegitu parahkah serangan nyamuk2 disana? Mana aku kan punya bayi, kalau pulang2 tugas malah bawa wabah malaria ke rumah kan menyusahkan seluruh keluarga :( Eh ternyata sampai di sini, jarrraaaang banget aku ketemu nyamuk. Rasanya malah banyakan nyamuk di rumahku Tangerang, hihihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku juga senang dapat tugas ke jayapura, karena kupikir kapan lagi aku bisa mengunjungi daerah ujung timur Indonesia ini kalau tidak karena ditugaskan ke sana? Hitung-hitung plesir gratis, hehe. Plesir dengan biaya sendiri? Gak kepikiran deh kalau sampai berjuta-juta gitu untuk ongkos pesawat doang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun dari bandara di Sentani, menuju abepura kami melewati danau sentani yang luas dan indah. Dari atas pesawat tadi seperti lapangan golf saja. Tapi saat mengamati indahnya danau itu, aku tersentak dengan sebuah gapura besar yang tertancap di tepian danau (layaknya gapura untuk masuk ke suatu kampung). Gapura putih itu bertulisan besar2: ANDA MEMASUKI DAERAH 100% WAJIB KONDOM&lt;br /&gt;peringatan keras di tanjung elmo, tepi danau sentani&lt;br /&gt;Aku sempat bingung dan cukup lama mencerna kalimat itu. Kok sampai ada tulisan begitu ya? Apa di Sentani bayak terjadi seks bebas? Setelah ketemu teman kantor yang bekerja di jayapura, baru aku tahu itu daerah lokalisasi, namanya Tanjung Elmo. Oalah, pantesss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi rasanya, lokalisasi di tempat lain gak segitu transparannnya deh himbauan untuk berkondom ria, sampai dibikin gapura segala (eh gak tahu juga ding, wong aku juga belum pernah masuk ke daerah kayak begitu, he...). Kata temanku, tanjung elmo memang lokalisasi yang sudah legal, jadi gak bakalan ada razia. Tapi,orang umum juga boleh saja masuk ke wilayah itu. Dia malah menantangku,”Masuk aja ke kampong situ mbak kalo mau, gak papa kok”. Hihi, jadi penasaran pingin masuk, tapi was-was juga, takut dikira…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 4 hari berada di abepura, aku justru tak banyak bertemu dengan orang asli papua. Ketemunya justru sebagian besar dengan orang jawa, dengan dialek jawa yang masih kental pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucunya, tiap kali ketemu lelaki papua asli, aku sulit sekali membedakan satu sama lain. Rasanya wajah dan posturnya kok mirip semua. Tentang ini, ada cerita lucu yag kudapatkan dari penjual warung jawa timur tempat kami makan di suatu malam. Dia bercerita, temannya yang usaha reparasi televisi pernah rugi 1 buah tv gara2 ada orang asli papua yang menserviskan tv-nya. Beberapa hari kemudian, dia ambil tv itu. Eh, tapi esok harinya dia datang lagi dan bilang belum mengambil tv. Padahal tukang servis yakin bahwa yag datang ambil tv kemaren juga dia orangnya. Nampaknya si papua ini memanfaatkan kelemahan pendatang yang (dikiranya) masih bingung untuk membedakan satu wajah papua dengan wajah lainnya. Akhirnya, dari pada ribut, tukang servis itu terpaksa mengikhlaskan 1 tv lagi untuk dibawa si papua. Sangat beresiko bagi pendatang untuk membiarkan masalah kecil jadi keributan di sini. Bisa satu suku menyatroni rumah :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali lainnya saat pulang dari kantor dan melewati gerbang Universitas Cenderawasih (kantor kebetulan masih di dalam komplek Uncen), aku dikagetkan dengan seorang pemuda yang tergeletak di jalan. Pak kepala kantor menjelaskan bahwa orang itu pasti mabok, makanya tiduran di jalan karena sudah gak kuat untuk bangun. Aku heran banget, karena ini masih di lingkungan kampus, kok bisa leluasa mabok payah begitu. Bagaimana yang di luar kampus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang temanku bilang bahwa di daerah sini, kalau tanggal2 muda habis gajian pergilah ke taman2 kota. Bakalan akan banyak ditemui kaum muda yang bergeletakan karena mabok. Hadoh.. kok sampai begitu ya? Gimana asal mulanya kok mabok seolah-olah jadi tradisi begini?&lt;br /&gt;Aku jadi ingat guyonan dari penjual warung jawa timur itu. Dia bilang, ”orang asli sini, kalau lagi punya duit tidurnya milih di jalan2. Kalau sudah gak punya duit, baru tidur di rumah” Halah! Memang, di depan atau belakang warungnya setiap pagi dia sering mendapatkan ada orang yang tidur tergeletak begitu saja dan mulutnya bau minuman keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali lain, aku makan di resto padang. Lagi enak2nya makan, aku melihat stiker besar yang dipasang di tembok, bertulisan ’pake kitong pu: PENGAMAN!’ Aku bertanya pada temanku, katanya artinya ’pake kita orang punya: pengaman’, alias anjuran untuk memakai (lagi-lagi) kondom. Astaghfirullah, resto padang gitu loh, di tengah kota pula. Dih, jadi ngilangin slera makan aja :( Kok gencar banget ya kampanye pakai kondom dimana-mana? Apa tingkat terjangkitnya hiv AIDS sudah sangat parah di sini? Apa orang juga mudah saja untuk melakukan hal yang satu itu? Padahal, kan jelas semua agama juga tidak memperbolehkan. Kata teman, adat asli papua pun juga melarang, mungkin malah lebih galak hukumannya kalau ketahuan. Tapi kok, faktanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga cerita lucu saat jalan2 ke jayapura. Di jalan aku mendapati rombongan babi melintas. Temanku cerita, kalau sampai kami menabrak babi2 itu bisa runyam urusannya, karena pemiliknya akan minta ganti rugi banyak sekali, dengan menghitung jumlah puting babi yang ditabrak. Katanya, banyaknya puting babi menggambarkan akan berapa banyak anak babi yang dapat dilahirkan nanti. Dahsyatnya, satu puting bisa dihargai 1 jutaan. Hadoh, lah puting babi kan banyak? Bisa sampe puluhan juta dong kalo begitu caranya. Bisa gak makan gaji berbulan2 nih kalau apes nabrak babi. Temanku yang orang asli papua berseloroh, ”Makanya, mendingan nabrak manusia, ganti ruginya cuma 2 juta” Ngaco ah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang sering kualami di sini adalah soal pemadaman listrik. Setiap hari listrik sering padam, dan itu berkali-dalam sehari. Selama aku menulis ini saja, sudah 3 kali listrik mati. Memang sih tak lama kemudian langsung hidup lagi. Tapi kupikir kalau bolak-balik mati terus tiba-tiba hidup lagi dalam waktu cepat begini, ya cepat rusaklah alat-alat elektronik yang kita punya. Di kantor abepura pun, server ada yang tiba-tiba rusak, mungkin karena listrik yang sering mati &amp; hidup tiba-tiba ini (Eh gak tahu ding, musti nanya tukang insinyur dulu nih kayaknya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju jayapura, aku juga tertarik dengan salah satu gedung yang bernama MRP (Majlis Rakyat Papua). Karena selama ini aku hanya tahu MPR, DPR, DPRD. Ternyata MRP ini fungsinya hampir sejajar dengan DPRD, dan lembaga ini ada sejak diterapkannya otonomi khusus. Secara aturan legal aku gak begitu mudheng, tapi yang jelas anggta MRP juga mendapatkan fasilitas yang sejajar dengan anggota DPRD. Wah, jadi boros biaya dong kalau fungsinya hampir sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh maaf, di papua tidak ada DPRD, adanya DPRP. Sebelumnya, saat membaca koran cendrawasih pos di hotel, kupikir ini salah cetak. Mau nulis DPRD keliru DPRP. Tapi setelah melewati gedungnya, baru aku tahu di sini memang tidak ada DPRD, adanya DPRP atau Dewan Perwakilan Rakyat Papua. Mungkin ini satu-satunya wilayah provinsi/kabupaten yang tak punya ‘DPRD’ ya? Entahlah, mungkin orang2 papua sangat bersemangat dengan otonomi khusus itu dan punya sense of belonging yang sangat tinggi dengan tanah tumpah darahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga senang karena sempat mencicipi timika, meski hanya transit. Sebetulnya aku sangat tertarik untuk bisa masuk ke daerah pertambangannya, yang kabarnya setiap hari menghasilkan 500kg emas itu. Kaya sekali dong freeport? Di bandara ’mozes kilangin’ timika, kulihat bukti kekayaan freeport itu. Banyak pesawat milik freeport. Angkutan bis bandara yang ada juga semua milik freeport. Di dalam bandara pun semua display informasi adalah tentang freeport. Glek, hasil 500kg emas yang ditambang itu kemana ya larinya? Coba aku dapet 1 kilooo aja, hehehe.&lt;br /&gt;semua bis bandara mozes kilangin adl milik freeport&lt;br /&gt;prasasti unik di bandara mozes kilangin, timika. Semua milik freeport&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang kusayangkan, keinginan untuk pergi ke perbatasan papua nugini tak kesampaian. Sikon tak memungkinkan karena kantor sedang sibuk mempersiapkan ujian yang akan dilaksanakan akhir pekan. Tapi aku bisa melihat perbatasan itu dari kejauhan, saat minum es kelapa di pinggir laut sambil menatap teluk yotefa.&lt;br /&gt;teluk totefa, memandang perbatasan papua nugini dari kejauhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sebenarnya juga ingin main ke wamena, disana katanya masih banyak dijumpai orang asli yang masih sangat menjaga adat (lengkap dengan koteka kali ya). Tapi ternyata untuk ke wamena harus terbang lagi dari jayapura lk 2 jam. Yaah, mana ada waktu :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, hamparan alam papua memang sangat eksotik, indah sekali. Hijau hutannya benar2 hijau, dipadukan dengan birunya laut dan danau. Kota-kota juga dikelilingi gunung sehingga tiap kota seperti ceruk di antara sekrup2 raksasa. Alangkah indahnya. Jika ada kesempatan, rasanya tak kapok aku kembali ke papua ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-3772685836823643114?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/3772685836823643114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=3772685836823643114' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3772685836823643114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/3772685836823643114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2009/11/indahnya-bumi-cenderawasih.html' title='INDAHNYA BUMI CENDERAWASIH'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-855076081990615578</id><published>2009-10-28T23:01:00.000-07:00</published><updated>2009-10-28T23:04:29.836-07:00</updated><title type='text'>GADGET TERBARU, SIAPA YANG TAK MAU? TAPI.....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SukwT2LUEgI/AAAAAAAAAFA/swLjMVUkJp4/s1600-h/hp+jawa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SukwT2LUEgI/AAAAAAAAAFA/swLjMVUkJp4/s200/hp+jawa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397898745898865154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi di kantor perusahaan perminyakan asing di ibukota, sebuah hp nokia jadul dul berbunyi nyaring (dengan nada yang masih monophonic, tentu). Sigap seorang karyawan yang masih cukup muda, dengan jabatan yang cukup lumayan alias PM (Profesional Muda), mengangkat hp itu. Dia pencet keypad answer dan menyapa, "halo.. halo... siapa ya? maaf, cari siapa tadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ujung ruangan, seorang OB menatap bossnya dengan tampang salah tingkah campur geli. Tak tahan, dia mendekati bossnya yang sedang mengangkat hp itu, "Aduh, maaf pak, maaf, ini hp saya. Tadi saya taruh waktu saya bersih2 disini terus lupa ngambil. Maaf ya paaaak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si PM mengangsurkan hp tersebut sambil melongo. Dia rogoh sakunya, olala....ternyata hp-nya masih ada. Waktu dia keluarkan hp itu, astaga.. merk, seri &amp; warnanya persis sama dengan hp milik OB tersebut. Dia tersenyum sendiri, dan berkata pada OB, "Oh, maaf, saya kira hp saya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu cerita singkat dari seorang teman, menggelikan tapi juga penuh makna. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku merasa, sekarang teknologi telah menjajah kita. Bukan lagi manusia yang pandai memanfaatkan teknologi, tapi teknologi yang pandai memanfaatkan kita. Setiap ada produk terbaru gadget, laptop, berbondong-bondong orang mengganti gadget lamanya, tergiur dengan berbagai fitur dan fasilitas terbaru yang ditawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam gadget melanda semua usia. Tak hanya orang dewasa, anak2 pun sekarang emoh bila dibelikan hp biasa, maunya hp yang ada kamera, kalau perlu bisa internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah juga para pembantu kita. Dengan gaji yang masih di bawah UMR, hampir semua mereka punya hp. Kadang mereka paksakan diri beli hp kelas menengah, yang harganya bisa 2-3 kali ipat gajinya. Duh, korban iklan yang 'bergelimpangan' secara massal. Huh, teknologi telah sukses menjajah mereka, sungguh teganya teganya teganya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah gadget terbaru tak perlu?&lt;br /&gt;Mungkin, produk teknologi terbaru itu perlu untuk orang2 tertentu, dengan pekerjaan tertentu yang menuntut tersedianya fitur2 seperti itu. Atau untuk orang2 yang duitnya sudah sangat kebanyakan sehingga tak tahu lagi duitnya mau diapakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anak2? Cukuplah hp low end saja. Apakah kita siap jiika anak menyalahgunakan hp berkamera atau yang bisa akses internet? Mana celakanya orang tua juga sering kalah canggih dengan anaknya.. Bisa membelikan tapi tak bisa mengoperasikan. Sms saja minta anaknya yang menuliskan, wah.. gawat :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi seyogyanya, beli gadget karena memang butuh, jangan sekedar suka. Apalagi jika beli gadget terbaru hanya karena gengsi, untuk menyesuaikan dengan pangkat atau harta. Hadoh .. kasihan, belum lulus deh kayaknya konsep dirinya :(&lt;br /&gt;Makanya aku salut dengan si PM itu, yang dengan jabatan yang lumayan masih mempertahankan nokia jadulnya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatku sendiri, untuk sementara no way BB. Bukan apa-apa. Aku sadar imanku masih lemah, konsep diri-ku kadang payah. Takut kalau punya BB makin tidak terkendali, akhirnya jadi gadget-holic atau internet-holic. Na'udzubillah!&lt;br /&gt;Lagian, mau beli BB pakai apa? Pakai daun? PNS gitu loh. Ngaca dong, ngaca... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, kadang aku tergoda, dan dengan segera harus kunyanyikan:&lt;br /&gt;Insyaflah wahai manusia, dunia ini kan binasa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:&lt;br /&gt;buat temanku HP di BPI, maaf udah ngangkat kisah nyatamu tanpa permisi&lt;br /&gt;Gak usah diganti2 ya hapenya :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-855076081990615578?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/855076081990615578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=855076081990615578' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/855076081990615578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/855076081990615578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2009/10/gadget-terbaru-siapa-yang-tak-mau-tapi.html' title='GADGET TERBARU, SIAPA YANG TAK MAU? TAPI.....'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/SukwT2LUEgI/AAAAAAAAAFA/swLjMVUkJp4/s72-c/hp+jawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-2525329305586417260</id><published>2009-10-25T03:32:00.001-07:00</published><updated>2009-10-25T03:32:25.671-07:00</updated><title type='text'>INISIASI MENYUSUI DINI</title><content type='html'>dari milis sebelah, buat para ibu dan calon ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA ITU INISIASI MENYUSUI DINI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah lahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata selama bertahun-tahun, kita bener-bener merupakan kodrat dan anugrah dari Tuhan yang sudah disusun untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata dokter yang kemaren berbicara, dia mengatakan, di luar sudah sadar hal ini sejak 1987 tp di Indonesia baru sadar thn 2006. Lebih baik baru tahu daripada tidak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Dokter menceritakan bagaimana proses inisiasi menyusui dini ternyata merupakan proses alami yang seharusnya dilakukan setelah seorang ibu melahirkan bayinya. Dia menceritakan dan bahkan memutarkan video yang dia buat terhadap cucunya sendiri dan juga seorang bayi lainnya. Dia bercerita, bahwa ternyata ada beberapa hal yang akan terjadi selama proses ini, dan ini juga tergambar dalam video yang diputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi si Dokter ini menjelaskan bahwa pada saat proses Inisiasi Menyusui Dini akan terjadi tahap2 spt ini (berdasarkan penelitian Ilmiah):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.. Sesaat setelah lahiran sehabis ari-ari dipotong, bayi langsung diletakan di dada si ibu tanpa membersihkan si bayi kecuali tangannya, kulit ketemu kulit.Ternyata suhu badan ibu yang habis melahirkan 1 derajat lebih tinggi. Namun jika si bayi itu kedinginan, otomatis suhu badan si ibu jadi naik 2 derajat, dan jika si bayi kepanasan, suhu badan ibu akan turun 1 derajat. Jadi Tuhan sudah mengatur bahwa si ibu yang akan membawa si bayi beradaptasi dengan kehidupan barunya.&lt;br /&gt;Setelah diletakkan di dada si ibu, biasanya si bayi hanya akan diam selama 20-30 menit, dan ternyata hal ini terjadi karena si bayi sedang menetralisir keadaannya setelah trauma melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.. Gerakan kedua yang terjadi yaitu, setelah si bayi merasa lebih tenang, maka secara otomatis kaki si bayi akan mulai bergerak-gerak spt hendak merangkak.Ternyata gerakan ini pun bukanlah gerakan tanpa makna karena ternyata kaki si bayi itu pasti hanya akan menginjak2 perut ibunya di atas rahim. Gerakan ini bertujuan untuk menghentikan pendarahan si ibu. Lama dari proses ini tergantung dari si bayi. Untuk gerakan ini, ternyata si dokter punya pengalaman. Pernah ada dukun beranak melakukan proses melahirkan, dan ternyata si ibu mengalami pendarahan hebat. Pada saat itu si dukun meletakkan anaknya di dada si ibu, dan anak tersebut menggerak-gerakkan kakinya memasage perut ibunya bahkan lebih dari satu jam, sampai pendarahan si ibu berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.. Setelah melakukan gerakan di kakinya, si bayi akan melanjutkan dengan mencium tangannya ternyata bau tangan si bayi sama dengan bau air ketuban.Dan ternyata wilayah sekitar puting si ibu itu juga memiliki bau yang sama, jadi dengan mencium bau tangannya, membantu si bayi untuk mengarahkan kemana dia akan bergerak. Dia akan mulai bergerak mendekati puting ibu denga ketika sudah mendekati puting si ibu, si bayi itu akan menjilat2 dada si ibu.Ternyata jilatan ini berfungsi utk membersihkan dada si ibu dari bakteri2 jahat dan begitu masuk ke tubuh si bayi akan diubah menjadi bakteri2 yang baik dalam tubuhnya. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi karena hanya si bayi yang tau seberapa banyak dia harus membersihkan dada si ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.. Setelah itu, si bayi akan mulai meremas-remas puting susu si ibu yang bertujuan untuk merangsang supaya air susu si ibu segera berproduksi dan bisa keluar. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.. Terakhir baru mulailah si bayi itu menyusu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memang Maha Sempurna. Dia sudah menciptakan siklus kehidupan yang begitu indah, namun ternyata diputus oleh manusia selama bertahun-tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Dokter benar-benar menyarankan audience jika suatu saat akan memiliki anak, untuk meminta kepada rumah sakit yang akan membantu kelahiran supaya diperbolehkan melakukan inisiasi menyusui dini ini minimal 1 jam, karena kelima proses di atas ini bisa berlangsung sekitar 1-2 jam. Beliau juga mengatakan tidak semua RS berani melakukan ini, dan kita sebagai orang tua harus berani meminta ini dilakukan karena ternyata hal ini merupakan siklus kehidupan yang selama ini tidak kita sadari sudah kita putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Dokter juga mengatakan, bahwa dengan melakukan hal ini, akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh si bayi terhadap penyakit2, kanker syaraf, leukimia, dan beberapa penyakit2 lainnya. Dikatakan juga menekan angka kematian bayi baru melahirkan sebesar 22%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya dia benar2 mempromosikan hal ini kepada semua calon ortu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga mengatakan, sebuah rumah sakit yang benar-benar mendukung ibu dan anak, maka tidak akan menyediakan ruangan khusus bayi, karena dia mengatakan bahwa dengan memisahkan si ibu dengan si bayi ternyata daya tahan tubuh si bayi akan drop sampai 25%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi seharusnya tempat bayi adalah di sisi si ibu, 24 jam penuh. Jika ada tindakan memisahkan si ibu dari bayi, maka menurutnya itu adalah tindakan kriminal. Karena ketika si ibu bersama dengan si bayi, daya tahan si bayi akan dalam kondisi prima, dan si ibu bisa melakukan proteksi terhadap si bayi jika memang perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si dokter mengatakan 95% bayi menangis bukan karena kelaparan, tapi karena dia dipisahkan dari ibunya.Karena berdasarkan penelitian, seorang bayi yang baru lahir, dibekali dari rahim ibunya utk bertahan selama 2-3 hari tanpa makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan pernah minta diberikan susu formula untuk si bayi, walau air susu ibu belum keluar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7754017521072747376-2525329305586417260?l=muktiamini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muktiamini.blogspot.com/feeds/2525329305586417260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7754017521072747376&amp;postID=2525329305586417260' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2525329305586417260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7754017521072747376/posts/default/2525329305586417260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muktiamini.blogspot.com/2009/10/inisiasi-menyusui-dini.html' title='INISIASI MENYUSUI DINI'/><author><name>Serpihan Kecil Kembaraku</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07471207797603112252</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://4.bp.blogspot.com/_PMtgsR5f2bM/TQVkzPHs0tI/AAAAAAAAAI0/fCyQDg51InI/S220/ibu%2Btve.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7754017521072747376.post-7494784092832300875</id><published>2009-10-25T03:30:00.001-07:00</published><updated>2009-10-25T03:30:33.306-07:00</updated><tit
